Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Tingkat Kerentanan Terhadap Potensi Bahaya Kebakaran di Permukiman Padat Penduduk di Kelurahan Pelita Kecamatan Samarinda Ilir Kota Samarinda Findia Findia
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.463 KB) | DOI: 10.31293/teknikd.v6i1.4187

Abstract

Bencana kebakaran merupakan salah satu masalah yang sering timbul di permukiman padat kota Samarinda. Kelurahan Pelita merupakan salah satu kelurahan yang memiliki permukiman padat dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap potensi bahaya kebakaran. Rata-rata kepadatan penduduk kelurahan Pelita adalah 2166 jiwa/Km2 dengan laju pertumbuhan penduduk 1,51% per tahun (BPS kota Samarinda, 2017). Sepanjang tahun 2017 tercatat terjadi kebakaran sebanyak 3 kali kejadian. Penelitian ini mengkaji tentang nilai tingkat kerentanan terhadap potensi bahaya kebakaran di kelurahan Pelita. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode skoring untuk mengidentifikasi nilai tingkat kerentanan terhadap potensi kebakaran berdasarkan variabel potensi kebakaran yang terdiri atas kepadatan bangunan rumah mukim, pola bangunan rumah mukim, jenis atap bangunan rumah mukim, lokasi sumber air, lebar jalan masuk, kepadatan lalu lintas kelistrikan, keterjangkaun hidran, ketersediaan tendon air, usia bangunan dan dinding bangunan. Berdasarkan hasil pengamatan GPS Area Measurement dan survey, wilayah yang menjadi sampel penelitian yaitu di jalan Lambung Mangkurat Gg Masjid akan dibagi menjadi 4 blok permukiman (blok I, II, III, IV) dengan menggunakan metode grid. Dari hasil analisis diketahui keempat blok masuk dalam kategori tinggi dengan skor masing-masing 26, 26, 29 dan 27
KEMAMPUAN PRASARANA LINGKUNGAN TERHADAP BENCANA PADA KAWASAN PERMUKIMAN PADAT PENDUDUK DI KELURAHAN PELITA, KOTA SAMARINDA findia findia
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/ft.v8i2.985

Abstract

Good environmental infrastructure is infrastructure that allows the environment to function properly. Gang Masjid on Jalan Lambung Mangkurat Samarinda, known as Kampung Fashion, is a densely populated residential area prone to flooding and fires. This is caused by inadequate environmental infrastructure conditions such as narrow roads with high traffic density, solid buildings, building conditions dominated by wooden walls, poor drainage systems and inadequate waste disposal facilities and minimal fire fighting facilities causing high risks flood and fire disaster. To reduce the high risk of disasters, community awareness about their environment needs to be increased. Training citizens to respond to disasters can minimize losses arising from disasters.
ANALISIS PENAMBAHAN ABU CANGKANG SAWIT PADA CAMPURAN LAPIS ASPAL BETON (LASTON) Musrifah Tohir; Findia Findia
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36087/jrp.v3i1.69

Abstract

ABSTRAKLimbah adalah kotoran atau buangan yang merupakan komponen pencemaran yang terdiri dari zat atau bahan yang tidak mempunyai kegunaan lagi bagi masyarakat. Penambahan abu cangkang kelapa sawit pada campuran lapis aspal beton di penelitian ini merupakan salah satu upaya pemanfaatan limbah dari produksi minyak kelapa sawit (MKS) agar limbah yang dihasilkan seminimal mungkin hasil produksinta tanpa limbah. Tujuan adalah untuk mengetahui nilai kekuatan (stability) dan keawetan (durability) pada campuran lapis aspal beton (Laston). Hasil uji stabilitas (kekuatan) penambahan abu cangkang sawit rata-rata 5 % = 957,52 Kg, 10 % = 1.599,37 Kg, 20 % = 1.498,98 Kg, 30 % = 803,28 Kg dan 40 % = 888,40 Kg.. Nilai uji durabilitas (keawetan) penambahan abu cangkang sawit rata-rata 5 % = 71,84 %, 10 % = 74,44 %, 20 % = 107,12 %, 30 % = 77,18 % dan 40 % = 84,81 KgKata kunci: Abu Cangkang Sawit, Stabilitas, Durabilitas, Laston ABSTRACTWaste is dirt or waste which is a component of pollution consisting of substances or materials that no longer have any use for society. The addition of oil palm shell ash to the concrete asphalt layer mixture in this study is an effort to use waste from palm oil production (MKS) so that the resulting waste is as minimal as possible without waste. The aim is to determine the value of the strength (stability) and durability (durability) of the mixture of asphalt concrete (Laston). The results of the stability test (strength) of the addition of palm shell ash with an average of 5% = 957.52 Kg, 10% = 1,599.37 Kg, 20% = 1,498.98 Kg, 30% = 803.28 Kg and 40% = 888, 40 Kg.  The value of durability test (durability) for the addition of palm shell ash on average 5% = 71.84%, 10% = 74.44%, 20% = 107.12%, 30% = 77.18% and 40% = 84.81 KgKeywords: Palm Shell Ash, Stability, Durability, Laston
Stabilisasi Tanah dan Semen Sebagai Peningkatan Karakteristik Tanah Eriq Setiawan; Syahrul Syahrul; Findia Findia
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.3 KB)

Abstract

Clay soil is a soil composed of various materials, including kaolinite, montmorillinite and illite group. The mineral montmorillinite has a sensitivity to the influence of water, it is very easy to expand and shrink. The level of swelling and shrinkage of clay soil is determined by the high and low content of montmorillinite in the clay grains. To improve soil properties, stabilization of the soil is carried out by including testing the physical and mechanical properties of the soil. in this study using the addition of a percentage of 5%, 10%, and 15% cement, stabilization with cement affects the decrease in the properties of the plasticity index, the compressive strength test increases and the CBR (california bearing ratio) increases. Soil improvement occurred at 15% stabilization cement percentage.Tanah lempung merupakan tanah yang tersusun dari berbagai material antara lain kaolinite,montmorillinite dan illite group. Mineral montmorilinite mempunyai kepekaan terhadap pengaruh air, sangat mudah untuk mengembang dan menyusut. Tinggi rendahnya tingkat kembang (swelling) dan susut (shrinkage) tanah lempung ditentukan oleh tinggi rendahnya kandungan montmorilinite pada butiran lempung. Untuk memperbaiki sifat tanah dilakukan stabilisasi terhadap tanah dengan mencakup pengujian sifat fisis tanah dan mekanis. pada penelitian ini menggunakan penambahan presentase 5%,10%, dan 15% semen, stabilisasi dengan semen berpengaruh terhadap penurunan sifat indeks platisitas, uji kuat tekan meningkat dan CBR (california bearing ratio) meningkat. Perbaikan tanah terjadi pada presentase semen stabilisasi 15%.
Analisis Tingkat Kerentanan Terhadap Potensi Bahaya Kebakaran di Permukiman Padat Penduduk di Kelurahan Pelita Kecamatan Samarinda Ilir Kota Samarinda Findia Findia
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v8i1.6762

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang nilai tingkat kerentanan terhadap potensi bahaya kebakaran di kelurahan Pelita. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode skoring untuk mengidentifikasi nilai tingkat kerentanan terhadap potensi kebakaran berdasarkan variabel potensi kebakaran yang terdiri atas kepadatan bangunan rumah mukim, pola bangunan rumah mukim, jenis atap bangunan rumah mukim, lokasi sumber air, lebar jalan masuk, kepadatan lalu lintas kelistrikan, keterjangkaun hidran, ketersediaan tendon air, usia bangunan dan dinding bangunan. Berdasarkan hasil pengamatan GPS Area Measurement dan survey, wilayah yang menjadi sampel penelitian yaitu di jalan Lambung Mangkurat Gg Masjid akan dibagi menjadi 4 blok permukiman (blok I, II, III, IV) dengan menggunakan metode grid. Dari hasil analisis diketahui keempat blok masuk dalam kategori tinggi dengan skor masing-masing 26, 26, 29 dan 27.
Perbandingan Estimasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) Antara Metode AHSP Dengan BOW Proyek Rekonstruksi Jalan Patung Lembuswana – Sebulu Sina, Maria Trivonia Sedo; Findia, Findia; Nugraha, Achmad Jaya Adhi
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v11i3.8384

Abstract

Rencana Anggaran Biaya adalah menghitung berapa besar estimasi biaya yang akan di perlukan dalam sebuah proyek, meliputi biaya untuk bahan, alat dan upah dan biaya lainnya. Anggaran biaya dalam proyek perlu diperhitungkan dengan baik agar menghasilkan nilai estimasi yang lebih efisien dan ekonomis. Dalam perencanaan anggaran biaya meliputi analisa komponen pada upah, bahan dan alat untuk menyelesaikan setiap item pekerjaan. Pengembangan meliputi perencanaan dan pelaksanaan adalah dua hal yang saling terkait. Perencanaan bertumpu pada pengaturan sumber daya seperti tenaga kerja, peralatan, bahan, biaya dan waktu. Sedangkan pelaksanaan menyelenggarakan pembangunan agar berjalan dengan waktu yang tepat, kualitas bangunan yang baik dengan biaya yang efisien . Untuk memperoleh keberhasilan dalam kedua hal tersebut, salah satunya adalah dengan dukungan analisis biaya yang baik. Dalam memperkirakan biaya yang dibutuhkan, perlu adanya perhitungan yang matang.
Pelatihan Pengelolaan Open Journal System (OJS) Menuju Jurnal Terakreditasi pada Editor Jurnal Jumani Jumani; Akas Pinaringan Sujalu; Lisa Astria Milasari; Findia Findia
TAAWUN Vol. 2 No. 02 (2022): TA'AWUN AUGUST 2022
Publisher : Pusat Penelitian Pengabdian Pada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Fattah Siman Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/taawun.v2i02.318

Abstract

Scientific journals are one of the means of formal communication in various knowledge and research results by both researchers and academics. The management of scientific journals towards accredited journals requires several strategies to improve, one of which is at the University of 17 August 1945 Samarinda which currently has 11 journals with an existing open journal system (OJS). This service activity aims to find out and implement the journal publishing process through OJS in accordance with journal accreditation requirements and understand electronic journal management standards based on national journal accreditation regulations and international journal rules. The target of this activity is journal editors as journal managers in the campus environment and able to cooperate in improving accredited journals. The method of this service activity is situation analysis and improvement which is then carried out in four stages, namely the planning stage, activity implementation, activity observation (observation) and mentoring stage. The benchmark for the respondents of the training participants was analyzed in the participant's question and answer session with the journal trainer. In addition, the participants' respondents from the increased understanding of the participants became increased due to their curiosity about the journal management process. Therefore, it can be concluded that the mentoring activities and training provided on the management of scientific journals are effective in increasing participants' understanding in terms of managing scientific journals.