Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Mutu Pengelolaan Obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan Ratih Anggraeni; Roby Pahala Januario Gultom
Jurnal Pharmascience Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v8i1.9608

Abstract

Pengelolaan obat pada instalasi farmasi rumah sakit merupakan bagian dari pelayanan kefarmasian yang harus terjamin mutunya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan mutu pengelolaan obat di instalasi farmasi Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia (RSUIPI) Medan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif periode bulan Maret sampai Mei tahun 2020. Data dikumpulkan melalui wawancara tenaga kefarmasian dan observasi di instalasi farmasi RSUIPI Medan. Indikator aspek pengelolaan obat diukur dari sumber daya manusia, perencanaan obat, pengendalian persediaan obat, penyimpanan obat, serta sarana dan prasarana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan obat, pengendalian persediaan obat, penyimpanan obat, serta sarana dan prasarana sudah memenuhi ketentuan dalam Permenkes RI Nomor 58 tahun 2014. Walaupun demikian, sumber daya manusia masih belum tercukupi sesuai ketentuan peraturan tersebut. Maka dari itu, kesimpulan dari penelitian ini bahwa mutu pengelolaan obat di instalasi farmasi RSUIPI Medan belum memenuhi ketentuan mutu, terutama pada aspek jumlah SDM.  Kata Kunci: pengelolaan obat; instalasi farmasi; apoteker rumah sakit; pelayanan kefarmasian  Drug management in pharmacy installation is a part of pharmacy services whose quality must be guaranteed. The purpose of this study was to determine the quality of drug management in the pharmacy installation at the General Hospital Imelda Pekerja Indonesia (RSUIPI) Medan. This study was a descriptive study for the period March-May 2020. Data were collected through interviews with pharmacy personnel and observations at the Pharmacy Installation of RSUIPI Medan. Indicators of drug management aspects are measured from human resources, drugs planning, drug supply control, drug storage, facilities, and infrastructure. The results showed that the drugs planning, controlling drug supply control, drug storage, facilities, and infrastructure had met the requirements in Permenkes RI No 58 (2014). Meanwhile, human resources are still insufficient according to provisions of this regulation. Therefore, the conclusion of this study was that the quality of drug management in the pharmacy installation at RSUIPI Medan has not met the quality requirements, especially in the aspect of the number of human resources.
Uji Aktivitas Analgetik Fraksi Aktif Ekstrak Metanol Daun Dewa (Gynura pseudochina (L.) DC.) Terhadap Mencit Jantan (Mus musculus) Roby Pahala Januario Gultom; Hartika Samgryce Siagian
Jurnal Farmasi Higea Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v13i2.364

Abstract

Daun dewa merupakan herbal yang berkhasiat sebagai analgetik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian Fraksi Aktif Ekstrak Metanol Daun Dewa (FAEMDD) sebagai analgetik. Ekstrak methanol daun dewa diperoleh melalui maserasi dengan pelarut metanol. Esktrak metanol yang diperoleh dipekatkan dengan rotary evaporator sehingga diperoleh ekstrak pekat. Ekstrak dilakukan skrining fitokimia untuk melihat potensial metabolit sekundernya, selanjutnya dilakukan pemisahan menggunakan Kromatografi Cair Vakum (KCV) dengan menggunakan kepolaran meningkat dari fraksi nonpolar sampai fraksi polar. FAEMDD diperoleh sebesar 1,2 g. Pengujian aktivitas analgetik FAEMDD dilakukan dengan cara membagi kelompok perlakuan sebanyak 5, yaitu KI (Kontrol (+) aspirin 1,3 mg/ 20 gBB), dan KII (kontrol (-) CMC 0,5%), KIII (FAEMDD 1 mg/20 gBB, KIV (FAEMDD 2 mg/20 gBB), KV (FAEMDD 4 mg/20 gBB. Semua mencit dilakukan adaptasi selama 2 minggu. Setelah diadaptasikan mencit diinduksi asam asetat 1% secara intraperitoneal (i.p), kemudian diberi perlakuan sesuai kelompoknya secara peroral. Setelah 20 menit dilakukan pengamatan respon geliat pada menit ke 5, 10, 15. Data dianalisis menggunakan Anova taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa KIV dan KV memiliki aktivitas sebagai analgetik karena memberikan pengaruh yang nyata sebagai analgetika terhadap kelompok kontrol negatif (CMC 0,5%)  (p<0,05), dengan persentase efektivitas analgetik yaitu 65,6% dan 75,7%.
Sosialisasi dan Pelatihan Penggunaan Obat yang Rasional bagi Masyarakat Pedesaan Auliafendri, Novycha Auliafendri; Dina Maya Syari; Roby Pahala Januario Gultom; Sri Rezeki Samosir; Mutiara Siahaan
Celebes Journal of Community Services Vol. 3 No. 2 (2024): Juni - November
Publisher : STIE Amkop Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v3i2.1634

Abstract

Penggunaan obat yang rasional adalah kunci untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama di daerah pedesaan yang sering menghadapi tantangan dalam akses informasi kesehatan. Program pengabdian masyarakat di Dusun Ulu, Kecamatan Ujung Padang, Sumatera Utara, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat yang benar melalui presentasi, pelatihan pengenalan obat, dan diskusi kelompok. Sasaran kegiatan ini adalah penduduk berusia 21-45 tahun yang merupakan pengelola utama kesehatan keluarga. Hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat yang rasional. Partisipasi aktif masyarakat dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lokal memainkan peran penting dalam keberhasilan program ini. Diskusi kelompok memberikan platform bagi masyarakat untuk berbagi pengalaman dan belajar secara interaktif, sementara tenaga kesehatan lokal berkomitmen untuk melanjutkan edukasi setelah program berakhir. Program ini tidak hanya berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tetapi juga membangun jaringan informasi kesehatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesehatan komunitas secara berkelanjutan. Kesimpulannya, program ini membuktikan efektivitas pendekatan berbasis edukasi dan kolaborasi dalam meningkatkan praktik penggunaan obat yang rasional di masyarakat pedesaan.