Pendidikan merupakan sarana fundamental dalam membentuk kualitas manusia dan menciptakan masyarakat yang beradab serta berkeadilan. Dalam konteks pendidikan modern, muncul kebutuhan mendesak untuk mengembangkan model pendidikan inklusif yang tidak hanya menekankan akses fisik, tetapi juga aspek moral, spiritual, dan sosial peserta didik. Namun, pendidikan inklusif selama ini masih didominasi oleh pendekatan formalistik dan sekuler, sehingga belum sepenuhnya menyediakan kerangka konseptual yang komprehensif. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menelaah literatur akademik, jurnal bereputasi, serta dokumen kebijakan internasional yang relevan, kemudian dianalisis melalui pendekatan analisis isi untuk mengidentifikasi konsep, kesenjangan, dan peluang integrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Psikologi Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam menyediakan kerangka konseptual sekaligus praktis bagi pendidikan inklusif, dengan mengintegrasikan nilai ‘adl (keadilan), rahmah (kasih sayang), dan ukhuwah (persaudaraan) dengan teori psikologi modern. Integrasi ini memperluas pemahaman pendidikan inklusif dari sekadar akses administratif menuju penciptaan lingkungan belajar yang humanis, adaptif, dan kontekstual. Selain itu, temuan memperlihatkan bahwa Psikologi Pendidikan Islam mampu mengatasi keterbatasan instrumen pedagogis, memperkuat fondasi teoretis, dan memberikan solusi atas tantangan implementasi pendidikan inklusif yang kaku. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa Psikologi Pendidikan Islam dapat berfungsi sebagai solusi fundamental dalam mewujudkan sistem pendidikan inklusif yang berkeadilan dan berkeadaban. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya integrasi Psikologi Pendidikan Islam dalam pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan dasar Islam untuk memperkuat kualitas pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan.