Imam Djamaluddin Mashoedi
Bag. Parasitologi FK UNISSULA

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strengthening emotional intelligence intervention on behavior changes of mothers in stunting prevention Sari, Rita Kartika; Mayangsari, Citra Primavita; Mashoedi, Imam Djamaluddin; Intan, Yulice Soraya Nur; Trisnadi, Setyo; Aprilyanti, Dwi Fikha
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 13, No 2: June 2024
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v13i2.23652

Abstract

This study aimed to determine the effect of applying Emotional intelligence reinforcement to changes in stunting prevention behavior at the Kedung 2 Health Center, Jepara. This study employed a cross-sectional approach and data from participants at the Kedung 2 Public Health Center in Jepara. Public Health Center, Jepara. Participants were taken by purposive sampling according to predetermined maternal criteria, and 82 participants were obtained. Quasi-experimental research methods with two groups of emotional intelligence strengthening design, pre-intervention and post-intervention. Data collection used a questionnaire to measure the emotional intelligence of respondents and stunting prevention behavior. The data were then analyzed using the SPSS program. The correlation value shows that there is a strong relationship between the strengthening of emotional intelligence interventions and changes in maternal stunting prevention behavior, with a correlation value of 0.905 and a significance value of less than 0.001. The results of the T-test also showed significant behavioral changes in stunting prevention behavior before and after the application of strengthening emotional intelligence, with a significance value of 0.008. Strengthening emotional intelligence has a strong positive correlation with stunting prevention behavior, and the results of the T-test show that there is a significant effect on the results of stunting prevention behavior between before and after strengthening emotional intelligence. As a result, strengthening maternal emotional intelligence should be a priority to prevent stunting.
Hubungan Perilaku Pencegahan dan Kondisi Lingkungan Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut Purwanti, Enik; Mashoedi, Imam Djamaluddin; Wardani, Ratih Sari
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No September (2023): Suplemen Pra Seminar
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iSeptember.220

Abstract

Latar Belakang: Kasus ISPA masih menjadi masalah kesehatan di Indonesua. Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi kejadian ISPA pada balita. Faktor tersebut meliputi perilaku pencegahan ISPA, kondisi hygiene sanitasi lingkungan, kondisi fisik rumah seperti ventilasi, pencahayaan, lubang asap dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku pencegahan ISPA dan lingkungan dengan kejadian ISPA di Desa Karangmanggis wilayah kerja Puskesmas Boja Kabupaten Kendal. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan discriptive correlation serta melalui pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita di Desa Karangmanggis wilayah kerja Puskesmas Boja sebanyak 64 responden. Variabel bebas penelitian ini meliputi perilaku pencegahan, ventilasi, genteng kaca dan lubang asap, sementara variabel terikat adalah kejadian ISPA. Teknik analisis data yang digunakan adalah Chi-square. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pencegahan ISPA yang kurang baik sebanyak 10,9%. Ventilasi udara dalam kategori kurang baik sebanyak 18,8%. Rumah responden yang tidak ada genteng kaca sebanyak 15,6%. Rumah responden yang tidak memiliki lubang asap sebanyak 25,0%. Anak responden yang mengalami ISPA dalam tiga bulan terakhir sebanyak 20,3%. Ada hubungan yang bermakna antara perilaku pencegahan ISPA dengan kejadian ISPA dengan p value sebesar 0,000. Ada hubungan yang bermakna antara ventilasi udara dengan kejadian ISPA dengan p-value sebesar 0,000. Ada hubungan yang bermakna antara genteng kaca dengan kejadian ISPA dengan p value sebesar 0,000. Ada hubungan yang bermakna antara lubang asap dengan kejadian ISPA dengan p-value sebesar 0,000. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku pencegahan, ventilasi, genteng kaca dan lubang asap dengan kejadian ISPA pada balita.