Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Studi Tentang Dampak Dari Multidimensionalitas Butir Soal Terhadap Estimasi True Skor Dengan Pendekatan Model Bifaktor Nursakinah Oktaviana Sasmita
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 3, No 3 (2014): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v3i3.10732

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian simulasi dimana yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah banyaknya faktor, item dan responden dengan replikasi 50 kali. Selanjutnya data hasil replikasi ini dianggap sebagai unidimensi dan bifaktor dan dihitung pengaruhnya dari selisih theta tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui banyaknya faktor, item dan responden yang ikut terukur berdampak pelanggaran asumsi unidimensi pada bifaktor. Serta mengetahui perbedaan bias pada data bifaktor yang dianggap sebagai unidimensi tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa data dengan model bifaktor dan dianalisis sebagai unidimensi maka hasilnya akan memperoleh theta yang tidak sebenarnya, karena perbedaan bias atau deviasi yang terjadi cukup tinggi. Disamping berdasarkan hasil perhitungan didapatkan R square sebesar 0.69%, bias responden yang dapat dijelaskan oleh bervariasinya faktor, item dan responden dengan taraf signifikansi 0.000.
Dampak Dari Multidimensionalitas Butir Soal Terhadap Estimasi True Score Dengan Pendekatan Model Bifaktor Nursakinah Oktaviana Sasmita
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 4 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i4.9300

Abstract

AbstractCurrent study is a simulation research, focused on the number of factors, items, and respondents replicated 50 times. After that, replicated data was considered as unidimensional and bifactor and then the effect was computed from theta margin. This research aims to explore the number of factors, items, and respondents, which is measured, affect the unidimensional asumption transgression on bifactor. Also, this research aims to understand bias differences of bifactor data that is considered as unidimensional. The result showed that data with bifactor model and analyzed as unidimensional will obtain the untrue theta score due to high bias differences. In addition, the R square of respondents bias is 0.69%.AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian simulasi dimana yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah banyaknya faktor, item dan responden dengan replikasi 50 kali. Selanjutnya data hasil replikasi ini dianggap sebagai unidimensi dan bifaktor dan dihitung pengaruhnya dari selisih theta tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui banyaknya faktor, item dan responden yang ikut terukur berdampak pelanggaran asumsi unidimensi pada bifaktor. Selain itu, juga untuk mengetahui perbedaan bias pada data bifaktor yang dianggap sebagai unidimensi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data dengan model bifaktor dan dianalisis sebagai unidimensi maka hasilnya akan memperoleh theta yang tidak sebenarnya, karena perbedaan bias atau deviasi yang terjadi cukup tinggi. Disamping berdasarkan hasil perhitungan didapatkan R square sebesar 0.69%, bias responden yang dapat dijelaskan oleh bervariasinya faktor, item dan responden dengan taraf signifikansi 0.000.
Resiliensi Pascabencana Tsunami Nursakinah Oktaviana Sasmita; Lenny Utama Afriyenti
INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 4 No 2 (2019): INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental
Publisher : Airlangga University Press, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpkm.V4I22019.94-101

Abstract

Adanya bencana alam tsunami di Wilayah Pandeglang dan sekitarnya hingga ke pesisir Lampung menyebabkan warga banyak yang mengalami kehilangan baik materi, ataupun sanak saudara. Bencana alam telah memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap fisik, psikologis dan sosial. Kejadian tersebut mengakibatkan trauma kepada korban bencana. Upaya untuk bangkit dari kondisi mental yang tidak menguntungkan diperlukan kemampuan resiliensi.( dalam Satria dan Sari, 2017). Ada tujuh kemampuan yang membentuk resiliensi, yaitu; regulasi emosi, pengendalian impuls, optimisme, empati, causal analysis, efekasi diri dan reaching out. Pada dasarnya setiap orang mempunyai semua faktor tersebut, namun yang membedakan adalah bagaimana seseorang mempergunakan dan memaksimalkan faktorĀ  tersebut agar berguna untuk menghadapi masa-masa sulit seseorang. (Reivich dan Shatte, 2002). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat resiliensi para korban tsunami di daerah Sumur, Pandeglang. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif. Populasi berjumlah 220 kepala keluarga dengan sampel sebanyak 50 orang. Skala yang digunakan adalah Resilience Scale dari Reivich yang berjumlah 56 item, namun dalam penelitian ini hanya akan menggunakan 21 item saja. Analisis data menggunakan regresi ganda, menghasilkan 0.92% terhadap variable resiliensi. Sedangkan variable yang terbesar mempengaruhi adalah variable causal yang memberikan sumbangan sebesar 25.5%.
Hardiness Dan Resiliensi Terhadap Intensi Wirausaha Pada Mahasiswa Sasmita, Nursakinah Oktaviana; Afriyenti, Lenny Utama
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 23 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/vmxdhm93

Abstract

Several campuses organize Independent Entrepreneurship, this is done to look for potential leaders and business innovators who can reduce the unemployment rate in Indonesia, this is called intention. Intention is defined as something that exists within a person which refers to the desire to carry out certain behavior. Students who focus on pursuing entrepreneurship are faced with various challenges such as uncertainty, all kinds of risks and even failure. Developing this intention in students is what will influence the process of choosing a career as an entrepreneur. Students who run entrepreneurship tend to have a higher level of resilience. Of course, this requires high hardiness which will make individuals strong in their achievement of becoming an entrepreneur. This research took data from 118 individuals who used the internet and collected it by distributing the Entrepreneurial Intention Questionnaire (EIQ) questionnaire via social media. The data was analyzed and the results showed that there was a significant positive relationship between resilience and hardiness on entrepreneurial intentions. Every student who wants to start a new business must have an attitude of hardiness, especially strong commitment. The higher the level of hardiness, the lower the level of stress.