Fadil Abdillah Arifin
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE EFFECTIVENESS OF COMPOMER AND GIC AGAINST PREVENTION IN ENAMEL DEMINERALIZATION Fadil Abdillah Arifin; Yustisia Puspitasari; Nur Rahmah Hasanuddin; M. Fajrin Wijaya; Sari Aldilawaty
Dentino : Jurnal Kedokteran Gigi Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : FKG Unlam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentino.v6i2.12007

Abstract

Background: Several studies showed that fluoride interferes in the dynamics involved in the development of caries and could present an antimicrobial effect or provide demineralization inhibition or dental remineralization. The development of fluoride-releasing materials can contribute to a preventive of demineralization. GIC and Compomer are restorative materials containing fluoride which can prevent demineralization. Purpose: To analyze the effectiveness of Compomer and GIC against prevention in enamel demineralization. Method: The cavities were made on 18 bovine teeth which grouped into 3 groups, each group consisting of 6 bovine teeth. After the restorative procedures, the teeth were submitted to demineralization and remineralization cycling during 14 days. The sections of the teeth were examined under scanning electron microscope after undergoing pH cycling. The data were analyzed using the Kruskal-Wallis and Tukey Test (p<0.05). Results: GIC group showed the lowest lesion depth of demineralization (10.9883 ± 0.74333) followed by Compomer group (25.4183 ± 3.44268) and Control group (88.9783 ± 3.02495). Conclusion: GIC restorative materials have a better enamel demineralization prevention effect than Compomer. Keywords: compomer, demineralization, fluoride, GIC, remineralization
DAMPAK FUNGSIONAL PENYAKIT PULPA TERHADAP AKTIVITAS HARIAN DAN KUALITAS HIDUP TERKAIT KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA REMAJA ASRAMA Fadil Abdillah Arifin; Sarahin Aslan; Risnayanti Anas; Yongki Hadinata Wijaya
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v8i1.3903

Abstract

Latar Belakang: Penyakit pulpa dapat memengaruhi kualitas hidup terkait kesehatan gigi dan mulut (oral health-related quality of life/OHRQoL), terutama melalui gangguan fungsi harian. Namun, dampak fungsional penyakit pulpa pada remaja asrama masih jarang diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak fungsional penyakit pulpa terhadap aktivitas harian pada remaja asrama berdasarkan domain gangguan makan, gangguan istirahat dan tidur, serta gangguan bicara. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional dilakukan pada 112 siswa asrama di SMA Negeri 5 Gowa. Sampel dipilih menggunakan purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok pulpitis ireversibel (n=50) dan nekrosis pulpa (n=62). Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis dan tes vitalitas pulpa menggunakan tes termal dingin sesuai panduan American Association of Endodontists. Penilaian dampak fungsional dilakukan menggunakan domain terpilih dari Oral Health-related Endodontic Patient’s Quality of Life Scale (OHQE). Analisis statistik menggunakan uji Mann–Whitney dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Seluruh domain menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok pulpitis ireversibel dan nekrosis pulpa. Kelompok pulpitis ireversibel memiliki skor lebih tinggi pada gangguan makan (7,82±2,76 vs 4,63±1,45; p<0,001), gangguan istirahat dan tidur (6,66±2,62 vs 3,92±1,03; p<0,001), serta gangguan bicara (4,58±2,10 vs 2,71±0,91; p<0,001). Reliabilitas instrumen menunjukkan nilai Cronbach’s alpha yang baik hingga sangat baik (0,809–0,898). Kesimpulan: Pulpitis ireversibel memberikan dampak fungsional harian yang lebih besar dibandingkan dengan nekrosis pulpa pada remaja asrama. Temuan ini mendukung konsep silent endodontic burden pada penyakit endodontik.