Taufiq Hidayanto
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

IDENTIFIKASI KESULITAN MAHASISWA DALAM LITERASI MATEMATIKA KONTEN RUANG DAN BENTUK Kamaliyah Kamaliyah; Taufiq Hidayanto; Dewi Nisrina Nadia
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i1.11943

Abstract

Hasil PISA menunjukkan rendahnya kemampuan siswa Indonesia yang berusia 15 tahun, khususnya literasi matematika. Beberapa studi PISA konten ruang dan bentuk menyebutkan bahwa mayoritas siswa kesulitan dalam penyelesaian soal yang diberikan. Selain itu, sebagian besar literasi matematika mahasiswa dalam kategori rendah dan mereka kesulitan dalam menyelesaikan masalah konteks lingkungan lahan basah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan mahasiswa calon guru dalam literasi matematika konten ruang dan bentuk menggunakan masalah konteks lingkungan lahan basah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, sedangkan metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Lambung Mangkurat sejumlah 41 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan mahasiswa dalam literasi matematika konten ruang bentuk adalah (1) membuat representasi geometri yang tepat dari informasi yang diberikan, (2) memodelkan permasalahan secara matematis dari informasi implisit, (3) ketidaktelitian dalam memproses jawaban, (4) menginterpretasikan jawaban yang realistik. Kata kunci: Kesulitan, Literasi Matematika, Ruang dan Bentuk Abstract: The performance of 15-year-old Indonesian students in PISA is still low, especially in mathematical literacy. Several PISA studies on space and shape content stated that most students had difficulty in solving the questions given. In addition, the majority of student teacher candidates' mathematical literacy is in the low category and they have difficulty in solving problems in the context of the wetland environment. This study aims to identify the difficulties of student teacher candidates in mathematical literacy of space and shape content using problems in the context of the wetland environment. This research is a qualitative research, while the method used is descriptive method. The subjects of this study were 41 students of the Mathematics Education Study Program, Universitas Lambung Mangkurat. The data collection technique used in this study is a test. The data were analyzed with the stages of data reduction, data presentation, and data verification. The results showed that students' difficulties in mathematical literacy in the content of shape and space were (1) making a precise geometric representation of the information provided, (2) modeling problems mathematically from implicit information, (3) inaccuracy in processing answers, (4) interpreting answers realistically.Keywords: difficulties, mathematical literacy, space and shape
ANALISIS MISKONSEPSI PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN TES DIAGNOSTIK FOUR-TIER PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI ALJABAR KELAS VII Alya Farhana Maulida; Iskandar Zulkarnain; Taufiq Hidayanto
Mandalika Mathematics and Educations Journal Vol 5 No 1 (2023): Edisi Juni
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Misconceptions are cognitive structures that exist in students but are different from the proper concepts. The purpose of this study was to describe the categories of misconceptions about algebra seen from the four-tier diagnostic test and find out the causes of misconceptions. The research instrument was a four-tier diagnostic test that consisted of four levels, namely multiple-choice questions, the confidence level of answers, reasons, and the confidence level of reasons. This research was conducted using a descriptive qualitative method which aims to study a problem in-depth and describe the misconceptions that occur in algebra. The research subjects were 21 students of class VII A at SMPN 2 Pelaihari. The research results obtained were that there were misconceptions in the sub-matter showing algebraic elements of 38,10%, determining algebraic forms of 42.85%, and performing operations on algebraic forms of 71,40%. This can be seen from the pattern of answers BJ-YJ-SA-YA (Correct Answer-Sure Answer-Incorrect Reason-Sure Reason) and SJ-YJ-SA-YA (Incorrect Answer-Sure Answer-Incorrect Reason-Sure Reason). The cause of misconceptions about algebraic material is that the learning methods used by teachers are less popular with students because they are considered boring and students' low interest in learning algebra.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN SMART APPS CREATOR PADA MATERI BENTUK ALJABAR Muhammad Ilyasin Akbar; Hidayah Ansori; Taufiq Hidayanto
JURMADIKTA Vol 3 No 2 (2023): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v3i2.1407

Abstract

Pesatnya perkembangan IPTEKS pada kehidupan sehari-hari berdampak terhadap perkembangannya dalam dunia pendidikan. Perlunya pengembangan media pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini untuk mempermudah guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Terutama pengembangan media pembelajaran berbasis android pada materi bentuk aljabar karena memberikan kemudahan dalam penyajian materi sehingga mempermudah peserta didik dalam pemahaman konsep bentuk aljabar. Media pembelajaran berbasis android materi bentuk aljabar yang dikembangkan ini dapat diakses pengguna di manapun dan kapanpun. Tujuan penelitian ini ialah menghasilkan media pembelajaran berbasis android pada materi bentuk aljabar yang valid serta mengetahui kepraktisan media pembelajaran berbasis android pada materi bentuk aljabar. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan model 4-D dengan penelitian yang dibatasi hanya sampai pada tahap pengembangan (Develop) dengan uji validasi dan uji kepraktisan kepada peserta didik. Validasi dilakukan oleh dua orang validator dan diperoleh 3,47 pada validitas materi dan 3,41 pada nilai validitas media yang keduanya termasuk pada kriteria valid. Sedangkan untuk kepraktisan media pembelajaran berdasarkan angket peserta didik memperoleh rata-rata kepraktisan senilai 81,7% yang termasuk kriteria praktis. Dengan demikian media pembelajaran berbasis android yang dihasilkan termasuk kategori valid dan praktis.
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS MASALAH DENGAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK KONTEKS LINGKUNGAN LAHAN BASAH PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS KELAS VIII SMP/MTS Nopi Ariani; Iskandar Zulkarnain; Taufiq Hidayanto
JURMADIKTA Vol 3 No 2 (2023): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v3i2.1861

Abstract

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berperan sebagai sarana pendukung pembelajaran guna meningkatkan partisipasi aktif peserta didik. Dalam ma-teri teorema Pythagoras, masih ada guru yang belum menggunakan LKPD karena keterbatasan keterampilan dalam membuat LKPD yang bisa mengaktifkan dan memudahkan peserta didik memahami materi. Sebagai upaya membantu guru dalam memberikan kesempatan luas kepada peserta didik aktif dan terlibat langsung pada pembelajaran ialah melalui pengem-bangan LKPD berbasis masalah dengan pendekatan Pendidikan Matemat-ika Realistik konteks lingkungan lahan basah agar lebih bermakna. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menghasilkan LKPD berbasis masalah dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik konteks lingkungan lahan basah pada materi teorema Pythagoras kelas VIII SMP/MTs yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan dengan model Plomp yang terdiri atas fase investigasi awal, fase perancangan, fase realisasi/konstruksi, fase tes, evaluasi, dan revisi. Hasil uji kevalidan LKPD oleh dua validator sebesar 3,13 dengan kriteria valid. Hasil uji kepraktisan dengan 21 peserta didik dan satu pendidik sebe-sar 3,71 dan 3,93 dengan kriteria sangat praktis. Hasil uji keefektifan sebe-sar 90% dengan kriteria efektif. Dengan demikian, dihasilkan LKPD berbasis masalah dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik konteks lingkungan lahan basah pada materi teorema Pythagoras kelas VIII SMP/MTs yang valid, praktis, dan efektif.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR OPERASI HITUNG PECAHAN BERKONTEKS RESEP WADAI BANJAR DENGAN PENDEKATAN TARL UNTUK SISWA SD/MI Ardi Rahmawan; Iskandar Zulkarnain; Taufiq Hidayanto
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i1.21973

Abstract

Abstrak: Hasil observasi dan temuan dari beberapa penelitian yang relevan menunjukkan bahwa beberapa siswa sekolah dasar mengalami kesulitan dalam memahami dan mengerjakan operasi hitung pecahan. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan menyediakan modul ajar yang disesuaikan dengan kemampuan siswa dalam memahami konsep operasi hitung pecahan. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan modul ajar operasi hitung pecahan berkonteks resep wadai Banjar dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) untuk siswa SD/MI. Peneliti ini menggunakan metode penelitian pengembangan (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Subjek implementasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Kelayan Tengah 4, Banjarmasin. Instrumen penelitian terdiri dari lembar validasi, angket respons, tes diagnostik, dan tes formatif. Hasil validasi dari dua orang validator rata-ratanya adalah 4,16 yang termasuk kategori valid. Hasil analisis dari angket respons guru dan siswa masing-masing memperoleh skor 86,2% dan 81% dengan kategori praktis. Sedangkan hasil analisis uji keefektifan memperoleh skor N-Gain sebesar 0,57 yang termasuk dalam kategori efektif. Dengan demikian modul ajar yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif.  Hasil penelitian ini berkontribusi pada penyediaan alternatif modul ajar dengan pendekatan TaRL yang sesuai dengan kemampuan siswa dalam pembelajaran materi operasi hitung pecahan jenjang sekolah dasar. Kata kunci: Modul Ajar, Resep Wadai Banjar, TaRL, Operasi Hitung Pecahan Abstract: Observational results and findings from several relevant studies indicate that several elementary school students struggle to understand and perform operations involving fractions. One effort to address this issue is the provision of teaching modules tailored to students’ abilities to comprehend the concepts of fraction operations. This study aimed to develop a teaching module on fraction operations using the context of Wadai Banjar recipes, based on the Teaching at the Right Level (TaRL) approach for elementary students. This research employs a Research and Development (R&D) method using the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate). The implementation subjects in this study were fifth-grade students at SD Negeri Kelayan Tengah 4, Banjarmasin. The research instruments included validation sheets, response questionnaires, diagnostic tests, and formative tests. The validation result from two validators yielded an average score of 4.16, which was categorized as valid. The analysis of teacher and student response questionnaires resulted in scores of 86.2% and 81%, respectively, bothcategorized as practical. Furthermore, the effectiveness test analysis produced an N-Gain score of 0,57, which was classified as effective. Thus, the developed teaching module meets the valid, practical, and effective criteria. The findings of this study contribute to providing an alternative teaching module using the TaRL approach that aligns with students’ abilities in learning fraction operations at the elementary school level. Keywords: Teaching Module, Wadai Banjar Recipe, TaRL, Fraction Operations
HUBUNGAN ANTARA PENGALAMAN PRAKTIK MENGAJAR DENGAN IDENTITAS AWAL GURU PADA MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKA Rahmita Noorbaiti; Taufiq Hidayanto; Rizki Azzahra; Irfan Anas Wahyudi
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i2.23755

Abstract

Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan calon guru, namun masih didapati lulusan yang merasa kurang siap dalam mengajar. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu kegiatan praktik mengajar pada jenjang perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara pengalaman dan respon mahasiswa dari kegiatan praktik mengajar di sekolah dengan pembentukan identitas awal mereka sebagai guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berjenis korelatif. Data diperoleh dari angket pengalaman praktik mengajar calon guru serta angket identitas awal guru. Responden penelitian ini yaitu 71 mahasiswa yang telah melaksanakan kegiatan praktik mengajar di sekolah selama 5 bulan. Data dianalisis menggunakan Uji Korelasi Product Moment berbantukan SPSS versi 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara pengalaman kegiatan praktik mengajar di sekolah dengan pembentukan identitas awal mereka sebagai guru. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,00 dan nilai korelasi 0,475 dengan kategori sedang. Temuan ini menekankan pentingnya memperkuat kegiatan praktik mengajar dalam kurikulum pendidikan calon guru dengan merancang pengalaman yang bermakna bagi mahasiswa dalam bentuk implementasi pembelajaran di kelas yang nyata.   Kata Kunci: Praktik Mengajar, Mahasiswa Calon Guru, Identitas Awal Guru Abstract: Various efforts have been made to improve the quality of teacher education, yet there are still graduates who feel insufficiently prepared for teaching. One of the efforts is the implementation of teaching practicum during university studies. This research aims to describe the relationship between students’ experiences and responses to school-based teaching practicum activities and the formation of their initial teacher identity. The study employed a quantitative correlational approach. Data were collected through questionnaires on pre-service teachers’ practicum experiences and perceptions, as well as their initial teacher identity. The respondents were 71 students who had undertaken a five-month school teaching practicum. Data were analyzed using Product Moment Correlation Test with the assistance of SPSS version 29. The findings indicate a significant relationship between school teaching practicum experiences and the formation of students’ initial teacher identity. The results of the study showed a significance value of 0.00 and a correlation coefficient of 0.475, which falls within the moderate category. These findings highlight the importance of strengthening teaching practicum activities in teacher education curricula by designing meaningful experiences for students through the implementation of real classroom teaching. Keywords: internship, Pre-service Teachers, Early Teacher Identity