Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Resiliensi Pascabencana Tsunami Nursakinah Oktaviana Sasmita; Lenny Utama Afriyenti
INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 4 No 2 (2019): INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental
Publisher : Airlangga University Press, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpkm.V4I22019.94-101

Abstract

Adanya bencana alam tsunami di Wilayah Pandeglang dan sekitarnya hingga ke pesisir Lampung menyebabkan warga banyak yang mengalami kehilangan baik materi, ataupun sanak saudara. Bencana alam telah memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap fisik, psikologis dan sosial. Kejadian tersebut mengakibatkan trauma kepada korban bencana. Upaya untuk bangkit dari kondisi mental yang tidak menguntungkan diperlukan kemampuan resiliensi.( dalam Satria dan Sari, 2017). Ada tujuh kemampuan yang membentuk resiliensi, yaitu; regulasi emosi, pengendalian impuls, optimisme, empati, causal analysis, efekasi diri dan reaching out. Pada dasarnya setiap orang mempunyai semua faktor tersebut, namun yang membedakan adalah bagaimana seseorang mempergunakan dan memaksimalkan faktor  tersebut agar berguna untuk menghadapi masa-masa sulit seseorang. (Reivich dan Shatte, 2002). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat resiliensi para korban tsunami di daerah Sumur, Pandeglang. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif. Populasi berjumlah 220 kepala keluarga dengan sampel sebanyak 50 orang. Skala yang digunakan adalah Resilience Scale dari Reivich yang berjumlah 56 item, namun dalam penelitian ini hanya akan menggunakan 21 item saja. Analisis data menggunakan regresi ganda, menghasilkan 0.92% terhadap variable resiliensi. Sedangkan variable yang terbesar mempengaruhi adalah variable causal yang memberikan sumbangan sebesar 25.5%.
Penguatan Empati dan Literasi Psikologi Masyarakat Melalui Bedah Buku Psikologi Anak Jalanan Ecep Supriatna; Wahyu Aulizalsini A; Ferdy Muzzamil; Lenny Utama Afriyenti
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2472

Abstract

This Community Service Program (PKM) was initiated in response to the low level of public literacy in psychology regarding the psychosocial conditions of street children, particularly in relation to emotional development, parenting patterns, and the impact of traumatic experiences. The objective of this program was to enhance participants’ understanding, empathy, and humanistic attitudes toward the psychological dynamics of street children as a vulnerable group. The program was implemented through a hybrid book review activity of Psychology of Street Children, involving the book’s author, psychologists, and academics as resource persons. This method was integrated with the presentation of developmental psychology theories, interactive discussions, and case analyses of street children. The main materials were based on Ecological Systems Theory, Attachment Theory, chronic stress, negative self-concept, and resilience to explain the influence of family systems, social environments, and structural factors on the behavior and development of street children. The results of the program indicate an improvement in participants’ understanding, as reflected in their ability to identify ecological and psychosocial factors affecting street children, as well as a shift in attitudes toward greater empathy and reduced stigmatization. The implications of this program underscore the importance of a multidisciplinary approach to addressing the needs of street children through emotional support, psychosocial assistance, and creative interventions, and serve as a foundation for the development of comprehensive and sustainable support programs that bridge academic literature with community educational needs.ABSTRAKKegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi psikologi masyarakat mengenai kondisi psikososial anak jalanan, khususnya terkait perkembangan emosional, pola pengasuhan, dan dampak pengalaman traumatis. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman, empati, dan sikap humanis peserta terhadap dinamika psikologis anak jalanan sebagai kelompok rentan. Metode pelaksanaan PKM dilakukan melalui kegiatan bedah buku Psikologi Anak Jalanan secara hybrid yang melibatkan penulis buku, psikolog, dan akademisi sebagai narasumber. Metode ini dikombinasikan dengan pemaparan teori psikologi perkembangan, diskusi interaktif, dan analisis kasus anak jalanan. Materi utama mengacu pada Teori Ecological Systems, Attachment Theory, stres kronis, konsep diri negatif, dan resilience untuk menjelaskan pengaruh sistem keluarga, lingkungan sosial, serta faktor struktural terhadap perilaku dan perkembangan anak jalanan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang tercermin dari kemampuan mengidentifikasi faktor ekologis dan psikososial yang memengaruhi anak jalanan, serta adanya perubahan sikap peserta menjadi lebih empatik dan tidak stigmatis terhadap anak jalanan. Implikasi kegiatan ini menegaskan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam penanganan anak jalanan melalui dukungan emosional, pendampingan psikososial, dan intervensi kreatif, serta menjadi dasar bagi pengembangan program pendampingan yang komprehensif dan berkelanjutan yang menjembatani literatur akademik dengan kebutuhan edukasi masyarakat.