Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Kebersyukuran Remaja Muslim Meningkatkan Kepuasan Hidup dan Suasana Hati Positif sebagai Cerminan Subjective Well Being Yuliana Intan Lestari
JURNAL PSIKOLOGI Vol 17, No 1 (2021): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v17i1.10944

Abstract

AbstrakKesejahteraan psikologis menjadi kondisi yang sangat penting bagi kehidupan remaja pada era globalisasi saat ini. Perkembangan teknologi dan pengaruh media sosial yang luar biasa memberikan tantangan tersendiri bagi kondisi psikologis mereka. Salah satu faktor yang mempengaruhi tercapainya kondisi psikologis yang bahagia dan sejahtera atau subjective well-being pada individu adalah kebersyukuran. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana kebersyukuran mampu menciptakan subyektif well being atau kesejahteraan diri  pada remaja muslim yang terwujud dalam terciptanya kepuasan hidup dan suasana hati yang positif di dalam diri mereka. Partisipan penelitian merupakan 300 remaja muslim. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan skala kebersyukuran dan skala subyektif well being. Analisa data yang digunakan menggunakan teknik product moment correlation. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kepuasan hidup dan suasana hati dalam subyektif well being ditinjau dari kebersyukuran pada remaja muslim dengan koefisien korelasi (r) sebesar = 0,551 dengan nilai p = 0,000 p ≤ 0,05. Artinya semakin tinggi rasa kebersyukuran yang dialami oleh remaja muslim maka semakin tinggi kesejahteraan diri atau subyektif well being yang dirasakan yang ditunjukkan dengan tingginya rasa kepuasan hidup dan positifnya suasana hati remaja. Hal tersebut menggambarkan bahwa terciptanya kesejahteraan subyektif pada remaja yang terwujud dari memiliki kepuasan hidup dan selalu memiliki susasana hati yang positif tidak lepas dari kemampuan memupuk rasa kebersyukuran di dalam diri sendiri. Kata kunci: kebersyukuran, subyektif well being, remaja muslim
Peranan Komitmen Dan Komunikasi Interpersonal Dalam Meningkatkan Kepuasan Pernikahan pada Suami yang Memiliki Istri Bekerja Sofa Raihana Harahap; Yuliana Intan Lestari
JURNAL PSIKOLOGI Vol 14, No 2 (2018): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v14i2.5603

Abstract

Kepuasan pernikahan menjadi salah satu faktor terpenting untuk mencapai keluarga yang bahagia. Fenomena saat ini, banyak suami yang merasakan ketidakpuasan dengan pernikahannya karena memiliki istri bekerja. Hal ini akan memicu terjadinya masalah dalam pernikahan. Untuk itu diperlukan adanya komitmen dan komunikasi interpersonal agar tercapainya kepuasan pernikahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan komitmen dan komunikasi interpersonal dengan kepuasan pernikahan pada suami yang memiliki istri bekerja.Subjek penelitian sebanyak 110 subjek, menggunakan teknik Total Sampling.Pengumpulan data mengunakan Skala komitmen, Skala komunikasi interpersonal dan Skala kepuasan pernikahan. Analisis data mengunakan teknik Regresi Bergandadengan bantuan program SPSS 22.0 for windows. Hasil analisis regresi ganda diperoleh hasil signifikansi sebesar 0,000 (p<0,01) dengan  nilai F sebesar 15,284 artinya hipotesis dalam penelitian ini diterima yaitu terdapat hubungan antara komitmen dan komunikasi interpersonal dengan kepuasan pernikahan pada suami yang memiliki istri bekerja. Adanya komitmen dan komunikasi interpersonal dalam pernikahan akan menciptakan kepuasan pernikahan. Dimana komitmen pasangan ditunjukkan dengan suami setia dengan janji pernikahan yang diucapkan, tidak akan meninggalkan pasangan sampai maut memisahkan dan komunikasi interpersonal ditunjukkan dengan mampu menerima kekurangan, saling terbuka, rela berkorban untuk pasangan.
Bagaimana Pengasuhan Spiritual Mampu Membangun Karakter yang Baik pada Remaja Muslim? Yuliana Intan Lestari
JURNAL PSIKOLOGI Vol 15, No 2 (2019): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v15i2.7794

Abstract

Building good character is an important effort for adolescents, especially Muslim adolescents with a background in their values. But this is not easy without the role of care given by parents in the family. This study aims to examine  how spiritual parenting in the family is able to build good character in Muslim adolescents. Participants in this study was 200 people. The research data was obtained using psychological scales, namely the spiritual parenting scale and the good character scale. Data of this study was analysed by using product moment correlation technique. The results of the analysis showed a significant relationship between spiritual parenting and good character in Muslim adolescents with  (r) correlation = 0.412 (p = 0.000). Its  means that the increasing of the spiritual parenting can make a good character in them. This illustrates that success in building a solid foundation in the formation of good character in adolescents can not be separated from the important role of parents in providing patterns of spiritual parenting in adolescents. 
HUBUNGAN MORAL DISENGAGMENT DENGAN CYBERBULLYING PADA REMAJA PENGGUNA MEDIA SOSIAL Nadila Sadinda Hasibuan; Salmiyati; Yuliana Intan Lestari; Mukhlis Mukhlis
Indonesian Psychological Research Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Psikologi UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/ipr.v5i2.953

Abstract

The frequent use of social media can increase vulnerability of adolescents to cyberbullying. Moreover, adolescents often consider cyberbullying as a normal and natural phenomenon. Seeing cyberbully as normal behavior is known as moral disengagement. This study aimed to determine the relationship between moral disengagement and cyberbullying among adolescents that actively use social media and to test gender differences in moral disengagement and cyberbullying. This study used a quantitative correlational approach to determine the relationship between the two variables. Selected using a purposive sampling technique, a total of 265 adolescents who actively used smartphones and social media with an age range of 15-18 years participated in this study. They were recruited from a state high school in Pekanbaru, Riau. The  Hymel’s moral disengagement and the  Willard's cyberbullying behavior scale were used to measured moral disengagement and cyberbullying behavior, respectively. The result of linier regression analysis indicated a significant relationship between moral disengagement and cyberbullying among young social media users. Furthermore, it was found that the male adolescents significantly scored higher in moral disengagement and cyberbullying. Implication of this findings were further discussed.
Pemberdayaan Guru Sekolah Inklusi Melalui Edukasi Diet GFCF Untuk Siswa Disabilitas (Kondisi ASD) Vivik Shofiah; Yuliana Intan Lestari; Indah Puji Ratnani; Eko Syahputra; Yulita Kurniawaty Asra
CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 4 No 1 (2026): CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/cemara.v4i1.3518

Abstract

Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan kondisi neurodevelopmental yang memengaruhi interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku individu. Salah satu intervensi yang menunjukkan dampak positif terhadap perilaku anak ASD adalah diet bebas gluten, kasein, dan gula (GFCF). Namun, pemahaman guru sekolah inklusi terhadap pola diet ini masih terbatas, padahal mereka memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran anak ASD. Berdasarkan kondisi tersebut, pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru sekolah inklusi di Pekanbaru dalam menerapkan prinsip diet GFCF dan komponen tambahan seperti diet bebas MSG, fenol, dan zat kimia berbahaya lainnya. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Community-Based Participatory Research (CBPR), yang melibatkan kolaborasi aktif antara dosen, mahasiswa, guru dan terapis sekolah inklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta pengisian lembar M-CHAT. Fokus pengabdian diarahkan pada evaluasi pemahaman dan penerapan pola diet khusus ASD oleh guru dan terapis serta dampaknya terhadap perilaku belajar siswa melalui pelatihan interaktif berbasis materi edukatif. Hasil pelatihan diet GFCF ini meningkatkan kapasitas guru dan terapis dalam memahami keterkaitan pola makan dengan perilaku anak ASD, serta membantu terciptanya lingkungan belajar yang lebih kondusif dan inklusif. Lebih jauh, program ini memberi kontribusi pengetahuan praktis bagi guru dan terapis dalam pengelolaan anak ASD secara lebih holistik  
EFEKTIVITAS TERAPI DZIKIR DALAM MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN PADA PENDERITA HIPERTENSI: KAJIAN LITERATUR Alfi Wirda Mawaddah; Yuliana Intan Lestari; Harmaini -
Psikologi Prima Vol. 7 No. 2 (2024): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v7i2.6136

Abstract

Dhikr therapy is effective in reducing anxiety levels and blood pressure in hypertensive patients. This study aims to explore the effectiveness of dhikr therapy in reducing anxiety in people with hypertension. The literature review was conducted by analyzing research articles that met the inclusion criteria, namely articles that discuss the effect of dhikr therapy as a relaxation method in individuals with hypertension, published in indexed journals and published in the last 10 years. The thematic analysis method was used to identify the main patterns of relevant research results. The results showed that dhikr therapy has a significant positive impact on reducing anxiety levels and improving emotional well-being in people with hypertension. Some studies have also shown a decrease in anxiety and stress, as well as improvements in blood pressure after regular dhikr practice. These findings suggest that dhikr can be an additional approach to the management of hypertension and anxiety, especially for populations seeking non-pharmacological interventions. However, further research is needed to corroborate its long-term effectiveness and optimal therapeutic techniques.
Analisis Kesulitan Konsentrasi Belajar pada Siswa di Era Digital: Studi Kasus Berdasarkan Teori Gestalt Agung Perdana; Mutiara Tanila; Yuliana Intan Lestari
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 6 (2026): Januari
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18103460

Abstract

The rapid advancement of digital technology has fundamentally transformed students’ learning environments, particularly in secondary education. While digital platforms offer extensive access to information, excessive exposure to digital stimuli often results in learning distractions that reduce concentration and depth of comprehension. This study aims to examine students’ learning concentration difficulties in the digital era using the perspective of Gestalt theory. Employing a qualitative case study approach, the research focuses on a junior high school student who experienced a decline in academic understanding associated with high levels of digital distraction. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using descriptive qualitative techniques. The findings reveal that digital distraction leads to fragmented information processing, preventing students from organizing learning materials into meaningful and coherent structures. From a Gestalt perspective, this condition inhibits insight learning, as students fail to perceive relationships among concepts as an integrated whole. The study underscores the importance of instructional strategies that promote holistic perception, such as visual organization, concept mapping, and attention management, to support effective learning in digital contexts. These findings confirm the continued relevance of Gestalt theory in explaining contemporary learning challenges and provide practical implications for educators in designing meaningful learning experiences in the digital era
Shifts in Modern Commitment: The Phenomenon of Fear of Marriage and Childfree from an Evolutionary Psychology Perspective Nabila Atika Ajra; Mela Desina; Yuliana Intan Lestari
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 5 (2025): December 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18052938

Abstract

The phenomena of fear of marriage (gamophobia) and the choice to live a childfree life have become increasingly prominent among younger generations, reflecting a shift in values regarding commitment, marriage, and reproduction. This article aims to analyze these phenomena through the perspective of evolutionary psychology. Using a qualitative literature review approach, this study examines scholarly books and journal articles related to gamophobia, childfree lifestyles, life history theory, and evolutionary mismatch. The findings indicate that fear of marriage can be understood as an adaptive response to the high evolutionary costs of long-term commitment, including perceived threats to autonomy, relational instability, and economic uncertainty. Meanwhile, the decision to remain childfree represents an alternative reproductive strategy when environmental conditions are perceived as unfavorable for parental investment. These results suggest that contemporary attitudes toward marriage and reproduction are not merely a rejection of traditional norms but reflect adaptive psychological strategies in response to modern social and ecological pressures.