Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Dukungan Sosial yang Didapatkan Kaum Gay melalui Aplikasi Blued/Walla Widiasih, Vania Kinanthi; Prasetya, Berta Esti Ari
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Volume 11, Issue 4, Desember 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i4.9046

Abstract

Gay is a sexual orientation which is defined as a man who is physically and emotionally attracted to other men. The rejection that occurred in Indonesia, make gay people have their own communities, especially for special gay matchmaking application called Blued/Walla. The purpose of this study is to understand the form of social support that obtained through the Blued/Walla application. This qualitative research uses a phenomenological approach with data retrieval techniques using one-on-one interviews and questions complied based on four aspects of social support from Sarafino and Smith (2012). The interviews were analyzed by using the coding techniques. The participant of this study were three individuals with gay sexual orientation and actively using the Blued/Walla application who were students at one of the universities in Salatiga. The results of the study suggest that the form of social support obtained by gai people through the Blued/Walla application can be in the form of motivational messages, gift, and advice obtained online or offline. Positive relations were also obtained by participants so that is also had a positive effect on participants. Gay merupakan salah satu orientasi seksual yang diartikan sebagai seorang laki-laki yang memiliki ketertarikan baik secara fisik dan emosional kepada laki-laki lainnya. Penolakan yang terjadi di Indonesia turut membuat para kaum gay memiliki komunitasnya sendiri, salah satunya adalah aplikasi pencari jodoh khusus gay yaitu Blued/Walla. Tujuan penelitian ini untuk memahami bentuk dukungan sosial yang diperoleh kaum gay melalui aplikasi Blued/Walla. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan teknik penggalian data melalui wawancara tipe on-on-one interview dan pertanyaan yang disusun berdasarkan empat aspek dukungan sosial dari Sarafino dan Smith (2012). Analisis data dilakukan dengan menganalisis transkrip wawancara menggunakan teknik coding. Partisipan penelitian ini sebanyak tiga individu dengan orientasi seksual gay dan aktif menggunakan aplikasi Blued/Walla yang juga merupakan mahasiswa pada salah satu Universitas di Salatiga. Hasil penelitian mengemukakan bahwa bentuk dukungan sosial yang diperoleh kaum gay melalui aplikasi Blued/Walla dapat berupa pesan motivasi, pemberian barang, serta nasihat yang diperoleh partisipan secara online mau pun offline. Relasi positif juga diperoleh oleh partisipan sehingga memberikan efek positif pula bagi partisipan. 
Budaya Wor Dalam Pengembangan Resiliensi Perempuan Yang Mengalami Peristiwa Biak Berdarah Tahun 1998 Rumwaropen, Yuliana Miryam; Prasetya, Berta Esti Ari
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v9i1.6300

Abstract

Peristiwa Biak berdarah pada tahun 1998 cukup meninggalkan trauma bukan hanya pada korban namun terhadap perempuan yang mengalami peristiwa Biak berdarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana budaya wor dalam pengembangan resiliensi perempuan yang mengalami peristiwa Biak berdarah pada tahun 1998. Partisipan dalam penelitian ini merupakan perempuan dewasa madya berusia 40-60 tahun yang mengalami peristiwa Biak berdarah pada Tahun 1998. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan interpretative phenomenological analysis (IPA) kemudian uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budaya wor dalam pengembangan resiliensi perempuan yang mengalami peristiwa Biak berdarah mendorong partisipan untuk mampu meregulasi emosi dan bersikap optimis mendukung partisipan untuk resilien. Kata kunci: resiliensi, budaya wor, perempuan
Hubungan Antara Work-Life Balance dengan Komitmen Organisasi Pada Karyawan Perempuan Yang Sudah Menikah di PT. X Renny Dwi Nugrawati; Berta Esti Ari Prasetya
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 2 No. 03 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v2i03.208

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan positif dan signifikan antara Work-life balance dengan Komitmen Organisasi. Penelitian ini dilakukan pada karyawan di PT. X yang berjumlah 40 karyawan yang menggunakan teknik sampel jenuh. Variabel Work-life balance diukur menggunakan skala milik Fisher (2001) yang diterjemahkan oleh penulis dan variabel Komitmen Organisasi diukur menggunakan skala milik Allen Mayer (1991) yang terjemahkan oleh penulis. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho, didapatkan hasil r = 0,067; p> 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan positif dan signifikan antara Work-life balance dengan Komitmen Organisasi di PT X.
Usia Kronologis dan Usia Pernikahan Sebagai Prediktor Kepuasan Pernikahan Pada Kaum Istri di Metro Manila Prasetya, Berta Esti Ari
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 22 No 2 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 2, 2007)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v22i2.4284

Abstract

This study investigated whether chronological age and duration of marriage were predictive of wife’s marital satisfaction. A survey with the Kansas Marital Satisfaction Scale as a questionaire and a Personal Data Sheet were used in collecting the data. Filipino working wives (N = 129) participated in this survey. Results from the Pearson correlational analyses reveal that chronological age and duration of marriage are each negatively correlated with wife’s marital satisfaction. Regression analysis result shows that chronological age and duration of marriage combined were predictive of marital satisfaction. Independently, neither chronological age nor duration of marriage were predictive of marital satisfaction. Penelitian ini meneliti apakah usia kronologis dan usia pernikahan pada kaum istri merupakan prediktor bagi kepuasan pernikahan kaum istri. Metode survei digunakan dalam penelitian ini, menggunakan skala Kansas Marital Satisfaction dan Data Pribadi subjek. Istri pekerja berkebangsaan Filipina (N = 129) di Metro Manila berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil korelasi Product Moment dari Pearson menunjukkan bahwa usia kronologis berkorelasi negatif secara signifikan dengan kepuasan pernikahan. Usia pernikahan juga berkorelasi negatif secara signifikan dengan kepuasan pernikahan. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa usia kronologis dan usia pernikahan secara bersama-sama mampu memprediksi varians pada kepuasan pernikahan. Namun, secara mandiri usia kronologis maupun usia pernikahan tidak cukup prediktif terhadap varians pada kepuasan pernikahan.