Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELAKSANAAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KESENIAN MUSIK PANTING DALAM MENINGKATKAN KARAKTER CINTA TANAH AIR SISWA DI SMA NEGERI 6 BANJARMASIN Ahmad Syarif
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v7i2.4243

Abstract

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Teknik penentuan sumber data dilakukan secara Snowball Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mengikuti konsep Miles dan Huberman yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ekstrakurikuler kesenian musik Panting berisi kegiatan memainkan alat-alat musik tradisional dari Banjarmasin, menyanyikan lagu-lagu tradisional Banjar, pengetahuan yang dapat meningkatkan karakter cinta tanah air terhadap kesenian musik Banjar serta penghargaan terhadap nenek moyang yang telah membuat kesenian Banjar. Ekstrakurikuler ini mengembangkan minat dan bakat siswa dalam bidang musik tradisional serta membentuk generasi muda yang memiliki motivasi tinggi dalam mencintai dan melestarikan kesenian musik lokal Kalimantan Selatan khususnya kesenian musik Panting. Ekstrakurikuler memiliki nilai-nilai disiplin, kekeluargaan, bersahabat, peduli sosial, kerjasama, kerjakeras, mandiri, tanggung jawab, rasa ingin tahu, kreatif, nasionalisme atau mencintai kebudayaan Banjar serta melibatkan seluruh siswa-siswi yang sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki. Ekstrakurikuler ini dilakukan dengan dilaksanakan secara rutin, kosisten (pembiasaan) dan penugasan. Interaksi sosial ekstrakurikuler kesenian musik Panting yang terjalin antara anggota dengan anggota, anggota dengan pelatih dan anggota dengan lingukungan SMA Negeri 6 Banjarmasin dinilai baik, terbukti bahwa komunikasi dalam latihan selalu terjalin dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar pihak guru, sekolah, dan orang tua meningkatkan peran dan dukungan yang positif terhadap anak, misalnya melengkapi fasilitas fisik dan kelengkapan penunjang kegiatan ekstrakurikuler kesenian musik Panting sehingga upaya menumbuhkan karakter cinta tanah air dapat tercapai secara maksimal.
Improving self-confidence in rhythmic movement through game-based learning with an inclusive anti-gender bias approach: classroom action research muhammad adlian ashafiq; Perdinanto; Ahmad Syarif
Jurnal Maenpo : Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Vol. 16 No. 1 (2026): VOLUME 16 NOMOR 1 TAHUN 2026
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jm.v16i1.6259

Abstract

Abstract: Low self-confidence in rhythmic movement activities is a common challenge in Physical Education (PE), particularly among junior high school students who are influenced by gender stereotypes. This Classroom Action Research (CAR) aimed to describe and analyze the improvement of self-confidence among Grade VII students of SMPN 13 Banjarbaru in rhythmic movement activities through Game Based Learning (GBL) integrated with an inclusive anti-gender bias approach. The study followed the Kemmis and McTaggart spiral model across two cycles, each consisting of one learning session (3 x 40 minutes). Participants were 30 students (14 male, 16 female) in the 2025/2026 academic year. Data were collected using a self-confidence questionnaire (35 Likert-scale items, maximum score 175) and an observational rubric (scale 1–4) administered in parallel across three stages: Pre-Cycle, Cycle I, and Cycle II. The success indicator was set at 76% of students achieving the proficient category on both instruments. Results showed a significant improvement from Pre-Cycle to Cycle II. Questionnaire data indicated that 80% of students reached the high confidence category (mean score 140.47 or 80.27% of maximum), with a cumulative N-Gain of 0.365 (moderate category). Observational data recorded 80% of students achieving the proficient threshold (mean score 3.47 out of 4). The convergence of both instruments confirmed that the GBL-inclusive anti-gender bias approach effectively enhanced self-confidence in rhythmic movement activities. These findings offer a practical model for PE teachers to design gender-responsive and student-centered learning environments.
PENINGKATAN KETERAMPILAN PASSING BAWAH BOLA VOLI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBANTUAN MEDIA BOLA PLASTIK MODIFIKASI PADA SISWA SMP Akhmad Abizar; Perdinanto; Ahmad Syarif
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.6980

Abstract

Rendahnya keterampilan passing bawah bola voli menjadi salah satu permasalahan dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di kelas VIII SMPN 13 Banjarbaru. Peserta didik masih mengalami kesulitan dalam melakukan teknik dasar passing bawah, seperti posisi tangan, sikap tubuh, koordinasi gerakan, dan arah bola. Selain itu, sebagian peserta didik kurang percaya diri dan takut menerima bola saat praktik berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan passing bawah bola voli melalui penerapan model pembelajaran Cooperative Learning berbantuan media modifikasi bola plastik. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 27 peserta didik kelas VIII SMPN 13 Banjarbaru. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes praktik keterampilan passing bawah. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif berdasarkan nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan belajar pada pra-siklus sebesar 22%, meningkat menjadi 56% pada Siklus I, dan mencapai 93% pada Siklus II. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa model Cooperative Learning membantu peserta didik lebih aktif, bekerja sama, dan saling membantu dalam kelompok. Media bola plastik juga membuat pembelajaran lebih aman, menyenangkan, dan mampu meningkatkan kepercayaan diri siswa. Dengan demikian, penerapan model Cooperative Learning berbantuan media modifikasi bola plastik efektif meningkatkan keterampilan passing bawah bola voli.