Dede Hidayat
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN TINGKAT STRES PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II SELAMA PANDEMI COVID-19 Dede Hidayat; Jumaini Jumaini; Yesi Hasneli N
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Keperawatan Vol 8, No 2 (2021): Edisi 2 Juli - Desember 2021
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease characterized by high levels of glucose in the blood (hyperglycemia). DM consists of type I DM and type II DM. Type II DM can be caused by factors of age, gender, occupation or physical activity, and level of education. A person who suffers from DM is at risk of experiencing stress twice as much as someone who does not suffer from DM, especially during the Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) pandemic. The purpose of this study was to describe the stress level of patients with type II DM during the Covid-19 pandemic. This type of research is quantitative research with descriptive research design. The research sample amounted to 74 respondents who were taken by purposive sampling technique. Determination of the sample using inclusion criteria and exclusion criteria. The measuring instrument used is the depression anxiety stress scale (DASS) questionnaire. The component taken from the DASS questionnaire is the stres component. The analysis used is univariate analysis which is displayed in the form of a frequency distribution table. The results showed most of the respondents experienced severe stress as many as 27 respondents (36.5%) and none experienced very severy stress. The results of this study are expected to be a source of information for nursing science and it is hoped that health workers at the Rejosari Pekanbaru Health Center are able to provide education to prevent and control the stress experienced by type II DM sufferers during the Covid-19 pandemic.Keywords: Coronavirus disease 2019, DASS, Diabetes mellitus, Stress
Psikologi Pendidikan Islam Sebagai Basis Pendidikan Inklusif: Telaah Konseptual Dede Hidayat
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.4215

Abstract

Pendidikan merupakan sarana fundamental dalam membentuk kualitas manusia dan menciptakan masyarakat yang beradab serta berkeadilan. Dalam konteks pendidikan modern, muncul kebutuhan mendesak untuk mengembangkan model pendidikan inklusif yang tidak hanya menekankan akses fisik, tetapi juga aspek moral, spiritual, dan sosial peserta didik. Namun, pendidikan inklusif selama ini masih didominasi oleh pendekatan formalistik dan sekuler, sehingga belum sepenuhnya menyediakan kerangka konseptual yang komprehensif. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menelaah literatur akademik, jurnal bereputasi, serta dokumen kebijakan internasional yang relevan, kemudian dianalisis melalui pendekatan analisis isi untuk mengidentifikasi konsep, kesenjangan, dan peluang integrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Psikologi Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam menyediakan kerangka konseptual sekaligus praktis bagi pendidikan inklusif, dengan mengintegrasikan nilai ‘adl (keadilan), rahmah (kasih sayang), dan ukhuwah (persaudaraan) dengan teori psikologi modern. Integrasi ini memperluas pemahaman pendidikan inklusif dari sekadar akses administratif menuju penciptaan lingkungan belajar yang humanis, adaptif, dan kontekstual. Selain itu, temuan memperlihatkan bahwa Psikologi Pendidikan Islam mampu mengatasi keterbatasan instrumen pedagogis, memperkuat fondasi teoretis, dan memberikan solusi atas tantangan implementasi pendidikan inklusif yang kaku. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa Psikologi Pendidikan Islam dapat berfungsi sebagai solusi fundamental dalam mewujudkan sistem pendidikan inklusif yang berkeadilan dan berkeadaban. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya integrasi Psikologi Pendidikan Islam dalam pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan dasar Islam untuk memperkuat kualitas pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan.