Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Think Pair Share Menggunakan Media Mind Mapping terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Rukiah Lubis; Meti Herlina; Jeni Rukmana
BIOEDUSAINS: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.917 KB) | DOI: 10.31539/bioedusains.v2i2.978

Abstract

This study aims to determine the effect of think pair share learning models using mind mapping media on the activities and cognitive learning outcomes of class X science students of SMAN 06 Bengkulu City. This type of research is a quasi-experimental design with Non-Randomized Design. Samples were taken from 2 classes of 4 classes by looking at the mean scores of students who are almost the same, namely class X Natural Sciences A as the experimental class and Natural Sciences B as a control class. The instrument used was in the form of student activity observation sheets and cognitive test questions. Based on scoring the results of the observation sheet of the experimental class student activity was higher than the control class that was 58.56 and the average posttest result was 85.69 while the observation sheet of the activity class of the control class was 53.97 and the average posttest result was 63.03. Student activity variable t-test results obtained Sig value of 0,000 <0.05 t-test results of student cognitive learning results obtained p-value of 0,000 <0.05, which means there are differences in activity scores and cognitive outcomes of students before and after the intervention of the learning model think pair share using media mind mapping. In conclusion, Think Pair Share learning model with Mind Mapping media has an influence on students' cognitive learning activities and outcomes. Keywords: activities, learning outcomes, mind mapping, think pair share
Keanekaragaman dan Distribusi Capung di Kawasan Padang Rumput Desa Bingin Rupit Ulu Kecamatan Rupit Rukiah Lubis; Meti Herlina; Rahmi Rahmi; Intan Maharani
SIMBIOSA Vol 10, No 1 (2021): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v10i1.3233

Abstract

Capung memiliki fungsi yang sangat penting bagi lingkungan, sebab dapat menjaga keseimbangan ekosistem, dengan begitu keanekaragaman jenis capung dapat dijadikan sebagai bioindikator kesehatan suatu kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan distribusi capung di kawasan padang rumput di Desa Bingin Rupit Ulu Kecamatan Rupit. Penelitian ini mengunakan metode survei langsung ke lokasi penelitian dengan metode jelajah. Luas lokasi penelitian ±1 ha. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 12 spesies capung yang termasuk ke dalam 5 famili, yang terdiri dari 2 subordo yaitu subordo Anisoptera ditemukan 2 Famili yaitu: Gomphidae 1 spesies yaitu Ictinogomphus decoratus, famili Libellulidae 7 spesies yaitu Lathrecista asiatica, Rhodothemis rufa, Diplacodes trivialis, Crocothemis servilia, Orthetrum sabina, Neurothemis ramburii, Orthetrum glaucum, sedangkan subordo Zygoptera terdapat 3 famili yaitu : famili Coenagrionidae 2 spesies yaitu Agriocnemis femina, Ceriagrion praetermissum, famili Protoneuridae 1 spesies yaitu Prodasineura autumnalis, family Platycnemididae 1 spesies yaitu Copera marginipes. Indeks keanekaragaman jenis capung didapat nilai 0,884 dan termasuk kategori rendah (H’ > 1). Distribusi capung di kawasan padang rumput termasuk mengelompok (11 spesies) dan pola penyebaran seragam (1 spesies).
Online Learning Using Google Classroom for Biology Education Students During Covid-19 Outbreak Jayanti Syahfitri; Meti Herlina
International Journal of Biology Education Towards Sustainable Development Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.123 KB) | DOI: 10.53889/ijbetsd.v2i1.118

Abstract

Several online learning media have been implemented at one of universities in Bengkulu City, Indonesia, one of which was Google Classroom. This study aims to determine how the motivation and learning outcomes of Biology Education students after being taught using Google Classroom media. This research used a pre-experimental design one group pre-test-posttest. The sample involved was one class with a total of 26 biology education students. Student motivation was measured using a questionnaire instrument, while for learning outcomes using a test instrument. The data obtained were first analyzed for normality test through the Kolmogorov-Smirnov test. Based on the results of the normality test, it can be seen that the student motivation data shows that the data is normally distributed (with sig 0.194 ˃ 0.05), so it is followed by hypothesis testing through the Paired t-Test. The t-test results show that there is a significant difference in student motivation before and after being taught through Google Classroom with sig 0.000 0.05. On the other hand, the learning outcomes data, the normality test shows that the data is not normally distributed (with a sig value nilai 0.05), so the hypothesis is tested through non-parametric tests, namely the Wilcoxon test. The Wilcoxon test also shows that there is a significant difference in student learning outcomes before and after being taught through Google Classroom with sig 0.000 0.05. Suggestions for further researchers can analyze how the differences and effectiveness of several other e-learning media in learning biology in universities are. In addition, curriculum developers need to pay attention to how to analyze or evaluate online learning.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Peningkatan Nilai Ekonomis Terong di Desa Suro Baru Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang Bengkulu Rukiah Lubis; Nopriyeni Nopriyeni; Meti Herlina; Endang Sulaiman; Jayanti Syahfitri
Surya Abdimas Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v4i2.712

Abstract

Desa suro baru kabupaten kepahiang provinsi Bengkulu memiliki potensi pengembangan produk olahan dari terong-terongan. Namun pada kenyataannya minimnya pengetahuan cara membuat produk olahan dari terong, pada saat panen tiba hasilnya melimpah dan menyebabkan harga jual rendah serta tidak sedikit terong hasil panen banyak dibiarkan busuk begitu saja. Oleh karena itu tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mengajak dan memotivasi khususnya ibu-ibu dalam penyuluhan dan pelatihan inovasi pengelolahan hasil perkebunan berupa terong-terongan menjadi produk olahan makanan yang mampu menambah dan mendongrak nilai ekonomi terong dan meningkatkan penghasilan khususnya ibu-ibu di desa suro baru. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah metode ceramah, praktik, dan diskusi. Hasil pelatihan dan pendampingan ini mampu meningkatnya keterampilan dan pengetahuan ibu-ibu di desa suro baru terkait pembuatan olahan produksi dari terong, termasuk juga mengenai teknik pengemasan.
Pemanfaatan Lahan Pekarangan Melalui Teknik Budikdamber Sebagai Solusi Ketahanan Pangan Masyarakat Kota Saat Pandemi Covid-19 Rukiah Lubis; Nopriyeni Nopriyeni; Meti Herlina; Jayanti Syahfitri; Apriza Fitriani
Surya Abdimas Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v5i4.1431

Abstract

Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh pelosok tanah air, yang dari hari ke hari semakin bertambah menyebabkan pemerintah memberlakukan aturan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dengan menerapkan WFH (Work From Home). Sistem WFH membuat masyarakat memiliki waktu luang di rumah yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan lain, salah satunya dalam bentuk Urban Farming dengan teknik Budikdamber. Bertujuan untuk dapat memanfaatkan lahan pekarangan yang terbatas, serta untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga. Rukun Tetangga (RT) 12 merupakan salah satu RT yang ada di RW.05 Kelurahan Jalan Gedang Kecamatan Jalan Gedang Kota Bengkulu dan merupakan salah satu RT yang sangat pesat perkembangannya. Metode kegiatan ini dengan cara pemberian penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan tentang teknik Budikdamber. Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini masyarakat yang ada di RT. 12 Kelurahan jalan Gedang mendapat ilmu baru tentang bagaimana cara bercocok tanam dan beternak ikan di satu tempat dengan lahan yang terbatas, serta tercukupinya kebutuhan pangan nabati dan hewani masyarakat. Hasil yang didapatkan dari proses pengabdian masyarakat ini masyarakat sangat antusias dalam proses penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Masyrakat mendapatkan hasil panen sayuran kangkung dengan 3 kali panen, sementara untuk ikan lele 2 kali panen. Rekomendasinya diharapkan kegiatan budikdamber ini semakin dikembangkan dimasyarakat dalam cakupan yang lebih besar sebagai bentuk usaha dan penambah pengasilan perekonomian masyarakat.
Perbedaan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif dengan model pembelajaran problem based learning berbantuan media audio visual Meti Herlina; Jayanti Syahfitri; Ilista Ilista
Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Vol 5 No 01 (2020): Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Pendidikan Ilmu Eksakta dan Keolahragaan, IKIP Budi Utomo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.481 KB) | DOI: 10.33503/ebio.v5i01.666

Abstract

Utilization of problem based learning models assisted by learning media to improve critical thinking skills and cognitive learning outcomes of students have not run optimally. This study aims to determine the differences in critical thinking skills and cognitive learning outcomes of students with problem based learning (pbl) learning models assisted by audio-visual media in SMA Negeri 06 Bengkulu City. The research method used was quasi-experimental with a randomized pretest-posttest control group design. The study population was a class XI student of SMAN 06 Bengkulu City with two groups namely experimental and control samples with each 36 people. The instrument used, namely essay question test totaling 5 questions that measure critical thinking and multiple-choice questions totaling 10 questions to measure cognitive learning outcomes. The research data analysis technique used a t-test. The results showed that there were differences in critical thinking skills and student cognitive learning outcomes. This is evident from the t-count value of critical thinking skills of 6.414 (> t-table) and cognitive learning outcomes of 5.826 (> t-table). This research concludes that there are differences in critical thinking skills and cognitive learning outcomes of students with PBL models assisted by audio-visual media.
Pengukuran Keterampilan Proses Sains dan Self-Efficacy Mahasiswa pada Matakuliah Mikrobiologi Rukiah Lubis; Apriza Fitriani; Meti Herlina
BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 5 No 2 (2022): BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/bioedusains.v5i2.4566

Abstract

This study aims to describe students' initial science process skills and self-efficacy in Microbiology courses. The method used is the descriptive method. The data in this study were obtained through observation sheet instruments on science process skills and questionnaires related to self-efficacy. The measured science process skills indicators included 10 indicators: observing, classifying, finding conclusions, predicting, communicating, hypothesizing, planning experiments, manipulating materials and equipment, and applying and raising questions. The self-efficacy indicators studied are magnitude, strength and generality. The results showed that the average score of students' initial science process skill abilities was 67.2, while the student's initial self-efficacy score was 78. In conclusion, the initial science process skills ability of students in microbiology courses was in the less category, while Initial self-efficacy students are in the sufficient category. Keywords: Science Process Skills, Microbiology, Self-Efficacy
Pengaruh Efektivitas Pembelajaran Dengan Menggunakan Google Classroom Terhadap Hasil Belajar Siswa di MAN 02 Kepahiang Meti Herlina; Oktavian
PendIPA Journal of Science Education Vol 7 No 3 (2023): October
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.7.3.393-397

Abstract

The aim of this study was to determine the effect of the effectiveness learning using google classroom on student learning outcomes at MAN 02 Kepahiang. The population used in this study were all students of class XII MIA MAN 02 Kepahiang. The sample used is class XII MIA 3. With a total of 35 students using a random technique, namely the class has the same opportunity or opportunity to be sampled. Data collection techniques used are questionnaires and documentation. Data analysis technique with the help of SPSS version 21 program. Based on the results of data analysis, it can be said that the effectiveness of learning by using google classroom simultaneously affects learning outcomes in class XII MIA 3 students at MAN 02 Kepahiang for the academic year 2020/2021 simultaneously 67% and the rest is influenced by other factors. From these results indicate that the value of the two variables has a positive effect on student learning outcomes.
KEPADATAN KEONG MAS (Pomacea Canaliculata) YANG TERDAPAT DI AREA PERSAWAHAN SELGAN RAYA KABUPATEN MUKOMUKO Elpuri Safitri; Kasmiruddin Kasmiruddin; Tomi Hidayat; Jayanti Syahfitri; Meti Herlina
Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Sains (JRIPS) Vol. 1 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jrips.v1i1.2787

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kepadatan Keong Mas (Pomacea canaliculata) Yang Terdapat Diarea Persawahan Selgan Raya Kabupaten Mukomuko. Penelitian ini dilaksanakan area persawahan Kecamatan Selagan Raya Kabupaten Mukomuko pada bulan Maret- April 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode survey langsung ke lokasi. dengan teknik pengambilan data menggunakan plot dan ukuran masing-masing plot 2 x 2 dengan jumlah plot 30, menggunakan metode Purposive Sampling kemudian dilakukan awetan basah untuk identifikasi di laboratorium. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan Ordo Mesogastropoda, famili (Ampullaridae). Dari hasil penelitian yang didapatkan nilai kepadatan keong mas (Pomacea canaliculata) yaitu 3,27 individu/m2. Sedangkan Faktor ekologi yang meliputi suhu air dan derajat keasaman. Suhu air pada daerah persawahan berkisar antara 270C- 290C, sedangkan derajat keasaman (pH) air diperoleh data yaitu 6-7.Kata kunci: Kepadatan Keong Mas (Pomacea canaliculata)
Pelatihan dan Workshop “Pemanfaatan Media Pembelajaran Interaktif” bagi Guru-Guru MTs Negeri 1 Kabupaten Seluma Jayanti Syahfitri; Meti Herlina
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 1 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i1.14923

Abstract

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mau tidak mau telah merubah paradigma dunia pendidikan khususnya dalam proses belajar mengajar di kelas. Proses pembelajaran saat ini dituntut untuk relevan dengan kemajuan zaman, sehingga dapat menciptakan pembelajaran yang berkualitas. Dengan demikian sebagai orang yang memiliki peran penting dalam keberhasilan pembelajaran, guru harus mampu merespon perubahan global ini dengan baik, misalnya dengan menyediakan media pembelajaran berbasis teknologi. Tidak dapat dipungkiri bahwa fakta di lapangan masih banyak ditemukan guru yang belum melek teknologi, sebagai salah satu bentuk upaya mengatasi tantangan tersebut adalah dilakukan pelatihan dan workshop pemanfaatan media pembelajaran interaktif bagi guru-guru. Pelatihan dilakukan selama dua hari melalui metode ceramah, diskusi dan pelatihan (praktik) pembuatan media pembelajaran interaktif. Hasil dari kegiatan pelatihan menunjukkan: 1) peserta aktif mendengar dan berdiskusi terkait materi yang disampaikan, 2) peserta sangat antusias dalam mengikuti pelatihan praktik membuat media pembelajaran interaktif. Selain itu, selama pelatihan berlangsung ada beberapa kendala yang dihadapi, di antaranya yaitu peserta belum terbiasa memanfaatkan teknologi dan keterbatasan waktu. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa peserta sudah mampu membuat media pembelajaran interaktif, hanya saja beberapa guru memerlukan waktu lebih banyak untuk memperoleh hasil yang lebih baik.Â