Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berorientasi Lingkungan Sekitar Bantaran Sungai Barito Untuk Melatihkan Keterampilan Proses Sains Imam Nor Ihsan; Muhammad Arifuddin Jamal; Abdul Salam M.
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i1.2224

Abstract

 Pada proses perangkat pembelajaran  di sekolah dinilai masih kurang layak. Hal ini berimplikasi pada keterampilan proses sains dan hasil belajar kognitif siswa yang rendah. Untuk itu dilakukan pengembangan perangkat pembelajaran  menggunakan model inkuiri terbimbing yang memiliki tujuan khusus: (1) mendeskripsikan validitas perangkat pembelajaran, (2) mendeskripsikan kepraktisan perangkat pembelajaran yang ditinjau dari keterlaksanaan RPP, (3) Mendeskripsikan efektivitas perangkat pembelajaran yang ditinjau dari hasil belajar kognitif siswa, dan (4) mendeskripsikan pencapaian keterampilan  proses sains siswa. Pada penelitian ini  model yang digunakan model Dick and Carey. Instrumen yang dikembangkan berupa RPP, LKS, THB dan Materi ajar. Teknik pengumpulan data berupa validasi perangkat pembelajaran, pengamatan keterlaksanaan RPP, pengamatan KPS siswa, dan tes hasil belajar.  Teknik analisis data berupa deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) validitas perangkat pembelajaran berkategori valid, (2) kepraktisan perangkat pembelajaran dinilai terlaksana sangat baik, (3) efektifitas perangkat pembelajaran dinilai efektif, dan (4) pencapaian keterampilan proses sains siswa dinilai sangat baik. Diperoleh simpulan bahwa perangkat pembelajaran menggunakan model inkuiri terbimbing yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran. Learning device used in the learning process in schools is still considered less worthy. This has implications for science process skills and cognitive learning outcomes of students is low. To that made the development of the learning device by using the model of guided inquiry which has specific objectives: (1) describe the validity of the study, (2) describe the practicality of the device learning in terms of enforceability of RPP, (3) Describe the effectiveness of the learning in terms of the cognitive learning students, and (4) describe the achievement of science process skills of students. This research is a development which refers to the development model of Dick and Carey. The instrument was developed in the form of lesson plans, worksheets, THB and teaching materials. Technique data collecting device validation study, observation keterlaksanaan RPP, observations KPS students, and the achievement test. Data analysis techniques in the form of qualitative and quantitative descriptive. The results showed: (1) the validity of the learning device category is valid, (2) the practicality of the learning device rated executed very well, (3) the effectiveness of the learning device is considered effective, and (4) the achievement of science process skills of students rated as excellent. Be concluded that the device is guided inquiry learning model developed eligible for use in learning. 
Meningkatkan Motivasi Belajar Fisika Siswa Kelas X MS 6 DI SMA Negeri 2 Banjarmasin Melalui Strategi ARCS Dalam Setting Pengajaran Langsung Rena Mahardika MS; Muhammad Arifuddin Jamal; Abdul Salam M.
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 2 (2016): JUNI 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i2.1046

Abstract

Tidak tuntasnya pelaksanaan model pembelajaran di kelas X MS 6 SMAN 2 Banjarmasin menyebabkan rendahnya motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) keterlaksanaan RPP, (2) aktivitas siswa, (3) hasil belajar kognitif siswa, dan (4) motivasi belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah model penelitian tindakan kelas Kurt Lewin, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 32 siswa. Teknik pengumpulan data berupa tes hasil belajar, lembar pengamatan, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan strategi ARCS dalam setting pengajaran langsung (1) keterlaksanaan RPP pada siklus I dan II berkategori sangat baik, (2) aktivitas siswa mengalami peningkatan pada setiap aspeknya dengan kategori baik, kecuali aspek menyampaikan pendapat dan mengajukan pertanyaan pada siklus I berkategori cukup baik, (3) ketuntasan hasil belajar siswa meningkat, secara berturut-turut persentase ketuntasan individual pada siklus I dan II sebesar 81,48% dan 92,59%, (4) motivasi belajar siswa pada aspek ARCS mengalami peningkatan berkategori baik. Diperoleh simpulan bahwa untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dapat dilakukan dengan salah satu caranya yaitu menampilkan video yang berbeda-beda untuk setiap pokok bahasan baru.
The Development of LKS Skill Oriented Sains Process In Optic Geometris Subject Using Guidance Inqury Siti Hamdanah; Muhammad Arifuddin Jamal; Sri Hartini
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2017): JUNI 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i2.2906

Abstract

Student's worksheet in the school during this time only contains description and questions. For this reason, the study is aimed to know about the worthiness of LKS Skill Oriented Sains Process on Subject Optic Geometries. The purpose of this study (1) to describe the validity of LKS based on test validity, (2) to describe the practical LKS which develop based on the learning implementation, (3) to describe the effectivity of LKS which developing based on students’ result of learning, scientific attitude, and Skill Oriented Sains Process. This research by using design of the study development, that is developing stage that adapted model Dick and Carey. The subject of this study is the researcher who has role as teacher and student is the eleventh grade students of Senior High School. The result of data analysis shows that the worthiness of LKS Skill Oriented Sains Process by using Learning Model Guidance Inquiry is the validity of LKS categorized as valid. The implementation of RPP is very good. The effectivity of LKS is effective. The conclusion is the development of LKS Skill Oriented Sains Process in Optic Geometries Subject Using Guidance Inquiry fulfill the criteria suitable to use. 
Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Ulul Azmi Purnamasari; Muhammad Arifuddin; Sri hartini
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i1.4471

Abstract

Kurangnya antusias siswa dalam menyimak, menyampaikan pendapat, dan rendahnya hasil belajar pada mata pelajaran IPA melatarbelakangi dilakukannya penelitian ini. Tujuan umum penelitian ini untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe group investigation pada materi cahaya dan alat optik. Tujuan khusus penelitian adalah mendeskripsikan: (1) keterlaksanaan RPP, (2) aktivitas belajar, dan (3) hasil belajar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan model Hopkins, terdiri atas dua siklus dengan masing-masing siklus dua pertemuan. Perangkat dan instrumen penelitian yang digunakan adalah silabus, RPP, hand out, LKPD, lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran dan lembar pengamatan aktivitas siswa. Data diperoleh melalui tes dan pengamatan, dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Temuan penelitian yaitu: (1) keterlaksanaan RPP yaitu 77,98% (baik) pada siklus I 95,45% (sangat baik) pada siklus II; (2) aktivitas belajar siswa pada siklus I berkategori aktif, dan pada siklus II berkategori sangat aktif; (3) hasil belajar siswa pada siklus I yaitu 75% (tuntas) pada siklus II 91% (tuntas). Diperoleh simpulan bahwa aktivitas belajar siswa VIII G SMP Negeri 1 Banjarmasin pada materi cahaya dan alat optik meningkat saat diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI). Kata kunci: Kooperatif tipe group investigation, PTK, cahaya dan alat optik, aktivitas belajar, dan hasil belajar. Abstract: The lack of students’ enthusiasm in listening, giving opinion, and the low learning outcomes in the science subjects underlid this research which aimed to improve.  The general object of this research is to imptove students’ learning activity through cooperative learning model of group investigation type on the teaching material of light and optical instrument. Specific objectives of the study were to describe: (1) the implementation of RPP, (2) the learning activities, and (3) the learning outcomes. This study was a classroom action research with Hopkins model, consisting of two cycles with two meetings of each. The research equipments and instruments used were a syllabus, RPP, hand out, LKPD, observation sheets of learning activity and student activity. The data obtained through the test and observation was analysed qualitative and quantitative descriptively. The research findings were: (1) the implementation of RPP was 77,98% (good) in the cycle I and 95,45% (very good) in the cycle II; (2) the students’ learning activity in the cycle I was categorized as active and in the cycle II was categorized as very active; (3) students’ learning outcomes in the cycle I was 75% (complete) and in the cycle II was 91% (thorough). The conclusion was that VIII G students’ learning activity of State Junior High School 1 of Banjarmasin on the material of light and optical instruments increased when cooperative learning model of group investigation (GI) was applied.  
Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas XI IPA 3 MAN 3 Banjarmasin Melalui Pengajaran Langsung Berbantuan Media Virtual Siti Hadijah; Muhammad Arifuddin Jamal; Abdul Salam M.
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 2 (2016): JUNI 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i2.1076

Abstract

Pemahaman konsep siswa yang rendah berakibat pada hasil belajar yang diperoleh juga rendah. Oleh karena itu dilakukan suatu penelitian untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa melalui pengajaran langsung berbantuan media virtual dengan tujuan  khusus sebagai berikut: (1) mendeskripsikan keterlaksanaan RPP, (2) medeskripsikan aktivitas siswa selama pembelajaran, dan (3) mendeskripsikan pemahaman konsep siswa yang ditinjau dari tes hasil belajar siswa mencakup kategori menginterpretasi, memberi contoh, membandingkan, dan menjelaskan. Penelitian ini merupakan penelitian PTK model Hopkins. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 3 MAN 3 Banjarmasin. Data diperoleh melalui lembar observasi keterlaksanaan RPP, lembar observasi aktivitas siswa, dan hasil tes belajar pemahaman konsep siswa. Teknik analisis data yang digunakan bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, (1) keterlaksanaan RPP berkategori sangat baik, (2) aktivitas siswa berkategori baik, (3) pemahaman konsep siswa pada siklus I berkategori tidak tuntas karena tidak mencapai ketuntasan klasikal yaitu sebesar 61.29% dan pada siklus II berkategori tuntas karena mencapai ketuntasan klasikal yaitu sebesar 80.64%.  
Meningkatkan Hasil Belajar IPA Fisika Siswa Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Geulis Sitaresmi Agrin; Muhammad Arifuddin; Sarah Miriam
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 2, No 2 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.441 KB) | DOI: 10.20527/jipf.v2i2.1005

Abstract

Hasil belajar IPA fisika siswa kelas VIII B SMP Negeri 31 Banjarmasin rendah. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk meningkatkan hasil belajar IPA fisika siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) keterlaksanaan RPP kooperatif tipe STAD, (2) peningkatan hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran kooperatif tipe STAD, (3) peningkatan keterampilan sosial siswa selama pembelajaran kooperatif tipe STAD. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelasmenggunakan model Kemmis dan Taggart yang terdri dari 2 siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII B SMPN 31 Banjarmasin. Data diperoleh melalui pengamatan dan tes hasil belajar. Data dianalisis secara deskrptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) adanya peningkatan keterlaksanaan RPP secara keseluruhan dari 71,29% menjadi 86,20%, (2) peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa setiap siklus yaitu 68,97% menjadi 96,55%, dan (3) keterampilan sosial siswa selama pembelajaran kooperatif tipe STAD berkategori aktif. Diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran koperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar IPA fisika siswa kelas VIII B SMP Negeri 31 Banjarmasin.
Efektivitas Workshop Penelitian Tindakan Kelas untuk meningkatkan Pemahaman Penelitian Guru di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan Andi Ichsan Mahardika; Muhammad Arifuddin; Abdul Salam M; Delsika Pramata Sari
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.231 KB) | DOI: 10.30605/atjpm.v1i1.130

Abstract

Kompotensi guru bersifat dinamis sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tuntutan terhadap guru untuk selalu kreatif dan inovatif dalam mengembangkan pembelajaran yang dikelolanya. Pemerintah Indonesia membuat kebijakan yang bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik di sekolah, baik kompotensi pedagogik, kepribadian, sosial, maupun kompotensi professional. Permasalahan yang ditemukan dilapangan bahwa para guru mengalami kesulitan untuk melakukan penelitian pendidikan dan membuat karya tulis untuk pengembangkan professional hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman guru terhadap metodologi penelitian pendidikan. Workshop penelitian tindakan kelas dipandang efektif dalam meningkatkan pemahaman guru tentang penelitian pendidikan. Subjek kajian dalam implementasi workshop penelitian tindakan kelas ini adalah guru wabSMP dan SMA di Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia yang berjumlah 14 orang guru. Untuk mengukur efektivitas implementasi dalam meningkatkan pemahaman guru tentang penelitian pendidikan dilakukan pre-test dan post-test dan dianalisis dengan menggunakan analisis N-gain skor. Hasil analisis N-gain skor diperoleh sebesar 0,67. Berdasarkan studi dapat disimpulkan bahwa workshop penelitian tindakan kelas yang diberikan kepada guru dengan metode diskusi, tanya jawab, presentasi, dan penugasan efektif dalam meningkatkan pemahaman guru terhadap penelitian tindakan kelas pada kategori sedang.
The Effect of Diboracy (Digital Book Containing Scientific Literacy) in Reducing Misconceptions on Newton’s Law of Gravity Fauzia Dwi Sasmita; Muhammad Arifuddin; Saiyidah Mahtari
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol 8, No 2: December 2020
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1302.909 KB) | DOI: 10.33394/j-ps.v8i2.3164

Abstract

The low utilization of technology and scientific literacy skills lacking in the classroomsremaina major problem in the learning and teaching process, specifically in influencing students' conceptual understanding. This research aims to analyze the effect of Diboracy (Digital Book Contained Scientific Literacy) in reducing misconceptions in Newton's law of gravity. This research uses experimentalresearch design with one group pre-test-post-test conductedon research subjects which were selected through random sampling technique. The sum of the research subjects include 38 students. The data instruments include tests and non-tests instruments. The test distributed is in the form of multiple choice questions equipped with CRI to measure the misconceptions, while the non-test assessmenttakes form of questionnaires to determine students’ responses to Diboracy. Data analysis was performed through t-test on student learning outcomes and the students’ questionnaire responseswhich resulted in the average percentages. Based on the analysis, it can be concluded that: (1) there is an effect in reducing students’ misconceptions when Diboracy is implemented, specifically regarding Newton's law of gravity; (2) students give better responses to Diboracy than textbooks.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERWAWASAN LINGKUNGAN BANTARAN SUNGAI UNTUK MELATIHKAN KEMAMPUAN 5M Muhammad Arifuddin; Abdul Salam M; Shofa Mawaddah
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 13, No 3 (2017): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.594 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v13i3.6194

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah dihasilkannya bahan ajar berwawasan lingkungan bantaran sungai yang valid, praktis dan efektif untuk melatihkan kemampuan 5M peserta didik. Pengembangan bahan ajar dilaksanakan di kampus FKIP ULM dan diimplementasikan di SMA Negeri 7 Banjarmasin. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest design. Hasil ujicoba dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif berdasarkan rumusan pertanyaan penelitian. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar berwawasan lingkungan bantaran sungai yang dikembangkan dinyatakan (1) valid berdasarkan penilaian validator dengan kategori baik, (2) praktis berdasarkan keterlaksanaan pembelajaran dengan kategori sangat baik, dan (3) efektif berdasarkan perolehan gain score sebesar 0,66 dengan kategori sedang.Kata kunci: bahan ajar fisika, lingkungan bantaran sungai, kemampuan 5M