Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EVALUASI IMPLEMENTASI APLIKASI DATA WEREHOUSE DALAM PENYAJIAN DATA STUNTING MENGGUNAKAN METODE PIECES DI KABUPATEN KEDIRI : EVALUATION OF THE IMPLEMENTATION OF THE WEREHOUSE DATA MODELING APPLICATION FOR PRESENTING STUNTING DATA IN VILLAGES IN KEDIRI REGENCY luluk susiloningtyas luluk; Arik Sofan Tohir; Aris Dwi Cahyono; Fannidya Hamdani Zeho; Suryono Suryono
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v8i1.446

Abstract

Abstrak   Teknologi informasi menjadi solusi masalah layanan publik, termasuk pengolahan data besar lewat data warehouse dengan metode Nine Step Kimball model Skema Bintang. Data warehouse mendukung pengelolaan dan analisis data. Masalah muncul saat manajemen butuh informasi detail dan tepat waktu tentang data transaksional stunting, tapi di lapangan pihak manajemen kesulitan mendapat profil data stunting karena pengisian aplikasi belum lengkap. Karena itu perlu evaluasi penerapan aplikasi pemodelan data warehouse untuk penyajian data stunting. Tujuan penelitian mendeskripsikan evaluasi penerapan aplikasi Pemodelan Data Warehouse untuk penyajian data stunting di Desa Wilayah Kabupaten Kediri. Metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan Mei-Juni 2025 di Desa wilayah Kabupaten Kediri. Populasi seluruh kader kesehatan pengguna aplikasi dengan sampel 40 orang pakai total sampling. Data dikumpulkan lewat kuesioner PIECES. Uji validitas 35 item valid karena r-hitung > r-tabel 0,334 dan reliabilitas Alpha 0,928 > 0,70, jadi instrumen valid dan reliabel. Pengukuran pakai skala Likert dengan analisis statistik deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan semua aspek PIECES kategori Baik: performance 90%, information 85%, economics 82,5%, efficiency 72,5%, service 65%, control 62,5%. Skor terendah ada pada control 62,5% dan service 65% sehingga perlu perbaikan. Rekomendasi: optimalkan pelatihan dan monitoring evaluasi petugas agar lebih terampil serta lakukan backup data berkala. Melalui rancang bangun warehouse stunting diharapkan jadi alat bantu penyajian data stunting yang valid, sehingga stakeholder SKPD dan pemerintah desa bisa menetapkan sasaran intervensi tepat dan cepat. Hasil penelitian bisa jadi bahan evaluasi Desa Wilayah Kabupaten Kediri dalam pemantauan dan penanganan stunting. Abstract   Information technology is an effective solution for public service challenges, including the processing of large datasets through a data warehouse using the Nine Step Kimball model with a Star Schema design. A data warehouse supports data management and analysis. A problem arises when management requires detailed and timely information from stunting transactional data; however, in practice, managers struggle to obtain stunting profiles because data entry in the existing application remains incomplete. Therefore, an evaluation of the implementation of a data warehouse modeling application for stunting data presentation is necessary.This study aimed to describe the evaluation of the Data Warehouse Modeling application for stunting data presentation in villages in Kediri Regency. The research method was quantitative descriptive with a cross-sectional approach. The study was conducted from May to June 2025 in villages within Kediri Regency. The population consisted of all community health cadres using the application, with a total sample of 40 respondents selected through total sampling. Data were collected using a questionnaire based on the PIECES framework. Validity testing showed that 35 items were valid with r-count > r-table of 0.334, and reliability testing yielded Cronbach’s Alpha of 0.928 > 0.70, indicating that the instrument was valid and reliable. Measurements used a Likert scale, and data were analyzed using descriptive statistics.The results showed that all PIECES variables were in the “Good” category: performance 90%, information 85%, economics 82.5%, efficiency 72.5%, service 65%, and control 62.5%. The lowest scores were control 62.5% and service 65%, indicating areas for improvement. Recommendations include optimizing training and monitoring-evaluation for officers to improve competency and performing regular data backups. Through the development of a stunting data warehouse, the application is expected to serve as a valid tool for presenting stunting data, enabling Regional Work Units (SKPD) stakeholders and village governments to set intervention targets accurately and promptly. These findings can serve as evaluation material for villages in Kediri Regency for stunting monitoring and management.
THE EFFECT OF WORKLOAD ON EMPLOYEE PERFORMANCE AT THE PURWOASRI COMMUNITY HEALTH CENTER, KEDIRI REGENCY IN 2025 M Lutvi Irvan A.; Aris Dwi C.; Suryono; Cintya N
Pedagogic Research-Applied Literacy Journal Vol. 3 No. 4 (2026): Volume 3 Number 4 August - October 2026
Publisher : Suluh Adiluhung Publisher (SAPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70574/nmnete72

Abstract

Workload refers to the amount of work targets or outcomes that must be achieved within a specific unit of time, while performance denotes the results and behaviors exhibited in completing assigned tasks and responsibilities during a given period. Excessive workload among healthcare professionals, including nurses in Community Health Center, leads to difficulties in achieving optimal performance outcomes. Overlapping schedules between service delivery and health screening activities make task completion challenging, impacting performance reports and the achievement of Health Center program targets. This study aims to analyze the influence of workload on employee performance at Purwoasri Health Center, Kediri Regency in 2025. The research adopts a quantitative approach with a cross-sectional design. The population comprises all employees at Purwoasri Health Center, totaling 44 respondents. Non-probability sampling (Saturation Sampling) was used to include all population members as samples. Data collection employed questionnaires, and data analysis utilized simple linear regression with SPSS v.22 for Windows. Based on the results of simple linear regression, the obtained significance value of 0.00 < 0.05 indicates a significant influence. In conclusion, workload has a positive and significant influence on employee performance. It is recommended that Health Center management conducts a reassessment of job descriptions to ensure tasks assigned align with each employee's capacities and skills.
Pelatihan Penanganan Kegawatdaruratan Pada Korban Balita Tenggelam di Desa Darungan Suryono Suryono; Christianto Nugroho
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.89

Abstract

Resiko tenggelam paling banyak terjadi pada balita, namun tidak tertolong jiwanya karena tidak mendapatkan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dari seorang penolong. Oleh karena itu, masyarakat perlu diajarkan pelatihan Bantuan Hidup Dasar. Bantuan hidup dasar ialah tindakan untuk mempertahankan jalan nafas dan membantu pernafasan dan sirkulasi tanpa menggunakan alat selain alat bantu nafas sederhana. Faktor terpenting yang menentukan hasil dari kejadian tenggelam adalah durasi dan tingkat keparahan hipoksia yang ditimbulkan. Penanganan yang dilakukan pada near drowning di tempat kejadian meliputi menyelamatkan korban dari air, pemberian nafas bantuan, kompresi dada, membersihkan muntahan yang memungkinkan terjadinya sumbatan jalan nafas, mencegah terjadinya kehilangan panas tubuh dan transportasi korban ke fasilitas gawat darurat terdekat untuk evaluasi dan pemantauan. Kegiatan pelatihan akan diberikan kepada para kelompok Paguyuban Petani Lele “Mini Tani Lestari” Desa Darungan Kecamatan Pare dalam bentuk pelatihan “Pertolongan Pertama Kegawatdaruratan Pada Balita Tenggelam”. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan mayoritas adalah pasangan usia subur yang memiliki anak balita dengan mata pencaharian sebagai petani lele yang mana setiap belakang/halaman rumah dibangun kolam lele yang tidak dilengkapi dengan pembatas keamanan bagi anak-anak. Kondisi seperti ini beresiko terjadi kecelakaan tenggelam pada anak-anak jika orang tua terlena dari menjaganya. Situasi ini dapat menjadi salah satu pemicu terjadinya keadaan kegawatdaruratan yang berhubungan dengan kasus balita tenggelam. Kegiatan ini memberi bekal dan melatih para petani lele agar memiliki keterampilan yang baik dalam memberikan pertolongan pertama dalam keadaan gawat darurat balita tenggelam. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan akan meningkatkan angka keselamatan korban gawat darurat karena mendapat pertolongan pertama yang tepat sebelum sampai di tempat layanan kesehatan dan mendapat penanganan lanjutan