Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perwujudan Sikap Zuhud dalam Kehidupan Tri Wahyu Hidayati
Millati: Journal of Islamic Studies and Humanities Vol 1, No 2 (2016): Millati
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.061 KB) | DOI: 10.18326/mlt.v1i2.243-258

Abstract

There are some people give negative assumptions of zuhud. According to them, zuhud is an attitude avoiding world, wealth and position. Hence, based on their assumption, zahid is a person who is shabby, even seedy. Is that the meaning of zuhud? Therefore, this paper is present to critisize the zuhud understanding, the characteristics of persons being zuhud, the factors which influence or cause them become zuhud, and the impacts of zuhud attitude in human life. This paper is important to give the new paradigm of the concept of asceticism and its application in modern life, especially the Indonesian nation is experiencing a multidimensional crisis. This paper is descriptive exploratory study to get the information of the definition, characteristics, causes and effects of being zuhud. The data were obtained from interviews with four lecturers at IAIN Salatiga. The result of this study would be analyzed with the theoretical framework of the Qur'an verses and hadith, and combined with the concept of zuhud based on of the Sufis.
Menafsir Ulang Relasi Gender Dalam Qs. An-Nisa’ (4):34 Aplikasi Pendekatan Hermeneutika Kritik Muhammad Arkoun Karomah, Wardatul; Tri Wahyu Hidayati
Journal Of Gender, Child And Humanity Studies Vol. 3 No. 1 (2025): Equality: Journal of Gender, Child, and Humanity
Publisher : PSGA Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/equality.v3i1.3879

Abstract

Artikel ini mengkaji ulang relasi gender dalam QS. An-Nisa’ (4):34 yang sering dijadikan legitimasi dominasi laki-laki dalam relasi rumah tangga, melalui pendekatan hermeneutika kritik Muhammad Arkoun. Ayat ini sering dijadikan dasar legitimasi relasi hierarkis antara laki-laki dan perempuan dalam tradisi Islam. Namun, penafsiran-penafsiran tersebut seringkali terjebak dalam konstruksi historis dan ideologis yang tidak sepenuhnya mencerminkan semangat keadilan Islam. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan yang mengkaji literatur-literatur, teori hermeneutika kritis, tafsir kontekstual, dan konstruksi sosial gender. Melalui kerangka Arkoun, artikel ini membongkar struktur pemikiran dan wacana dominan yang membentuk tafsir klasik, serta mengusulkan pembacaan alternatif yang lebih inklusif dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat tersebut memiliki potensi untuk ditafsirkan secara lebih egaliter dengan mempertimbangkan konteks sejarah dan sosial. Temuan ini memiliki implikasi penting dalam pendidikan Islam serta dapat memperkaya wacana keislaman yang inklusif dan berkeadilan gender.