Islamic Religious Education in schools plays a major role in the formation of noble morals of students. However, religious intolerance and discrimination were found in schools. This shows a gap between the ideological concept of Islamic Religious Education and Islamic moderation, making it interesting to analyze and develop based on Azyumardi Azra's perspective. This study aims to determine the relevance of the concept of Islamic moderation from Azyumardi Azra's perspective to Islamic religious education in schools. The research method utilizes a literature study method integrated with a qualitative descriptive approach. Data are collected using documentation techniques. Content analysis techniques are used to analyze data. Data validity testing is applied through a credibility test with a member check. The results of the study indicate that it is necessary to revitalize the official and hidden curriculum and strengthen Islamic moderation through coaching and consolidation of Islamic moderation to school principals and educators, especially Islamic religious education teachers, inclusive and comprehensive Islamic Religious Education and Character Education, and through extracurricular activities. The concept of Islamic moderation from Azyumardi Azra's perspective is derived from Surah Al-Baqarah verse 143 on the term ummatan washatan. Education is the right place for the revitalization and strengthening of Islamic moderation on an ongoing basis. Azyumardi Azra's perspective on Islamic moderation has relevance to Islamic Religious Education in schools and can be used as a barometer for solutions. Abstrak Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah memiliki posisi strategis dalam membentuk sikap keberagamaan peserta didik. Namun, berbagai kasus intoleransi dan diskriminasi menunjukkan bahwa nilai-nilai moderasi Islam belum sepenuhnya teraktualisasi dalam praktik pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep moderasi Islam perspektif Azyumardi Azra serta mengidentifikasi relevansinya bagi pengembangan Pendidikan Agama Islam di sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber primer penelitian adalah buku Moderasi Islam di Indonesia: Dari Ajaran, Ibadah, hingga Perilaku karya Azyumardi Azra, sedangkan sumber sekunder berupa buku, artikel jurnal, dokumen kebijakan, dan literatur lain yang relevan. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis isi melalui proses identifikasi, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis terhadap konsep-konsep moderasi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Azyumardi Azra mengenai moderasi Islam bertumpu pada konsep ummatan wasathan dalam QS. Al-Baqarah [2]:143 yang menekankan keseimbangan, keadilan, toleransi, dan keterbukaan terhadap perbedaan. Konsep tersebut memiliki relevansi dengan pengembangan PAI melalui tiga ranah utama, yaitu revitalisasi official curriculum dan hidden curriculum, penguatan kapasitas kepala sekolah dan guru PAI, serta pengembangan pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler yang inklusif dan komprehensif. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan moderasi Islam dalam PAI tidak cukup dilakukan melalui integrasi materi dalam kurikulum formal, tetapi perlu diwujudkan dalam praktik pembelajaran, relasi sosial, kebijakan, dan budaya sekolah. Dengan demikian, pemikiran Azyumardi Azra dapat menjadi kerangka konseptual dalam pengembangan PAI yang responsif terhadap pluralitas dan berorientasi pada pembentukan keberagamaan peserta didik yang adil, toleran, dan seimbang.