Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VII MTs UNIT SEKOLAH BARU (USB) SAGULUNG BATAM Haryanti Haryanti; Rahmi Rahmi; Fauziah Syamsi
SIMBIOSA Vol 5, No 2 (2016): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v5i2.816

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan hasil biologi belajar siswa kelas VII (tujuh) di MTS Unit Sekolah Baru (USB) Sagulung Batam tahun akademik 2013/2014. Sampel penelitian adalah semua siswa dari siswa kelas VII dengan pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Metode observasi digunakan untuk memperoleh data tentang kondisi MTs USB, wawancara digunakan untuk mendapatkan informasi tentang Kriteria kelengkapan Minimum (KKM) yang dikenakan dan untuk mendapatkan informasi tentang kegiatan dan masalah hasil belajar dalam rangka mendukung informasi dalam konsep diri siswa untuk subjek Biologi serta Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data variabel konsep diri, dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data tentang hasil belajar Biologi. Uji hipotesis menggunakan pendekatan korelasi sederhana. Berdasarkan penelitian ini nilai korelasi r = 0,246 atau 24,6% sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan positif antara konsep diri dan hasil belajar biologi siswa kelas VII MTs Unit Sekolah Baru Sagulung Batam.
Keanekaragaman Capung (Ordo: Odonata) di Kawasan Hutan Lindung Duriangkang Tanjung Piayu Batam Santiria Simatupang; Fauziah Syamsi; Rahmi Rahmi; Yarsi Efendi
SIMBIOSA Vol 8, No 2 (2019): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v8i2.2139

Abstract

Hutan Lindung Duriangkang merupakan hutan lindung terluas di kota Batam, yang memiliki peranan penting sebagai daerah resapan air dan menjaga persediaan air bersih dalam menunjang kebutuhan masyarakat sekitar. Keberadaan capung dapat dijadikan sebagai indikator lingkungan karena dalam proses perkembangannya capung membutuhkan lingkungan yang baik untuk menunjang setiap fase kehidupannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas capung di kawasan hutan lindung Duriangkang, Tanjung Piayu Batam. Pengambilan data dengan menggunakan metode jelajah (visual day flying) di sepanjang jalur pengamatan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 24 jenis capung yang terdiri dari 4 Famili dengan total 429 individu. Indeks Keanekaragaman total sebesar 2,709 yang tergolong sedang. Indeks Kemerataan (E) sebesar 0.852 yang tergolong tinggi. Indeks Kekayaan Jenis sebesar 3.794 yang tergolong sedang, Indeks Dominansi total sebesar 0.090 yang tergolong kategori rendah atau tidak terdapat jenis yang mendominansi. Indeks Kesamaan Jenis yang diperoleh dari perbandingan stasiun 1-2 dan 1-3 tergolong sama (62% dan 63%) dan indeks kesamaan jenis dari stasiun 2-3 tergolong berlainan (36%) sehingga kualitas ekosistem pada kawasan Hutan Lindung Duriangkang tergolong stabil dan merata. Kehadiran capung sangat erat kaitannya dengan keberadaan badan perairan di suatu habitat, lebih menyenangi habitat terbuka dengan vegetasi semak dibandingkan hutan dengan hutan dengan tutupan tajuk yang rapat.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA LAKI-LAKI DENGAN SISWA PEREMPUAN KELAS VII MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL MIND MAPPING PADA POKOK BAHASAN KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP DI SMP IT NURUL MUHAJIRIN BATAM Rahmi Rahmi; Fenny Agustina; Farianti Farianti
SIMBIOSA Vol 3, No 2 (2014): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v3i2.284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar antara siswa laki-laki dengan siswa perempuan dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model mind mapping di kelas VII di SMP IT Nurul Muhajirin Data penelitian yang diperoleh adalah hasil belajar siswa laki-laki dan siswa perempuan pada kelas VII yang mengikuti proses pembelajaran dengan pokok bahasan klasifikasi makhluk hidup. Penelitian ini termasuk jenis eksperimen. Adapun yang menjadi variabel bebas adalah penerapan pada pembelajaran kooperatif model mind mapping (X) sedangkan variabel terikat adalah hasil belajar pada siswa laki-laki (Y1) dan siswa perempuan (Y2). Data penelitian diambil dengan menggunakan tes hasil belajar akhir dari pembelajaran berupa tes pilihan ganda. Hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar siswa laki-laki 76 dan siswa perempuan 81,57. Uji analisis prasyarat yang dilakukan berupa uji normalitas data dengan menggunakan chi kuadrat dengan harga chi kuadrat hitung untuk siswa laki-laki sebesar 9,9 sedangkan chi kuadrat siswa perempuan sebesar 9,35 sedangkan chi kuadrat tabel untuk keduanya adalah 11,070 (Chi kuadrat hitung harga chi kuadrat tabel)  dengan data normal dan uji homogenitas populasi menggunakan uji F dengan nilai F hitung 1,053 sedangkan F tabel 1,84 dengan data yang homogen. Setelah dilakukan uji t terhadap hasil belajar di dapat thitung = 3,723 dan ttabel =2,02pada taraf nyata 0,05. Dari perhitungan nilai thitung ttabel  berarti kedua kelas sampel memiliki perbedaan yang signifikan, sehingga H0 ditolak dan  Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa perempuan lebih baik dari hasil belajar siswa laki-laki pada  kelas VII menggunakan pembelajaran kooperatif model mind mapping. Kata Kunci : Mind Mapping, Hasil belajar siswa laki-laki dan siswa perempuan.
Keanekaragaman Jenis Reptilia di Kecamatan Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan Pariyanto Pariyanto; Rahmi Rahmi; Dindi Antarsyah
SIMBIOSA Vol 9, No 2 (2020): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v9i2.2458

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman jenis reptilia yang terdapat di Kecamatan Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan Propinsi Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan sampel dilakukan dengan menjelajahi lokasi penelitian dan memasang perangkap serta menangkap secara langsung semua jenis reptilia yang ditemukan di lokasi penelitian. Pada penelitian ini ditemukan 10 spesies reptilian, yang termasuk ke dalam 2 ordo dan 8 famili, yaitu Ordo Squamata dan Ordo Terstudinata. Spesies yang termasuk ordo Squamata, famili Varanidae: Varanus salvator, famili Gekkonidae: Gekko gecko dan Hemidactylus frenatus, famili Colubridae: Ahaetulla prasina dan Dendrealaphis pictus, famili Pythonidae: Python reticulatus, famili Agamidae: Bronchocella cristatella, famili Xenopeltidae: Xenopeltis unicolar, dan famili Scincidae: Mabouya multifasciata. Spesies yang termasuk ordo Testudinata, famili Geoemydae: Siebenrockiella crassicollis. Indeks Keanekaragaman jenis hewan reptilian di lokasi penelitian sebesar 0,823, yang termasuk kategori rendahyang menunjukkan habitat dan populasi reptil di Kecamatan Seginim dalam keadaan tertekan dan tidak seimbang.
Pengaruh Pemberian Thiamin (Vitamin B1) Terhadap Pertumbuhan Morfometrik Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica rapa L.) Martha Friendly; Yarsi Efendi; Rahmi Rahmi
SIMBIOSA Vol 10, No 1 (2021): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v10i1.2627

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Thiamin (Vitamin B1) terhadap pertumbuhan morfometrik tanaman sawi pakcoy hijau (Brassica rapa L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 1 kontrol, perlakuan A (Dosis 3 ml Thiamin + 1 Liter Air Biasa), perlakuan B (Dosis 6 ml Thiamin + 1 Liter Air Biasa) dan perlakuan C (Dosis 9 ml Thiamin + 1 Liter Air Biasa). Masing- masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali, sehingga terdapat 20 satuan percobaan. Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis dengan ANOVA (Analysis of varience) dan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) dengan taraf 5%. Terdapat pengaruh nyata dari pemberian Thiamin (Vitamin B1) terhadap parameter pertumbuhan tanaman yang diteliti yaitu tinggi tanaman (Fhitung = 17.7 >FTabel (0.05) = 3.24), jumlah helai daun (Fhitung = 8.26 >FTabel (0.05) = 3.24), berat basah (signifikan/S) (Fhitung = 4.4 >FTabel (0.05) = 3.24). Dosis optimal adalah Perlakuan A dengan pemberian 3 ml Thiamin ditambah 1 Liter air biasa.
PENERAPAN MODEL PBL (PROBLEM BASED LEARNING) DALAM UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP PENCEMARAN LINGKUNGAN DAN DAUR ULANG LIMBAH KELAS X3 MAN 1 MODEL KOTA BENGKULU Rahmi Rahmi
SIMBIOSA Vol 3, No 1 (2014): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v3i1.254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar biologi siswa dengan penerapan model PBL (problem based learning) dalam upaya peningkatan hasil belajar siswa pada konsep pencemaran lingkungan dan daur ulang limbah kelas X3 MAN 1 Model kota bengkulu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus, dimana tiap siklus ada 4 komponen, yaitu: 1) perencanaan (planning), 2) tindakan (acting), 3)pengamatan (observing), 4) refleksi (reflecting). Dari hasil penelitian diperoleh yaitu pada siklus 1 didapat rata-rata skor observasi akrivitas guru 24 yang termasuk dalam kategori cukup dan rata-rata aktivitas siswa 22,5 dengan kategori cukup. Sedangkan pada siklus II rata-rata skor aktivitas guru meningkat menjadi 31 kategori baik dan rata-rata skor siswa 33,5 juga kategori baik. Rata –rata hasil belajar siswa juga meningkat pada siklus 1 yaitu 61,61 dengan 15 orang siswa yang tuntas dari 31 siswa sedangkan pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa 81,25 dengan 28 orang siswa yang tuntas dari 32 siswa. Analisis terhadap ketuntasan klasikal pada siklus 1 yaitu 51,61% sedangkan pada siklus II ketuntasan belajar meningkat menjadi 87,5%. Dari hasil analisis data tersebut menunjukkan bahwa proses pembeajaran biologi dengan menerapkan model PBL (probelm based learning) Dalam Upaya Peningkatan  Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Pencemaran Lingkungan Dan Daur Ulang Limbah sudah berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa. Kata kunci: hasil belajar, aktivitas guru dan siswa, Problem Based Learning.
ANALISIS FAKTOR KESULITAN BELAJAR PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) SISWA KELAS VII MTs BATAMIYAH BATAM Zikkra Evita; Rahmi Rahmi; Yarsi Efendi
SIMBIOSA Vol 4, No 1 (2015): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v4i1.539

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan yang dialami siswa dalam belajar IPA dan faktor-faktor apa saja yang menyebabkannya. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs Batamiyah Batam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Data yang berupa hasil belajar dikumpulkan, sedangkan data yang berupa respons siswa terhadap pembelajaran IPA menggunakan lembar observasi dan kuesioner. Siswa yang mendapat nilai di bawah KKM berarti mengalami kesulitan belajar dalam memahami pelajaran IPA. Faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar berasal dari diri sendiri sebesar 70.9 %, dari lingkungan keluarga sebesar 50. 1 %, dan dari lingkungan sekolah sebesar 68.9 %.
PENGARUH PENGGUNAAAN METODE PROBLEM BASED INSTRUCTION TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN EKOSISTEM KELAS VII SMPN 1 BELAKANG PADANG BATAM Mirna Syahputri; Darul Aman Harahap; Rahmi Rahmi
SIMBIOSA Vol 4, No 1 (2015): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v4i1.534

Abstract

Penelitian dilakukan di kelas VII SMPN 1 Belakang Padang Batam dilakukan pada bulan Maret sampai Mei 2012, bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan pembelajaran dengan menggunakan Metode Problem Base Instruction pada materi Ekosistem. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kuasi-eksperimental (Quasi-Experimental) dengan memakai keseluruhan populasi siswa kelas VII. Data penelitian adalah hasil dari belajar Ekosistem yakni dengan metode problem base instruction (X1) dan dengan pendekatan konvesional (X2). Analisis data dengan menggunakan teknik statistik diskriptif dan teknik analisis inferensial menggunakan hipotesis Uji t yaitu generalisasi nilai hasil penelitian menggunakan mean perbedaan tes kedua perlakuan dengan pada tingkat α level signifikansi 0,05. Hasil penelitian ini menyimpulkan: (1) secara keseluruhan, ada pengaruh pendekatan pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa (2) Hasil belajar siswa menunjukkan bahwa penggunaan metode problem base instruction cenderung yang lebih baik dibandingkan dengan pendekatan konvensional.
Keanekaragaman dan Distribusi Capung di Kawasan Padang Rumput Desa Bingin Rupit Ulu Kecamatan Rupit Rukiah Lubis; Meti Herlina; Rahmi Rahmi; Intan Maharani
SIMBIOSA Vol 10, No 1 (2021): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v10i1.3233

Abstract

Capung memiliki fungsi yang sangat penting bagi lingkungan, sebab dapat menjaga keseimbangan ekosistem, dengan begitu keanekaragaman jenis capung dapat dijadikan sebagai bioindikator kesehatan suatu kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan distribusi capung di kawasan padang rumput di Desa Bingin Rupit Ulu Kecamatan Rupit. Penelitian ini mengunakan metode survei langsung ke lokasi penelitian dengan metode jelajah. Luas lokasi penelitian ±1 ha. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 12 spesies capung yang termasuk ke dalam 5 famili, yang terdiri dari 2 subordo yaitu subordo Anisoptera ditemukan 2 Famili yaitu: Gomphidae 1 spesies yaitu Ictinogomphus decoratus, famili Libellulidae 7 spesies yaitu Lathrecista asiatica, Rhodothemis rufa, Diplacodes trivialis, Crocothemis servilia, Orthetrum sabina, Neurothemis ramburii, Orthetrum glaucum, sedangkan subordo Zygoptera terdapat 3 famili yaitu : famili Coenagrionidae 2 spesies yaitu Agriocnemis femina, Ceriagrion praetermissum, famili Protoneuridae 1 spesies yaitu Prodasineura autumnalis, family Platycnemididae 1 spesies yaitu Copera marginipes. Indeks keanekaragaman jenis capung didapat nilai 0,884 dan termasuk kategori rendah (H’ > 1). Distribusi capung di kawasan padang rumput termasuk mengelompok (11 spesies) dan pola penyebaran seragam (1 spesies).
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA LAKI-LAKI DENGAN SISWA PEREMPUAN MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL MIND MAPPING PADA POKOK BAHASAN KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP SISWA KELAS VII DI SMP IT NURUL MUHAJIRIN BATAM Farianti Farianti; Rahmi Rahmi; Fenny Agustina
SIMBIOSA Vol 5, No 1 (2016): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v5i1.801

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar antara siswa laki-laki dengan siswa perempuan dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model mind mapping di kelas VII di SMP IT Nurul Muhajirin. Penelitian ini termasuk jenis eksperimen, yakni yang menjadi variabel adalah penerapan pada pembelajaran kooperatif model mind mapping pada siswa laki-laki (X1) dan siswa perempuan (Y2). Data penelitian yang diperoleh adalah hasil belajar siswa laki-laki dan siswa perempuan pada kelas VII yang mengikuti proses pembelajaran dengan pokok bahasan klasifikasi makhluk hidup. Data penelitian diambil dengan menggunakan tes hasil belajar akhir dari pembelajaran berupa tes pilihan ganda. Hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar siswa laki-laki 76 dan siswa perempuan 81,57. Uji analisis  dilakukan uji t terhadap hasil belajar di dapat thitung = 3,723 dan ttabel =2,02pada taraf nyata 0,05. Dari perhitungan nilai thitung ttabel  berarti kedua kelas sampel memiliki perbedaan yang signifikan, sehingga H0 ditolak dan  Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa perempuan lebih baik dari hasil belajar siswa laki-laki pada  kelas VII menggunakan pembelajaran kooperatif model mind mapping.