Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Implementasi Kurikulum Merdeka Di SDN 25 Kota Ternate Yetni Marlina
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 12 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8080138

Abstract

The curriculum has an important role in the form of learning tools that contain planning of learning activities in the form of a process of acquiring knowledge and experience gained through a series of learning activities. This study aims to analyze the independent curriculum further by focusing on planning the implementation of the independent curriculum and learning planning on the independent curriculum at the elementary school level. This type of research is a qualitative research with a phenomenological approach. The qualitative design was implemented and carried out on school principals and grade 1 teachers and grade 4 teachers. Data collection techniques used interviews and document analysis. The data analysis technique used is the interactive model in which the elements include data reduction, data presentation, and data conclusion. The results of the study show that implementing the independent curriculum requires the readiness of school principals and teachers to learn new things. In the planning process, teachers still rely on teaching modules provided by the center. There are new things that must be considered in the independent curriculum with the project to strengthen the profile of Pancasila students. The implications of this research are that teachers are expected to be able to use the 21st century learning model in implementing the independent learning curriculum in schools.
Kurikulm Merdeka di Sekolah Dasar dalam Mengembangkan Profil Pelajar Pancasila Marlina, Yetni
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 23 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10429703

Abstract

The curriculum has an important role in the form of learning tools which contain planning of learning activities in the form of a process of acquiring knowledge and experience gained through a series of learning activities. This research aims to analyze the independent curriculum further by focusing on planning the implementation of the independent curriculum and learning planning in the independent curriculum at the elementary school level. This type of research is qualitative research with a phenomenological approach. A qualitative design was implemented and carried out on school principals and class 1 teachers and class 4 teachers. Data collection techniques used interviews and document analysis. The data analysis technique used is an interactive model whose elements include data reduction, data presentation, and drawing data conclusions. The research results show that implementing an independent curriculum requires the readiness of school principals and teachers to learn new things. In the planning process, teachers still rely on teaching modules provided by the center. There are new things that must be considered in the independent curriculum with the project to strengthen the profile of Pancasila students. The implications of this research are that it is hoped that teachers can use 21st century learning models in implementing the independent learning curriculum in schools
Transformasi Budaya literasi di SDN 36 Kota Ternate: Dampak Program Kampus Mengajar Angakatan 4 Marlina, Yetni
PrimEarly : Jurnal Kajian Pendidikan Dasar dan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Pendidikan, Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/primearly.v7i1.2882

Abstract

The Teaching Campus is one of the Independent Learning Campus (MBKM) programs which aims to help improve literacy, numeracy, technology adaptation and school administration. The presence of this campus teaching program provides opportunities for students throughout Indonesia to improve their soft skills and hard skills. The aim of this research is to determine the form of implementation of the teaching campus program, the obstacles faced and the impact of the teaching campus program on student literacy culture at SDN 36 Kota Tenate. This research uses a qualitative approach with a case study type of research. Data collection techniques use observation, interview and documentation techniques. Based on the data that has been taken, it shows that the implementation of the campus teaching program for class 4 at SDN 36 Tenate City is in the form of creating a School Literacy Movement (GLS) program, creating Reading Corner media, activating the library, pulling the lucky string, and a literacy map. The obstacles faced in implementing campus teaching programs include a lack of coordination between the central government and regions/schools as well as inadequate facilities and infrastructure. The impact of the implementation of the 4th generation campus teaching program on student literacy culture can be seen from the results of students' literacy ability tests using the MBKM portal which shows a change of 25.64% from 0-100%. So the programs implemented by teaching campus students can have an impact on students' literacy culture, even though it is small if measured from the specified range.
Implementasi Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) Pada Penjumlahan Pecahan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN 40 Kota Ternate Yetni Marlina
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 2 No 2 (2021): JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika ( Edisi Juli - Desember 2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.5739288

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah penerapan pendekatan pembelajaran matematika realistik (PMR) pada pokok bahasan pecahan pada siswa kelas V SD Negeri 40 Kota Ternate. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak III siklus.Subyek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 40 Kota Ternate yang berjumlah 22 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi dan tes. Data hasil observasi dideskripsikan, diinterprestasikan,kemudian direfleksi untuk menentukan tindakan perbaikan pada siklus berikutnya.Sementara itu hasil tes dianalisis dengan cara mendeskripsikan nilai tes antar siklus hingga hasilnya dapat mencapai batas tuntas yang ditentukan, yaitu minimal 80% siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik dan memperoleh nilai 65 atau lebih sebagai batas kriteria ketuntasan minimal. Hasil penelitian menunjukkan setelah diterapkan pendekatan matematik reaalistik Siswa yang memperoleh nilai lebih besar sama dengan 6,5 secara klasikal sebanyak 10 orang siswa atau sekitar 45,45% dengan nilai rata-rata 59,54 meningkat dari hasil yang diperoleh pada tes awal, kemudian pada siklus ke dua meningkat sebanyak 15 orang atau 68,18%, sedangkan pada siklus ke tiga menjadi 86,36% atau 19 orang siswa. Berdasarkan tindakan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan pembelajaran matematik realistik pada pokok bahasan penjumlahan pecahan pada siswa kelas V SD Negeri 40 Kota Ternate hasil belajar siswa mengalami peningkatan.
TRANSFORMASI DIGITAL DALAM PENDIDIKAN: STUDI IMPLEMENTASI EDMODO PADA MATA KULIAH PENGEMBANGAN KURIKULUM SD Marlina, Yetni
Jurnal Pendidikan dan Ekonomi (JUPEK) Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Ekonomi (JUPEK)
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi Institut Sain dan Kependidikan (ISDIK) Kie Raha Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15671262

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan tinggi menjadi kebutuhan mendesak di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0, terutama dalam pengembangan kompetensi guru masa depan. Namun, integrasi teknologi pembelajaran dalam mata kuliah pengembangan kurikulum masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi platform Learning Management System (LMS) Edmodo dalam mendukung pembelajaran pada mata kuliah Pengembangan Kurikulum SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara semi-terstruktur terhadap dosen dan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Edmodo mampu meningkatkan partisipasi aktif mahasiswa, memperkuat pemahaman konseptual kurikulum, serta mendorong kolaborasi dan refleksi pembelajaran. Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan literasi digital, manfaat pedagogis Edmodo dirasakan signifikan oleh seluruh partisipan. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi LMS dalam pendidikan guru sebagai upaya strategis membangun kesiapan profesional menghadapi pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap literatur pendidikan digital dan menjadi dasar pengembangan kebijakan pembelajaran berbasis teknologi yang lebih adaptif
Kurikulum Merdeka : Tantangan Pembelajaran IPS Pada Siswa Sekolah Dasar Studi Kasus Di SD Negeri 26 Kota Ternate Rahmat Muhdar; Marlina , Yetni
PrimEarly : Jurnal Kajian Pendidikan Dasar dan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Pendidikan, Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/primearly.v7i2.3443

Abstract

The aim of carrying out this research is to describe planning, implementation, supporting and inhibiting factors, as well as solutions in differentiated learning in the Merdeka curriculum in science and science subjects at SDN 26 Ternate City. This research uses qualitative research with a case study design. Data was collected through interviews, observation and documentation. The subjects of this research consisted of the school principal, class IV teacher, and three class IV students. Test the validity of the data using triangulation of techniques and sources. Then the data was analyzed using the Miles and Hubermen technique with three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results obtained were that teachers made learning plans by mapping learning needs through diagnostic assessments and then creating teaching modules based on the results of the mapping. It is known that class IV students consist of visual, auditory and kinesthetic learning styles. In its application, teachers carry out learning differentiation of content, processes and products. Supporting factors come from enthusiastic students, a pleasant learning atmosphere, students feeling safe and comfortable, and adequate infrastructure. Meanwhile, the main inhibiting factor in learning is that it takes longer. The solution taken by the principal and teachers is to reflect together every week.
Kearifan Lokal sebagai Fondasi Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Muatan Lokal Sekolah Dasar di Ternate Marlina, Yetni; Iswan E.Tawari
Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : putrapublisher.org

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jurpendis.v4i2.1792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana kearifan lokal berfungsi sebagai dasar kontekstual untuk pembelajaran ketika menerapkan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan di SDN 14 Kota Ternate, Indonesia; pendekatan kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data melalui observasi pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru, dan analisis dokumen. Integrasi budaya lokal dalam pembelajaran, praktik instruksional, dan strategi implementasi kurikulum diidentifikasi melalui analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal tidak hanya dianggap sebagai bahan tambahan, tetapi juga berfungsi sebagai fondasi kontekstual yang memengaruhi bagaimana pembelajaran direncanakan dan dilaksanakan. Dalam proses pembelajaran, guru memasukkan pengalaman sosial-budaya peserta didik, seperti adat istiadat masyarakat pesisir, prinsip gotong royong, dan praktik lokal Ternate. Namun demikian, integrasi ini belum sepenuhnya sistematis karena beberapa guru masih menggunakan pendekatan tematik tanpa secara eksplisit mengaitkan konsep akademik dengan struktur nilai budaya lokal. Selain itu, kearifan lokal membantu siswa memahami apa yang mereka pelajari karena membuat hubungan antara ide abstrak dan hal-hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Namun, metode ini hanya berfokus pada ilustrasi dan belum sepenuhnya mendorong pemikiran konseptual yang mendalam. Guru juga berperan sebagai mediator utama antara kebutuhan kurikulum dan konteks budaya lokal. Namun, mereka memiliki kapasitas pedagogis yang berbeda, yang berarti bahwa cara mereka menerapkannya berbeda di setiap kelas. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa ada perbedaan antara kurikulum bebas yang idealnya fleksibel dan praktik pembelajaran di lapangan yang lebih cenderung bergantung pada buku teks. Kearifan lokal telah menjadi bagian dari proses pembelajaran. Namun, posisinya saat ini belum berkembang menjadi kerangka pedagogis yang sistemik. Sebaliknya, itu masih dalam proses transisi dari sumber kontekstual menuju fondasi epistemologis pembelajaran.