Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Body Mass Index (BMI) pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Aceh Edi Ardiansyah; Asnawi Abdullah; Fauzi Ali Amin
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 2, No 1 (2017): Januari, Sejarah Kemanusian dan Hal-hal Perjuangan Budaya
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas saat ini menjadi permasalahan dunia bahkan World Health Organization (WHO) mendeklarasikan sebagai epidemic global. Obesitas dianggap sebagai sinyal pertama munculnya kelompok penyakit-penyakit non infeksi (non communicable diseases) yang banyak terjadi di negara maju maupun negara berkembang. Berdasarkan data WHO tahun 2016, prevalensi obesitas di dunia pada perempuan yang berusia18 tahun sebesar 15%, 4% lebih tinggi jika dibandingkan laki – laki (18 tahun) dengan presentase 11%. Hal ini telah menimbulkan beban sosial, ekonomi serta kesehatan masyarakat yang sangat besar di negara-negara sedang berkembang termasuk Indonesia. Penelitian ini merupakan analitik kuantitatif dengan Jenis pendekatan berupa cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2019. Sampel diambil dengan menggunakan teknik proposional sampling berjumlah 94 mahasiswa pada Universitas Muhammdiyah Aceh. Uji Statistik menggunakan Chi Square Test. Hasil penelitian ditemukan mayoritas responden memiliki berat badan normal sebesar 62.77%, berat badan gemuk 17.02%, dan sangat gemuk 20.21%. Hasil analisis bivariat terhadap variabel yang memengaruhi indeks massa tubuh dengan durasi nonton ditemukan nilai p=0.024, konsumsi fast food dengan nilai p=0.000, kebiasaan ngemil dengan nilai p 0.002, layanan go food dengan nilai p=0.004, pengetahuan dengan nilai p=0.000. hasil analisis multivariate ditemukan variabel yang paling mempengaruhi body mass indeks yaitu aktivitas fisik atau Physical Aktivity Level sebersar 12 kali beresiko terhadap terjadinya perubahan indeks massa tubuh. Diharapkan Universitas Muhammadiyah Aceh dapat mensosialisasi/edukasi pesan gizi seimbang untuk peningkatan produktivitas, anjuran melakukan aktifitas fisik sebagai gaya hidup untuk mengontrol berat badan normal.
Efektivitas Pemberian Edukasi Stunting Terhadap Pengetahuan Ibu di Kampung Bius Kecamatan Silih Nara Kabupaten Aceh Tengah Silfia Siska; Fauzi Ali Amin; Riza Septiani
SEHATI: Jurnal Kesehatan Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/sehati.v5i2.115

Abstract

Mothers' knowledge is very influential in preventing stunting because their ability to support optimal child growth and development, recognize signs of growth disorders, and provide proper nutritional intake is very important. Efforts to educate children about nutrition and health can be done with various methods including lectures and role play and lecture methods. This study aims to determine the effectiveness of stunting education using lecture and role play methods on mothers' knowledge about stunting in toddlers in Kampung Bius, Silih Nara District, Central Aceh Regency. The research method used a quasi-experimental with a two-group design. Education was carried out in 2 methods, namely lectures, with a total of 30 mothers who have toddlers as participants, and role play methods with a total of 16 mothers who have toddlers as participants. Data analysis used a paired T-test. The results showed that the role play group before being given an average score of 18.50 with range 10-24) and after being given it became 21.20 with range 15-25. While in the lecture group before being given an average score of 15.66 with range 5-22 and after being given it became 23.23 with range 18-25. The statistical test obtained in the role play group had a p-value of 0.004, indicating a difference before and after stunting education on improving mothers' knowledge. In the lecture group, the p-value was 0.001, indicating a difference before and after stunting education on improving mothers' knowledge. It can be concluded that the lecture method is more effective in improving mothers' knowledge about stunting prevention than the role play method. It is hoped that health workers at the Community Health Center can use the lecture method to improve mothers' knowledge about toddler stunting