Thamrin Kamaruddin
FKIP UNSYIAH

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

HUBUNGAN MINAT BACA DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII MTsN KUTABAR Ayu Safitri; . Hasmunir; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.479 KB)

Abstract

Hasil belajar merupakan tolak ukur yang utama untuk mengetahui keberhasilan belajar seseorang. Seorang yang hasil belajarnya tinggi dapat dikatakan bahwa ia telah berhasil dalam belajar. Hasil belajar Mata pelajaran IPS Terpadu siswa kelas VII MTsN Kuta Baro belum sesuai dengan harapan, Salah satu penyebabnya yaitu kurangnya minat baca siswa dan siswa belum memiliki motivasi belajar yang baik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara minat baca dan motivasi belajar dengan hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VII MTsN Kuta Baro. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII yang berjumlah 102 siswa, sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 50 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, korelasi ganda, dan uji F. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh nilai korelasi antara minat baca dan motivasi belajar dengan hasil belajar sebesar R = 0,60. Untuk menyatakan apakah korelasi ini signifikan atau tidak maka dilakukan uji F dengan ketentuan terima Ha  jika Fhitung  Ftabel untuk taraf signifikansi 5%. Hasil uji F yang diperoleh yaitu Fhitung = 18 dan Ftabel = 3,18, berarti Fhitung  Ftabel. Dengan demikian terdapat hubungan yang signifikan antara minat baca dan motivasi belajar dengan hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VII MTsN Kuta Baro
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CIRC DAN QUICK ON THE DRAW DALAM MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 1 INGIN JAYA Nur Fatahillah; Syamsul Bardi; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.526 KB)

Abstract

Penelitian ini berkaitan dengan membandingkan hasil belajar siswa dari penerapan dua model pembelajaran yaitu model pembelajaran cooperative integrated reading and composition (CIRC) dan model pembelajaran quick on the draw pada mata pelajaran Geografi di SMAN Ingin Jaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dalam bentuk penelitian eksperimen. Populasi penelitian ini adalah murid kelas XI-IS SMAN 1 Ingin Jaya yang berjumlah 63 siswa. Untuk mendapatkan sampel menggunakan dengan teknik purposive sampling, diambil hanya dua kelas yakni kelas XI-IS 2 yaitu 22 siswa dan kelas XI-IS 3 yaitu 18 siswa. Teknik pengumpulan data berupa pemberian test kepada siswa, yakni, pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Hasil pengolahan data penelitian didapat thitung = 6,58 dan ttabel = 1,59 pada taraf signifikan 5% dan dk = 40, sesuai dengan kriteria uji jika thitung ttabel maka Ha diterima. Berdasarkan perolehan data tersebut jelas bahwa Ha diterima. Simpulan yang dapat diambil yaitu hasil belajar yang menerapkan model pembelajaran CIRC lebih baik daripada hasil belajar yang menerapkan model pembelajaran quick on the draw pada mata pelajaran Geografi Kelas XI-IS di SMAN 1 Ingin Jaya.
PENERAPAN PEMBELAJARAN PADA LABORATORIUM MULTIMEDIA DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE MAXILAB UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII MTsN MODEL BANDA ACEH Rizqi Amalia MJ; Thamrin Kamaruddin; Syamsul Bardi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.736 KB)

Abstract

 Penerapan Maxilab dalam pembelajaran merupakan sistem kontrol audio laboraturium bahasa yang bekerja di jaringan LAN komputer. Menggunakan audio streaming menghasilkan komunikasi suara yang jernih yang disertai sistem kontrol PC sehingga dapat juga digunakan sebagai alat pengajaran dalam sebuah laboraturium komputer biasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap pembelajaran pada laboratorium multimedia dengan menggunakan software maxilab.Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII-1 MTsN Model Banda Aceh yang berjumlah 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar pre-test dan post-test; (2) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru; dan (4) Angket respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 63% pada siklus I menjadi 77% pada siklus II dan 93% pada siklus III. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 50% pada siklus I menjadi 70% pada siklus II dan 90% pada siklus III. (2) Jumlah aktivitas guru dan siswa meningkat dari 5 aktivitas sesuai pada siklus I menjadi 8 aktivitas sesuai pada siklus II dan 10 aktivitas sesuai pada siklus III. (3) Keterampilan guru mengelola pembelajaran meningkat dari skor 2,5 dengan kategori sedang pada siklus I menjadi 3,1 dengan kategori baik pada siklus II dan 3,5 dengan kategori baik pada siklus III. (4) Pada umumnya atau sebanyak 90,33% siswa menyatakan setuju bahwa pembelajaran pada laboratorium multimedia dengan menggunakan software maxilab sangat menarik dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran
PENERAPAN KURIKULUM 2013 DENGAN MODEL DISCOVERY-INQUIRY BERBASIS BUKU GURU IPS TERPADU EDISI REVISI 2014 UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII MTsN MODEL BANDA ACEH Agus Maulana; Thamrin Kamaruddin; Alamsyah Taher
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.856 KB)

Abstract

Salah satu model pembelajaran yang dapat menciptakan  suasana belajar aktif  adalah model pembelajaran discovery-inquiry. Model ini merupakan salah satu dari tiga model yang disarankan dalam buku guru IPS Terpadu edisi revisi 2014 keluaran Kemendikbud dalam mengimplementasikan kurikulum 2013. Pada saat pembelajaran siswa akan dieksplorasi kemampuannya dalam memecahkan masalah yang dipelajari, mulai dari mengamati video pembelajaran yang ditampilkan, mengidentifikasi masalah, mengumpulkan data, mengolah data dan mempresentasikan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa, aktivitas guru dan siswa, keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan respon siswa ketika pembelajaran menggunakan model discovery-inquiry. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-4 MTsN Model Banda Aceh yang berjumlah 36 orang. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 70% (siklus I) menjadi 91% (siklus III). Aktivitas guru dan siswa telah mencerminkan keterlaksanaan model discovery-inquiry. Pada siklus I, terdapat 4 dari 11 aktivitas guru dan siswa yang masih belum sesuai. Kemudian pada siklus II, terdapat 2 dari 10 aktivitas yang masih belum sesuai. Lalu pada siklus III, hanya terdapat 1 aktivitas dari 12 aktivitas yang belum sesuai. Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran mengalami peningkatan dari 2,66 kategori baik (siklus I), 2,98 kategori baik (Siklus II) dan meningkat menjadi 3,29 kategori baik (Siklus III). Respon siswa terhadap model pembelajaran discovery-inquiry dapat dikatakan baik, yaitu 94 persen dari 36 siswa mengatakan bahwa dengan belajar menggunakan model discovery-inquiry dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi IPS Terpadu yang dipelajari
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII SMP NEGERI 1 INGIN JAYA Edi Yuswar; Alamsyah Taher; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.749 KB)

Abstract

Model pembelajaran merupakan rancangan dasar bagi seorang guru untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam belajar. Diantara model pembelajaran adalah model student facilitator and explaining dan model think talk write. Kedua model pembelajaran ini menjadikan siswanya untuk dapat berperan aktif dalam kelompok, melatih cara berfikir siswa dan melatih keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar IPS Terpadu dengan menggunakan model pembelajaran student facilitator and explaining lebih baik dari pada dengan menggunakan model think talk write dengan berbantuan media gambar pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ingin Jaya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar IPS Terpadu menggunakan model pembelajaran student facilitator and explaining lebih baik daripada dengan menggunakan model pembelajaran think talk write dengan berbantuan media gambar pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ingin Jaya. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 63 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, yang menjadi sampel yaitu siswa kelas VIII-A berjumlah 21orang dan siswa kelas VIII-B berjumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data dengan cara memberikan test kepada peserta didik, tes terdiri dari pre-test dan post-test. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan rumus uji-t. Hasil perhitungan diperoleh thitung = 3,67 dan ttabel pada taraf signifikansi 5% dan dk = 39 yaitu 1,67. Maka thitung ttabel sehingga Ha diterima. Simpulan yang dapat diambil adalah hasil belajar IPS Terpadu dengan menggunakan model pembelajaran student facilitator and explaining lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran think talk writeberbantuan media gambar pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ingin Jaya.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 3 BANDA ACEH Nince Patikawa; . Hasmunir; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.467 KB)

Abstract

Model pembelajaran student facilitator and explaining merupakan model yang penyajian materi ajar diawali dengan menyampaikan kompetensi lalu menjelaskan dengan mendemonstrasikan, kemudian diberikan kesempatan kepada siswa untuk mengulangi kembali dan menjelaskan pada rekan-rekannya. Media gambar adalah simbol-simbol kumunikasi saluran yang dipakai menyangkut indera penglihatan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) peningkatan hasil  belajar  siswa; (2) aktivitas  guru  dan siswa; (3) keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) respon siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 3 Banda Aceh yang berjumlah 32 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) pre-test dan post-test soal, (2) pengamatan aktivitas guru dan siswa,(3) pengamatan keterampilan guru mengelola pembelajaran, dan (4) angket  respon siswa. Analisis data menggunakan   statistik   deskriptif   persentase.   Hasil penelitan menunjukan bahwa; (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 81 persen pada siklus I menjadi 84 persen siklus II, dan 90 persen siklus III; Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 60 persen pada siklus I menjadi 70% pada siklus II dan 90% pada siklus III. (2) Jumlah kesesuaian guru dan siswa dari 9 aktivitas, diperoleh 4 aktivitas sesuai di siklus I menjadi 5 aktivitas sesuai pada siklus II, dan 9 aktivitas sesuai pada siklus III dari 9 aktivitas guru dan siswa yang ada. (3) keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran yaitu dengan skor 2,68 dengan kategori baik untuk siklus I, menjadi 3,08 kategori baik untuk siklus II dan 3,50 dengan kategori baik pada siklus III; (4) Pada umumnya respon siswa atau sebanyak 95 persen siswa menyatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model student facilitator and explaining berbantuan media gambar sangat menarik dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Disarankan agar guru dapat menerapkan model pembelajaran student facilitator and explaining sebagai salah satu alternative dalam pembelajaran geografi
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAKE AND GIVE DENGAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI-IIS DI SMA NEGERI 7 BANDA ACEH Cut Nurasma; Thamrin Kamaruddin; Dyah Rahmani Purnomowati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.847 KB)

Abstract

Model pembelajaran merupakan suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk pembelajaran, dan membimbing pembelajaran dikelas. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar siswa yang disajikan menggunakan model pembelajaran Take And Give lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang disajikan dengan model pembelajaran Think Pair Share pada mata pelajaran Geografi Kelas XI-IIS SMAN 7 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang disajikan menggunakan model pembelajaran Take And Give lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang disajikan dengan model pembelajaran Think Pair Share pada mata pelajaran Geografi di SMA Negeri 7 Banda Aceh. Pendekatan dalam penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dalam bentuk penelitian eksperimen. populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI-IIS SMA Negeri 7 Banda Aceh yang berjumlah 89 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling, diambil hanya dua kelas yakni kelas XI-IIS 1 sebanyak 29 siswa kelas XI-IIS 3 sebanyak 25 siswa. Teknik pengumpulan data berupa pemberian test kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Hasil pengolahan data penelitian diperoleh thitung = 1,5 dan ttabel = 1,68 pada taraf signifikan 5% dengan peluang 0,95 dan dk = 52, artinya thitung ≤ ttabel, sehingga hipotesis alternatif (Ha) ditolak. Simpulan yang dapat diambil hasil belajar siswa yang disajikan dengan model pembelajaran Take And Give sama dengan hasil belajar siswa yang disajikan dengan model pembelajaran Think Pair Share pada mata pelajaran Geografi di SMA Negeri 7 Banda Aceh
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KEPALA BERNOMOR STRUKTUR BERBANTUAN MEDIA AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 BANDA ACEH M. Firman Irha; Thamrin Kamaruddin; M. Yusuf Harun
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.361 KB)

Abstract

Salah satu model pembelajaran yang dapat menciptakan  suasana belajar aktif  adalah model pembelajaran Kooperatif Tipe Kepala Bernomor Struktur berbantuan media Audiovisual. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah: (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran; (3) Keterampilan Guru dalam mengelola pembelajaran; (4) Respon siswa setelah mengituki pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 3 Banda Aceh yang berjumlah 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar soal, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru, dan lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 23 siswa menjadi 28 siswa yang tuntas belajar, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 60% menjadi 90%; (2) Aktivitas guru dan siswa antara siklus I sampai siklus II telah mencerminkan penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Kepala Bernomor Struktur berbantuan media Audiovisual, pada siklus satu dari 12 aktivitas diperoleh 6 aktivitas yang sudah sesuai, sementara pada siklus kedua aktivitas guru maupun aktivitas siswa sudah mengalami perubahan lebih baik dan sudah dikatagorikan sesuai dengan standar waktu yang ditetapkan; (3)Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran Kooperatif Tipe Kepala Bernomor Struktur berbantuan media Audiovisual meningkat dari perolehan skor rata-rata 2,58 dengan katagori sedang menjadi 3,29 dengan katagori baik; dan (4)Respon siswa terhadap pembelajaran Kooperatif Tipe Kepala Bernomor Struktur berbantuan media Audiovisual dapat dikatakan baik yaitu 96,6 persen dari 30 siswa berpendapat bahwa dengan belajar melalui pembelajaran Kooperatif Tipe Kepala Bernomor Struktur berbantuan media Audiovisual siswa dapat memahami materi yang telah mereka ikuti.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN REACT DAN QUANTUM TEACHING DALAM MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI SMP NEGERI 8 BANDA ACEH Amalia Husna; . Hasmunir; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.722 KB)

Abstract

Penelitian ini berkaitan dengan perbandingan hasil belajar siswa dengan mengunakan dua model pembelajaran yaitu model pembelajaran REACT dan Quantum Teaching pada siswa SMP Negeri 8 Banda Aceh. Model pembelajaran REACT mengajarkan siswa untuk dapat mengaitkan pengetahuan lama dan pengetahuan baru dan mengaitkannya dengan pengetahuan yang sudah mereka miliki dengan langkah pembelajaran yang tercermin dari akronimnya yakni Relating, Experiencing, Applying, Cooperating dan Transferring. Model Quantum Teaching menekankan kegiatannya pada pengembangan potensi siswa secara optimal melalui cara - cara yang mudah dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran REACT lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran Quantum Teaching dalam mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 8 Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 174 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini hanya dua kelas yakni kelas VIII-5 sebanyak 22 siswa dan kelas VIII-8 sebanyak 21 siswa. Teknik pengumpulan data berupa pemberian tes kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar IPS Terpadu dengan pokok bahasan keragaman sosial budaya sebagai modal dasar pembangunan nasional yang menggunakan model pembelajaran REACT lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar yang menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching pada siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Banda Aceh. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengolahan data penelitian diperoleh thitung = 4,77 lebih besar dari ttabel = 1,68 pada taraf signifikansi 5% dan dk = 41. Maka H0 ditolak dan Ha diterima
HUBUNGAN PERHATIAN ORANG TUA DAN LINGKUNGAN FISIK TEMPAT BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 BANDA ACEH Raudhah Munasti; Amsal Amri; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.136 KB)

Abstract

Pola tingkah laku dan kepribadian anak orang tua juga seharusnya melihat lingkungan fisik belajar, dengan cara memperhatikan lingkungan yang harus selalu nyaman dan baik, mempengaruhi siswa lebih giat dalam belajar. Lingkungan fisik tempat belajar yaitu semua yang berkaitan dengan tempat proses pembelajaran dilakukan. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah ada hubungan perhatian orang tua dan lingkungan fisik tempat belajar dengan hasil belajar geografi siswa. Tujuan penelitian ini guna mengetahui seberapa besar hubungan perhatian orang tua dan lingkungan fisik tempat belajar dengan hasil belajar geografi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi sebab akibat. Pemilihan sampel dengan teknik purposive sampling yaitu kelas X IS1 dan X IS2yang berjumlah 53 siswa. Pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner dan dokumentasi. Pengolahan data memakai statistik korelasi ganda, hasil kofisien korelasi 0,75 kategori kuat dengan koefisien determinasi berganda (R2) = 56,25%. Uji hipotesis menunjukkan Fhitung lebih besar dari Ftabel yaitu 3,21 ≥ 3,18 artinya Ha diterima. Simpulannya ada hubungan yang sesuai perhatian orang tua dan lingkunga fisik tempat belajar dengan hasil belajar Geografi siswa SMAN 3 Banda Aceh.