Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : APTEK

Saiful Bachelor of Engineering: PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PENJEPIT PAHAT RADIUS, KHUSUSNYA HOLDER TOOLPOST PADA MESIN BUBUT(LATHE MACHINE) UNTUK LABORATORIUM DAN MODUL AJAR Saiful Anwar; Yose Rizal; Aprizal .
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 11, No. 02, Juli 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.071 KB) | DOI: 10.30606/aptek.v11i2.148

Abstract

Abstrak— Seiring bertambahnya ilmu pengetahuan khususnya dibidang permesinan, terutama pada pembubutan radius pada Mesin Bubut konvensional dengan kelemahan: Contour yang dihasilkan kurang akurat, Ukuran cutter radius memiliki keterbatasan, Setiap pergantian ukuran radius yang dibubut membutuhkan waktu rata-rata 10 (sepuluh) menit, pada saat pembubutan radius dalam, pengasahan pahat cukup rumit, penentuan start dan end point radius cukup rumit. penelitian kali ini akan merancang penjepit pahat radius pada bagian Holder toolpost. Hasil dari perancangan menunjukkan bahwa desain radius tool post yang terbaik yang akan dirancang. Alat ini juga mampu menghasilkan radius ukuran besar hingga R100, keakurasian (Rmax) alat dapat mencapai kurang dari 100 mikron dengan waktu yang diperlukan pada saat setting pergantian ukuran radius adalah hanya 25 detik.
PENGARUH VARIASI WAKTU PROSES HARD CHROME PADA SPROCKET GEAR DEPAN SEPEDA MOTOR TERHADAP NILAI KEAUSAN Yose Rizal; Ahmad Fathoni; Efwin Anggi Muliya Daulay
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 12, No. 01, Januari 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.878 KB) | DOI: 10.30606/aptek.v12i1.151

Abstract

Sprocket gear adalah salah satu suku cadang sepeda motor yang mempunyai usia habis pakai. Dalam pengoperasiannya sprocket gear selalu bergesekan dengan rantai, khususnya untuk sprocket gear depan memiliki beban kerja yang lebih besar dari sprocket gear belakang. Dari gesekan dan beban kerja yang besar tersebut menyebabkan keausan dan berkurangnya umur pakai. Maka dibutuhkan ketahanan aus sprocket gear yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan ketahanan aus sprocket gear sepeda motor dengan melakukan electroplating hard chrome. Electroplating hard chrome merupakan sebuah nama yang diadopsi oleh industri untuk proses pelapisan listrik menggunakan chromium. Parameter yang digunakan yaitu variasi waktu lama pelapisan 30, 45 dan 60 menit. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah melakuan electroplating hard chrome dengan variasi lama waktu pelapisan 30, 45 dan 60 menit dan menguji nilai keuasan menggunakan alat uji aus type YC90S-4 standard ISO 9001 CE sesuai dengan ASTM G65. Hasil pengujian keausan yang dilakukan menunjukkan bahwa keausan pada sprocket gear yang telah dilakukan proses hard chrome mengalami penurunan nilai keausan tertinggi terhadap spesimen dasar terjadi pada lama waktu pelapisan 60 menit yaitu sebesar 0,00013289 gram/km atau 60,03%.
KAJIAN EKSPERIMENTAL PENGARUH LAMA WAKTU TEMPERING PADA PERLAKUAN PANAS TERHADAP SIFAT KEKERASAN KOMPONEN POROS BELAKANG SEPEDA MOTOR Yose Rizal; Sepfitrah; Ahmad Fathoni; Saiful Anwar
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 11, No. 01, Januari 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui lama waktu tempering yang mempengaruhi nilai sifar kekerasan poros belakang sepeda motor secara signifikan. Sehingga bila diketahui tingkat perbandingan besaran nilaikekerasan dan kesesuainya terhadap kegunaannya, maka dapat dijadikan suatu referensi yang valid untukmenggunakan lama waktu yang tepat. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukaneksperimen uji kekerasan Rockwell sampel Poros Roda belakang Sepeda Motor pada temperature 850oC perlakuan panas dengan faktor perbedaan lama waktu tempering pada 60 menit, 90 menit dan 120 menit. Hasil pengujiankekerasan setelah perlakuan panas dibandingkan secara komparatif terhadap specimen yang tidak dilakukanperlakuan panas. Hasil penelitian menunjukan bahwa specimen poros belakang sepeda motor yang dilakukanperlakuan panas mempunyai nilai kekerasan 25,66 HRB (waktu tempering 120 menit) pada posisi pangkal poros,nilai kekerasan 25,80 HRB (waktu tempering 90 menit) pada posisi tengah poros, serta nilai kekerasan 25,60HRB (waktu tempering 60 menit) pada posisi ujung poros. Sedangkan specimen poros belakang sepeda motoryang tidak dilakukan perlakuan panas mempunyai nilai kekerasan sebesar 21,76 HRB pada posisi pangkal porosdan 22,06 HRB pada posisi tengah poros serta 21,39 HRB pada posisi ujung poros.
Pembuatan Mesin Pencacah Single Blade Kapasitas 100 kg/jam dengan Metode Pahl & Beitz Heri Suripto; Sukarman; Aprizal; Yose Rizal; Saiful Anwar
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 13, No. 02, Juli 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v13i2.830

Abstract

Penelitian ini akan membuat mesin pencacah single blade kapasitas 100 kg/jam dengan metode Pahl & Beitzh, dimana mesin ini akan digunakan untuk mencacah rumput sebagai bahan pupuk kompos. pupuk kompos adalah pupk organik yang baik untuk tanaman yang proses pembuatannya dengan proses fermentasi. Proses pembuatan pupuk kompos dengan bahan-bahan organik seperti rumput cacabean, eceng gondok dan bonggol pisang proses ini memerlukan teknologi untuk mencacah yang efisien. Metode yang digunakan dalam perancangan dan pembuatan adalah metode Palhl & Beitzh dan metode dalam pengujian yang digunakan adalah metode eksperimen. Hasil perancangan dan pembuatan menghasilkan ukuran panjang 60 cm, lebar 50 cm, dan tinggi 80 cm, untuk pengujian menunjukan bahwa pencacahan material jenis cacabean mesin mampu mencacah sebanyak 101 Kg/Jam, untuk material jenis bonggol pisang mesin mampu mencacah sebanyak 103 Kg/Jam dan pada material jenis eceng gondong mesin mampu mencacah sebanyak 99 Kg/Jam. Putaran mesin mampu memutar pisau sebesar 1500 rpm.
Kajian Sifat Mekanis Sprocket Gear Sepeda Motor Pada Proses Electroplating CrO3 dan H2SO4 Yose Rizal; Ahmad Fathoni; Heri Suripto; Purwo Subekti; Aprizal; Saiful Anwar
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 15, No. 01, Desember 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v15i1.1637

Abstract

Sprocket gear atau istilah umum rodagigi penggerak pada sepeda motor yang berfungsi meneruskan putaran ke rodagigi belakang melalui transmisi rantai. Sehingga dalam operasionalnya sprocket gear selalu bergesekan dengan rantai yang menyebabkan keausan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat mekanis Sprocket gear berupa ketahanan aus dan kekerasan HVN (Hardness Vickers Number) setelah electroplating CrO3 dan H2SO4. Metodologi yang digunakan dengan melakuan electroplating menggunakan CrO3 (Kromium Karbida) dan H2SO4 (Asam Sulfat) pada sprocket gear dengan lama waktu pencelupan 30, 45 dan 60 menit, dan pengetsaan mengunakan larutan NaOH (Natrium Hidroksida) dan ZnO (Seng Oksida) kemudian menguji nilai kekerasan HVN menggunakan standard ASTM E92 dan ketahanan aus menggunakan alat uji aus type YC90S-4 standard ASTM G65. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kekerasan tertinggi 733 HVN dengan lama waktu 60 menit, dan nilai Ketahanan Aus mengalami penurunan dengan lama waktu pelapisan 60 menit yaitu sebesar 0,00013289 gram/km. Kesimpulan penelitian bahwa perlakuan electroplating terhadap sprocket gear berpengarauh terhadap sifat mekanisnya.
Investigasi Kecelakaan Pekerja Kosntruksi Tertimpa Lengan Eksavator Dengan Metode 5 Whys Dan Scat Silfia Rini; Yose Rizal; Sepfitrah; Syafrizal
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 15, No. 02, Juni 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v15i2.1918

Abstract

Makalah ini menjelaskan tentang investigasi dan analisis tertimpanya pekerja konstruksi SPBU PT.BMU oleh lengan eksavator. Kecelakaan ini menyebabkan dua orang pekerja menjadi korban dan salah satunya meninggal dunia akibat tertimpa bucket eksavator. Jatuhnya lengan ekskavator teridentifikasi akibat pecahnya selang oli hidrolik sehingga tekanan pada silinder hidrolik menjadi hilang dan batang piston hidrolik tidak dapat menahan berat lengan ekskavator sebesar 5,6 ton. Gaya yang dihasilkan sistem hidrolik sebesar 22,5 ton mampu untuk menggerakkan lengan ekskavator bila berfungsi normal. Proses investigasi memberikan informasi penyebab kecelakaan terdiri dari 3 faktor yaitu faktor individu, faktor pekerjaan dan faktor manajemen. Berdasarkan analisa kecelakaan kerja menggunakan metode 5 WHYS dan SCAT, dihasilkan sepuluh upaya tindakan pencegahan kecelakaan terdiri dari 5 kategori tindakan teknis dan 5 tidakan lainnya merupakan tindakan manajemen oleh organisasional perusahaan. Tindakan yang menjadi prioritas untuk segera diimplementasikan adalah meningkatkan kesadaran K3 melalui arahan tenaga ahli K3. Tindakan ini diharapkan dapat menginduksi untuk terlaksananya tindakan pengendalian lainnya.
Kajian Emisi Gas Buang Kendaraan Roda 4 1300 CC di Kabupaten Rokan Hulu Ahmad Fathoni; Yose Rizal; Syafri Edi
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 01, Desember 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i1.2126

Abstract

Dengan semakin berkembangnya kendaraan bermotor terutama kendaraan roda 4 ditengah tengah masyarakat maka dengan sendirinya akan menaikkan kadar emisi gas buang dari kendaraan yang ada. Dimana semakin tinggi kadar emisi gas buang maka akan sangat berbahaya bagi kehidupan manusia disekitarnya. Penelitian ini sengaja dilakukan untuk mengetahui hasil gas buang dari 2 kendaraan yang di uji berapa CO, HC, CO2 dan O2. Metode penelitian dengan 2 sampel kendaraan yakni Avanza dan Xenia menggunakan Alat Uji Emisi Gas Buang HG - 520 dengan varian waktu 1 menit, 3 menit dan 5 menit pada putaran idle. Hasil penelitian diperoleh bahwa nilai karbon monoksida tertinggi terjadi pada kendaraan Xenia dengan lama operasi 1 menit sebesar 0,04%, lama operasi 3 menit sebesar 0,03% dan lama operasi 5 menit sebesar 0,01%. Sedangkan nilai karbon monoksida terendah terjadi pada kendaraan Avanza sebesar 0,00 (Nol)% dengan lama operasi 1 menit dan 3 menit, sedangkan lama waktu operasi 5 menit sebesar 0,01%; emisi gas buang hidro karbon (HC) tertinggi terjadi pada kendaraan Avanza sebesar 63 ppm, dan terendah pada kendaraan Xenia sebesar 37 ppm; emisi gas buang Oksigen (O2) tertinggi pada kendaraan Avanza sebesar 25% dan terendah pada kendaraan Xenia sebesar 18%; dan untuk emisi gas buang karbon dioksida (CO2) menunjukkan nilai yang sama yaitu sebesar 0,8%.
The Effect of Briquettes Composition Made of Sago Dregs and Wood Chips to The Performa of Biomass Stove Sulpa Rosadi; Jhonni Rahman; Eddy Elfiano; Yose Rizal
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 01, Desember 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i1.2197

Abstract

Sago dregs and wood chips are types of agricultural and industrial waste that have economic value to be converted into alternative energy, namely briquettes. The purpose of this research was to determine the effect of variations in the raw material composition of sago dregs and wood chips to the performa of biomass stoves. In this research, the composition used were 100% sago dregs, 70% sago dregs mixed with 30% wood chips, 50% sago dregs mixed with 50% wood chips, 70% sago dregs mixed with 30% wood chips and 100% wood chips, 5 variation of composition. The Briquettes was compressed with a load of 2 kg. The test was carried out by burning briquettes in a semi-gasification biomass stove reactor. In testing the performance of biomass stoves, we can see that the highest burning rate is found in the 100% wood chips variation with a burning rate of 0.00029 kg/s. And the highest output power is found in the 100% wood chips variation with an output value of 7.45 kJ/s. And the highest density before and after drying the tar can be found in the 100% wood chips variation with values ​​of 0.125 gr/cm^3 and 0.90 gr/cm^3. And the highest efficiency is found in the 100% wood chips variation with an efficiency value of 17.11%. And the highest calorific value is found in the 100% wood chips variation with a calorific value of 6108.57 cal/gram.