Rahmawati Rahmawati
Universitas Islam Sumatera Utara

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

pengaruh cekaman air terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max. L.) pada tanah ultisol Yodhia Yodhia; Rahmawati Rahmawati; Ratna Mauli Lubis
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2020): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v8i2.3082

Abstract

Salah satu kendala yang dapat membatasi pertumbuhan dan produksi tanaman pada lahan kering adalah ketersediaan air yang rendah,karena itu diperlukan varitas kedelai yang berpotensi produksi dan mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap cekaman air. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh cekaman air terhadap pertumbuhan dan produksi dari beberapa varitas tanaman kacang kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa taraf pemberian air berpengaruh nyata terhadap produksi tanaman yaitu jumlah polong,tapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman,jumlah cabang, bobot polong dan berat kering akar tanaman. Perlakuan yang terbaik dari taraf pemberian air adalah perlakuan A1 =80 % (1200 ml air/polybag). Kemudian perlakuan tiga varitas berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang kedelai yaitu tinggi tanaman,jumlah polong, bobot polong dan berat kering akar tanaman ,namun tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang tanaman. Sedangkan kombinasi taraf pemberian air dari ketiga varitas kacang kedelai berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman.
respon pertumbuhan bibit tanaman jeruk purut (Citrus hystrix) dengan beberapa taraf pemberian air dan pupuk kompos kotoran ayam pada tanah ultisol Wardiah Oktaviana Silitonga; Rahmawati Rahmawati; Chairani Siregar
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2020): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v8i2.3088

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh taraf pemberian air dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan tanaman jeruk purut. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor yang diteliti yaitu: 1. Faktor perlakuan pertama adalah Taraf Pemberian Air (A) terdiri dari 5 taraf perlakuan, yaitu : A0 = 100%, A1 = 80 %, A2 = 60%, A3 = 40 %. A4 = 20%. 2. Faktor perlakuan kedua adalah pupuk Kandang Ayam (K) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, yaitu : K0 = 0 kontrol, K1 = 50g/polybag, K2 = 100 g/polybag. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah cabang (cabang), diameter batang (mm), jumlah daun tanaman (helai). Hasil penelitian menunjukkan bahwa taraf pemberian air berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman jeruk purut yaitu tinggi tanaman, jumlah cabang, diameter batang dan jumlah daun. Kemudian pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman jeruk purut yaitu diameter batang dan jumlah daun tanaman. Sedangkan kombinasi aplikasi taraf pemberian air dan pupuk kandang ayam berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati.
Perbaikan K-Tersedia Tanah dan Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Kacang Tanah (Arachis hypogea L.) Melalui Pemberian Bokasi Jerami Padi dan Pupuk Kcl pada Tanah Inceptisol Robyiatul Adawiyah; Chairani Siregar; Rahmawati Rahmawati
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 3 (2022): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v10i3.6742

Abstract

Kebutuhan kacang tanah dari tahun ke tahun terus meningkat sejalan dengan  bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan gizi masyarakat, diversifikasi pangan, serta meningkatnya kapasitas industri pakan dan makanan di Indonesia. Oleh sebab itu pemerintah terus berupaya meningkatkan jumlah produksi melalui intensifikasi, perluasan areal  pertanaman dan penggunaan pemupukan yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat respon tanaman kacang tanah terhadap aplikasi Bokasi dan pupuk KCL pada tanah Inceptisol. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu: Pupuk Bokasi Jerami Paditerdiri dari 4 taraf yaitu : B0 = kontrol, B1 = 1,5 kg/plot, B2 = 3 kg/plot, dan B3 = 4,5 kg/plot. Faktor kedua yaitu: Pupuk KCl terdiri dari 3 taraf yaitu : K0 = kontrol, K1 = 11,25 g /plot,  dan K2 = 22,5 g/plot. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, umur bunga, jumlah polong per tanaman sampel, bobot polong per plot, dan bobot 100 biji per plot. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pemberian Pupuk Bokasi Jerami Pada Pemberian bokashi jerami padi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah polong, bobot polong pertanaman, bobot polong per plot, bobot 100 butir biji kering, dan kandungan K-dd tanah, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap umur berbunga.
FUNCTIONAL GRAMMAR STUDY: ANALYZING THE BATAK PROVERB "DALIHAN NATOLU" FROM THE PERSPECTIVE OF SYSTEMIC FUNCTIONAL GRAMMAR Rahmawati Rahmawati; Arwin Tannuary; Herman Herman; Arisdani Elman Situmorang; Yuni Enjelina Napitupulu; Dewi Kristina Hutapea; Silvia Sherina Pangaribuan; Elina Rosa Sihotang
Indonesian EFL Journal Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : University of Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ieflj.v11i2.11767

Abstract

Proverbs that represent their values and perspective are part of the rich cultural legacy of the Batak people of North Sumatra, Indonesia. "Dalihan Natolu" (translates as "The Three Hearth Stones") is one such proverb. This proverb is an important part of Batak social structure and values, which makes it a valuable topic for linguistic study. The "Dalihan Natolu" proverb is examined in this study using the Systemic Functional Grammar (SFG) theoretical paradigm. SFG is a linguistic approach that examines the ways in which language is employed to create meaning and depict the outside world. We can learn more about the grammatical and semantic elements of the "Dalihan Natolu" proverb that contribute to its cultural importance by using SFG to analyze it. The ideational, interpersonal, and textual meta functions of SFG are the three main areas of analysis. The proverb's representation of experiences and construction of reality are examined by the ideational meta function. The interpersonal meta function looks at how the proverb conveys the speaker's position and enacts social interactions. The textual meta function looks at the proverb's method of arranging ideas to create a logical and cohesive message. The study's goal is to identify the language structures and patterns that underlie the cultural significance and symbolic force of the "Dalihan Natolu" adage through this in-depth investigation. Understanding the proverb from the standpoint of Systemic Functional Grammar helps us to better grasp the richness and complexity of Batak cultural expression as well as its applicability in the contemporary era. The results of this work advance the field of linguistic analysis of cultural artefacts and the academic understanding of Batak language and culture. In light of the swift advancements in social and technological spheres, the knowledge acquired can also contribute to the preservation and promotion of Batak cultural heritage.