Mohd. Harun
Jurusan PBI FKIP Unsyiah

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL TANAH SURGA MERAH KARYA ARAFAT NUR Yulis Indah Pertiwi; Mohd. Harun; Herman R Herman R
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 3 (2018): JIM PBSI Vol. 3 No. 3 Juli 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kritik sosial dalam novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur; (2) mendeskripsikan bentuk penyampaian kritik sosial dalam novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik kajian pustaka Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur terdapat sepuluh jenis kritik sosial, yaitu: (1) kritik sosial masalah moral, (2) kritik sosial masalah politik, (3) kritik sosial masalah pendidikan, (4) kritik sosial masalah seks di luar nikah, (5) kritik sosial masalah kekerasan, (6) kritik sosial masalah ekonomi, (7) kritik sosial masalah agama, (8) kritik sosial masalah narkoba, (9) kritik sosial masalah gender, dan (10) kritik sosial masalah teknologi. Bentuk penyampaian kritik sosial dalam novel Tanah Surga Merah dilakukan pengarang dengan teknik langsung dan tidak langsung.Kata kunci: kritik sosial, sosial masyarakat, tanah surga merah. ABSTRACT This study aims to (1) describe social criticism in the novel titled Tanah Surga Merah by Arafat Nur; (2) describes the form of social criticism submission in Arafat Nur's novel Tanah Surga Merah. The method used in this research is descriptive qualitative method with the approach of sociology of literature. Data collection in this study using literature review techniques. Data analysis conducted in this study form qualitative descriptive. The results of the research show that in the novel titled Tanah Surga Merah by Arafat Nur has ten types of social criticism, they are: (1) social criticism of moral issues, (2) social criticism of political issues, (3) social criticism of educational issues, (4) social criticism of extramarital sex,       (5) social criticism of violence, (6) social criticism of economic issues , (7) social criticism of religious matters, (8) social criticism of drug problems, (9) social criticism of gender issues, and (10) social criticism of technological issues. The form of social criticism in the novel titled Tanah Surga Merah is done by the author with direct and indirect techniques.Keywords: social criticism, social community, tanah surga merah
ANALISIS BAHASA FIGURATIF PADA NOVEL BULAN KERTAS KARYA ARAFAT NUR Firdaus Anianur; Mohd. Harun; Rostina Taib
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 4 (2018): JIM PBSI Oktober 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bahasa figuratif yang terdapat dalam novel Bulan Kertas karya Arafat Nur dengan menggunakan pendekatan kualitatif.Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif analisis yang mengambil data dalam novel Bulan Kertas karya Arafat Nur.Teknik pengumpulan data yang dilakukan menggunakan teknik dokumentasi, data dianalisis melalui empat tahap, yaitu (1) identifikasi, (2) klasifikasi, (3) analisis dan (4) deskripsi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua jenis bahasa figuratif dalam novel Bulan Kertas karya Arafat.Pertama,bahasa figuratif yang didapat berupa kiasan dan pelambangan. Kiasan yang diperoleh meliputi metafora, perbandingan, personifikasi, hiperbola, sinekdoce, alusi, sinisme, satire, dan sarkasme. Adapun pelambangan yang didapatkan yaitu lambang benda, lambang waktu, dan lambang suasana. Kedua, kiasan yang paling banyak ditemukan ialah kiasan personifikasi sebanyak 43 data, sedangkan kiasan yang paling sedikit digunakan ialah sinekdoce dan sinisme dengan jumlah masing-masing 2 data. Ketiga, pelambangan yang paling banyak digunakan dalam novel Bulan Kertas karya Arafat Nur ialah lambang suasana sebanyak 24 data, sedangkan pelambangan yang paling sedikit digunakan ialah lambang benda dan lambang waktu dengan jumlah  masing-masing 1 data. Keempat, penggunaan bahasa figuratif dalam novel Bulan Kertas karya Arafat Nur berfungsi sebagai penjelas informasi dari ucapan maupun narasi dari novel dan sebagai penjelas gambaran situasi yang dirasakan oleh tiap tokoh yang ada dalam novel tersebut.Kata kunci: bahasa figuratif, Bulan Kertas ABSTRACT This study aims to describe the figurative language contained in Arafat Nur's novel Bulan Kertas by using a qualitative approach. The type of research conducted is descriptive analysis that takes data in novel Bulan Kertas by Arafat Nur. Data collection techniques performed using documentation techniques, data are analyzed through four stages, namely (1) identification, (2) classification, (3) analysis and (4) description. The results of this study indicate that there are two types of figurative language in Arafat's novel Bulan Kertas. First, the figurative language obtained in the form of figures and symbols. The acquired metaphors include metaphors, comparisons, personifications, hyperbole, sinekdoce, allusions, cynicism, satire, and sarcasm. The mining obtained is the object symbol, the symbol of time, and the symbol of the atmosphere. Secondly, the most widely used metaphor is a personification of 43 pieces of data, whereas the least used figure is sinekdoce and cynicism with each number of 2 data. Thirdly, the most widely used mining in Arafat Nur's novel of Bulan Kertas is the symbol of the atmosphere of 24 data, while the least used mining is the symbol of objects and time symbols with the number of each 1 data. Fourth, the use of figurative language in Arafat Nur's Month of Paper magazine serves as an explanation of the information from the speech and narrative of the novel and as a description of the situation perceived by each character in the novel.Keywords:figurative language, Bulan Kertas
ANALISIS GAYA BAHASA PERBANDINGAN DALAM HIKAYAT IBRAHIM HASAN KARYA NURMAN SYAMHAS Dinda Deswita; Mohd. Harun; Subhayni Subhayni
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 3 (2018): JIM PBSI Vol. 3 No. 3 Juli 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis gaya bahasa perbandingan yang terdapat di dalam hikayat Ibrahim Hasan karya Nurman Syamhas  dan mendeskripsikan gaya bahasa perbandingan  yang paling dominan muncul di dalam hikayat Ibrahim Hasan karya Nurman Syamhas. Sumber data dalam penelitian ini adalah hikayat Ibrahim Hasan karya Nurman Syamhas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Hasil analisis yang telah didapatkan dalam hikayat Ibrahim Hasan karya Nurman Syamhas dalam gaya bahasa perbandingan,yaitujenis gaya bahasa perbandingan yang berbentuk metafora, ironi, antonomasia, alegori, parabel, fabel, personifikasi. Gaya bahasa perbandingan yang paling dominan muncul dalam hikayat tersebut adalah gaya bahasa metafora.Kata kunci: hikayat, gaya bahasa perbandingan, ibrahim hasan. ABSTRACT The study is entitled "Comparative Language Style in the saga of Ibrahim Hasan by Nurman Syamhas". The formulation of this research problem is (1) what kind of comparative language style is contained in the story of Ibrahim Hasan by Nurman Syamhas? and (2) what is the most dominant language style in the story of Ibrahim Hasan by Nurman Syamhas? The aims of this study are (1) to describe the types of comparative language styles contained in the Ibrahim Hasan saga by Nurman Syamhas and (2) to describe the most dominant type of comparative language in the story of Ibrahim Hasan by Nurman  Syamhas. The method used in this research is qualitative descriptive method. The result of analysis that has been obtained in the story of Ibrahim Hasan by Nurman  Syamhas of comparative language style,. Types of comparative language styles and the number of types of comparative language styles are, metaphorical, irony, antonomasia, allegory, parables, fable, and personification. The most dominant language style comparison that appears in the saga is the style of the metaphorical language.Keywords: comparative language style, saga, ibrahim hasan.
ANALISIS TOKOH DAN PENOKOHAN DALAM NOVEL BULAN KERTAS KARYA ARAFAT NUR Andre Andre; Mohd. Harun; Saadiah Saadiah
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 3 (2018): JIM PBSI Vol. 3 No. 3 Juli 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji tentang tokoh dan penokohan dalam Novel Bulan Kertas karya Arafat Nur. Ruang lingkup penelitian ini meliputi unsur tokoh dan penokohan. Penelitian bertujuan mendeskripsikan jenis-jenis tokoh dan teknik-teknik penokohan yang terdapat dalam Novel Bulan Kertas karya Arafat Nur. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik kepustakaan. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat berbagai jenis tokoh dan beragam teknik penokohan yang digunakan Arafat Nur dalam novel ini. (1) Tokoh utama dalam novel ini ada dua, yaitu Rafa dan Naya. (2) Tokoh tambahan dalam novel initerdapat empat belas tokoh, yaitu Kanafi, Askan, Fadil, Ayah Rafa, Ayah Naya, Ibu Rafa, Ibu Naya, Nadira, Nafil, Teungku Farhat, Afdal, Sarah, Bu Aini, dan Tetangga Naya. (3) Tokoh protagonis ada tujuh, yaitu Rafa, Naya, Kanafi, Ayah Rafa, Ayah Naya, Ibu Rafa, dan Ibu Naya. (4) Tokoh antagonis ada dua, yaitu Askan dan Fadil. (5) Tokoh bulat ada tiga, yaitu Rafa, Naya, dan Kanafi. (6) Tokoh sederhana terdapat tiga belas, yaitu Askan, Fadil, Ayah Rafa, Ayah Naya, Ibu Rafa, Ibu Naya, Nadira, Nafil, Teungku Farhat, Afdal, Sarah, Bu Aini, dan Tetangga Naya. (7) Tokoh berkembang ada tiga, yaitu Rafa, Naya, dan Kanafi. (8) Tokoh statis tidak ditemukan dalam novel ini. (9) Tokoh netral ada dua, yaitu Naya dan Kanafi. (10) Tokoh tipikal ada dua, yaitu Teungku Farhat dan Bu Aini. Penokohan yang digunakan Arafat Nur dalam Novel Bulan Kertas ada dua teknik, yaitu teknik langsung dan teknik tidak langsung. Teknik langsung terdapat 11 kutipan sedangkan teknik tidak langsung ditemukan 246 kutipan yang menunjukkan teknik tidak langsung sangat dominan digunakan dalam novel ini.Kata kunci: tokoh, penokohan, dan novel. ABSTRACT This study examines the character and characterization in the Novel Bulan Kertas by Arafat Nur. The scope of this research includes elements of character and characterization. The study aims to describe the types of figures and characterization techniques contained in the Novel Bulan Kertas by Arafat Nur. The technique used in this research is literature technique. Technique of data analysis used in this research is content analysis technique. The results of this study indicate that there are various types of characters and various characterizations techniques used by Arafat Nur in this novel. (1) The main characters in this novel are two, namely Rafa and Naya. (2) Additional characters in the novel are fourteen characters, namely Kanafi, Askan, Fadil, Ayah Rafa, Ayah Naya, Ibu Rafa, Ibu Naya, Nadira, Nafil, Teungku Farhat, Afdal, Sarah, Bu Aini, and Tetangga Naya. (3) The protagonist is seven, Rafa, Naya, Kanafi, Ayah Rafa, Ayah Naya, Ibu Rafa, and Ibu Naya. (4) The character of the antagonist there are two, namely Askan and Fadil. (5) There are three round figures, namely Rafa, Naya, and Kanafi. (6) Simple figures are thirteen, namely Askan, Fadil, Ayah Rafa, Ayah Naya, Ibu Rafa, Ibu Naya, Nadira, Nafil, Teungku Farhat, Afdal, Sarah, Bu Aini, and Tetangga Naya. (7) Developing figures have three, namely Rafa, Naya, and Kanafi. (8) Static characters are not found in this novel. (9) Neutral figures are two, namely Naya and Kanafi. (10) Typical figures are two, namely Teungku Farhat and Bu Aini. Characterization used Arafat Nur in Novel Bulan Kertas there are two techniques, namely direct techniques and indirect techniques. Direct technique there are 11 citations whereas indirect techniques found 246 excerpts indicating indirect techniques are very dominant used in this novel.Keywords: character, characterization, and novel.
ANALISIS STRUKTUR LAHIR DAN FUNGSI PUISI LISAN PADA TRADISI MANOE PUCÔK Nurul Indaty; Mohd. Harun; Subhayni Subhayni
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 3 (2018): JIM PBSI Vol. 3 No. 3 Juli 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan struktur lahir yang terdapat dalam puisi lisan pada tradisi Manoe Pucôk;(2) mendeskripsikan fungsi puisi lisan pada tradisi Manoe Pucôk. Rumusan masalah penelitian ini, yaitu (1) struktur lahir yang terdapat dalam puisi lisan pada tradisi Manoe Pucôk, dan (2) fungsi apa saja yang terdapat dalam puisi lisan pada tradisi Manoe Pucôk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah tiga orang céh grup peumanoe pucôk. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik rekam. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam puisi lisan pada tradisi Manoe Pucôk terdapat struktur lahir, yaitu (1) diksiyang digunakan adalah perbendaharaan kosakata kategori being, cosmos, energy, terrestrial, object, living, animate, dan human, (2) pengimajianyang digunakan adalah imaji penglihatan, imaji pendengaran, dan imaji perasaan, (3) kata konkret, (4) gaya bahasa yang digunakan adalah gaya bahasa paralelisme, simile, metafora, metonimia, personifikasi, dan hiperbola, (5) versifikasi, yaitu rima dan ritma, dan (6) tipografi yang digunakan adalah tipografi jenis konvensional; serta fungsi yang terdapat adalah (1) fungsi rekreatif dan (2) fungsi sejarah.Kata kunci: puisi lisan, struktur puisi lisan, fungsi puisi lisan, Manoe Pucôk. ABSTRACK This research aims to (1) describe external structure of spoken poetry inManoe Pucôk tradition; (2) describe the function of spoken poetry Manoe Pucôk tradition. The formulation of the problem in this research are (1) external structure of spoken poetry in Manoe Pucôk tradition and (2)any function contained in spoken poetry in the Manoe Pucôk tradition. The method used in this research is descriptive qualitative method with the approach of qualitative. The data source of this research is three cèh of peumanoe pucôk group.Data collection in this research using recording technique. Data analysis conducted in this research is descriptive qualitative. The results show that in spoken poetry in Manoe Pucôktradition there is an external structure, that are (1) The diction used is the vocabulary of the being, cosmos, energy, terrestrial, object, living, animate, and humancategories, (2) the research used are visual imagery, auditory imagery, and imagery of feelings, (3) concrete words, (4) style of language used is the style of language parallelism, simile, metaphorical, metonimia, personifikasi, and hiperbola, (5) versification, that are rhyme and rhythm, (6) typography used is typography of conventional type; and functions are (1) recreational functions and (2) historical functions.Keywords: spoken poetry, spoken poetry structure, spoken poetry function, Manoe Pucôk
ANALISIS UNSUR CINTA DALAM PERSPEKTIF ISLAM PADA NOVEL SURGA YANG TAK DIRINDUKAN KARYA ASMA NADIA Nisrina Zahara; Mohd. Harun; Denni Iskandar
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 12, No 1 (2018): Jurnal Bahasa dan Sastra, Januari 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.105 KB)

Abstract

UNSUR SEJARAH DAN BUDAYA DALAM NOVEL KURA KURA BERJANGGUT KARYA AZHARI AIYUB Suci Trimafika; Mohd. Harun; Herman Herman
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 13, No 2 (2019): Jurnal Bahasa dan Sastra, Juli 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.255 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan unsur sejarah dan budaya yang terdapat dalam novel Kura-kura Berjanggut karya Azhari Aiyub. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Analisis data menggunakan metode hermeneutik dengan pendekatan new historicsm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Kura-kura Berjanggut terdapat unsur sejarah what (apa) sebagai wujud peristiwa, who (siapa) sebagai tokoh, when (kapan) sebagai latar waktu terjadinya, why (mengapa) sebagai sebab terjadinya, where (di mana) sebagai lokasi terjadinya dan how (bagaimana) sebagai proses terjadinya peristiwa sejarah. Adapun unsur budaya yang ditemukan dalam penelitian ini adalah sistem ekonomi, sistem pengetahuan, sistem teknologi, sistem bahasa, sistem sosial, sistem agama, dan seni. Hasil penelitian tersebut disandingkan dengan unsur sejarah dan budaya dalam buku-buku sejarah. Dengan demikian diketahui bahwa novel Kura-kura Berjanggut karya Azhari Aiyub sarat dengan unsur-unsur sejarah dan budaya Aceh. Adapun hal-hal tersebut dikemas secara menarik melalui imajinasi penulis.Kata kunci: unsur sejarah dan budaya, new historicsm ABSTRACT  The purpose of this research is to describe the historical and cultural elements found in the novel Kura-kura Berjanggut by Azhari Aiyub. This type of research is qualitative descriptive. The data collection technique used is documentation. The data analyzed by hermeneutic method with the new historicsm approach. The results of the research show that in Kura-kura Berjanggut by Azhari Aiyub there is a historical and cultural element. Those are what as the event, who as the character, when as the background of the occurrence, why as the cause, where as location of occurrence and how as the process of occurrence of historical events. The cultural elements found are economic systems, knowledge systems, technological systems, language systems, social systems, religious systems, and arts. The results of these research are juxtaposed with historical and cultural elements in history books. Finally this research found that the novel Kura-kura Berjanggut by Azhari Aiyub is full of historical and cultural elements. Therefore, that things packed insterestingly by the author imagination.Keywords: Historical and cultural element, new historicsm