Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Perbaikan Kualitas Pelayanan Hotel Kartika Chandra dengan Metode Servqual Dan Importance Performance Analysis (IPA) Kelik Fajar Kusuma; Masrul Indrayana; Jono
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v4i2.712

Abstract

Hotel Kartika Chandra merupakan hotel berbintang empat di Jakarta Selatan dengan tingkat penilaian kepuasan pelanggan berada pada posisi 4,3 dari 5. Untuk meningkatkan daya saing, penilaian dan evaluasi kepuasan pelanggan harus menjadi agenda rutin Hotel Kartika Chandra. Perbaikan kualitas pelayanan Hotel Kartika Chandra dapat dikaji menggunakan metode Service Quality (Servqual) dan Importance Performance Analysis (IPA). Servqual akan menemukan kesenjangan tingkat kualitas layanan yang diberikan dengan yang diterima pelanggan. Metodologi IPA akan menunjukkan skala prioritas perbaikan layanan yang perlu dilakukan oleh pihak penyedia layanan. Berdasarkan metode Servqual dan IPA, atribut layanan utama yang harus diperbaiki oleh manajemen Hotel Katika Chandra adalah penataan desain interior kamar dan fasilitas kamar, kebersihan kamar dan fasilitas kamar, keterersediaan tempat parkir yang cukup untuk pelanggan, kemampuan karyawan hotel untuk menjalin hubungan baik dengan pelanggan, dan jaminan keamanan kendaraan di tempat parkir.    
IbM Pelatihan Jurnalisme Online bagi Pelajar SMA Masrul Indrayana; Oktiva Anggraini
Jurnal Ilmiah Padma Sri Kreshna Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Padma Sri Kreshna
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini ditawarkan sebagai solusi terhadap kesenjangan antaraketrampilan dan pengetahuan siswa SMA selaku mitra terhadap jurnalistik online. Selain itumitra memerlukan pemberian motivasi kepada pelajar mengenai pentingnya pemanfaatanteknologi informasi bagi kehidupan mereka. Selanjutnya, mitra belum sepenuhnya mampumenggunakan aplikasi–aplikasi yang ada dalam internet. Dengan perpaduan penyuluhan danpraktek, pengabdian masyarakat ini berhasil melakukan rekayasa sosial yakni pelajamendapatkan pemahaman pengetahuan dan keterampilan jurnalistik online. Para pelajar semakinmemahami fungsi internet dalam mencari referensi/literatur untuk mata pelajaran. Ketertarikansiswa terhadap aneka aplikasi internet perlu diimbangi dengan penguasaan dan ketrampilanpengelolaan input data, penyajian konten tulisan/gambar/karikatur/video yang menarik. Timpengabdi mengusulkan pelatihan literasi media dan jurnalistik online diselenggarakanberkesinambungan. Luaran program berupa publikasi artikel melalui Jurnal Ilmiah Padma SrKreshna dan publikasi media cetak/online kampus.
Aplikasi Goal Programming Pada Pemilihan Rute Obyek Wisata Di Yogyakarta Jono Jono; Masrul Indrayana; Dutho Suh Utomo
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v5i2.1164

Abstract

Ketika wisatawan ke suatu daerah wisata, maka besar kemungkinan wisatawan tersebut mengunjungain beberapa obyek wisata. Kunjungan pada beberapa lokasi tersebut menyebabkan memerlukan waktu dan biaya karena beberapa lokasi tersebut terkadang mempunyai jarak yang dapat berjauhan. Untuk itu diperlukan pemilihan rute yang optimal afar dapat menghemat waktu dan jarak tempuh. Selama ini terdapat beberapa metode optimasi yang dapat digunakan untuk masalah pemilihan rute, salah satu yang yaitu goal programming. Goal programing digunakan karena dapat mengakomodasi beberapa tujuan yang dalam kasus pemilihan rute ini adalah meminimalkan jarak dan waktu. Hasil solusi pemilihan rute dengan goal programming didapatkan perjalanan diawali dari Hotel di Kawasan Malioboro kemudian ke Kraton. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Candi Prambanan, setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Wisata Obelix. Setelah itu kemudian tujuan lokasi wisata terakhir ke Merapi dan kemudian kembali ke Hotel di Kawasan malioboro. Rute yang terpilih telah melakukan penghematan sebesar 4 menit untuk waktu tempuh dan 7 Km untuk jarak tempuh
Classic Performing Arts Supply Chain Modeling in Covid 19 Protocol to Support D.I Yogyakarta Cultural Tourism Using Soft System Methodology Indrayana, Masrul
Avant-garde: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Pertunjukan Vol. 2 No. 2 (2024): June
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ag.v2i2.135

Abstract

The performing arts are a unique and complex industry. To enjoy performing arts products, a customer must come to the rooms where the performance takes place. Performance products can be categorized as service products that do not have a physical form. Every performing arts performance always involves many works of art with a high level of coordination. The flow of materials and information (supply chain) moves very quickly within the limitations of space and time. Because the success of performing arts is influenced by many factors and actors, a performing arts manager must be able to manage the performing arts supply chain well.The Corona Virus Disease 19 (Covid-19) pandemic which has hit almost all corners of the world has formed new patterns of human behavior in working and interacting. Likewise, organizing and enjoying performing arts will look different compared to before the Covid-19 outbreak. The implementation of health protocols is needed to minimize the spread of the virus which has infected more than 13.2 billion people throughout the world.The performing arts supply chain policy model in the Covid-19 protocol to support cultural tourism in D.I Yogyakarta can be implemented by following the Joint Decree Guidelines of the Minister of Education and the Minister of Tourism and Economy dated 02 July 2020. Each actor must pay attention to the technical guidelines for preventing and controlling corona virus disease 2019. Each actor guarantees the hygiene of their respective performing arts equipment. Each actor maintains the form and duration of physical contact and pays attention to health protocols in activities throughout the performing arts supply chain. The performing arts model during the pandemic is realized in regulations that are in accordance with the technical guidelines for preventing and controlling the 2019 corona virus disease.
Studi Prototipe Alat Pemintal Pelepah Pisang Bagi Kelompok Pengrajin Gedebog Pisang di Desa Kedungkeris Iva Mindhayani; Masrul Indrayana; Niken Permatasari
Jurnal Ilmiah Padma Sri Kreshna Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Padma Sri Kreshna
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/psk.v6i2.1737

Abstract

Banana trees are commonly found in the village of Kedungkeris, Nglipar District,Gunung Kidul Regency. The abundance of banana trees has not yet been utilized to itsfullest potential. After being cut down, the banana tree trunks are simply left to rot, eventhough they have economic value. The objectives of this activity are: 1) To transferknowledge and technology (IPTEKS) as a tangible manifestation of the Tri Dharma ofHigher Education carried out by lecturers from Universitas Widya Mataram, and 2) Tocreate a banana pseudostem spinner and test the tool. The methods used are: 1)Preparation and planning, 2) Designing, 3) Fabricating the tool, 4) Testing the tool, and5) Evaluating the results of the tool testing. The results of this activity indicate thatimprovements are needed in the braking system, the technique for connecting bananapseudostems, and the dryness level of the banana pseudostems.
Penerapan Metode Ergonomic Function Deployment dalam Perancangan Mouse Komputer Vertikal Siregar, Mulki; Masrul Indrayana; Zirly Khodizah
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 7 No. 1 (2025): Edisi April
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v7i1.1847

Abstract

Mouse komputer adalah peranti periferal pada komputer yang berguna untuk memindahkan letak pandu di jendela tampilan. Tanpa mouse, interaksi pengguna dengan komputer akan jauh lebih sulit, terutama jika hanya mengandalkan keyboard. Mouse yang saat ini banyak digunakan adalah mouse horizontal, yaitu mouse yang bergerak dari kiri ke kanan (atau sebaliknya). Gerakan mouse horizontal kurang ergonomis, karena gerakannya tidak sesuai dengan gerakan tangan manusia pada umumnya, yaitu bergerak dari depan ke belakang (atau sebaliknya). Karena itu perlu dirancang mouse yang lebih ergonomis. Ergonomic Function Deployment (EFD) merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk merancang mouse yang lebih ergonomis. Tahapan perancangan yang dilakukan pada EFD adalah: (1) menyusun house of quality dengan memperhatikan product requirement dan technical parameter-nya; (2) menetapkan antropometri produk dengan memperhatikan bagian dan dimensi tangan pengguna, serta (3) menetapkan morfologi produk, terutama yang terkait dengan bentuk dan jenis material yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mouse vertikal dapat bekerja sesuai dengan prinsip-prinsip ergonomi, yaitu: enak digunakan, nyaman digunakan, aman digunakan, sehat bagi pengguna, dan efisien dalam penggunaannya.
Pelatihan Pembuatan Tali Pelepah Pisang Bagi Kelompok Pengrajin Gedebog Pisang Di Desa Kedungkeris Iva Mindhayani; Masrul Indrayana; Niken Permata Sari; Ronatal Sihombing, Dina Adinda
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v5i2.203

Abstract

Para pengrajin pelepah pisang yang ada di desa Kedungkeris memiliki keinginan untuk dapat menghasilkan atau membuat sendiri tali pelepah pisang yang digunakan sebagai bahan baku untuk membuat produk kerajinan. Keinginan tersebut didasarkan pada pohon pisang mudah tumbuh di wilayah tersebut dan selama ini hanya dijadikan pakan ternak. Padahal pohon pisang memiliki nilai tambah jika bisa diolah dijadikan tali untuk bahan kerajinan. Permasalahannya adalah belum adanya teknologi untuk membuat tali pelepah pisang. Tujuan kegiatan ini adalah untuk melakukan transfer ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membuat tali pelepah pisang yang digunakan sebagai bahan baku dalam membuat produk kerajinan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan alat pemintal tali pelepah pisang dan demo pembuatan tali pelepah pisang. Peserta pelatihan adalah kelompok pengrajin gedebog pisang desa Kedungkeris yang berjumlah 26 orang. Hasil dari kegiatan ini adalah menambah pengetahuan kelompok pengrajin gedebog pisang manfaat ekonomis dari pelepah pisang, serta menambah keterampilan dan pengetahuan dalam mengoperasikan alat pemintal pelepah pisang.