Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH EKSTRAK KULIT MANGGIS TERHADAP ENZIM KATALASE HEPAR TIKUS TERPAPAR MINYAK JELANTAH Jimmy Setiawan; Trilaksana Nugroho
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.942 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i1.19375

Abstract

Latar Belakang Minyak jelantah merupakan minyak goreng yang digunakan secara berulang dan tidak pernah diganti. Konsumsi minyak jelantah secara terus menerus mengakibatkan menurunnya kadar antioksidan tubuh dan menyebabkan stres oksidatif. Ekstrak kulit manggis memiliki khasiat sebagai antioksidan. Dengan adanya antioksidan tersebut, dapat menurunkan jumlah radikal bebas yang terbentuk dari proses peroksidasi lipid. Enzim katalase yang adalah salah satu dari enzim antioksidan digunakan untuk mengatahui kadar antioksidan pada tikus yang terpapar minyak jelantah.Tujuan Menganalisis pengaruh pemberian ekstrak kulit manggis terhadap kadar katalase hepar tikus terpapar minyak jelantah.Metode Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain post test only controlled group design. Sampel adalah 24 ekor tikus wistar dibagi menjadi menjadi kelompok konrol satu (K1) diberi pakan standar, kelompok kontrol dua (K2) diberi minyak jelantah, kelompok X1 diberi ekstrak kulit manggis 400 mg/kgBB dan kelompok X2 diberi minyak jelantah dan ekstrak kulit manggis 400 mg/kgBB. Perlakuan dilakukan selama 28 hari dan dilanjutkan dengan pengukuran kadar enzim katalase hepar. Uji statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis dengan post hoc Mann-Whitney.Hasil Dengan menggunakan uji Mann-Whitney didapatkan perbedaan signifikan antara kelompok K1 dan K2, K2 dan X1, K2 dan X2, dan X1 dan X2. Sedangkan antara kelompok K1 dan X1, dan K1 dan X2 tidak didapatkan perbedaan yang signifikan.Kesimpulan Ekstrak kulit manggis menyebabkan peningkatan kadar enzim katalase tikus terpapar minyak jelantah.
PENGARUH PEKERJAAN IBU, PENYAKIT INFEKSI DAN RIWAYAT ASI EKSLUSIF DENGAN KEJADIAN WASTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS IBOIH KOTA SABANG Jimmy Setiawan; Eva Rosdiana; Rosmalita Rosmalita; Marniati Marniati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5212

Abstract

AbstrakWasting, atau yang biasa disebut sebagai balita kurus, adalah kondisi di mana balita mengalami gangguan gizi yang didiagnosis berdasarkan penilaian berat badan terhadap tinggi badan. Wasting merupakan bentuk malnutrisi akut, di mana berat badan anak tidak sebanding dengan tinggi badannya, atau nilai Z-score kurang dari -2 SD. Di Indonesia, kasus wasting meningkat sebesar 0,6 poin, dari 10,1% menjadi 10,7% pada tahun 2022. Di Aceh, prevalensi wasting sebesar 5,5%. Kota Sabang merupakan salah satu daerah di Aceh dengan angka wasting yang tinggi, yaitu mencapai 23,4%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pekerjaan ibu, penyakit infeksi, dan riwayat pemberian ASI eksklusif terhadap kejadian wasting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Iboih, Kota Sabang. Penelitian ini menggunakan desain kasus-kontrol dengan rasio sampel 1:1 (40 kasus: 40 kontrol). Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, dan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pekerjaan ibu (p = 0,048), penyakit infeksi (p = 0,002), dan riwayat ASI eksklusif (p = 0,005) dengan kejadian wasting. Kesimpulannya, pekerjaan ibu, penyakit infeksi, dan riwayat ASI eksklusif berpengaruh terhadap terjadinya wasting. Disarankan kepada tenaga kesehatan, khususnya di Puskesmas Iboih, untuk lebih gencar memberikan promosi kesehatan kepada masyarakat mengenai wasting dan cara pencegahannya, serta memotivasi ibu yang bekerja agar tetap memperhatikan pengasuhan anaknya guna mencegah terjadinya wasting.  
PENGARUH PEKERJAAN IBU, PENYAKIT INFEKSI DAN RIWAYAT ASI EKSLUSIF DENGAN KEJADIAN WASTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS IBOIH KOTA SABANG Jimmy Setiawan; Eva Rosdiana; Rosmalita Rosmalita; Marniati Marniati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5212

Abstract

AbstrakWasting, atau yang biasa disebut sebagai balita kurus, adalah kondisi di mana balita mengalami gangguan gizi yang didiagnosis berdasarkan penilaian berat badan terhadap tinggi badan. Wasting merupakan bentuk malnutrisi akut, di mana berat badan anak tidak sebanding dengan tinggi badannya, atau nilai Z-score kurang dari -2 SD. Di Indonesia, kasus wasting meningkat sebesar 0,6 poin, dari 10,1% menjadi 10,7% pada tahun 2022. Di Aceh, prevalensi wasting sebesar 5,5%. Kota Sabang merupakan salah satu daerah di Aceh dengan angka wasting yang tinggi, yaitu mencapai 23,4%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pekerjaan ibu, penyakit infeksi, dan riwayat pemberian ASI eksklusif terhadap kejadian wasting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Iboih, Kota Sabang. Penelitian ini menggunakan desain kasus-kontrol dengan rasio sampel 1:1 (40 kasus: 40 kontrol). Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, dan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pekerjaan ibu (p = 0,048), penyakit infeksi (p = 0,002), dan riwayat ASI eksklusif (p = 0,005) dengan kejadian wasting. Kesimpulannya, pekerjaan ibu, penyakit infeksi, dan riwayat ASI eksklusif berpengaruh terhadap terjadinya wasting. Disarankan kepada tenaga kesehatan, khususnya di Puskesmas Iboih, untuk lebih gencar memberikan promosi kesehatan kepada masyarakat mengenai wasting dan cara pencegahannya, serta memotivasi ibu yang bekerja agar tetap memperhatikan pengasuhan anaknya guna mencegah terjadinya wasting.