Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN TAWAS DENGAN DOSIS BERTINGKAT DALAM PAKAN SELAMA 30 HARI TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL TIKUS WISTAR Thoyyibatun Nisa; Akhmad Ismail
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 6, No 3 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.41 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i3.18391

Abstract

Latar Belakang : Tawas banyak digunakan sebagai bahan tambahan dalam pangan. Tawas termasuk salah satu macam logam berat. Logam berat dalam bentuk ion sangat toksik dapat menyebabkan kerusakan organ detoksifikasi yaitu hati dan ginjal. Logam berat menyebabkan nekrosis sel-sel epitel tubulus ginjal.Tujuan : Mengetahui Perbedaan pengaruh pemberian Tawas dalam pakan dosis bertingkat selama 30 hari terhadap perubahan gambaran histopatologi ginjal tikus wistar.Metode : Penelitian eksperimental dengan post test only control group design. Sampel sebanyak 20 ekor tikus wistar diadaptasi selama 7 hari lalu dibagi secara acakmenjadi 4 kelompok. Kelompok kontrol (K) hanya diberi pakan standar. P1 diberi Tawas dalam pakan 2400mg/kgBB/hari; P2 diberi 1600mg/kgBB/hari: dan P3 diberi 800mg/kgBB/hari. Setelah 30 hari, dilakukan pemeriksaan histopatologiHasil:Rerata degenerasi sel tubulus ginjal tertinggi pada Kelompok P3 sedangkan rerata nekrosis tertinggi pada Kelompok P1. Pada Degenerasi, terdapat perbedaan signifikan antar Kelompok Kontrol dengan Kelompok P1, P2 dan P3, Sedangkan P1 terhadap P2 dan P3, P2 terhadap P3 tidak signifikan. Pada Nekrosis, terdapat perbedaan antar Kelompok Kontrol dengan Kelompok P1, P2 dan P3. Kelompok P1 signifikan dengan kelompok P3, Sedangkan P1 terhadap P2 dan P2 terhadap P3 tidak signifikanSimpulan : Pemberian tawas dalam pakan dosis bertingkat selama 30 hari menyebabkan terjadinya perubahan histopatologi ginjal tikus wistar.
Upaya Mitigasi Risiko Pembiayaan pada BMT Assyafiiyah Berkah Nasional Pekalongan Erika Septi Triviana; Esty Apridasari; Thoyyibatun Nisa; Witantri Dwi Swandini
Jurnal Riset Ekonomi dan Akuntansi Vol. 4 No. 1 (2026): Maret: JURNAL RISET EKONOMI DAN AKUNTANSI
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jrea-itb.v4i1.3985

Abstract

The surge in Non-Performing Financing (NPF) from 1.89% to 8.75% in 2025 indicates the need for a more effective risk mitigation strategy at KSPPS BMT Assyafiiyah BN Pekalongan. This study uses a qualitative approach to analyze the effectiveness of preventive, detective, and curative risk mitigation. The findings show that although the 5C+1S procedure as well as the financing restructuring have been implemented, the effectiveness of mitigation remains low. This is due to the high subjectivity of analysis due to the social closeness between managers and members, as well as a monitoring system that is still manual so that early detection of late payment failures is carried out. These conditions contribute to increasing NPFs and lowering institutional liquidity stability. The research recommends the implementation of the digitization of an objective data-based early warning system as well as the standardization of financing feasibility assessments to reduce the risk of default. Thus, digital transformation in risk mitigation is expected to be able to maintain operational sustainability and increase members' trust in the institution.