Syarifah, Dewi
Departemen Psikologi Industri Dan Organisasi, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Berajah Journal

PENGARUH WORKPLACE INCIVILITY TERHADAP TURNOVER INTENTION DENGAN NEGATIVE RUMINATION SEBAGAI VARIABEL MEDIATOR Hamidah Yulia Mustika Setyorini; Dewi Syarifah
Berajah Journal Vol. 2 No. 3 (2022): August
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v2i3.133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh workplace incivility terhadap turnover intention dengan negative rumination sebagai variabel mediator. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan teknik survei. Penelitian dilakukan dengan menyebar kuesioner secara online. Terdapat sampel sejumlah 109 orang karyawan di instansi perbankan di Indonesia yang menjadi responden dalam penelitian ini. Analisis data dilakukan dengan uji regresi menggunakan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistics 25 for Windows dan Sobel Test. Hasil regresi untuk menguji pengaruh menunjukkan nilai signifikansi <0,05 sehingga hasil dinyatakan signifikan. Uji sobel test untuk menguji efek mediasi menghasilkan nilai 2,826 atau >1,98 sehingga hasil dinyatakan memediasi. Selain itu, diketahui bahwa nilai dari pengaruh langsung workplace incivility terhadap turnover intention ialah sebesar 0,889 dan nilai dari pengaruh workplace incivility terhadap turnover intention melalui negative rumination ialah sebesar 0,779. Adapun efek mediasi yang terjadi adalah mediasi parsial. Hal ini menunjukkan bahwa kedua hipotesis diterima, yaitu terdapat pengaruh workplace incivility terhadap turnover intention dan terdapat efek mediasi negative rumination pada pengaruh workplace incivility terhadap turnover intention.
PERAN EFIKASI DIRI DALAM MEMODERASI PENGARUH KETIDAKSOPANAN OLEH PELANGGAN TERHADAP KELELAHAN EMOSI Farhana Lailati Rahmah; Dewi Syarifah
Berajah Journal Vol. 2 No. 3 (2022): August
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v2i3.135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ketidaksopanan oleh pelanggan terhadap kelelahan emosi, serta menguji efikasi diri sebagai variabel moderator pada pengaruh ketidaksopanan oleh pelanggan terhadap kelelahan emosi pada karyawan hotel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang terdiri dari 95 partisipan yang berprofesi sebagai karyawan hotel. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear sederhana dan Moderated Regression Analysis (MRA) menggunakan SPSS versi 25 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaksopanan oleh pelanggan berpengaruh positif secara signifikan terhadap kelelahan emosi (p=0,000) dan efikasi diri tidak memoderasi pengaruh ketidaksopanan oleh pelanggan terhadap kelelahan emosi pada karyawan hotel (p=0,139).
PENGARUH WORKPLACE INCIVILITY TERHADAP WORK ENGAGEMENT DENGAN SUPERVISOR SUPPORT SEBAGAI VARIABEL MODERATOR PADA KARYAWAN MILENIAL Vira Dwina Rachmaniar Putri; Dewi Syarifah
Berajah Journal Vol. 2 No. 3 (2022): August
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v2i3.138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh workplace incivility terhadap work engagement dengan supervisor support yang menjadi variabel moderator pada karyawan milenial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif survei dengan pengambilan sampel pada karyawan milenial berusia 23-42 tahun berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan. Terdapat sampel sejumlah 101 orang. Analisis data menggunakan metode moderated regression analysis (MRA) dengan bantuan aplikasi SPSS 25.0 for Windows. Hasil analisis data dari penelitian ini menunjukkan workplace incivility dengan work engagement sebesar 0,000 di bawah 0,05, yang berarti bahwa incivility memiliki pengaruh terhadap work engagement dan supervisor support sebagai variabel moderator 0,532 yang berarti tidak dapat memoderasi pengaruh workplace incivility terhadap work engagement.
PENGARUH WORKPLACE INCIVILITY TERHADAP BURNOUT DENGAN COLLECTIVISM SEBAGAI VARIABEL MODERATOR Verina Maya Syahrani; Dewi Syarifah
Berajah Journal Vol. 2 No. 3 (2022): August
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v2i3.139

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji adanya pengaruh workplace incivility terhadap burnout dengan collectivism sebagai variabel moderator. Penelitian ini dilakukan pada karyawan yang bekerja di perushaan atau instansi di Indonesia yang telah bekerja selama minimal satu (1) tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Jumlah partisipan dari penelitian ini adalah 127 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari workplace incivility terhadap burnout (p<0,05). Selanjutnya ditemukan juga bahwa collectivism sebagai variabel moderator tidak memoderasi pengaruh workplace incivility terhadap burnout (p=0,257; p=0,218).
PENGARUH WORKPLACE INCIVILITY DAN REGULASI EMOSI TERHADAP JOB STRESS PADA PERAWAT Novi Rahayu Febrianti; Dewi Syarifah
Berajah Journal Vol. 2 No. 3 (2022): August
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v2i3.140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh workplace incivility dan regulasi emosi terhadap job stress perawat. Stres di tempat kerja merupakan salah satu dampak kehidupan dalam organisasi dan setiap karyawan dalam pekerjaanya setidaknya pernah mengalami stres kerja karena tuntutan lingkungan pekerjaan. Terdapat berbagai tipe dan kuantitas stres kerja pada karyawan, diantaranya karyawan yang bekerja dibidang pelayanan kesehatan. Perawat yang bekerja di bidang pelayanan kesehatan memiliki tugas dan tanggung jawab yang tinggi, yang mana angka stres kerja perawat di Indonesia sebesar 50.9 %. Penelitian ini dilakukan pada 101 perawat, yang pernah mengalami incivility yang dilakukan oleh rekan kerja, data diperoleh dengan metode survei dan menggunakan instrumen IIBS Indonesian Incivility Behaviour Scale 28 aitem, General Work Stres Scale 9 aitem dan emotion regulation questionnaire 10 aitem. Hasil analisis menunjukkan bahwa Ha1 di terima terdapat pengaruh workplace incivility terhadap job stress perawat, dan Ha2 diterima bahwa terdapat pengaruh dimensi cognitive reappraissal terhadap job stress, Ha3 ditolak bahwa tidak ada pengaruh dimensi expressive supression terhadap job stress, dan Ha4 diterima bahwa terdapat pengaruh workplace incivility dan regulasi emosi terhadap job stress.
HUBUNGAN WORKPLACE INCIVILITY DAN TURNOVER INTENTION DENGAN EMOTIONAL EXHAUSTION SEBAGAI VARIABEL MEDIATOR PADA KARYAWAN GENERASI MILLENIAL Anastyasya Dyah Purwanti; Dewi Syarifah
Berajah Journal Vol. 2 No. 3 (2022): August
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v2i3.144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan workplace incivility dan turnover intention dengan emotional exhaustion sebagai variabel mediator pada karyawan generasi millenial. Penelitian yang dilakukan merupakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik survei yang menggunakan alat pengumpulan berupa kuesioner yang disebarkan secara online. Partisipan dalam penelitian ini merupakan karyawan generasi millenial dengan rentang usia 22-42 tahun. Total jumlah partisipan pada penelitian ini adalah 106 orang. Workplace incivility diukur menggunakan Indonesia Incivility Behavior Scale (IIBS), turnover intention diukur menggunakan instrumen dari Mobley, dan emotional exhaustion diukur menggunakan Maslach Burnout Inventory. Analisis data dilakukan dengan menggunakan bootstrap melalui aplikasi Jamovi 1.2.27. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara workplace incivility dan turnover intention dengan emotional exhaustion memediasi hubungan diantara kedua variabel tersebut.