Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Organizational health structure and measurement of higher education in Indonesia Adiati, Rosatyani Puspita; Handoyo, Seger; Wicaksono, Dimas Aryo; Purba, Herison Pandapotan; Syarifah, Dewi
Indigenous Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6 No. 1, 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v6i1.11147

Abstract

The changing of governance and the increasing target of university challenge organization to maintain organizational health to support university member to achieve optimal performance. This study consisted two steps. First study was held to undertand the structure of organizational health factor, spesifically in public university setting, and involving 204 state university lecturers from 3 public universities. We used exploratory factor analysis for reducting dimensions of organizational health. It revealed that organizational health consists of four factors, which are Positive Leadership, Organizational Virtue, Positive Relationship, and Resource Support. Second study aimed to identify organizational health condition in those public universities in Indonesia using the 4 factor of organizational health that were generated in study 1. We asked 398 public university lecturers from 6 state universities to participate in study 2. We found that organizational health conditions were quite good. Further data analysis showed required improvement is needed, related to the aspects of Organizational Virtue, which indicates the ability of the organization to maintain their core activity and value, face pressure from outside and also internal people. Furthermore, Resource Support factor is also found as a factor with lowest result, it indicates there were some deficiency in facility to support organization objective.
Gaya Pengambilan Keputusan pada Profesi Account Officer di Industri Perbankan ditinjau dari Sikap Terhadap Resiko dan Orientasi Pelanggan Rosatyani Puspita Adiati
INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 3 No 1 (2018): INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental
Publisher : Airlangga University Press, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.644 KB) | DOI: 10.20473/jpkm.V3I12018.31-43

Abstract

Pertimbangan rasional perlu dimiliki oleh account officer ketika mereka memutuskan untuk menyetujui atau menolak proposal kredit pelanggan. Sebagai bagian dari profesi marketing, seorang account officer harus melayani pelanggan dengan baik yang diwujudkan dengan mengucurkan kredit kepada customer. Berdasarkan itu, menarik untuk melihat bagaimana account officer menggunakan gaya pengambilan keputusan tertentu berdasarkan pada sikap risiko dan orientasi terhadap pelanggan. Tiga skala yang terdiri dari dua sub-skala orientasi risiko, skala orientasi pelanggan penjual, dan lima sub-skala gaya pengambilan keputusan diberikan kepada 138 pekerja berprofesi account officer dari perbankan swasta. Analisis data menggunakan teknik korelasi kanonik menunjukkan bukti bahwa ada korelasi yang signifikan antara sikap terhadap risiko dan orientasi pelanggan dengan gaya pengambilan keputusan. Sikap menghindari risiko dan orientasi pelanggan berkorelasi positif dengan pengambilan keputusan yang rasional. Sikap kecenderungan mengambil risiko berkorelasi positif dengan pengambilan keputusan intuitif. Penghindaran risiko dan kecenderungan mengambil risiko berkorelasi positif dengan tipe pengambilan keputusan dependant. Penghindaran risiko berkorelasi positif dengan pengambilan keputusan tipe avoidant. Kecenderungan mengambil risiko berkorelasi positif, dimana orientasi pelanggan berkorelasi negatif, dengan pengambilan keputusan spontan. Hasil dari penelitian ini memiliki beberapa implikasi praktis, seperti dapat digunakan pertimbangan kriteria pemilihan account officer, atau meningkatkan program pelatihan untuk petugas akun untuk meningkatkan penggunaan analisis rasional.
Safety Performance pada Pekerja Berisiko Tinggi Ditinjau dari Kepribadian, Pengetahuan dan Motivasi Keselamatan Kerja Dewi Syarifah; Rosatyani Puspita Adiati
INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 3 No 1 (2018): INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental
Publisher : Airlangga University Press, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.443 KB) | DOI: 10.20473/jpkm.V3I12018.23-30

Abstract

Safety performance merupakan perilaku kerja yang terkait dengan keselamatan pekerja dalam melakukan pekerjaannya. Banyaknya kasus kecelakaan kerja yang terjadi di Indonesia menguatkan urgensi dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi safety performance seseorang dalam bekerja. Skala untuk mengukur kepribadian, pengetahuan dan motivasi seseorang tentang keselamatan kerja, serta safety performance diberikan kepada 142 pekerja dengan risiko tinggi. Analisis regresi menunjukkan bahwa ada korelasi negatif yang signifikan dari tipe kepribadian neuroticism (B=-0.067, SE=0.031, nilai p=.03), dan korelasi positif dari safety knowledge (B=0.387, SE=0.06, nilai p<.001) dan safety motivation (B=0.317, SE=0.064, nilai p<.001) terhadap aspek compliance pada safety performance. Lebih lanjut, ada korelasi negatif yang signifikan dari pendidikan (B=-0.406, SE=0.160, nilai p=.012), serta korelasi positif dari aspek kepribadian openness to experience (B=0.082, SE=0.03, nilai p=.008), safety knowledge (B=0.355, SE=0.068, nilai p<.001) dan safety motivation (B=0.454, SE=0.073, nilai p<.001) terhadap aspek partisipasi. Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar seleksi maupun pengembangan karyawan, khususnya untuk mereka yang bekerja pada lingkungan dengan resiko tinggi.
AKTIVITAS FISIK SEBAGAI PENDUKUNG KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DI MASA PANDEMI COVID-19: KAJIAN LITERATUR SISTEMATIS Reza Lidia Sari; Rosatyani Puspita Adiati
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.12541.2022

Abstract

Hubungan antara aktivitas fisik dengan kesejahteraan psikologis telah diteliti oleh beberapa peneliti terdahulu. Studi telaah literatur yang sistematis ini dilakukan untuk meninjau hubungan antara kedua variabel tersebut dalam konteks pandemi Covid-19. Pembatasan kegiatan dalam rangka pengendalian penyebaran Covid-19 telah mempengaruhi kehidupan masyarakat, baik dari segi pembatasan ruang gerak maupun relasi sosial. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan aktivitas fisik yang terjadi selama masa pandemi Covid-19 dan pengaruhnya terhadap kesejahteraan psikologis. Penelusuran di Scopus pada tanggal 20 Mei 2021 menggunakan kata kunci psychological well-being, subjective well-being, physical activities, physical exercise, sporting behavior, outdoor activity, serta Covid-19 dan pandemic dengan pembatasan rentang tahun publikasi 2020 – 2021 menghasilkan temuan 241 artikel. Selanjutnya, dengan menerapkan kriteria inklusi dan eksklusi, tahapan penyaringan judul dan abstrak serta penyaringan teks lengkap dilakukan menggunakan bantuan perangkat Covidence. Dari hasil penyaringan, ada 7 artikel yang kemudian terpilih untuk ditelaah. Hasil telaah menunjukkan bahwa terdapat perubahan aktivitas fisik selama pandemi Covid-19 dibandingkan sebelum pandemi. Perubahan tersebut juga ikut memengaruhi tingkat kesejahteraan psikologis di masa pandemi. Dengan demikian, penyesuaian dalam aktivitas fisik di masa pandemi Covid-19 tetap dapat dilakukan dalam rangka menunjang kesejahtreaan psikologis seseorang.
Hubungan Adversity Quotient dengan Intensi Wirausaha pada Mahasiswa Universitas Airlangga Audi Farhan Prabowo; Rosatyani Puspita Adiati
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 2 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.263 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v2i2.39425

Abstract

Indonesia masih tertinggal dalam hal rasio jumlah pengusaha terhadap populasi jika dibandingkan dengan negara tetangga. Pemerintah melalui program-programnya telah mendorong mahasiswa untuk berwirausaha. Namun, hanya sedikit lulusan perguruan tinggi yang berwirausaha. Hal tersebut juga terjadi di Universitas Airlangga. Hal ini berkaitan dengan intensi wirausaha pada mahasiswa. Faktor psikologis yang berpengaruh salah satunya adalah adversity quotient. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan adversity quotient dengan intensi wirausaha pada mahasiswa Universitas Airlangga. Pengumpulan data melalui survei online. Jumlah subjek 151 mahasiswa UNAIR. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho menggunakan SPSS 23.0 for Macintosh. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang kuat dengan arah positif antara adversity quotient dengan intensi wirausaha.
AKTIVITAS FISIK SEBAGAI PENDUKUNG KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DI MASA PANDEMI COVID-19: KAJIAN LITERATUR SISTEMATIS Reza Lidia Sari; Rosatyani Puspita Adiati
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.12541.2022

Abstract

Hubungan antara aktivitas fisik dengan kesejahteraan psikologis telah diteliti oleh beberapa peneliti terdahulu. Studi telaah literatur yang sistematis ini dilakukan untuk meninjau hubungan antara kedua variabel tersebut dalam konteks pandemi Covid-19. Pembatasan kegiatan dalam rangka pengendalian penyebaran Covid-19 telah mempengaruhi kehidupan masyarakat, baik dari segi pembatasan ruang gerak maupun relasi sosial. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan aktivitas fisik yang terjadi selama masa pandemi Covid-19 dan pengaruhnya terhadap kesejahteraan psikologis. Penelusuran di Scopus pada tanggal 20 Mei 2021 menggunakan kata kunci psychological well-being, subjective well-being, physical activities, physical exercise, sporting behavior, outdoor activity, serta Covid-19 dan pandemic dengan pembatasan rentang tahun publikasi 2020 – 2021 menghasilkan temuan 241 artikel. Selanjutnya, dengan menerapkan kriteria inklusi dan eksklusi, tahapan penyaringan judul dan abstrak serta penyaringan teks lengkap dilakukan menggunakan bantuan perangkat Covidence. Dari hasil penyaringan, ada 7 artikel yang kemudian terpilih untuk ditelaah. Hasil telaah menunjukkan bahwa terdapat perubahan aktivitas fisik selama pandemi Covid-19 dibandingkan sebelum pandemi. Perubahan tersebut juga ikut memengaruhi tingkat kesejahteraan psikologis di masa pandemi. Dengan demikian, penyesuaian dalam aktivitas fisik di masa pandemi Covid-19 tetap dapat dilakukan dalam rangka menunjang kesejahtreaan psikologis seseorang.
Asesmen Pengembangan Karir pada Karyawan di Industri Pembangkitan Listik PT. X Hendrikus Anung Anindito; Rosatyani Puspita Adiati
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i11.14091

Abstract

Asesmen pengembangan karir dilakukan sebagai salah satu praktik pengelolaan karir yang ditujukan untuk mendapatkan gambaran Studi ini bertujuan untuk melihat kesesuaian antara kompetensi, minat, potensi, dan kepribadian subjek dalam posisi yang akan dipromosikan. Subjek pada penelitian ini merupakan 1 orang yang merupakan karyawan PT. X. Subjek sedang berada pada masa asesmen yang merupakan suatu masa di mana dia akan dipromosikan ke dalam posisi supervisor. Penelitian ini menggunakan metode tes psikologi dan metode wawancara. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa subjek direkomendasikan ke dalam posisi Supervisor SDM karena telah memenuhi persyaratan kompetensi jabatan dan minat yang dibutuhkan untuk dipromosikan. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa subjek tidak direkomendasikan ke dalam posisi Supervisor CSR & Umum karena terdapat kompetensi inti yang belum sesuai dengan persyaratan promosi.
Is a good relationship enough for a good life? Xu, Efendy; Prihadi, Kususanto Ditto; Wulandari, Primatia Yogi; Adiati, Rosatyani Puspita; Cahyono, Rudi; Widayat, Iwan Wahyu; Indrijati, Herdina; Septarini, Berlian Gressy; Nisa, Valina Khiarin
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 12, No 4: December 2023
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v12i4.22967

Abstract

Satisfaction with life is an important element of mental health as its protective features against depression, anxiety, and other mental health problems. The bottom-up theory of life satisfaction explained that satisfaction in specific domains tend to sum up to general life satisfaction. accordingly, studies reported that relationship satisfaction predicts general life satisfaction This cross-sectional study aims to investigate the role of two variables, namely perceived social support (PSS) and mattering. We hypothesized that PSS and mattering perform full serial mediation on the link relationship between relationship satisfaction and life satisfaction. 256 individuals who live in several urban areas in West Malaysia were recruited through purposive sampling to respond to online form consisted of scales of relationship satisfaction, satisfaction with life, general mattering scale and multidimensional scale of perceived social support. Bootstrap method with 95% confidence interval and 5,000 samples was conducted through PROCESS Macro model 6; the results suggested that a significant, full serial mediation occurred. Additionally, both PSS and mattering significantly predicted life satisfaction after controlling for each other.
Organizational health structure and measurement of higher education in Indonesia Adiati, Rosatyani Puspita; Handoyo, Seger; Wicaksono, Dimas Aryo; Purba, Herison Pandapotan; Syarifah, Dewi
Indigenous Vol 6, No 1 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v6i1.11147

Abstract

The changing of governance and the increasing target of university challenge organization to maintain organizational health to support university member to achieve optimal performance. This study consisted two steps. First study was held to undertand the structure of organizational health factor, spesifically in public university setting, and involving 204 state university lecturers from 3 public universities. We used exploratory factor analysis for reducting dimensions of organizational health. It revealed that organizational health consists of four factors, which are Positive Leadership, Organizational Virtue, Positive Relationship, and Resource Support. Second study aimed to identify organizational health condition in those public universities in Indonesia using the 4 factor of organizational health that were generated in study 1. We asked 398 public university lecturers from 6 state universities to participate in study 2. We found that organizational health conditions were quite good. Further data analysis showed required improvement is needed, related to the aspects of Organizational Virtue, which indicates the ability of the organization to maintain their core activity and value, face pressure from outside and also internal people. Furthermore, Resource Support factor is also found as a factor with lowest result, it indicates there were some deficiency in facility to support organization objective.
Asesmen Potential Review pada Pegawai PT. KPL Shofyan, Muhammad Yusuf; Adiati, Rosatyani Puspita
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 3 (2024): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i3.519

Abstract

Asesmen individual untuk potential review dilakukan sebagai bagian dari kegiatan manajemen talenta untuk mendapatkan gambaran mengenai potensi yang dimiliki oleh subjek. Hasil asesmen potential review lalu digabungkan dengan hasil penilain kinerja untuk mendapatkan informasi mengenai posisi subjek dalam 9 box matrix disebut juga pemetaan talenta. Subjek dalam asesmen ini merupakan seorang pegawai PT. KPL dengan jabatan crewing recruitment superintendent. Penelitian ini dilakukan untuk melihat potensi subjek pada jabatan crewing manager. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode tes (alat tes psikologi) dan non tes (behavioral event interview). Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa subjek berada pada posisi “observe effective” (effective performance) yang dalam 9 box matrix berapa pada rentang moderate performer dan low potential. Hasil ini menunjukkan bahwa subjek belum memenuhi kriteria yang dibutuhkan dan bukan termasuk dalam talen yang potensial pada PT. KPL.