Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KELAYAKAN LEMBAR KEGIATAN SISWA BERBASIS PENEMUAN TERBIMBING PADA MATERI SISTEM EKSKRESI MANUSIA KELAS XI SMA SITI NURKHOLISOH
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Materi sistem ekskresi adalah salah satu materi biologi yang sulit yang berisi berisi konsep-konsep abstrak dan konkrit. Materi sistem ekskresi memuat sebagian materi yang sulit untuk diindra secara langsung sehingga perlu difasilitasi dengan menggunakan LKS penemuan terbimbing. Penemuan terbimbing merupakan salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk membantu siswa dalam memahami konsep .Tujuan pada penelitian ini untuk menghasilkan LKS yang valid, praktis, dan efektif serta mendeskripsikannya. Metode penelitian ini menggunakan model 4-D yang terdiri dari empat tahap, namun tahap disseminate tidak dilakukan. Uji coba terbatas dilakukan pada 16 siswa kelas XI MIA SMA Negeri 1 Wonoayu Sidoarjo. Hasil penelitian ini menunjukkan validitas LKS adalah valid dengan skor rata-rata 3,90, skor persentase rata-rata kepraktisan LKS 1 adalah 95,45% dan LKS 2 adalah 96,15%, dan keefektifan LKS menunjukkan persentase skor hasil belajar siswa sebesar 100% dan respons siswa sebesar 96,48%. Berdasarkan penelitian tersebut LKS berbasis penemuan terbimbing dinyatakan layak berdasarkan validitas, kepraktisan, dan keefektifan LKS, sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran biologi. Kata Kunci: LKS, penemuan terbimbing, sistem ekskresi.
Mewujudkan Relasi Suami Istri Yang Berkeadilan Gender : Kritik Forum Kajian Kitab Kuning Terhadap 'Uqud Al-Lujjayn Siti Nurkholisoh
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 01 (2025): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v2i01.8591

Abstract

Kesetaraan gender dalam pernikahan adalah elemen penting dalam menciptakan hubungan harmonis dan berkeadilan. Penelitian ini mengeksplorasi konsep keadilan gender dalam konteks hubungan suami istri berdasarkan kitab 'Uqud al-Lujjayn karya Syekh Nawawi al-Bantani dan kritik yang diajukan oleh Forum Kajian Kitab Kuning (FK3). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis norma-norma gender dalam teks tersebut yang dikritik oleh Kajian Kitab Kuning mengenai pembaruan pandangan tentang peran gender. Metode yang digunakan adalah analisis konten melalui studi pustaka, dengan pendekatan kualitatif-deskriptif untuk mengeksplorasi argumen-argumen dari kedua sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun 'Uqud al-Lujjayn memberikan panduan berharga tentang hak dan kewajiban suami-istri, beberapa isi kitab cenderung membatasi peran perempuan. FK3 menyoroti perlunya reinterpretasi ajaran-ajaran klasik untuk mencapai kesetaraan gender yang lebih baik. Dengan memperkuat kesadaran akan hak-hak gender dan dialog terbuka, diharapkan tercipta lingkungan yang inklusif dan adil dalam masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman gender dalam Islam harus melampaui pembagian tugas dan menghargai kesetaraan, demi menciptakan keluarga yang aman dan sejahtera bagi semua individu
Ziyadah and Hadzf: The Dynamics of Addition and Omission in Philological Studies Siti Nurkholisoh; M. Hadi Masruri
HISTORICAL: Journal of History and Social Sciences Vol. 4 No. 4 (2025): History and Cultural Innovation
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/historical.v4i4.221

Abstract

This study examines the phenomena of ziyadah (addition) and hadzf (omission) in classical Arabic manuscripts, which are central elements in understanding the dynamics of texts. In the historical context of copying, this phenomenon is not only related to writing techniques, but also reflects the cultural and social conditions in which the text was written. The purpose of this study is to emphasize the importance of the study of ziyadah and hadzf in understanding the changing meaning and context of the text. The method used is a descriptive qualitative approach with text analysis, which includes the collection of data from classical texts and philological literature, as well as concrete analysis of examples of ziyadah and hadzf. The results of the study show that the addition and omission of elements in texts can affect the interpretation and public acceptance of these works. In addition, this study underscores the need for a critical methodology in analyzing and documenting text changes in order to maintain the integrity and authenticity of classical manuscripts. Thus, a deeper understanding of ziyadah and hadzf can enrich the study of the literature and history of the Arab world, as well as provide a more comprehensive insight into the influence of classical texts on the development of culture and thought in the Islamic world.
PENINGKATAN KESADARAN PENDIDIKAN FORMAL BAGI GENERASI MUDA DI KAMPUNG NANGELA DESA PABANGBON KECAMATAN LEUWILIANG KABUPATEN BOGOR E. Madyunus; Ahmad Faqihudin; Apid Hapidudin; Ahmad Faiz; Aprilliani Wijaya; Muhammad Andri; Muhammad Faiz; Muhammad Ikbal Maulana; Muhammad Jendi; Nyai Kulsum; Ririz Khoerul; Selvi Soviana; Siti Nurkholisoh
TAZKIYAH Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Lintas Kajian
Publisher : STAI AL-AULIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana masyarakat Kp. Nangela Desa Pabangbon tentang pentingnya pendidikan formal. Dari hasil analisis data bahwa: 1) penyebab rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pendidikan di Kampung Nangela Desa Pabangbon Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor, dan faktor apakah yang mempengaruhi kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan di Kampung Nangela Desa Pabangbon Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Adapun pemilihan informan pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria anak yang menerima bantuan pendidikan gratis, dan orang tua anak yang menerima pendidikan gratis di Kampung Nangela Desa Pabangbon Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui tiga tahap yaitu reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data yaitu member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) penyebab rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pendidikan di Kampung Nangela Desa Pabangbon Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor adalah kurangnya pemahaman akan pendidikan, rendahnya tingkat pendidikan orangtua dan kurangnya minat belajar pada anak. 2) Faktor yang mempengaruhi kurangnya kesadaran seseorang akan pentingnya pendidikan yakni, faktor kesadaran anak itu sendiri, faktor ekonomi mempengaruhi kelangsungan pendidikan anak usia sekolah yang sudah harus bekerja (eksploitasiekonomi), faktor budaya patriarki yang masih sangat kuat melekat pada masyarakat di Kampung Nangela Desa Pabangbon Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor. Dan factor jarak tempuh yang harus dilalui oleh anak
Antara Paradigma dan Kritik: Studi Makki-Madani dalam Perspektif Mahmud Muhammad Thaha dan Nasr Hamid Abu Zayd Baehaki, Ahmad; Siti Nurkholisoh
ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab Vol. 7 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Direktorat Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/abhats.vol7.iss1.art1

Abstract

The traditional study of Makki–Madani has been classified by classical scholars based on the place of revelation, the time of revelation, and the target audience of the verses. This understanding is closely related to the theory of naskh–mansūkh, in which the Madaniyyah verses are considered to abrogate the Makkiyyah verses. However, this classical approach has been criticized by modern thinkers such as Mahmud Muhammad Thaha and Nasr Hamid Abu Zayd, who offered alternative paradigms. This article aims to examine the views of these two figures in order to assess their relevance to contemporary Qur’anic studies. Using a library research method and employing classical Makki–Madani theory along with the classical theory of naskh as analytical frameworks, this study finds that Thaha interprets Makki–Madani through the criterion of the addressee (khitāb) and emphasizes the occurrence of reciprocal naskh between the two. Meanwhile, Abu Zayd proposes a new classification that highlights the dialectic between reality and text: reality as a dynamic historical context, and text as content and linguistic structure. Unlike Thaha, Abu Zayd rejects the simplification of the naskh–mansūkh relationship based solely on the Makki–Madani dichotomy without taking into account the historical context of asbāb al-nuzūl and the chronology of revelation. These findings demonstrate that a re-reading of the Makki–Madani category is necessary, not only to critique classical approaches but also to enrich contemporary Qur’anic discourse with more contextual and critical perspectives. [Kajian Makki–Madani secara tradisional diklasifikasikan oleh ulama klasik berdasarkan tempat turunnya, waktu pewahyuan, dan objek sasaran ayat. Pemahaman ini erat kaitannya dengan teori naskh–mansūkh, di mana ayat-ayat Madaniyyah dipandang menasakh ayat-ayat Makkiyyah. Namun, pendekatan klasik tersebut mendapat kritik dari pemikir modern seperti Mahmud Muhammad Thaha dan Nasr Hamid Abu Zayd yang menawarkan paradigma alternatif. Artikel ini bertujuan mengkaji pandangan kedua tokoh tersebut guna menilai relevansinya bagi studi Al-Qur’an kontemporer. Dengan metode kajian pustaka dan menggunakan teori Makki–Madani klasik serta teori naskh klasik sebagai kerangka analisis, penelitian ini menemukan bahwa Thaha menafsirkan Makki–Madani melalui klasifikasi objek sasaran (khitāb) serta menekankan adanya perputaran naskh antara keduanya. Sementara itu, Abu Zayd mengusulkan klasifikasi baru yang menekankan dialektika realitas dan teks: realitas sebagai konteks historis yang dinamis, dan teks sebagai kandungan isi serta struktur linguistik. Berbeda dengan Thaha, Abu Zayd menolak penyederhanaan relasi naskh–mansūkh berdasarkan dikotomi Makki–Madani semata tanpa memperhitungkan konteks historis asbāb al-nuzūl dan kronologi pewahyuan. Temuan ini menunjukkan bahwa pembacaan ulang terhadap kategori Makki–Madani diperlukan, tidak hanya untuk mengkritisi pendekatan klasik, tetapi juga untuk memperkaya wacana tafsir kontemporer dengan perspektif yang lebih kontekstual dan kritis.]