. Hasmunir
FKIP Unsyiah

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MEDIA PREZI DENGAN MEDIA POSTER PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VII MTsN 2 BANDA ACEH Intan Mulia; . Hasmunir; Daska Azis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.211 KB)

Abstract

Media pembelajaran digunakan sebagai alat bantu untuk mempermudah dan membantu tugas guru dalam menyampaikan berbagai bahan dan materi pelajaran, Dengan adanya media pembelajaran, anak didik dapat belajar dengan mudah dan merasa senang dalam mengikuti pelajaran. Adapun beberapa media yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran ialah media prezi dan media poster sehingga membuat materi yang disampaikan mudah dipahami oleh siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar siswa yang menggunakan media Prezi lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa yang menggunakan media Poster dalam mata pelajaran IPS Terpadu kelas VII MTsN 2 Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang menggunakan media Prezi lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa yang menggunakan media Poster dalam mata pelajaran IPS Terpadu kelas VII MTsN 2 Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII yang berjumlah 263 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling, diambil hanya dua kelas yakni kelas VII-1 sebanyak 40 siswa dan kelas VII-2 sebanyak 40 siswa. Teknik pengumpulan data berupa pemberian test kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji t. Hasil pengolahan  data  penelitian  diperoleh  thitung = 3,63 dan ttabel = 1,67 padataraf signifikansi 5% dengan peluang 0,95 dan dk = 78, artinya thitung ttabel sehingga Ha diterima. Simpulan yang dapat diambil adalah hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan media prezi lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan media poster
HUBUNGAN MINAT BACA DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII MTsN KUTABAR Ayu Safitri; . Hasmunir; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.479 KB)

Abstract

Hasil belajar merupakan tolak ukur yang utama untuk mengetahui keberhasilan belajar seseorang. Seorang yang hasil belajarnya tinggi dapat dikatakan bahwa ia telah berhasil dalam belajar. Hasil belajar Mata pelajaran IPS Terpadu siswa kelas VII MTsN Kuta Baro belum sesuai dengan harapan, Salah satu penyebabnya yaitu kurangnya minat baca siswa dan siswa belum memiliki motivasi belajar yang baik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara minat baca dan motivasi belajar dengan hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VII MTsN Kuta Baro. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII yang berjumlah 102 siswa, sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 50 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, korelasi ganda, dan uji F. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh nilai korelasi antara minat baca dan motivasi belajar dengan hasil belajar sebesar R = 0,60. Untuk menyatakan apakah korelasi ini signifikan atau tidak maka dilakukan uji F dengan ketentuan terima Ha  jika Fhitung  Ftabel untuk taraf signifikansi 5%. Hasil uji F yang diperoleh yaitu Fhitung = 18 dan Ftabel = 3,18, berarti Fhitung  Ftabel. Dengan demikian terdapat hubungan yang signifikan antara minat baca dan motivasi belajar dengan hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VII MTsN Kuta Baro
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CO-OP CO-OP DENGAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VII MTsN ANGKUP ACEH TENGAH . Irawati; . Hasmunir; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.809 KB)

Abstract

Model pembelajaran kooperatif tipe Co-op Co-op mengizinkan siswa untuk bekerja sama dalam kelompok kecil, pertama untuk kemajuan pemahaman mereka mengenai diri mereka sendiri dan berbagi pemahaman dengan teman-teman sebayanya, Co-op Co-op lebih mementingkan keterlibatan siswa sehingga siswa dapat berinteraksi dengan kelompoknya. Video merupakan bahan pembelajaran tampak dengar (audio visual) yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan/materi pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa, aktivitas guru dan siswa, keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dan respon siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Co-op Co-op dengan media video. Subjek dan objek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-2 MTsN Angkup Aceh Tengah yang berjumlah 26 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar soal, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru dan lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan individual pada siklus I 65%, pada siklus II 84% dan pada siklus III 96%. Ketuntasan klasikal pada siklus pertama 50%, pada siklus kedua 70% dan pada siklus ketiga 90%, aktivitas guru dan siswa dari siklus I sampai siklus III telah terjadi perubahan lebih baik dan sudah dikategorikan sesuai dengan standar waktu yang ditetapkan. Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran pada siklus I memperoleh skor 2,6 dengan kategori baik, pada siklus II memperoleh skor 2,9 dengan kategori baik dan pada siklus III menjadi 3,50 dengan kategori baik. Respon siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Co-op Co-op dengan media video dapat dikatakan baik, dengan persentase 96,2% dari 26 siswa berpendapat bahwa dengan belajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe Co-op Co-op  dengan media video dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 3 BANDA ACEH Nince Patikawa; . Hasmunir; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.467 KB)

Abstract

Model pembelajaran student facilitator and explaining merupakan model yang penyajian materi ajar diawali dengan menyampaikan kompetensi lalu menjelaskan dengan mendemonstrasikan, kemudian diberikan kesempatan kepada siswa untuk mengulangi kembali dan menjelaskan pada rekan-rekannya. Media gambar adalah simbol-simbol kumunikasi saluran yang dipakai menyangkut indera penglihatan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) peningkatan hasil  belajar  siswa; (2) aktivitas  guru  dan siswa; (3) keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) respon siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 3 Banda Aceh yang berjumlah 32 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) pre-test dan post-test soal, (2) pengamatan aktivitas guru dan siswa,(3) pengamatan keterampilan guru mengelola pembelajaran, dan (4) angket  respon siswa. Analisis data menggunakan   statistik   deskriptif   persentase.   Hasil penelitan menunjukan bahwa; (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 81 persen pada siklus I menjadi 84 persen siklus II, dan 90 persen siklus III; Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 60 persen pada siklus I menjadi 70% pada siklus II dan 90% pada siklus III. (2) Jumlah kesesuaian guru dan siswa dari 9 aktivitas, diperoleh 4 aktivitas sesuai di siklus I menjadi 5 aktivitas sesuai pada siklus II, dan 9 aktivitas sesuai pada siklus III dari 9 aktivitas guru dan siswa yang ada. (3) keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran yaitu dengan skor 2,68 dengan kategori baik untuk siklus I, menjadi 3,08 kategori baik untuk siklus II dan 3,50 dengan kategori baik pada siklus III; (4) Pada umumnya respon siswa atau sebanyak 95 persen siswa menyatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model student facilitator and explaining berbantuan media gambar sangat menarik dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Disarankan agar guru dapat menerapkan model pembelajaran student facilitator and explaining sebagai salah satu alternative dalam pembelajaran geografi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAME TOURNAMENT BERBANTUAN MEDIA KARTU SOAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X IS MAN 3 BANDA ACEH Mardani Saputra1 Saputra; . Hasmunir; Amsal Amri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.623 KB)

Abstract

Metode pembelajaran Team Game Tournament (TGT) dilakukan untuk menunjang proses pembelajaran yaitu dengan menggunakan media kartu soal pada model pembelajaran (TGT). Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan pembelajaran koperatif model TGT berbantuan kartu soal, untuk meningkatkan aktivitas belajar peserta didik dan meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran geografi. Hal ini dilakukan untuk: (1) meningkatkan prestasi peserta didik; (2) Mengetahui kegiatan guru dan peserta didik; (3) Mengetahui keterampilan guru saat mengelola pembelajaran; dan (4) Mengetahui respon peserta didik. Subjek penelitian ini merupakan siswa kelas X IS MAN 3 Banda Aceh, sebanyak 32 peserta didik. Pengambilan data diambil dengan instrumen pembelajaran. Hasilnya menunjukkan (1) pada siklus pertama ketuntasan secara individual yaitu 62%, di siklus kedua 78%, dan di siklus ketiga 93%. Persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 60% di siklus pertama, 80% di siklus kedua, dan 90% di siklus ketiga; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2,5 pada siklus ke I dengar berkategori sedang, skor 3,1 pada siklus II berkategori baik, serta 3,4 pada siklus III berkategori baik; (4) persentase respon peserta didik terhadap model pembelajaran koperatif model TGT berbantuan kartu soal dapat dikatakan baik yaitu 95 persen
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA TERHADAP MINAT MELANJUTKAN STUDI KE PERGURUAN TINGGI SISWA KELAS XI SMAN 1 SIMEULUE CUT Yogi Farmesa; . Hasmunir; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.673 KB)

Abstract

Motivasi belajar dan status sosial ekonomi orang tua dapat meningkatkan minat peserta didik untuk melanjutkan pendidikan. Peserta didik yang memiliki motivasi belajar yang tinggi memiliki harapan dan keinginan untuk berhasil. Adanya dukungan materi yakni dengan penghasilan tinggi maka orang tua akan lebih mudah memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anaknya. Masalah dalam penelitian adalah bagaimana pengaruh motivasi belajar dan status sosial ekonomi orang tua terhadap minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi siswa kelas XI SMAN 1 Simeulue Cut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar dan status sosial ekonomi orang tua terhadap minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi siswa kelas XI SMAN 1 Simeulue Cut. Hipotesis penelitian yaitu terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi belajar dan status sosial ekonomi orang tua terhadap minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi siswa kelas XI SMAN 1 Simeulue Cut. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI SMAN 1 Simeulue Cut yang berjumlah 45 peserta didik. Teknik pengumpulan data mengunaka teknik angket. Teknik pengolahan data dilakukan dengan menggunakan korelasi ganda dan uji F. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh nilai koefisien determinasi ganda 0,6124 atau 61,24%. Koefisien korelasi ganda motivasi belajar dan status sosial ekonomi orang tua terhadap minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi adalah 0,782 yang berarti terdapat korelasi yang kuat. Hasil pengujian hipotesis menunjukan Fhitung Ftabel atau 33,88 3,21 sehingga terima Ha, artinya terdapat pengaruh yang positif dan signifikan motivasi belajar dan satatus sosial ekonomi orang tua terhadap minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi siswa kelas XI SMAN 1 Simeulue Cut
ANALISIS SOAL IPS TERPADU KELAS VII DI SMP NEGERI KABUPATEN ACEH BESAR Uswatul Munira; . Hasmunir; Mirza Desfandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.751 KB)

Abstract

Evaluasi dilakukan untuk mengetahui tingkat kemampuan dan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang telah diberikan. Alat evaluasi dikatakan memenuhi kriteria tes yang baik apabila dapat mengukur kemampuan siswa dan memenuhi syarat baik buruknya suatu tes. Untuk itulah diperlukan menganalisis butir soal suatu tes, untuk mengetahui kualitas tes tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kualitas soal IPS Terpadu kelas VII di SMP Negeri Kabupaten Aceh Besar. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas soal IPS Terpadu kelas VII di SMP Negeri Kabupaten Aceh Besar berkualitas baik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekataan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan ditiga SMP Negeri Kabupaten Aceh Besar yaitu SMP Negeri 1 Peukan Bada, SMP Negeri 1 Ingin Jaya, dan SMP Negeri 1 Lembah Seulawah.  Sampel penelitian ini siswa kelas VII yang berjumlah 30 orang pada setiap sekolah. Subjek penelitian ini meliputi butir soal pada tes dan lembar jawaban siswa. Pengumpulan data melalui dokumentasi. Hasil analisis data soal IPS Terpadu menunjukkan bahwa validitas butir soal masih tergolong rendah  dimana sebanyak 58% dari 100 butir soal belum valid. Sedangkan reliabilitas butir soal berada pada intepretasi 0,8-1,0 degan katgori sangt tingi. Dayapmbeda soal sebesar 46% dri 100 butir soal dengan kategori jelek, sehingga soal tersebut harus direvisi kembali. Tingkat Kesukaran butir soal baik sehingga sudah memenuhi kriteria tingkat kesukaran soal yang baik. Kesimpulan secara keseluruhan kualitas soal kurang baik untuk digunakan sebagai alat ukur keberhasilan belajar siswa. Saran pada penelitian yaitu kepada guru diharapkan dalam menyusun tes evaluasi hasil belajar, sebaiknya tes tersebut dianalisis terlebih dahulu agar tes tersebut dapat memenuhi syarat untuk menjadi tes yg baik. Kata Kunci: valid, reliabel, tingkat kesukaran, daya pembeda
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN REACT DAN QUANTUM TEACHING DALAM MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI SMP NEGERI 8 BANDA ACEH Amalia Husna; . Hasmunir; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.722 KB)

Abstract

Penelitian ini berkaitan dengan perbandingan hasil belajar siswa dengan mengunakan dua model pembelajaran yaitu model pembelajaran REACT dan Quantum Teaching pada siswa SMP Negeri 8 Banda Aceh. Model pembelajaran REACT mengajarkan siswa untuk dapat mengaitkan pengetahuan lama dan pengetahuan baru dan mengaitkannya dengan pengetahuan yang sudah mereka miliki dengan langkah pembelajaran yang tercermin dari akronimnya yakni Relating, Experiencing, Applying, Cooperating dan Transferring. Model Quantum Teaching menekankan kegiatannya pada pengembangan potensi siswa secara optimal melalui cara - cara yang mudah dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran REACT lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran Quantum Teaching dalam mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 8 Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 174 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini hanya dua kelas yakni kelas VIII-5 sebanyak 22 siswa dan kelas VIII-8 sebanyak 21 siswa. Teknik pengumpulan data berupa pemberian tes kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar IPS Terpadu dengan pokok bahasan keragaman sosial budaya sebagai modal dasar pembangunan nasional yang menggunakan model pembelajaran REACT lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar yang menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching pada siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Banda Aceh. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengolahan data penelitian diperoleh thitung = 4,77 lebih besar dari ttabel = 1,68 pada taraf signifikansi 5% dan dk = 41. Maka H0 ditolak dan Ha diterima
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VII SMP NEGERI 16 BANDA ACEH . Januar; Alamsyah Taher; . hasmunir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.413 KB)

Abstract

Model group investigation merupakan model pembelajaran kooperatif yang sesuai untuk proyek-proyek studi yang terintregasi yang berhubungan dengan hal-hal semacam penguasaan, analisis, dan mensintesakan informasi sehubungan dengan upaya menyelesaikan masalah yang bersifat multi aspek. Audio visual merupakan media yang berupa unsur gambar dan suara yang menggunakan teknologi audio visual untuk penyampaian bahan pembelajaran dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronik untuk menyajikan pesan-pesan audio visual. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui hasil belajar siswa; (2) untuk mengetahui kegiatan guru dan siswa; (3) untuk mengetahui keterampilan guru saat mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa pada model pembelajaran group investigation berbasis media audio visual. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek adalah siswa kelas VII SMP Negeri 16 Banda Aceh berjumlah 30 siswa. Data ini dikumpulkan menggunakan; (1) Lembar pre-test dan post-test; (2) Lembar kegiatan guru dan siswa; (3) Lembar keterampilan guru; dan (4) lembar respon siswa. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa; (1) Hasil  belajar siswa secara individual mengalami peningkatan dari 17 siswa pada siklus pertama hingga menjadi 28 siswa pada siklus ketiga. Secara klasikal pun mengalami peningkatan dari 60% pada siklus pertama hingga menjadi 90% pada siklus ketiga; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2,55 pada siklus pertama berkategori sedang, skor 3,08 pada siklus kedua berkategori baik, dan 3,46 pada siklus ketiga berkategori baik; (4) Respon siswa pada pembelajaran group investigation berbasis media audio visual dikatakan baik
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE CONCEPT MAPPING BERBANTU MEDIA GAMBAR DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 11 BANDA ACEH Hendri Husnizar; . Hasmunir; Syamsul Bardi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.301 KB)

Abstract

Model pembelajaran cooperative concept mapping merupakan salah satu strategi yang dipakai pada pelaksanaan proses pembelajaran melalui pendekatan kelompok dengan menuntut siswa berfikir dalam membuat pemetaan konsep  berkaitan  dengan materi yang telah dipelajari secara berkelompok. Media gambar yang dipakai dalam pembelajaran bukan hanya dapat menyampaikan saja tetapi dapat digunakan untuk melatih keterampilan berpikir serta dapat mengembangkan kemampuan imajinasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran cooperative concept mapping berbantu media gambar. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IS-2 SMA Negeri 11 Banda Aceh yang berjumlah 21 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar soal, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru; dan lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 16 siswa menjadi 20 siswa yang tuntas belajar, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 50% menjadi 90%; (2) Aktivitas guru dan siswa dari siklus satu sampai dengan siklus tiga telah mencerminkan penerapan model pembelajaran Cooperative Concept Mapping berbantu media gambar. (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Concept Mapping berbantu media gambar meningkat dari perolehan skor rata-rata 2,50 berkatagori sedang menjadi 3,55 berkatagori sangat baik; dan (4) Respon siswa, terhadap model pembelajaran Cooperative Concept Mapping berbantu media gambar dapat dikatakan baik. 92 persen dari 21 siswa berpendapat bahwa dengan belajar melalui pembelajaran Cooperative Concept Mapping berbantu media gambar  siswa dapat memahami materi pelajaran yang telah mereka ikuti.