Yongki Hadinata Wijaya
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Influence of Parental Knowledge Level During Pregnancy with Child’s Dental Caries Risk at RSGM-P Nala Husada Annisa Listya Paramita; Ayulistya Paramita Sutarto; Yongki Hadinata Wijaya
Denta Journal Kedokteran Gigi Vol 19 No 2 (2025): August
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/denta.v19i2.7

Abstract

Background: Awareness and understanding among pregnant women regarding the importance of maintaining oral and dental health play a crucial role in preventing Early Childhood Caries (ECC). Caries risk assessment is an essential part of a comprehensive and age-appropriate patient care approach. This evaluation aims to estimate the likelihood of an increase in caries incidence over time, as well as the potential progression or activity of existing lesions. Objective: to analyze the relationship between parental knowledge during pregnancy about oral and dental health and risk of the dental caries risk in children at RSGM-P Nala Husada. Materials and Methods: This study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. A total of 45 samples were collected from patients at the integration clinic of RSGM-P Nala Husada. Child patients aged 3-5 years were assessed iin dental caries using CAMBRA, while the patient's mother was given a questionnaire to find out what information was known during pregnancy regarding oral and dental health. The Spearman correlation test was chosen because the data used was ordinal. Results: The Spearman correlation test revealed a significant value (p < 0.05) with a strong correlation coefficient (0.666). Conclusion: A strong relationship exists between parental knowledge during pregnancy and the risk of caries in pediatric patients at RSGM-P Nala Husada. Higher levels of maternal knowledge were associated with lower caries risk in children.
DAMPAK FUNGSIONAL PENYAKIT PULPA TERHADAP AKTIVITAS HARIAN DAN KUALITAS HIDUP TERKAIT KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA REMAJA ASRAMA Fadil Abdillah Arifin; Sarahin Aslan; Risnayanti Anas; Yongki Hadinata Wijaya
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v8i1.3903

Abstract

Latar Belakang: Penyakit pulpa dapat memengaruhi kualitas hidup terkait kesehatan gigi dan mulut (oral health-related quality of life/OHRQoL), terutama melalui gangguan fungsi harian. Namun, dampak fungsional penyakit pulpa pada remaja asrama masih jarang diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak fungsional penyakit pulpa terhadap aktivitas harian pada remaja asrama berdasarkan domain gangguan makan, gangguan istirahat dan tidur, serta gangguan bicara. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional dilakukan pada 112 siswa asrama di SMA Negeri 5 Gowa. Sampel dipilih menggunakan purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok pulpitis ireversibel (n=50) dan nekrosis pulpa (n=62). Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis dan tes vitalitas pulpa menggunakan tes termal dingin sesuai panduan American Association of Endodontists. Penilaian dampak fungsional dilakukan menggunakan domain terpilih dari Oral Health-related Endodontic Patient’s Quality of Life Scale (OHQE). Analisis statistik menggunakan uji Mann–Whitney dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Seluruh domain menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok pulpitis ireversibel dan nekrosis pulpa. Kelompok pulpitis ireversibel memiliki skor lebih tinggi pada gangguan makan (7,82±2,76 vs 4,63±1,45; p<0,001), gangguan istirahat dan tidur (6,66±2,62 vs 3,92±1,03; p<0,001), serta gangguan bicara (4,58±2,10 vs 2,71±0,91; p<0,001). Reliabilitas instrumen menunjukkan nilai Cronbach’s alpha yang baik hingga sangat baik (0,809–0,898). Kesimpulan: Pulpitis ireversibel memberikan dampak fungsional harian yang lebih besar dibandingkan dengan nekrosis pulpa pada remaja asrama. Temuan ini mendukung konsep silent endodontic burden pada penyakit endodontik.