Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENERAPAN FLEXIBLE WORK ARRANGEMENT DAN SISTEM KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA CV. HUDA JAYA SIDOARJO Reziani Novendra; Kustini Kustini
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol 7 No 5 (2024): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/costing.v7i6.12041

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan flexible work arrangement dan sistem kompensasi terhadap kinerja karyawan di CV. Huda Jaya Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan perangkat lunak Smart PLS untuk analisis. Populasi penelitian berjumlah 55 karyawan dan teknik pengambilan sampel menggunakan metode sensus atau total sampling sehingga diperoleh 55 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan penyebaran kuesioner. Analisis data meliputi uji validitas dan reliabilitas, uji R-Square, dan uji hipotesis bootstrapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa flexible work arrangement dan kompensasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan di CV. Huda Jaya Sidoarjo.
PERAN MOTIVASI KERJA DALAM MEMODERASI PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA BANK RAKYAT INDONESIA KANTOR CABANG GRESIK Akhmad Qushoyyi Shobri; Kustini Kustini
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol 7 No 5 (2024): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/costing.v7i5.12360

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari disiplin kerja dan pengembangan karir terhadap kinerja karyawan melalui motivasi kerja pada Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Gresik. Dalam hal ini, motivasi, disiplin kerja, dan pengembangan karir dianggap penting dalam menciptakan kinerja yang baik dalam perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan kuesioner yang digunakan untuk mengumpulkan data dan populasi dalam penelitian ini adalah karyawan Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Gresik dengan jumlah sampel sebanyak 72 responden. Analisis data menggunakan metode Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa disiplin kerja dan pengembangan karir tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan, tetapi disiplin kerja dan pengembangan karir memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan melalui motivasi kerja.
Pengaruh Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT. Intiwarna Prima Rinova Vega Yulanda; Kustini Kustini
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 12: November 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v1i12.1088

Abstract

Setiap perusahaan dalam lingkungan yang kompetitif harus senantiasa mendedikasikan sumber daya perusahaan agar dapat bertahan dan berkembang. Sumber daya seperti sumber daya manusia juga dikenal sebagai karyawan diperlukan. Sangat penting bagi perusahaan mana pun untuk fokus pada peningkatan lingkungan kerja dan motivasi bagi karyawan ini. “Hal ini dikarenakan kepuasan kerja karyawan dapat berpengaruh signifikan terhadap produktivitas, efisiensi dan kepuasan kerja secara keseluruhan. Untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja karyawan, penelitian dilakukan pada PT. Intiwarna Prima. Metode Total Sampling digunakan untuk mengidentifikasi 37 pekerja; metode ini juga dikenal sebagai Sampling Jenuh. Dengan metode ini, seluruh populasi pekerja di Intiwarna Prima dijadikan sampel untuk dijadikan sampel yang mencerminkan seluruh pekerja di perusahaan tersebut. Akibatnya, karyawan yang dipilih melalui metode ini identik dengan semua pekerja lain di Intiwarna Prima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis SEM-PLS. Salah satu teknik tersebut adalah Structural Equation Model-Partial Least Square atau biasa disebut SEM-PLS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi kerja dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan di Intiwarna Prima.
SOSIALISASI MANFAAT BPJS KETENAGAKERJAAN BAGI MAHASISWA MAGANG SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESADARAN PERLINDUNGAN KERJA Zikawa Bintang Samudra Budianta; Kustini Kustini
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.8937

Abstract

The low level of understanding regarding the benefits of BPJS Ketenagakerjaan (Employment Social Security) remains an issue among groups of people who are in the transition phase to the world of work, including interns. Interns have potential work risks, but often do not receive adequate education regarding employment protection. This community service activity aims to increase interns' understanding and awareness of the benefits of BPJS Ketenagakerjaan and to examine its implications for increasing public awareness. The activity was carried out through online socialization using Zoom Meeting, accompanied by descriptive interviews before and after the activity. The target of the activity was ten students who were undergoing an internship program. The results of the activity showed that before the socialization, the participants' understanding of BPJS Ketenagakerjaan was still limited to general knowledge and did not cover the benefits and coverage for interns. After the socialization, there was an increase in the participants' understanding of the types and benefits of the BPJS Ketenagakerjaan program, particularly Work Accident Insurance, as well as an increase in awareness of the importance of early work protection. In addition, participants showed a positive attitude and willingness to disseminate information about BPJS Ketenagakerjaan to their surroundings. This activity shows that digital-based socialization can be an effective medium in increasing social security literacy among student interns.. ABSTRAK Rendahnya pemahaman mengenai manfaat BPJS Ketenagakerjaan masih menjadi permasalahan pada kelompok masyarakat yang berada pada fase transisi menuju dunia kerja, termasuk mahasiswa magang. Mahasiswa magang memiliki potensi risiko kerja, namun sering kali belum memperoleh edukasi yang memadai mengenai perlindungan ketenagakerjaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran mahasiswa magang terhadap manfaat BPJS Ketenagakerjaan serta mengkaji implikasinya bagi peningkatan kesadaran masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi daring menggunakan Zoom Meeting yang disertai wawancara deskriptif sebelum dan setelah kegiatan. Sasaran kegiatan adalah sepuluh mahasiswa yang sedang menjalani program magang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum sosialisasi, pemahaman peserta terhadap BPJS Ketenagakerjaan masih terbatas pada pengertian umum dan belum mencakup manfaat serta cakupan kepesertaan bagi mahasiswa magang. Setelah sosialisasi, terjadi peningkatan pemahaman peserta terhadap jenis dan manfaat program BPJS Ketenagakerjaan, khususnya Jaminan Kecelakaan Kerja, serta peningkatan kesadaran akan pentingnya perlindungan kerja sejak dini. Selain itu, peserta menunjukkan sikap positif dan kesediaan untuk menyebarluaskan informasi mengenai BPJS Ketenagakerjaan kepada lingkungan sekitar. Kegiatan ini menunjukkan bahwa sosialisasi berbasis digital dapat menjadi media yang efektif dalam meningkatkan literasi jaminan sosial ketenagakerjaan di kalangan mahasiswa magang.    
EDUKASI PENGGUNAAN APLIKASI JMO BAGI PESERTA PENSIUN DALAM LAYANAN JP BERKALA Lola Aprilia Arwanda Putri; Kustini Kustini
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8935

Abstract

The digital transformation of BPJS Ketenagakerjaan services through the Jamsostek Mobile (JMO) application aims to improve efficiency and accessibility, including in submitting Periodic Pension Insurance (JP) benefits. However, the implementation of this digital service still faces obstacles in the field, especially among pensioners with limited digital literacy. Initial observations indicate that many pensioners experience technical difficulties such as login issues, misunderstanding of the service flow, and difficulty navigating the Periodic JP menu in the JMO application. This community service activity aims to improve the digital competence of pensioners so they can access the Periodic JP service independently. Using a descriptive qualitative method with a pre-test, education through direct assistance, and a post-test, this activity involved pensioners at the BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Karimunjawa Office who were experiencing difficulties using the application. The results of the activity showed that the intervention in the form of direct assistance was effective in increasing participants' understanding and confidence in using the JMO application features. These findings confirm that digital assistance is a crucial strategy in bridging the digital literacy gap, making the JMO application not only an administrative tool but also an educational tool that supports participants' independence in accessing their social security rights. ABSTRAK Transformasi digital layanan BPJS Ketenagakerjaan melalui aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas, termasuk dalam pengajuan manfaat Jaminan Pensiun (JP) Berkala. Namun, implementasi layanan digital ini masih menghadapi kendala di lapangan, terutama pada kelompok peserta pensiun yang memiliki keterbatasan literasi digital. Observasi awal menunjukkan bahwa banyak peserta pensiun mengalami kesulitan teknis seperti kendala login, ketidakpahaman alur layanan, dan kesulitan menavigasi menu JP Berkala di aplikasi JMO. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital peserta pensiun agar mampu mengakses layanan JP Berkala secara mandiri. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan tahapan pre-test, edukasi melalui pendampingan langsung, dan post-test, kegiatan ini melibatkan peserta pensiun di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Karimunjawa yang mengalami kendala penggunaan aplikasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa intervensi berupa pendampingan langsung efektif meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri peserta dalam menggunakan fitur-fitur aplikasi JMO. Temuan ini menegaskan bahwa pendampingan digital merupakan strategi krusial dalam menjembatani kesenjangan literasi digital, menjadikan aplikasi JMO tidak hanya sebagai alat administratif tetapi juga sarana edukasi yang mendukung kemandirian peserta dalam mengakses hak jaminan sosial mereka.  
PERAN BPJS KETENAGAKERJAAN DALAM MENINGKATKAN PERLINDUNGAN SOSIAL BAGI GURU TPQ DI SURABAYA Mellysa Rahmalia Putri; Kustini Kustini
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8936

Abstract

Social protection for Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) teachers, categorized as informal workers, still faces challenges, particularly related to low social security literacy and limited access to formal state protection programs. This study aims to analyze the role of the Social Security Agency for Employment (BPJS Ketenagakerjaan) in enhancing social protection for TPQ teachers in Surabaya through educational activities, community outreach, and multi-stakeholder collaboration. A qualitative descriptive method was employed, with data collected through in-depth interviews with BPJS Ketenagakerjaan officials, document review, and indirect observation of the socialization process and registration mechanism. The findings indicate that BPJS Ketenagakerjaan conducted tiered socialization to PAC FKPQI and TPQ heads, delivering materials covering the benefits of Employment Injury Insurance (JKK) and Death Benefits (JKM), claim procedures, and reporting mechanisms. PAC served as a key liaison in data collection and coordination of reporting through communication groups. The Surabaya City Government also strengthened the program through APBD funding, ensuring all TPQ teachers received protection without any cost burden. This program was proven to enhance a sense of security, access to protection, and benefit certainty for TPQ teachers and their beneficiaries. The study concludes that the collaboration between BPJS Ketenagakerjaan, PAC, and the local government is effective in expanding social protection for informal workers. ABSTRAK Perlindungan sosial bagi guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) sebagai pekerja informal masih menghadapi tantangan, terutama rendahnya literasi jaminan sosial dan keterbatasan akses terhadap program perlindungan negara. Pengabdian ini bertujuan menganalisis peran BPJS Ketenagakerjaan dalam meningkatkan perlindungan sosial bagi guru TPQ di Surabaya melalui kegiatan edukasi, sosialisasi, dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan petugas BPJS Ketenagakerjaan, telaah dokumen, serta observasi tidak langsung terhadap alur sosialisasi dan mekanisme pendaftaran. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan melaksanakan sosialisasi berjenjang kepada PAC FKPQI dan kepala TPQ, dengan materi mencakup manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), prosedur klaim, serta tata cara pelaporan. PAC berperan sebagai narahubung dalam pendataan dan koordinasi pelaporan melalui grup komunikasi. Pemerintah Kota Surabaya turut memperkuat program melalui pendanaan APBD sehingga seluruh guru TPQ mendapatkan perlindungan tanpa beban biaya. Program ini terbukti meningkatkan rasa aman, akses perlindungan, dan kepastian manfaat bagi guru TPQ dan ahli waris. Pengabdian menyimpulkan bahwa kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan, PAC, dan pemerintah daerah efektif memperluas perlindungan sosial bagi pekerja informal.    
LITERASI DIGITAL MELALUI SOSIALISASI PENGGUNAAN APLIKASI JMO UNTUK MONITORING SALDO JHT PEKERJA PT. HM SAMPOERNA Imroatul Husna Anggraini; Kustini Kustini
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8939

Abstract

The digitalization of public services requires community readiness to utilize technology-based services effectively and independently. The Jamsostek Mobile (JMO) application is a digital service innovation developed by BPJS Ketenagakerjaan to facilitate participants’ access to membership information, particularly for monitoring Old Age Security (JHT) balances. However, in practice, obstacles in using the application are still found due to limited digital literacy, especially among middle-aged workers. This community service activity aims to improve workers’ digital literacy through socialization of JMO application usage. The activity was conducted through face-to-face and individual assistance at PT HM Sampoerna Plant Rungkut Surabaya and PT HM Sampoerna Plant Malang, involving a total of 920 workers. A descriptive qualitative method was employed with data collection techniques including observation, pretests, and posttests. The socialization activities covered assistance with application installation, account registration and activation, as well as hands-on practice in using the JHT balance checking feature directly on participants’ smartphones. The results show an improvement in participants’ understanding and ability to independently use the JMO application after the socialization. These findings indicate that digital literacy socialization plays an important role in bridging the gap between digital public service innovation and users’ actual capabilities. This activity contributes to supporting the optimization of employment social security services and highlights the importance of sustainable digital literacy programs to ensure inclusive digital public service transformation. ABSTRAK Digitalisasi pelayanan publik menuntut kesiapan masyarakat dalam memanfaatkan layanan berbasis teknologi secara efektif dan mandiri. Aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) merupakan inovasi layanan digital yang dikembangkan oleh BPJS Ketenagakerjaan untuk memudahkan peserta dalam mengakses informasi kepesertaan, khususnya pengecekan saldo Jaminan Hari Tua (JHT). Namun, pada praktiknya masih ditemukan kendala penggunaan aplikasi yang disebabkan oleh keterbatasan literasi digital, terutama pada kelompok pekerja paruh baya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital pekerja melalui sosialisasi penggunaan aplikasi JMO. Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka dan individual di PT HM Sampoerna Plant Rungkut Surabaya dan PT HM Sampoerna Plant Malang dengan melibatkan total 920 pekerja. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, pretest, dan posttest. Sosialisasi meliputi pendampingan instalasi aplikasi, pembuatan dan aktivasi akun, serta praktik penggunaan fitur pengecekan saldo JHT secara langsung menggunakan smartphone peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kemampuan peserta dalam menggunakan aplikasi JMO secara mandiri setelah sosialisasi dilakukan. Temuan ini menunjukkan bahwa sosialisasi literasi digital berperan penting dalam menjembatani kesenjangan antara inovasi pelayanan publik berbasis digital dan kemampuan pengguna, serta mendukung optimalisasi pemanfaatan layanan jaminan sosial ketenagakerjaan.  
KESALAHAN PENGISIAN NILAI PROYEK DAN PENYUSUNAN PANDUAN NILAI TERMASUK PPN PADA JASA KONSTRUKSI BPJS KETENAGAKERJAAN SURABAYA KARIMUNJAWA Mohammad Ravinda Arafat; Kustini Kustini
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8941

Abstract

Administrative order in construction service participation in BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Karimunjawa still faces obstacles, particularly related to the inconsistency of project value input on Form 1. This problem predominantly occurs in projects that use Purchase Order (PO) documents, where participants often ignore the Value Added Tax (VAT) component of 11% in project value reporting, which negatively impacts the accuracy of contribution calculations and the validity of participant data. This activity aims to identify patterns of administrative errors and formulate solutions through the preparation of applicable technical guidelines. The method applied is descriptive qualitative through field observations and documentation studies of 136 registered project archives. Quantitative data findings indicate that of the total sample analyzed, there are 8 projects (5.88%) that experienced value input errors because they did not include the VAT component in their reporting. Responding to these findings, a practical, flowchart-based guide was developed to facilitate participants in determining project values ????in accordance with regulations. The main conclusion of this activity emphasized that providing simple visual guidance is crucial to minimize input errors, improve participants' understanding of administrative obligations, and ensure more accurate and accountable construction service project data governance. ABSTRAK Ketertiban administrasi dalam kepesertaan jasa konstruksi di BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Karimunjawa masih menghadapi kendala, khususnya terkait ketidaksesuaian penginputan nilai proyek pada Formulir 1. Permasalahan ini dominan terjadi pada proyek yang menggunakan dokumen Purchase Order (PO), di mana peserta sering kali mengabaikan komponen Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11% dalam pelaporan nilai proyek, yang berdampak negatif pada akurasi perhitungan iuran dan validitas data kepesertaan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola kesalahan administratif tersebut serta merumuskan solusi melalui penyusunan panduan teknis yang aplikatif. Metode yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan dan studi dokumentasi terhadap 136 arsip proyek yang terdaftar. Temuan data kuantitatif menunjukkan bahwa dari total sampel yang dianalisis, terdapat 8 proyek (5,88%) yang mengalami kesalahan input nilai karena belum menyertakan komponen PPN dalam pelaporannya. Merespons temuan tersebut, disusunlah panduan praktis berbasis flowchart untuk memudahkan peserta dalam menentukan nilai proyek yang sesuai regulasi. Simpulan utama kegiatan ini menegaskan bahwa penyediaan panduan visual yang sederhana sangat krusial untuk meminimalkan kesalahan input, meningkatkan pemahaman peserta terhadap kewajiban administratif, serta menjamin tata kelola data proyek jasa konstruksi yang lebih akurat dan akuntabel.  
Optimization of MSME Independence through Mentoring and Empowerment by BTPN Syariah Facilitators at the Kediri Branch Ananda Putri Sukowati; Kustini Kustini
International Journal of Business and Quality Research Vol. 4 No. 03 (2026): July - September, International Journal of Business and Quality Research (IJBQ
Publisher : Citakonsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijbqr.v4i03.5631

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in driving Indonesia’s economic growth. However, many MSMEs continue to face challenges related to managerial capacity, marketing strategies, business legality, financial management, and the adoption of digital technology. To address these issues, PT Bank BTPN Syariah implements a mentoring and empowerment program through companion facilitators who provide intensive assistance to MSME customers. This study aims to analyze the optimization of MSME independence through mentoring and empowerment conducted by BTPN Syariah companion facilitators. The research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, documentation, and literature review. The findings indicate that a structured mentoring process including business needs assessment, business identity development, business legality registration through the Business Identification Number (NIB), simple financial record-keeping, digital marketing assistance, and continuous business evaluation significantly enhances the managerial and entrepreneurial capacities of MSME owners. Furthermore, companion facilitators serve not only as trainers but also as mentors who assist entrepreneurs in solving operational challenges and making informed business decisions. This mentoring approach contributes to improving entrepreneurial competence, business competitiveness, and the long-term sustainability of MSMEs. Therefore, the mentoring and empowerment program implemented by PT Bank BTPN Syariah has proven to optimize MSME independence by strengthening the knowledge, skills, and self-reliance of business owners in managing and developing their enterprises sustainably.
The Influence of Competence, Occupational Health and Safety, and Compensation on Employee Performance at CV SHT Madiun Bagas Satrio Wicaksono; Kustini Kustini
International Journal of Management Science and Information Technology Vol. 6 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh (KITA), Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ijmsit.v6i2.8519

Abstract

The construction sector requires human resources with adequate competence, an understanding of occupational safety and health (OSH) practices, and appropriate compensation to support work performance. This study aims to analyze the influence of competence, occupational safety and health (OSH), and compensation on employee performance at CV SHT Madiun. The study employed a quantitative explanatory approach with a saturated sampling technique involving 45 project employees. Data were collected through questionnaires using a five-point Likert scale and analyzed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4. The results show that competence has a positive and significant effect on employee performance, with a path coefficient of 0.385, a t-statistic of 4.036, and a p-value of 0.000. OSH also has a positive and significant effect, with a path coefficient of 0.297, a t-statistic of 3.217, and a p-value of 0.001. Compensation has a positive and significant effect, with a path coefficient of 0.342, a t-statistic of 4.044, and a p-value of 0.000. These findings indicate that strengthening employee competence, consistently implementing OSH practices, and providing appropriate compensation are important for supporting employee performance in construction companies.