Rasa syukur merupakan bagian yang signifikan dari kehidupan manusia. Hal ini tidak hanya memiliki nilai moral dan spiritual, tetapi juga memengaruhi kesejahteraan psikologis dan hubungan sosial manusia. Namun, semakin kompleksnya dinamika sosial saat ini seringkali membuat orang sulit untuk merasa bersyukur, sedangkan kepribadian bersyukur adalah salah satu dari karakteristik yang lebih ditekankan dalam agama Islam. Tulisan ini membicarakan tentang membangun kepribadian bersyukur pespektif psikologi Islam berdasarkan kepada hasil riset kepustakaan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode pengumpulan data yang dipilih adalah dokumentasi. Penelitian ini melakukan penelitian tentang konsep syukur dalam Al-Quran dan hadis kemudian mengintegrasikannya secara perspektif psikologi Islam. Penelitian menemukan tiga konsep utama dalam memahami makna syukur: syukur dengan hati, syukur dengan lisan, dan syukur dengan tindakan. Agar lebih dimampukan bersyukur, maka harus melihat kehidupan oranglain yang lebih rendah, berpikir tentang anugerah yang telah diberikan Allah, berpikir tentang hari di mana akan ada masa pertanggungjawaban, dan berdoa agar dapat lebih mudah bersyukur. Dan beberapa metode praktis dapat membantu individu dalam membangun pribadinya untuk tetap dapat beryukur dengan memuji Allah atas segala karunia-Nya yaitu dengan sering mengucapkan “hamdalah”, mengitung satu persatu nikmat dari Allah SWT, meihat kebesaran Allah memalui ciptaanNya dan mendekatkan diri pada Allah SWT melalui meditasi secara perspektif Islam.