Ratu Fazlia Inda Rahmayani
Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unsyiah

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PEMBUATAN FILM BIOPLASTIK DARI KITOSAN DAN SELULOSA AMPAS TEBU (Saccharum officinarum L.) Meilisa Pratiwi; M. Hasan; Ratu Fazlia Inda Rahmayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian tentang pembuatan film bioplastik dari kitosan dan selulosa ampas tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi kitosan dan selulosa ampas tebu terhadap daya serap pelarut (liofobisitas) dan sifak mekanik. Selulosa ampas tebu didapatkan dengan mendelignifikasi ampas tebu menggunakan metode organosolv. Film bioplastik dibuat dengan cara blending, yakni mencampurkan kitosan dengan selulosa ampas tebu dengan variasi perbandingan 0/100, 25/75, 50/50, dan 25/75. Produk bioplastik diuji dengan uji liofobisitas, uji kadar air, dan uji mekanik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selulosa yang dihasilkan dari proses delignifikasi sebanyak 7,85% (0,4 gram dari 5 gram ampas tebu). Bioplastik yang dihasilkan dari tiap-tiap varian yang memiliki ketahanan paling baik terhadap pelarut air, etanol, HCl, dan NaOH adalah variasi dengan perbandingan kitosan dan selulosa 50:50. produk bioplastik yang memiliki kadar air yang paling sedikit yakni pada bioplastik dengan perbandingan kitosan dan selulosa ampas tebu 25 : 75. Sifat mekanik sampel bioplastik semakin menurun seiring dengan bertambahnya komposisi selulosa dan menurunnya komposisi kitosan. Kuat tarik terbesar terdapat pada sampel bioplastik dengan perbandingan kitosan dan selulosa ampas tebu 100 : 0 yakni 8,161 Mpa, sedangkan kuat tarik terendah terdapat pada sampel bioplastik dengan perbandingan kitosan dan selulosa 25 : 75 yakni 0,017. Modulus Young (elastisitas) berbanding lurus dengan kuat tarik, semakin besar nilai kuat tarik, maka semakin elastis bioplastik tersebut.Kata kunci: bioplastik, selulosa, kitosanAbstractThere has been research on the making of bioplastic film from chitosan and cellulose of bagasse. This study aims to determine the effect of chitosan and cellulose composition of bagasse on solvent absorption (lyophobicity) and mechanical properties. Cellulose bagasse was obtained by delignifying the bagasse using organosolv method. Bioplastic film made by blending method, that mixing chitosan with cellulose bagasse with variation ratio 0/100, 25/75, 50/50, and 25/75. Bioplastic products were tested using lyophobicity tests, moisture test, and mechanical tests. The results showed that the cellulose produced from the delignification process was 7.85% (0.4 grams of 5 grams of bagasse). The bioplastics produced from each variant having the best resistance to water solvents, ethanol, HCl, and NaOH are variations in the ratio of chitosan and 50:50 cellulose. The bioplastic product having the least moisture content in bioplastic with the ratio of chitosan and cellulose of bagasse 25: 75. The mechanical properties of bioplastic samples decreased with increasing of cellulose composition and decreasing of chitosan composition. The largest tensile strength was found in bioplastic samples with chitosan ratio and 100: 0 bagasse cellulose ie 8.161 MPa, while the lowest tensile strength was found in bioplastic samples with chitosan and cellulose 25: 75 ratio of 0.017. Young's modulus (elasticity) is directly proportional to tensile strength, the greater the value of tensile strength, the more elastic the bioplastic is.Keywords: bioplastic, cellulose, chitosan
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) dengan Menggunakan Media KOKAMI Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Perkembangan Model Atom Kelas X MIA 4 SMA Negeri 9 Banda Aceh Ayu Mauliana; . Rusman; Ratu Fazlia Inda Rahmayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian tentang penerapan pembelajaran tipe Teams Games Tournament (TGT) menggunakan media KOKAMI di SMA Negeri 9 Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media belajar terhadap hasil belajar, aktivitas, tanggapan siswa dan guru. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 4 SMA Negeri 9 Banda Aceh yang berjumlah 31 siswa terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Hasil penelitian diperoleh bahwa hasil belajar siswa meningkat dari 51,72% menjadi 82,76%. Aktivitas siswa meningkat dari 71,75% menjadi 91,25% dalam kategori sangat baik. Siswa yang memberi tanggapan positif terhadap pembelajaran dengan menggunakan media KOKAMI ada 78,16% termasuk kategori baik, sedangkan persentase tanggapan guru diperoleh sebesar 85,42% termasuk kategori baik sekali. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model TGT menggunakan media KOKAMI mampu meningkatkan hasil belajar siswa sehingga dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran kimia pada materi perkembangan model atom.Kata Kunci : kooperatif,TGT, KOKAMI, media, hasil belajar, perkembangan model atomAbstract :Research has been carried on the type of Application of Teams Games Tournament (TGT) By Using KOKAMI Media in SMAN 9 Banda Aceh". The purpose of this study was to determine learning outcomes, activities, students and teachers responses. This study used a qualitative approach with descriptive research. Subjects in this study were students of class X MIA 4 SMA Negeri 9 Banda Aceh namely 31 students consisting of 18 male students and 13 female students. The results obtained that the learning outcomes of students increased from 51.72% to 82.76%. Activities of students also improved from 71,75% to 91,25% in the excellent category. Students gave positive responses towards learning by using KOKAMI media amounted to 78.16% included good category, while the percentage of teachers responses was obtained 85.42% includedexcellent category. Mastery learning students in the classical style of the realm of knowledge gained 86.20%. The results of this study, it can be concluded that the application of TGT model by using KOKAMI media can improve student learning outcomes and it can be used by teachers in teaching chemistry at the development of the atomic model.Keywords: TGT, KOKAMI, media, learning outcomes, the development of the atomic model
Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Laju Reaksi Di Kelas XI SMA Unggul Negeri 2 Boarding School Banda Aceh. Anggi Destiana; Ibnu Khaldun; Ratu Fazlia Inda Rahmayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 2 (2017): May 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang penerapan model pembelajaran Quantum Teaching pada materi laju reaksi di kelas XI SMA Unggul Negeri 2 Boarding School Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi laju reaksi. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitan Quasi-eksperimen one grup postest pretest design tanpa menggunakan kelas kontrol. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI-MIA 3 dengan jumlah siswa sebanyak 19 orang, 8 orang siswa laki-laki dan 11 orang siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes, Kuesioner angket dan observasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu berupa soal tes pretest dan posttest serta lembar observasi aktivitas siswa dan angket tanggapan siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar kelompok rendah, sedang dan tinggi dengan nilai N-gain sebesar 83,7%, 77,5% dan 74,8% termasuk katagori baik. Nilai thitung yang didapatkan dari katagori kelompok rendah, sedang dan tinggi adalah 19,94, 10,63 dan 6,45 dengan nilai ttabel 2,110 maka peningkatan terjadi secara signifikan. Namun ketuntasan klasikal yang diperoleh sebesar 57,8% termasuk katagori cukup. Persentase penilaian aktivitas siswa secara klasikal selama 3 kali pertemuan berturut turut adalah 65,86%, 87,5% dan 86,05%. Tanggapan positif siswa terhadap pembelajaran dengan menggunkaan model pembelajaran Quantum Teaching sebesar 79,5% termasuk kedalam katagori baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching pada materi laju reaksi di SMA Unggul Negeri 2 Boarding School Banda Aceh dapat meningkatkan hasil belajar siswa, meningkatkan aktivitas siswa dan adanya tanggapan positif dari siswa.Kata Kunci: Quantum Teaching, Hasil Belajar, Laju ReaksiABSTRACTA research has been conducted about the application of Quantum Teaching learning model on the topic of reaction rate in class XI SMA Negeri 2 Unggul Boarding School in Banda Aceh. The purpose of this study is to improve student learning outcomes in the topic of rate reaction. This research was conducted by using a quantitative approach in the type of research Quasi-experimental one-group pretest posttest design without using the control class. Subjects in this study were 19 students of class XI-MIA 3 namely 8 male students and 11 female students. Data were collected by contributing the test, questionnaire itmes and observation sheets. The research instruments of study were the form of pretest and posttest tests and students' activities observation sheet and questionnaire responses of students. The results of study showed that there was an increase learning outcomes of low, medium and high values of N-gain namely 83.7%, 77.5% and 74.8%, these included as good category. T-count obtained from the low, medium and high category were 19.94, 10.63 and 6.45 to the value of 2,110 t-table, then there will be significant improvement. But the classical completeness obtained for 57.8% excluding the category enough. The percentage of students in the classical assessment activities for 3 consecutive meetings were 65.86%, 87.5% and 86.05%. The positive responses of students towards learning by applying the Quantum teaching learning model was 79.5% that was included as good category. Based on the results of this study, it can be concluded that learning process by using the Quantum teaching learning model in teaching and learning process in the topic of reaction rate at SMA Negeri 2 Unggul Boarding School can improve students learning outcomes and increase the activities of students and there were several positive feedbacks from students.Keywords: Quantum Teaching, Learning Outcomes, Reaction rate
Identifikasi Kesulitan Siswa dalam Memahami Materi Termokimia dengan Menggunakan Three-Tier Multiple Choice Diagnostic Instrument di Kelas XI MIA 5 MAN MODEL Banda Aceh . Aswita; . Rusman; Ratu Fazlia Inda Rahmayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2017): Program Studi Pendidikan Kimia
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa menggunakan three-tier multiple choice dan penyebab kesulitan siswa pada materi termokimia. Penelitian dilakukan di MAN Model Banda Aceh menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA 5 yang berjumlah 17 siswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling. Pengumpulan data diperoleh dengan tes three-tier multiple choice yang terdiri dari 12 soal dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase kemampuan siswa pada materi termokimia adalah 9,79% yang paham konsep, 24,50% tidak paham konsep, 63,72% mengalami miskonsepsi, dan 1,96% error. Berdasarkan kriteria pendeskripsian tingkat pemahaman konsep siswa, persentase yang diperoleh berada dibawah 30%-45% dengan kategori gagal. Hasil analisis data menunjukkan siswa kurang memahami pada persamaan termokimia dan konsep mol. Faktor penyebab kesulitan siswa antara lain siswa kurang mampu dalam menyimpan informasi secara luas, kurang fokus pada saat guru menjelaskan, sulit dalam memahami materi yang bersifat algoritmik, membutuhkan alat bantu untuk berhitung, dan kurangnya fasilitas laboratorium menyebabkan siswa gagal mendapatkan hasil yang akurat.Kata kunci : kesulitan, termokimia, three-tier multiple choice.AbstractThe objectives of study were to understand level of students understanding by using three-tier multiple choice and cause of students adversity in learning of thermochemistry. The study was conducted in MAN Model Banda Aceh by model of descriptive research with a qualitative approach. Subject of study was 17 students of class XI MIA 5. Then, technique of sampling was purposive sampling. Data were collected by using test of three-tier multiple choice which is consist of 12 questions and interview. The study indicated that the average percentages of students understanding were 9.79% of understand the conception, 24.50% of wrong conception, 63.72% of misconception and 1.90 of error. According to the description of level of understanding, the percentage was under of 30%-45% with a category of failure. Consequently, the analysis of data exhibited that the students have lack of understanding in learning of thermochemistry and mole concept. The students adversity was caused by lack of memorize in order to keep huge information, bad focus when the teacher teach, difficult to understand the algorithmic materials, require the counting-tools, and lack of laboratory facilities.Keyword: adversity, thermochemistry, three-tier multiple choice.
PENGEMBANGAN PENUNTUN PRAKTIKUM KIMIA DASAR II BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI REAKSI REDOKS DAN ELEKTROKIMIA Nurmasyittah Irmi; . Adlim; Ratu Fazlia Inda Rahmayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2017): Program Studi Pendidikan Kimia
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian untuk mengembangkan penuntun praktikum berbasis inkuiri terbimbing sebagai alternatif pedoman kegiatan praktikum Kimia Dasar II bagi mahasiswa Pendidikan Kimia. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Research and Development (RD) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Pada tahap analysis dilakukan analisis kebutuhan terhadap penuntun praktikum berbasis inkuiri terbimbing. Tahap desain dan development dilakukan proses perancangan dan pengembangan produk penuntun praktikum berbasis inkuiri terbimbing yang kemudian divalidasi oleh 2 validator ahli. Hasil validasi produk penuntun praktikum yang dikembangkan diinterpretasikan sebagai katagori valid dan layak digunakan tanpa revisi dengan persentase 82,78%. Tahapan implementation dilakukan uji coba terhadap produk yang dikembangkan. Pada tahap akhir evaluation dilakukan penilaian terhadap produk yang dikembangkan dengan angket tanggapan dosen, asisten serta mahasiswa praktikan. Hasil penilaian angket respon dosen, asisten, dan mahasiswa praktikan dikatagorikan baik dengan persentase masing-masing 84,28%, 86,43% dan 87,14%.Kata kunci : penuntun praktikum, Kimia Dasar, inkuiri terbimbing.AbstractHas done a research appropriate for developing guided inquiry laboratory manual as an alternative manual for practical General Chemistry II to Chemistry Education college students. The design for study was Research and Development (RD) with ADDIE (which stands for Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) type. Analysis necessity for guided inquiry laboratory manual was conducted in the analysis stage. In the design and development stages, designing and developing a product which is a guided inquiry laboratory manual was made and then validated by 2 proficient validators. Validation result was valid and suitable to use without revise with average positive share 82,78%. In the implementation stage, trial run for product made was held. Evaluation an end stage of ADDIE is used for evaluating product made using questionnaires given to instructors, laboratory assistants and college student. Questionnaires which has been done answer by instructors, laboratory assistants and college student showed positive results with each percentage 84,28%, 86,43% and 87,14%.Keywords: laboratory manual, General Chemistry, guided inqury.
PENGEMBANGAN MEDIA KARTU KUARTET PADA MATERI ASAM BASA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 6 BANDA ACEH Intan puspita sari; Sri adelila Sari; Ratu Fazlia Inda Rahmayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2017): Program Studi Pendidikan Kimia
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media kartu kuartet pada materi Asam Basa untuk meningkatkan motivasi dan aktivitas belajar siswa kelas VII di SMPN 6 Banda Aceh. Media kartu kuartet dikembangkan dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) yang memiliki 5 tahap perlakuan yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Tahap analisis dilakukan berdasarkan angket analisis kebutuhan yang dibagikan kepada siswa sebelum melakukan penelitian. Dalam tahap desain, produk yang dihasilkan berupa media yaitu kartu kuartet tentang materi asam basa yang direvisi sebanyak 2 kali. Pada tahap pengembangan kartu yang sudah di desain kemudian dikembangkan lagi sesuai saran dosen pembimbing seperti warna, tulisan dan gambar. Dari masing-masing komponen didapatkan rata-rata persentase keseluruhan kelayakan untuk semua aspek sebesar 98,8%, yang menunjukkan sangat layak untuk digunakan berdasarkan kriteria penilaian. Pada tahapan implementasi dilakukannya validasi oleh validator ahli, dilakukannya uji coba untuk melihat kelayakan media yang telah dikembangkan. Tahap akhir adalah tahap evaluasi yaitu proses yang dilakukan untuk memberikan nilai terhadap program pembelajaran. Siswa memberikan respon positif terhadap media yang dikembangkan yaitu 94,20% dan 5,80% jawaban negatif dengan kategori sangat baik, hasil jawaban angket respon guru dengan persentase jawaban positif sebesar 100%. Aktivitas siswa setelah penggunaan media kartu kuartet sangat baik dengan rata-rata persentase 92,41% dan hasil skor penilaian motivasi siswa terhadap media kartu kuartet dengan rata-rata persentase sebesar 85,71% dengan kategori sangat baik. Jadi dapat disimpulkan bahwa media kartu kuartet pada materi asam basa sangat layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran.Kata kunci : Kartu Kuartet, Asam Basa, Motivasi Aktivitas.AbstractThe objective of study was to develop media of quartet card in learning of acid and base in order to improve motivation and students learning activities in class of VII in SMPN 6 Banda Aceh. Media of quartet card was developed by using model of ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation) and it has 5 stages which were analysis, design, development, implementation and evaluation. The step of analysis was conducted by collecting questionnaire in order to understand the needs before doing the study. Then, the step of design was implemented by doing twice correction. Furthermore, the quartet card was developed by considering the advices of supervisor which is consist of colour, lettering and pictures. For all steps, it can be indicated that the percentage of appropriateness was 98.8% which covers all aspects. The step of implementation was started by doing of validation to the media of quartet card and trying in order to know the worthiness of media. The last of steps was evaluation which was conducted to evaluate the learning process. The students gave responses which were 94.20% of positive response and 5.80% of negative response. Then, responses of teachers were collected by doing of questionnaire which was 100% of positive responses. Besides that, students activities have been improved after using media of quartet card with a percentage of 92.41%. The improvement was not only to the activities, but also to the motivation with a percentage of 85.71% by category of very good. So it could be concluded that the media card quartet on acid base material is very feasible for use as a medium of learning.Keywords: Quartet Card, Acid and Base, Motivation Activities.