Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

The Security of Domestic Environment in Islam | الأمن في المحيط الأسري في الإسلام Ahmaddin Ahmad Tohar
Al-Zahra : Journal for Islamic and Arabic Studies Vol 15, No 2 (2018): AL-ZAHRÄ' JOURNAL FOR ISLAMIC AND ARABIC STUDIES
Publisher : Fakultas Dirasat Islamiyah, Univitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1588.913 KB) | DOI: 10.15408/zr.v15i2.10126

Abstract

Family plays an important role in life because every human, including Muslim, certainly departs from a family. A family is a small community built from a marriage, and it is the beginning of building Islamic household containing harmony, love and mercy. The ideal family that are filled with security, peace and peace of mind. In Islam, the family is part of the Islamic community in which someone learns Islam from childhood. In the family, principles of Islamic values are delivered for the first time. Parents and children, also, will guard each other against immoral acts. Having a harmonious family that is accordance with the Islamic values is the dream of every Muslim and in order to realize it, Muslim should obey all the rules of Allah Almighty.
Security in Peaceful Coexistence in Faith | الأمن في التعايش السلمي في العقيدة Ahmaddin Ahmad Tohar
Al-Zahra : Journal for Islamic and Arabic Studies Vol 14, No 1 (2017): AL-ZAHRÄ' JOURNAL FOR ISLAMIC AND ARABIC STUDIES
Publisher : Fakultas Dirasat Islamiyah, Univitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1555.596 KB) | DOI: 10.15408/zr.v14i1.10664

Abstract

Having religion is both fitrah and human rights at the same time. Although Islam has taught people about the right and wrong religion, people are given the freedom to choose a religion, no one can force others to embrace a particular religion. Islam promotes peace and coexistence with different religions. Attacks on other religions are a sign that the religion’s position is being pushed in society.
Security, It’s Concept and Implications in Quran | الأمن مفهومه ودلالاته في ضوء القرآن الكريم Ahmaddin Ahmad Tohar
Al-Zahra : Journal for Islamic and Arabic Studies Vol 13, No 2 (2016): AL-ZAHRĀʼ: JOURNAL FOR ISLAMIC AND ARABIC STUDIES
Publisher : Fakultas Dirasat Islamiyah, Univitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1829.755 KB) | DOI: 10.15408/zr.v13i2.10670

Abstract

Feeling safe, secure and comfortable is a personal innate needs and human rights. It willgenerate good atmosphere and conclusive condition of worship, working environmentand competition for personal or others. The filling secure in Al Qur’an covers all sides ofthe human life world and the hereafter, as individuals and as a social being. Ayat-Ayat(Nash) Al Quran encourage people to create safety and comfortable atmosphere, indeed,if there is no guarantee it will have implications on community balancing, humangrowth and social welfare.
Parent's Responsibility of A Child's Education as Mandated in Quran | الأمانة التربوية على الوالدين نحو الأولاد في ضوء القرآن الكريم Ahmaddin Ahmad Tohar
Al-Zahra : Journal for Islamic and Arabic Studies Vol 16, No 2 (2019): Al-Zahra: Journal for Islamic and Arabic Studies
Publisher : Fakultas Dirasat Islamiyah, Univitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1007.672 KB) | DOI: 10.15408/zr.v16i2.13620

Abstract

Education is a mandate burdened for parents. Parents are fully obliged to provide learning to their children so their potential can improve and develop properly. The house is the most ideal school in which can train and progress children's talents and characteristics. also, the most essential is the example from parents to set children to develop with Islamic moral values. an ethical model gives strength to children to trust more themselves in life. An honourable example will produce ahead preferred generations. Parents who do not have moral kindness is impossible to set a good example because people who do not have is impossible to give.
Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak Perpspektif Psikologi Islam Aqilah Aldyan Putri; Ahmaddin Ahmad Tohar; Zuriatul Khairi
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 1, No 2 (2024): September 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v1i2.2930

Abstract

Kepercayaan diri adalah komponen penting dalam perkembangan anak, yang mempengaruhi kemampuan mereka untuk berinteraksi dengan orang lain, menghadapi kesulitan, dan mencapai kesuksesan dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam artikel ini, kami akan membahas apa saja kiat untuk meningkatkan kepercayaan diri dari seorang anak, dan lingkungan sosial untuk meningkatkan kepercayaan diri anak. Di rumah dan di sekolah, lingkungan yang mendukung dan positif sangat penting untuk menumbuhkan kepercayaan diri anak. Anak merasa dihargai dan yakin pada kemampuan mereka dengan dukungan, pujian konstruktif, dan penerimaan. Selain itu, mengakui dan mengembangkan potensi dan bakat anak melalui kegiatan yang menantang meningkatkan rasa percaya diri. Peran model yang positif, di mana anak-anak meniru tindakan orang dewasa yang mereka kagumi, sangat penting. Dalam menghadapi tantangan, orang tua dan pendidik harus menunjukkan kepercayaan diri dan ketahanan. Rasa percaya diri dapat diperkuat dengan memberi anak tanggung jawab yang sesuai dengan usia mereka dan menghargai apa yang mereka capai. Selain itu, mengajarkan anak keterampilan sosial dan emosional seperti komunikasi efektif dan manajemen emosi membantu mereka dengan percaya diri menghadapi situasi sosial. Diharapkan bahwa penerapan taktik-taktik ini akan membantu anak-anak membangun keyakinan diri yang sehat dan seimbang, yang akan membantu mereka berhasil dalam berbagai aspek kehidupan.
Membangun Kepribadian Bersyukur Perspektif Psikologi Islam Eva Ningsih; Ahmaddin Ahmad Tohar; Zuriatul Khairi
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol. 2 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v2i2.2568

Abstract

Rasa syukur merupakan bagian yang signifikan dari kehidupan manusia. Hal ini tidak hanya memiliki nilai moral dan spiritual, tetapi juga memengaruhi kesejahteraan psikologis dan hubungan sosial manusia. Namun, semakin kompleksnya dinamika sosial saat ini seringkali membuat orang sulit untuk merasa bersyukur, sedangkan kepribadian bersyukur adalah salah satu dari karakteristik yang lebih ditekankan dalam agama Islam. Tulisan ini membicarakan tentang membangun kepribadian bersyukur pespektif psikologi Islam berdasarkan kepada hasil riset kepustakaan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode pengumpulan data yang dipilih adalah dokumentasi. Penelitian ini melakukan penelitian tentang konsep syukur dalam Al-Quran dan hadis kemudian mengintegrasikannya secara perspektif psikologi Islam. Penelitian menemukan tiga konsep utama dalam memahami makna syukur: syukur dengan hati, syukur dengan lisan, dan syukur dengan tindakan. Agar lebih dimampukan bersyukur, maka harus melihat kehidupan oranglain yang lebih rendah, berpikir tentang anugerah yang telah diberikan Allah, berpikir tentang hari di mana akan ada masa pertanggungjawaban, dan berdoa agar dapat lebih mudah bersyukur. Dan beberapa metode praktis dapat membantu individu dalam membangun pribadinya untuk tetap dapat beryukur dengan memuji Allah atas segala karunia-Nya yaitu dengan sering mengucapkan “hamdalah”, mengitung satu persatu nikmat dari Allah SWT, meihat kebesaran Allah memalui ciptaanNya dan mendekatkan diri pada Allah SWT melalui meditasi secara perspektif Islam.
Membangun Harga Diri: Upaya Penguatan Pendidikan Karakter Remaja Dwi Cantika; Ahmaddin Ahmad Tohar; Zuriatul Khairi
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol. 2 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v2i2.2569

Abstract

Artikel ini menjelaskan konsep peningkatan harga diri sebagai sarana untuk memperkuat pendidikan karakter di kalangan remaja. Fenomena kontemporer seperti bunuh diri, tantangan sosialisasi, perasaan tidak aman, gangguan bipolar, terlalu banyak berpikir, insomnia, kecemasan terkait sekolah, dan kelelahan akademik tersebar luas di antara individu di tahap remaja. Kejadian ini berasal dari adanya harga diri yang rendah pada remaja, yang secara signifikan mempengaruhi perkembangan mereka. Melalui metodologi penelitian kepustakaan, informasi dan data berharga dikumpulkan dari berbagai sumber terkait termasuk artikel, jurnal, dan buku. Harga diri terutama menunjukkan penilaian diri positif komprehensif individu. Dalam konteks Islam, harga diri dikenal sebagai muru'ah, yang menekankan pentingnya menjaga harga diri Muslim dan mengumpulkan rasa hormat dari orang lain, terlepas dari praktik keagamaan. Remaja dengan persepsi diri yang positif cenderung menunjukkan keunggulan moral, menunjukkan kebaikan terhadap Pencipta, orang tua, pendidik, dan teman sebaya mereka. Artikel ini disusun di sekitar enam tema utama: perspektif psikologis tentang harga diri, sudut pandang Islam tentang harga diri, faktor-faktor yang mempengaruhi harga diri, keuntungan harga diri untuk remaja, strategi praktis untuk memperkuat harga diri remaja dan inisiatif untuk meningkatkan harga diri.
Tarbiyah Al-Qalb: Pengembangan Kontrol Diri Dalam Psikologi Islam Fauriyatul Irfani; Ahmaddin Ahmad Tohar; Zuriatul Khairi
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol. 2 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v2i2.2572

Abstract

Artikel ini membahas bagaimana konsep Tarbiyah al-Qalb, atau pembinaan hati dalam Islam, dapat membantu dalam pengembangan kontrol diri. Tarbiyah al-Qalb adalah tentang memperbaiki hati kita agar lebih kuat dan terarah sesuai dengan ajaran agama. Kontrol diri sangat penting karena membantu kita mengelola emosi, keinginan, dan tindakan kita dengan bijaksana. Dalam konteks pendidikan Islam, konsep ini menjadi dasar untuk membentuk karakter yang baik dan moral yang kuat. Melalui pemahaman yang mendalam tentang ajaran Islam dan prinsip-prinsip psikologi pendidikan, artikel ini menunjukkan bagaimana integrasi antara Tarbiyah al-Qalb dan pengembangan kontrol diri dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah. Guru dan orang tua memegang peran penting dalam memberikan contoh dan bimbingan yang tepat untuk memperkuat pembinaan hati dan pengembangan kontrol diri pada anak-anak. Dengan demikian, tujuan dari artikel ini adalah untuk mendorong pembentukan individu yang lebih baik, memiliki karakter yang kokoh, dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai agama, sehingga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan umat Islam secara keseluruhan.
Peran Pendidik dalam Mencegah dan Mengatasi Bullying pada Anak Usia Dini Sri Novianti; Ahmaddin Ahmad Tohar; Zuriatul Khairi
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol. 2 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v2i2.2600

Abstract

Artikel ini membahas peran pendidik dalam mencegah dan mengatasi bullying pada anak usia dini. Dalam pendahuluan, ditekankan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan tahap kritis dalam perkembangan anak, di mana mereka membangun pemahaman tentang dunia melalui interaksi dengan lingkungan fisik dan sosial mereka. Selain itu, artikel menguraikan berbagai pandangan para ahli seperti Piaget, Vygotsky, dan Montessori tentang pendidikan anak usia dini. Bullying dijelaskan sebagai perilaku agresif yang sistematis dan berulang-ulang, yang dapat terjadi dalam berbagai bentuk dan lingkungan. Artikel juga mengidentifikasi tiga pendapat ahli mengenai bullying pada anak usia dini, yaitu Dan Olweus, Ken Rigby, dan Catherine Blaya, yang menekankan pentingnya pendekatan komprehensif dan kolaboratif dalam mencegah dan mengatasi bullying. Metodologi dalam artikel ini mencakup pembahasan tentang dampak bullying pada anak usia dini, seperti aspek fisik motorik, sosial emosional, kognitif, dan bahasa. Selanjutnya, artikel memberikan langkah-langkah proaktif yang dapat diambil oleh pendidik untuk mencegah bullying, seperti membangun komunikasi terbuka, mengajarkan empati dan pengertian, memberikan contoh yang baik, mengenalkan konsep perbedaan dan toleransi, mengawasi aktivitas anak, membentuk keterampilan sosial, mengajari cara menghadapi bullying, berkomunikasi dengan sekolah atau pengasuh, dan membangun kepercayaan diri anak. Melalui pendekatan yang holistik dan kolaboratif antara pendidik, orang tua, dan masyarakat, diharapkan dapat diciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi anak-anak usia dini, sehingga dapat mencegah dan mengatasi kasus bullying dengan efektif.
Pengaruh Bimbingan Kelompok Dengan Metode Permainan Everyone A Teacher Terhadap Perencanaan Karier Siswa Anggi Atma Yohana; Ahmaddin Ahmad Tohar; Yuliana Intan Lestari
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol. 3 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v3i2.6199

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat perencanaan karier sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan metode permainan everyone a teacher, mengetahui perbedaan yang signifikan pada perencanaan karier siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan metode permainan everyone a teacher, serta mengetahui seberapa besar pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan metode permainan everyone a teacher terhadap perencanaan karier siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Penelitian ini menggunakan metode One Group Pretest-Postest Design. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas X.4 disalah satu sma di Pekanbaru yang memiliki perencanaan karier tidak matang, Adapaun pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran Pretest dan Posttest mengenai perencanaan karier, kemudian dianalisis menggunakan bantuan Program SPSS 27.