Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Dampak Reward dan Punishment Perspektif Teori Pertukaran Sosial dan Pendidikan Islam Bambang Yuniarto; Yoyo Rodiya; Doni Ahmad Saefuddin; Muhammad Azka Maulana
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 4 (2022): August Pages 5501-6400
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i4.3350

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami analisis dampak pemberian reward dan punishment dalam perspektif teori pertukaran George C. Homans dan perspektif pendidikan (Islam).  Reward dan punishment merupakan dua alat pendidikan yang penting dan bermanfaat dalam proses pembelajaran, keduanya bertujuan untuk mendidik dan memperbaiki perilaku peserta didik. Reward diberikan atas perilaku atau hal-hal baik yang telah dilakukan oleh anak didik dan punishment dijatuhkan atas perilaku atau hal-hal buruk yang telah dilakukan peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian reward dalam perspektif teori pertukaran dan perspektif pendidikan (Islam) sama-sama memandang ada pengaruh positif dalam mengubah perilaku siswa. Demikian pula para ahli pendidikan secara umum memandang bahwa kedua alat pendidikan tersebut efektif dalam mengubah perilaku siswa. Kecuali Homans, dia percaya bahwa hukuman adalah alat pendidikan yang tidak efektif untuk memaksakan orang mengubah perilakunya karena orang lebih terdorong untuk melakukan sesuatu jika mendapatkan ganjaran atau hadiah.
Pembelajaran Multikultural Dalam Pembentukan Karakter Siswa Bambang Yuniarto; Aditya Firmansyah; Cristian Hadinata; Cefi Wijaya Kusumah
Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/mutiara.v2i1.116

Abstract

Nilai Multikultural ialah fakta yang ada pada peserta didik kita yang secara makro mereka memiliki berbagai latar belakang budaya dan berpengaruh terhadap cara hidup yang dimulai dari sekala makro yaitu dikelas. merupakan sebuah kaidah yang menjadi pegangan dalam berinteraksi dengan sesama manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai Karakter perlu diwujudkan Bersama agar terbentuk lingkungan yang saling menghargai perbedaan, toleransi, dan persamaan dalam kehidupan bersama. Hal tersebut menjadi pedoman bagi peserta didik di sekolah sebagai penyelenggara pembelajaran model inklusi. Nilai karakter dan sikap dapat diinternalisasi kan ke dalam diri peserta didik sekolah dasar penyelenggara inklusi melalui pembelajaran pembiasaan, pembentukan karakter, saling berdiskusi, model kognitif, dan pengondisian sekolah dalam menghargai sesama yang berdasarkan keunikan masing-masing peserta didik.
Free Education Review of Social Exchange Theory (Phenomenological Study of Overseas Scholarship Recipients) Bambang Yuniarto; Bambang Bahrul Ulum; Wilda’nun Muholadun; Dzuan Tira Fazari
Journal of Social Research Vol. 3 No. 1 (2023): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v3i1.1857

Abstract

The researcher found that there were still several students who misunderstood the purpose of using the opportunities provided by the government not for academic purposes but for other things outside of academia, this is where the use of scholarships among students is still not optimal in utilizing the scholarships. This study uses a qualitative phenomenological approach with the interview method. The research subjects were 3 (three) people. Data collection techniques with observation and interviews. The data validation technique uses source triangulation by collecting similar data and information from a variety of different sources. Based on the analysis of the results of the interviews and their relation to social exchange theory, it can be seen that scholarship recipients have the advantage of receiving free education at leading schools and universities in the Islamic world. They have the advantage of getting a lot of authentic Islamic learning resources from texts, manuscripts, and relics of past Islamic glories at no cost or for free. However, to get the scholarship, they must make sacrifices, namely by following a strict selection process, and after being accepted as a student or students they must achieve according to the requirements of the institution. And 1 in 3 subjects or informants is even required to do community service in channeling institutions after their education is complete. Because this is a reciprocity to the distributor of the scholarship and is a sacrifice that must be made by the scholarship recipient
MEMBANGUN KESADARAN DEMOKRASI MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Bambang Yuniarto
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v9i1.6388

Abstract

ABSTRAK             Tulisan ini merupakan kajian literatur yang membahas peningkatan kesadaran demokrasi warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum melalui pendekatan kontekstual pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Kajian ini bertujuan untuk menggambarkan secara konseptual pendekatan pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan kesadaran demokrasi warga negara dalam pelaksanaan kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum. Metode kajian yang digunakan adalah analisis kepustakaan. Keseluruhan konsep, data dan informasi dihimpun dari berbagai sumber literatur seperti jurnal ilmiah, buku, laporan penelitian dan dokumen literatur lainnya; kemudian dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran kontekstual memiliki potensi sangat efektif untuk digunakan sebagai instrumen pendidikan kewarganegaraan dalam meningkatkan kesadaran warga Negara (siswa/mahasiswa) dalam pelaksanaan kemerdekaan berpendapat di muka umum. Kata Kunci: Demokrasi, Pendekatan Kontekstual, Pendidikan Kewarganegaraan.  ABSTRACT This article is a literature study that discusses raising awareness of citizens' democracy in conveying public opinion through a contextual approach in the learning of citizenship education. This study aims to conceptually illustrate a contextual learning approach to improve the democratic awareness of citizens' independence in order to convey a public opinion. The method of study used is library analysis. Overall concepts, data and information are compiled from a variety of literary sources such as scientific journals, books, research reports and other literary documents; Then analyzed with a qualitative approach. Results showed that contextual learning approaches have a very effective potential to be used as a citizenship education instrument in raising awareness of citizens (students) in the conveying of independence argues in public. Keywords: Democracy, contextual approach, citizenship education