Indah Budiarti
PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KONTEKS LINGKUNGAN LAHAN BASAH BERORIENTASI HOTS Siti Mawaddah; Indah Budiarti; Mahpi Aulia
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v9i1.9750

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses pengembangan dan menghasilkan perangkat pembelajaran matematika konteks lahan basah berorientasi HOTS untuk siswa SMP. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan Plomp dengan kriteria valid, praktis dan efektif untuk mengetahui terpenuhi atau tidak kriteria valid, praktis dan efektif  maka dilakukan validasi dan uji coba. Hasil uji validasi oleh dua orang validator menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran matematika (LKPD dan THB) yang dikembangkan memenuhi kriteria valid. Hasil uji coba untuk kepraktisan perangkat pembelajaran, tingkat keterlaksanaan LKPD untuk setiap pertemuan berada pada kategori tinggi sehingga disimpulkan bahwa LKPD yang dikembangkan adalah praktis. Untuk keefektifan, semua indikator yakni ketuntasan belajar, aktivitas siswa dan respon siswa memenuhi kriteria yang ditetapkan. Dalam hal ketuntasan belajar sekitar 84,5% siswa yang mendapatkan skor  minimal 70. Semua aktivitas siswa berada dalam kriteria keefektifan yang ditetapkan, dan respon siswa berdasarkan beberapa pertanyaan yang diberikan adalah positif. Konteks lahan basah pada perangkat pembelajaran yang dikembangkan yaitu makanan, flora fauna, budaya, alat transportasi dan tempat wisata di Kalimantan Selatan. Kata kunci: pengembangan, perangkat pembelajaran, lahan basah, HOTS Abstract: The purpose of this study was to describe the process of developing and producing HOTS-oriented wetland context mathematics learning tools for junior high school students. This development research using the Plomp development model with valid, practical and effective criteria. To determine whether valid, practical and effective criteria are met or not, validation and trials are conducted. The results of the validation test by two validators showed that the mathematics learning tools (LKPD and THB) developed met the valid criteria. The results of the trial for the practicality of learning tools, the level of implementation of the LKPD for each meeting were in the high category, so it was concluded that the LKPD developed was practical. For effectiveness, all indicators, namely learning completeness, student activities and student responses meet the established criteria. In terms of learning completeness, about 84.5% of students get a minimum score of 70. All student activities are within the effectiveness criteria set, and student responses based on some of the questions given are positive. The wetland context in the learning tools developed are food, flora and fauna, culture, transportation and tourist attractions in South Kalimantan.Keywords: Keywords: development, learning tools, wetland, HOTS.
Workshop Pembuatan Video Pembelajaran Matematika dengan Menggunakan Aplikasi Bandicam Noor Fajriah; Sumartono Sumartono; Indah Budiarti; Ellina Normarisda
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i1.2510

Abstract

Video pembelajaran matematika diperlukan dalam pembelajaran daring untuk mengoptimalkan kemampuan peserta didik. Tujuan diadakannya workshop adalah memotivasi guru matematika membuat video pembelajaran matematika dengan menggunakan aplikasi bandicam. Workshop diadakan secara daring dengan metode sinkronus dan asinkronus dari tanggal 22-30 Oktober 2020. Peserta adalah guru matematika yang tergabung dalam MGMP MTs dan MA se-Kota Banjarmasin sebanyak 29 orang. Guru yang sudah sering membuat video pembelajaran sederhana sangat antusias karena video yang dihasilkan dengan menggunakan aplikasi bandicam menampilkan wajah guru yang berbicara. Kegiatan workshop ini mendapat respon di kriteria sangat baik untuk keempat aspek yang dinilai yaitu materi, narasumber, durasi dan media penyampaian serta guru dapat membuat video pembelajaran matematika. Peserta disarankan menggunakan konteks etnomatematika yaitu dengan memasukkan budaya Banjar pada pembuatan video pembelajaran matematika agar lebih bermakna. Beberapa guru telah berhasil membuat video pembelajaran matematika kemudian menguploadnya ke youtube.Mathematics learning videos are needed in online learning to optimize students' abilities. The purpose of holding the workshop is to motivate mathematics teachers to make mathematics learning videos using the Bandicam application. The workshop was held online with synchronous and asynchronous methods from 22 to 30 October 2020. Participants were 29 math teachers who are members of the MGMP MTs and MA in Banjarmasin City. Teachers who have often made simple learning videos are very enthusiastic because the videos produced using the Bandicam application show the face of the teacher speaking. This workshop activity received a very good response in the criteria for the four aspects assessed, namely material, resource persons, duration and media of delivery, and the teacher could make mathematics learning videos. Participants are advised to use an ethnomathematics context, namely by including the Banjar Culture in making mathematics learning videos to make them more meaningful. Some teachers have succeeded in making mathematics learning videos and then uploading them to YouTube. 
Development of android-based mathematics learning media with wet land environment context for junior high school student Iskandar Zulkarnain; Indah Budiarti; Antung Saudah
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2022): Januari - April 2022
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v8i1.1458

Abstract

Pandemi Covid-19 yang mensyaratkan pembelajaran di kelas sesuai dengan protokol kesehatan menjadikan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam dunia pembelajaran meningkat. Inovasi dalam pendidikan sangat diperlukan untuk mengurangi kejenuhan siswa khususnya pada media pembelajaran. Sistem operasi android membantu pengembangan media pembelajaran dalam bentuk aplikasi. Konsep TIK dan kearifan lokal dapat disandingkan selaras dalam pembelajaran lewat bantuan media pembelajaran yang baik untuk pembelajaran yang lebih bermakna. Kalimantan selatan kaya akan kebudayaan dan kearifan lokal yang bercirikan lingkungan lahan basah berupa sungai, rawa, dan pesisir pantai. Media pembelajaran matematika berbasis android dengan konteks lahan berguna bagi guru di sekolah dengan lingkungan lahan basah dalam melaksanakan pembelajarannya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses pengembangan dan menghasilkan media pembelajaran matematika berbasis android dengan konteks lingkungan lahan basah untuk siswa SMP. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model DDD-E yang terdiri decide, design, develop, dan evaluate. Media pembelajaran yang dikembangkan valid berdasarkan penilaian 3 validator dengan skor 3,87, praktis berdasarkan respon siswa dengan skor 3,42 kualifikasi sangat baik dan efektif berdasarkan tes hasil belajar siswa dimana 85,7% siswa mendapat nilai minimal 70.
Pelatihan Pembuatan Soal Literasi Matematika Berbasis Ethnomatematika Kalimantan Selatan Bagi Guru Peserta MGMP Matematika SMP Kabupaten Barito Kuala Hidayah Ansori; Iskandar Zulkarnain; Indah Budiarti; Taufiq Hidayanto; Korianto Korianto; Dewi Nisrina Nadia; Rifadtun Nufus
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i4.6118

Abstract

Paradigma pembelajaran abad 21 menekankan pada kemampuan siswa dalam mencari tahu dari berbagai sumber, merumuskan permasalahan, berpikir analitis dan kerja sama serta berkolaborasi dalam menyelesaikan masalah. Penyelesaian masalah ini lebih banyak diarahkan pada permasalahan sehari-hari siswa. Literasi matematika memiliki peran penting dalam membantu siswa menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan penerapan matematika dalam kehidupan. Namun, hasil PISA menunjukkan bahwa kemampuan matematika siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk menumbuhkan kemampuan guru dalam Menyusun soal literasi matematika berbasis ethnomate­matika Kalimantan Selatan bagi guru peserta MGMP matematika SMP Kabupaten Barito Kuala.  Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu pelatihan. Pelatihan dilakukan dengan penyampaian materi secara daring dan dilanjutkan dengan penugasan serta pendampingan penyusunan soal literasi matematika. Berdasarkan produk soal yang dihasilkan dari penugasan yang diberikan, didapat bahwa terdapat 14 (77%) guru telah menyusun soal literasi matematika berkonteks lahan basah. Dari 14 guru yang menyusun soal, 8 diantarnya telah menyusun soal berbasis ethnomatematika. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan yang dilaksanakan dapat menumbuhkan kemampuan peserta dalam menyusun soal literasi matematika berkonteks lingkungan lahan basah dan berbasis ethnomatematika Kalimantan Selatan.The 21st-century learning paradigm emphasizes the ability of students to find out from various sources, formulate problems, think analytically and collaborate and collaborate in solving problems. Solving this problem is more directed at students' daily problems. Mathematical literacy has an important role in helping students solve problems related to the application of mathematics in life. However, the results of the PISA show that the mathematical ability of students in Indonesia still needs to improve. The purpose of this service is to build teachers' ability to prepare math literacy questions based on ethnomathematics in South Kalimantan for teachers of Junior High School who participate in the Mathematics MGMP at Barito Kuala District. The method used in this service is training. The training is carried out by delivering material online, followed by assignments and assistance in preparing mathematical literacy questions. Based on the product of the questions generated from the assignments given, it was found that there were 14 (77%) teachers who had compiled mathematical literacy questions in the context of wetlands. Eight of the 14 teachers who compile the questions have compiled ethnomathematical-based questions. This shows that the training carried out can build participants' ability to prepare mathematical literacy questions in the context of a wetland environment and based on ethnomathematics in South Kalimantan. 
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) KONTEKS LINGKUNGAN LAHAN BASAH PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL Irma Ningsih; Karim Karim; Indah Budiarti
JURMADIKTA Vol 2 No 3 (2022): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.375 KB) | DOI: 10.20527/jurmadikta.v2i3.1378

Abstract

Kurangnya ketersediaan modul yang didesain khusus untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi menyebabkan rendahnya kemampuan Higher Order Thinking Skill (HOTS) peserta didik. Oleh karena itu diperlukan modul yang dapat melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan e-modul yang berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS) konteks lingkungan lahan basah pada materi aritmatika sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Development dan Disseminate). Subjek uji coba penelitian adalah peserta didik kelas VII MTs Siti Mariam Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen validasi, angket respon peserta didik, dan tes. Validasi dilakukan oleh 3 validator. Uji coba dilakukan kepada 27 peserta didik. Berdasarkan lembar validasi yang diisi validator, dapat disimpulkan e-modul valid karena diperoleh skor rata-rata yaitu 3,31. Berdasarkan angket yang diisi guru dan peserta didik, dapat disimpulkan e-modul praktis karena diperoleh skor kepraktisan dari angket guru yaitu 92,31% dan skor kepraktisan dari angket peserta didik yaitu 82,57%. Berdasarkan uji coba, e-modul dikatakan efektif, karena berdasarkan 3 kali tes formatif, persentase hasil belajar peserta didik lebih dari 80%, yaitu 81,48%, 88,88% dan 88,88%. Berdasarkan hasil yang telah diuraikan, maka dengan demikian kriteria kevalidan dan keefektifan e-modul berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS) konteks lingkungan lahan basah pada materi aritmatika telah terpenuhi.
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA PADA MATERI BANGUN RUANG SISI LENGKUNG Anita Riana; Noor Fajriah; Indah Budiarti
JURMADIKTA Vol 2 No 2 (2022): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.615 KB) | DOI: 10.20527/jurmadikta.v2i2.1426

Abstract

Kurikulum 2013 menuntut agar guru lebih kreatif sedangkan peserta didik dituntut lebih aktif dalam proses pembelajaran berlangsung. Namun, berdasarkan observasi masih ditemukan adanya peserta didik yang kurang aktif terlebih saat pelajaran matematika. Oleh sebab itu, guru perlu mencari alternatif untuk menjadikan peserta didik aktif, salah satunya dengan penggunaan LKPD. Hendaknya guru dapat mendesain pembelajaran dengan menggunakan pendekatan yang mengarah pada dunia nyata. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan LKPD berbasis pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia pada materi bangun ruang sisi lengkung yang valid dan praktis. Metode penelitian yang digunakan yakni penelitian pengembangan dengan model 4-D yang memiliki empat tahapan yakni define, design, develop, dan disseminate. Namun, penelitian ini dibatasi sampai tahap pengembangan. Hasil uji kevalidan yang dinilai oleh dua orang validator diperoleh rata-rata kevalidan berdasarkan aspek format, kelayakan isi, dan bahasa yakni 3,45 dengan kriteria sangat valid. Adapun hasil uji kepraktisan yang dinilai oleh enam orang peserta didik dan satu orang pendidik berdasarkan aspek tampilan, penyajian isi, dan manfaat yakni 3,34 dan 3,65 dengan kriteria sangat praktis. Hasil ini menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kevalidan dan kepraktisan.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS HOTS DENGAN KONTEKS LAHAN BASAH PADA PERSAMAAN GARIS LURUS KELAS VIII SMPN 2 BANJARMASIN Lapionita Yuli Elsa; Hidayah Ansori; Indah Budiarti
JURMADIKTA Vol 2 No 3 (2022): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.508 KB) | DOI: 10.20527/jurmadikta.v2i3.1454

Abstract

Hasil dari tes berstandar internasional TIMSS dan PISA memaparkan bahwa keahlian peserta didik di Indonesia dalam berpikir masih berada dalam tingkatan yang rendah. Rendahnya tingkat keterampilan berpikir peserta didik ini disebabkan oleh faktor dari soal yang diberikan terbiasa menggunakan kategori keterampilan berpikir rendah. Solusi agar kemampuan berpikir peserta didik meningkat adalah dengan pemberian instrumen penilaian formatif dengan konteks lahan basah seperti pada kehidupan disekitar peserta didik daerah Kalimantan Selatan untuk menguji pemecahan konsep peserta didik sebagai alat ukur dalam pemahaman materi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian. formatif berbasis HOTS dengan konteks lahan basah pada persamaan garis lurus yang valid dan praktis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model pengembangan evaluasi formatif tessmer yang terdiri atas: 1) Preliminary; 2) Self Evaluation; 3) One-to-one; dan 3) small group. Kevalidan produk yang dikembangkan dinilai dari hasil validitas oleh 2 validator ahli (expert reviews). Kepraktisan produk dilihat dari hasil lembar angket guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) validitas instrumen penelitian formatif berdasarkan pakar memiliki kategori valid dengan skor rata-rata 3,375; 2) kepraktisan instrumen penilaian formatif berdasarkan respon peserta didik memiliki kategori sangat praktis dengan persentase 94,17% dan berdasarkan respon guru memiliki kategori sangat praktis dengan persentase 87,14%.
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA KONSEP GEOMETRI PADA POLA GERAK TARI TRADISIONAL BANJAR BAKSA KEMBANG Habibah Habibah; Iskandar Zulkarnain; Indah Budiarti
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v10i2.14090

Abstract

Pembelajaran matematika berbasis budaya yakni bagian dari cara yang dipersepsikan bisa menciptakan pembelajaran matematika bermakna dan kontekstual yang sangat terkait dengan budaya. Kegiatan penggalian dan pemaknaan matematika melalui budaya tersebut dikenal dengan etnomatematika. Etnomatematika dipakai untuk menggali nilai-nilai matematika dan konsep geometri pada pola gerak tari Baksa Kembang. Tujuan penelitian ini guna mengetahui konsep geometri yang diterapkan dalam bermacam-macam pola gerak tari Baksa Kembang. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi mengenai gerak tari Baksa Kembang serta instrumen dalam penelitian ini terdiri dari instrumen utama yaitu peneliti sendiri dan instrumen bantu berupa pedoman wawancara dan observasi serta alat dokumentasi. Teknik analisis data yang dipakai yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, untuk teknik keabsahan data yang dipakai yaitu triangulasi metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada setiap pola gerak tari Baksa Kembang menerapkan konsep geometri di dalamnya. Konsep geometri berupa geometri dimensi satu tergambar dari pola lantai berbentuk garis lurus dan dimensi dua tergambar dari bentuk pola lantai berbentuk segitiga, transformasi geometri refleksi dan rotasi, serta sudut yang diterapkan yaitu sudut lancip dan sudut tumpul. Kata Kunci: Etnomatematika, gerak tari Baksa Kembang, konsep geometri. Abstract: Mathematics learning that is based on culture is one technique that is thought to be able to make mathematics learning more relevant and contextual. Ethnomathematics is the process of extracting and interpreting mathematics through culture. Ethnomathematics was utilized to study mathematical values and geometric notions in the movement patterns of the Baksa Kembang dance. The goal of this research is to understand which geometric principles are used in Baksa Kembang dance forms. This study took a qualitative method with ethnographic research as its focus. Data was collected through interviews, observations, and recording of Baksa Kembang dance motions, with the researcher serving as the primary instrument, as well as auxiliary instruments such as interview and observation guidelines, and documentation tools. Data reduction, data presentation, and conclusion drafting were the data analysis methods employed, with data validity determined using the triangulation method. Every Baksa Kembang dance movement pattern contains the concept of geometry, according to the findings of this study. The first dimension is formed from the floor pattern in the form of straight lines, while the second dimension is derived from the triangular-shaped floor pattern, the transformation of reflection and rotation geometry, and acute and obtuse angles are used. Keywords: Ethnomathematics, Baksa Kembang dance moves, geometric concepts.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS ETNOMATEMATIKA UNTUK KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS MATERI SPLDV Wulan Setiani; Noor Fajriah; Indah Budiarti
JURMADIKTA Vol 3 No 1 (2023): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v3i1.1749

Abstract

Rendahnya literasi matematis peserta didik tentang keterkaitan matematika dengan budaya serta kurangnya penerapan LKPD di sekolah merupakan hal yang mendasari alasan dikembangkannya LKPD untuk materi sistem persamaan linear dua variabel serta menghubungkannya dengan etnomatematika wadai khas Banjar dan kain Sasirangan. Tujuan dalam penelitian ini ialah agar dapat menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis etnomatematika sehingga mampu mendukung peserta didik dalam kemampuan literasi matematis kelas VIII SMP dalam materi sistem persamaan linear dua variable yang valid dan praktis. Metode penelitian yang digunakan ialah jenis penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) model 4D dengan dibatasi sampai tiga tahap, yaitu tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), serta tahap pengembangan (develop). Kriteria kevalidan dan kepraktisan produk didapat berdasarkan uji dari dua orang validator ahli, juga diuji cobakan terhadap 30 peserta didik. Hasil uji validitas LKPD yang dikembangkan tersebut ada dalam kategori valid dengan skor 3,74. Hasil uji kepraktisan berdasarkan hasil respon peserta didik ada dalam kategori praktis mencapai skor 3,33.
META ANALISIS: PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Elva soraya putri salsabella; Iskandar Zulkarnain; Indah Budiarti
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i1.14143

Abstract

Model pembelajaran Problem Based Learning pada Pembelajaran Matematika telah banyak dikaji, diterapkan dan dipublikasikan dalam artikel ilmiah karena mampu meningkatkan koneksi matematis siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa seberapa besar pengaruh Model PBL dalam meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa terhadap pembelajaran matematika: 1) Secara keseluruhan, 2) Berdasarkan jenjang Pendidikan, dan 3) Berdasarkan variabel terikat. Metode penelitian yang digunakan yaitu meta analisis. Teknik pengumpulan data yang dipakai yaitu dokumentasi pengumpulan data dan informasi berbentuk tulisan angka yang berupa laporan dan keterangan sehingga dapat mendukung penelitian. Teknik analisis data diperoleh melalui proses seleksi ketat dengan kriteria tertentu yaitu berjumlah 14 penelitian dan yang memenuhi kriteria tersebut berjumlah 7 untuk dianalisis menggunakan software Comprehensive Meta Analysis (CMA) V3.0 dan Microsoft Excel. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu: (1) Secara keseluruhan model Problem Based Learning  berpengaruh pada Pembelajaran Matematika dengan ­effect size 1,118 masuk dalam kategori efek besar;(2) Berdasarkan jenjang pendidikan model pembelajaran Problem Based Learning memiliki hasil ­effect size kategori besar dan yang paling berpengaruh diterapkan di jenjang SMP;(3) Berdasarkan kelima variabel terikat yaitu kemampuan berpikir kritis, penalaran matematis, pemahaman konsep matematika, koneksi matematis, dan hasil belajar nilai ­effect size termasuk kategori besar dan yang paling berpengaruh dipakai pada kemampuan koneksi matematis. Kata kunci: Problem Based Learning, Meta Analisis, Pembelajaran Matematika Abstract: The learning model of Problem Based Learning in Mathematics Learning has been widely studied, applied and published in scientific articles because it is able to improve students' mathematical connections in learning. This study aims to analyze how much influence the PBL Model has in improving students' mathematical connection skills towards learning mathematics: 1) Overall, 2) Based on educational level, and 3) Based on the dependent variable. The research method used is meta-analysis. The data collection technique is documentation of data and information form written numbers or reports so the information can support research. Data analysis technique was obtained strict selection process with certain criteria, namely 14 studies and 7 studies to be analyzed using Comprehensive Meta Analysis (CMA) V3.0 software and Microsoft Excel. The conclusions of this study is: (1) Overall Problem Based Learning  effect size on Mathematics Learning of 1.118 included in the large effect category; (2) Based on education level, Problem Based Learning has a large effect size category and the most influential applied at the junior high school level; (3) Based on the five dependent variables, namely critical thinking skills, mathematical reasoning, understanding mathematical concepts, mathematical connections, and learning outcomes,effect size are included large category and the most influential used on mathematical connection abilities. Keywords: Problem Based Learning, Meta Analysis, Mathematics Learning