Acep Muhib
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN SUSU SAPI PASTEURISASI DI KOPERASI PRODUKSI SUSU (KPS) BOGOR Bella Yunita; Achmad Tjachja Nugraha; Acep Muhib
AGRIBUSINESS JOURNAL Vol 12, No 1 (2018): AGRIBUSINESS JOURNAL
Publisher : Departement of Agribusiness Faculty of Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.036 KB) | DOI: 10.15408/aj.v12i1.11851

Abstract

This study aims to (1) find out the characteristics of consumers who consume pasteurized milk, (2) determine the factors that affect the level of demand for pasteurized milk and analyze the influence of these factors on the demand for pasteurized milk, and (3) analyze the elasticity of demand for pasteurized milk. The research was conducted at the Dairy Cooperative Production (KPS, North Bogor). A total of 100 respondents were interviewed by using purposive sampling techniques. Multiple regression analysis and analysis of demand elasticity through programs of Microsoft Office Excel 2007 and SPSS 21 were employed to analyze the data. The results showed that incomes, number of family members, ages, educations, and tastes jointly significantly affect demand for pasteurized milk at KPS Bogor with confidence level of 75 %. The result from short-term elasticities showed that those five variables were inelastics.
ANALISIS PRODUKSI DAN KEUNTUNGAN EFFECTIFE MIKROORGANISME-10 (EM-10) E, Elpawati; Febian Diasri; Acep Muhib
AGRIBUSINESS JOURNAL Vol 9, No 2 (2015): AGRIBUSINESS JOURNAL
Publisher : Departement of Agribusiness Faculty of Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.426 KB) | DOI: 10.15408/aj.v9i2.5292

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  harga pokok produksi EM10 yang di buat oleh Rumah Kompos UIN, Harga jual EM-10 yang dapat di tawarkan pada masyarakat, menganalisis apakah  perhitungan produksi EM10 terdapat keuntungan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif, dan  kualitatif .Data kuantitatif  digunakan untuk menetapkan harga pokok produksi pada panelitian ini  dengan metode full costingdan variable costing. Harga pokok produksi menurut metode Full costing terdiri dari: Metode variable costing yaitu metode penentuan harga pokok produksi yang hanya membebankan biaya produksi yang berperilaku variabel saja ke dalam harga pokok produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik variabel. Kesimpulan didapatkan bahwa rumah kompos yang memproduksi EM10 memiliki komposisi biaya yang harus dikeluarkan meliputi biaya bahan baku, tenaga kerja, penyusutan, pengemasan serta listrik. Harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing sebesar Rp. 5.484/liter, sedangkan jika menggunakan metode variabel costing sebesar Rp. 3.389/ liter. Namun pada hasil akhir dengan kedua metode ini menghasilkan harga pokok produksi yang sama sebesar Rp. 2.442, karena biaya overhead pabrik dalam perhitungan variable costing ditambahkan setelah perhitungan laba kotor. Dalam Islam tidak ada patokan dalam menentukan harga pada pasar.Harga bisa ditentukan selama kedua pihak sama-sama mendapat manfaatnya. Harga produk yang dapat ditawarkan pada masyarakat dengan harga  sudah ditetapkan sebelumnya sebesar Rp. 7.500 per botol dengan isi 250ml. Dari harga yang ditawarkan ke pasar sebesar Rp. 7.500/botol, didapatkan laba Rp. 50.536.640 dengan metode full costing, maupun dengan metode variable costing dengan jumlah satu kali produksi 4.400 ℓ.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA CAKE BUAH NAGA SEBAGAI IKON OLEH-OLEH ASLI BATAM (Studi Kasus : CV. Aroma Cake Buah Naga, Batam) Lainatussifa L; Acep Muhib
AGRIBUSINESS JOURNAL Vol 12, No 1 (2018): AGRIBUSINESS JOURNAL
Publisher : Departement of Agribusiness Faculty of Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.066 KB) | DOI: 10.15408/aj.v12i1.11849

Abstract

This study aimed to analyze the business development strategies of dragon fruit cake in C.V. Aroma Dragon Fruit, Batam. The IFE matrix, EFE, SWOT and AHP were employed to formulate strategic priorities for the business. Results of processing matrices AHP showed that priority strategies are an improvement strategy of the management system and the quality of customer service (0,157), a market penetration strategy (0,157), an improvement vision and mission of the company (0.123), and a development of new products in accordance with the development of consumer preferences (0.117 ).
ANALISIS TATANIAGA UBI JALAR DI DESA PURWASARI KECAMATAN DRAMAGA KABUPATEN BOGOR. JAWA BARAT E, Elpawati; Hariry Anwar; Acep Muhib
AGRIBUSINESS JOURNAL Vol 8, No 2 (2014): AGRIBUSINESS JOURNAL
Publisher : Departement of Agribusiness Faculty of Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.257 KB) | DOI: 10.15408/aj.v8i2.5182

Abstract

Tujuan penelitian menganalisis saluran tataniaga ubi jalar serta pola saluran tataniaga ubi jalar untuk mengetahui saluran tataniaga mana yang lebih efisien. Pengambilan sampel menggunakan metode snowball sampling. Data primer memiliki responden terdiri dari petani, pedagang pengumpul dan pedagang pengecer. Data sekunder diperoleh melalui data-data yang releven dengan penelitian yang berasal instansi terkait. Analisis yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dilakukan dengan pengamatan terhadap karakteristik saluran tataniaga, lembaga dan fungsi-fungsi tataniaga, struktur pasar dan perilaku pasar. Dan deskriptif kuantitatif dilakukan untuk melihat efisiensi tataniaga dengan pendekatan analisis margin tataniaga, farmer share's, dan rasio keuntungan biaya. Setelah dianalisis diperoleh kesimpulan: (1) Sistem tataniaga ubi jalar yang ada di Desa Purwasari adalah: 1 : petani-pedagang pengumpul tingkat 1-pabrik tepung. 2 : petani-pedagang pengumpul tingkat 1-pedagang pengumpul tingkat 2-pedagang grosir-pedagang pengecer-konsumen. 3 : petani-pedagang pengumpul tingkat 1-pedagang pengumpul tingkat 2-pedagang grosir-konsumen. Fungsi tataniaga yang dilakukan oleh petani, pedagang pengumpul tingkat 1, pedagang pengumpul tingkat 2, pedagang grosir dan pedagang pengecer ubi jalar adalah fungsi pertukaran berupa penjualan dan pembelian, fungsi fisik berupa kegiatan pengemasan, pengangkutan dan fungsi fasilitas berupa informasi pasar, penanggungan resiko dan pembiayaan. (2) Struktur pasar pada petani dan pedagang grosir cenderung mendekati pasar persaingan sempurna, sedangkan pedagang pengumpul tingkat pertama, pedagang pengumpul tingkat kedua, dan pedagang pengecer cenderung mendekati pasar oligopoli. (3) Saluran tataniaga ubi jalar yang efisien adalah saluran tataniaga satu karena memiliki margin tataniaga yang paling kecil sebesar Rp.800/Kg, rasio keuntungan dan biaya tertinggi sebesar 2.20, dan farmer's share yang tertinggi dibandingkan pada saluran tataniaga yang lainnya yaitu 69,23 persen.