Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengelompokan Data Siswa SMP dalam Mendeteksi Kesehatan Remaja Menggunakan Algoritma K-Means Delvi Kibina Br Sembiring; Khairul Khairul; Melda Pita Uli Sitompul
Merkurius : Jurnal Riset Sistem Informasi dan Teknik Informatika Vol. 3 No. 6 (2025): November: Merkurius: Jurnal Riset Sistem Informasi dan Teknik Informatika
Publisher : Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/merkurius.v3i6.1142

Abstract

Technological advancements in education have led to major transformations, particularly with the implementation of the Merdeka Curriculum, which emphasizes learning flexibility, student-centered approaches, and educator autonomy in developing innovative teaching methods. One of its essential aspects is the integration of technology for managing educational data, including student health records. At SMP IT Mutia Rahma, biannual student health monitoring has generated a growing volume of data, making it difficult to identify students experiencing psychological challenges. Adolescent mental health problems—such as learning stress, anxiety, and social pressure—can negatively affect academic performance if left unaddressed. This study aims to group students based on their mental health conditions to support more effective intervention strategies. The K-Means Algorithm, a data mining technique for clustering data by similarity, was employed to analyze student health data. The results show that in a three-cluster model, Cluster 2 represents students in a stable condition characterized by high resilience and low counseling needs, indicating good mental health and academic engagement. Meanwhile, Clusters 1 and 3 include students requiring further attention and support. This research demonstrates that the K-Means Algorithm can serve as an effective tool in identifying and categorizing student mental health conditions to improve school-based health management and early intervention programs.
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR AL-QUR’AN SURAT AT-TINSISWA KELAS IV SD NEGERI 03 SIMPANG UTARA KEC. SIMPANG ALAHAN MATI MELALUI METODE DISKUSI Khairul Khairul
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses belajar mengajar peserta didik SD Negeri 03 Simpang Utara Kec. Simpang Alahan Mati masih rendah dilihat dari semangat dan juga hasil belajarnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti materi Q.S At-Tin. karena guru cenderung menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran sehingga membuat peserta didik menjadi jenuh Untuk mengatasi factor tersebut sebaiknya guru mengubah strategi atau metode pembelajarannya Sesuai dengan penelitian tindakan kelas, maka masalah penelitian yang dipecahkan berasal dari masalah praktek pembelajaran di kelas secara lebih profesional. Prosedur pelaksanaannya mengikuti prinsip-prinsip dasar penelitian tindakan yang umum.  Memberikan kesempatan kepada masing-masing anak untuk mengeluarkan pendapat mengenai materi pendidikan Agama Islam tentang Marimengaji dan mengkaji surah attin dan hadis terkait dengan menggunakan metode Diskusi dalam waktu tertentu dan setelah melakukanDiskusi 4. Peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat pada studi awal yang tuntas hanya 2 siswa (20%) yang tuntas dari 10 siswa, siklus I sebanyak 3 siswa (30%) yang tuntas dari 10 siswa yang hadir, siklus II 10 ( 100% )
Pengabdian Mandiri Kemitraan Masyarakat Penguatan Literasi Keuangan untuk Mendukung Keberlanjutan Usaha Tenank Cafe Medan Riswanto Riswanto; Khairul Khairul; Cut Nizma; Diena Fadhilah; Jasa Ginting
Inovasi Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Mei : Inovasi Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/inovasisosial.v3i2.3236

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in national economic growth, particularly in creating employment opportunities and improving community welfare. However, many MSME actors still face challenges in financial management due to limited financial literacy and inadequate understanding of simple accounting practices. Tenank Cafe Medan is one of the culinary businesses with strong development potential, yet it continues to experience difficulties in transaction recording, cash flow management, and preparing simple financial reports, which may affect business sustainability and operational effectiveness. This Community Partnership Independent Service Program (PMKM) aims to improve the financial literacy of business partners in supporting sustainable business development. The implementation methods included observation, socialization, training, direct practice, and mentoring activities focused on business financial management and transaction recording. The results of the program indicate an increase in the partner’s understanding of financial management, transaction recording, and the preparation of simple profit and loss reports. In addition, the partner has started to separate business finances from personal finances. Therefore, this activity provides a positive contribution toward strengthening business management practices and supporting the sustainability and long-term development of Tenank Cafe Medan.
Integrating Aquaponics to Enhance Ecological Awareness and Promote Sustainability-Oriented Competencies among Islamic High School Students in Labuhanbatu Selatan Regency Rivo Hasper Dimenta; Rusdi Machrizal; Khairul Khairul; Amin Harahap
International Journal of Community Service Implementation Vol. 3 No. 4 (2026): IJCSI MARCH 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijcsi.v3i4.654

Abstract

Sustainable food security and environmental literacy require contextual and practice-based learning approaches in high school education. This community engagement program introduced a school-based aquaponic learning intervention designed to enhance students’ ecological reasoning and sustainability awareness. The activity was carried out in August 2025 at Islamic High School of MA Swasta Irsyadul Islamiah, Tanjung Medan District, Labuhanbatu Selatan Regency, involving 32 students. The intervention combined structured conceptual sessions, guided technical demonstrations, supervised system construction, and reflective evaluation. Learning outcomes were assessed using pre- and post-intervention instruments complemented by observational documentation. Quantitative analysis indicated a marked improvement in students’ academic performance, with average scores increasing from 58.4 (SD = 12.5) prior to the intervention to 82.7 (SD = 8.9) afterward. Statistical testing using a paired-samples t-test confirmed that this gain was significant (t(31) = 8.76, p < 0.001). Field observations further revealed strengthened collaborative participation and heightened interest in environmentally responsible practices. In addition to cognitive gains, the program produced a permanent instructional facility in the form of an operational aquaponic unit that supports continued experiential learning. The findings provide empirical support for integrating recirculating cultivation systems into biology instruction as a strategy for advancing ecological literacy and applied scientific skills. This initiative offers a transferable framework for schools seeking context-responsive, resource-efficient models to reinforce sustainability-oriented education
Pengaruh Pencemaran Limbah Deterjen Terhadap Derajat Kelulusan Hidup Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio Linn) Helentina Mariance Manullang; Khairul Khairul
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 5, No 1: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus Maret 2019
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v5i1.1154

Abstract

Cyprinus carpio Linn merupakan ikan konsumsi air tawar yang banyak dipelihara pembudidaya ikan. Banyak dipelihara pada Daerah Aliran Sungai, khususnya sungai-sungai di Sumatera Utara. Namun belakangan sungai-sungai mulai tercemar, terutama limbah. Deterjen merupakan salah satu limbah yang sering masuk ke sungai. Penelitian ini dilakukan di Balai Benih Ikan (BBI) Kota Binjai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian deterjen pada kelulusan hidup benih ikan mas. Deterjen merupakan bahan kimia yang memiliki konstribusi cukup besar terhadap lingkungan sebagai limbah rumah tangga. Sedangkan hewan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih ikan mas berukuran panjang antara 5-8 cm (diukur dari kepala sampai ujung ekor) dengan berat antara 3-4 gram, jumlah ikan uji sebanyak 5 ekor per akuarium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam waktu 48 jam didapatkan hasil perlakuan pemberian deterjen dengan kosentrasi 0% (kontrol); 2,5%; 5%; 7,5%; dan 10%. Analisis data mengunakan metode RAL (Rancangan Acak Lengkap). Pemberian deterjen pada kualitas air berpengaruh sangat nyata untuk kelulusan hidup benih ikan mas, diantaranya perlakuan E (100%), perlakuan D (92 %), C (46,6%), B (6,67%) A (kontrol). Suhu dalam pengaruh deterjen dalam penelitian ini berada pada kisaran 26,60C-28,30C dan pH air pada kisaran 7,8-8,3.
SOSIALISASI PENGUATAN ETIKA PEMANFAATAN KECERDASAN BUATAN (AI FOR GOOD) BAGI SIVITAS AKADEMIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UIN SUMATERA UTARA Khairul Khairul; Abdul Razaq; Irwan Irwan; Rahmat Hidayat; Ryan Fahreza Pasaribu; Solahuddin Asri Ritonga
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5937

Abstract

Abstract: The development of Artificial Intelligence (AI) technology has brought significant transformations in education, research, and academic governance. However, the use of AI without an ethical foundation has the potential to cause problems such as plagiarism, data privacy violations, algorithmic bias, and the degradation of academic integrity. This community service activity aims to increase the understanding and awareness of the academic community at the Faculty of Science and Technology, UIN North Sumatra, regarding the ethical principles of AI utilization within the AI for Good framework. The implementation methods include interactive outreach, contextual material delivery, case studies, and participatory discussions that emphasize the values of responsibility, transparency, accountability, and social benefits. This activity involved lecturers, educational staff, and students as active participants. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of the risks and opportunities of AI use, as well as a commitment to integrating ethical principles into academic and research practices. This program is expected to be a strategic step in building an academic culture that is adaptive to technological developments, while remaining grounded in moral values, scientific integrity, and the vision of Islamic scholarship as rahmatan lil 'alamin. Keyword: Artificial Intelligence, Technology Ethics, Academic Integrity, Community Service Abstrak: Perkembangan teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa transformasi signifikan dalam bidang pendidikan, riset, dan tata kelola akademik. Namun, pemanfaatan AI tanpa landasan etika berpotensi menimbulkan permasalahan seperti plagiarisme, pelanggaran privasi data, bias algoritmik, serta degradasi integritas akademik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran sivitas akademika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sumatera Utara mengenai prinsip-prinsip etika pemanfaatan AI dalam kerangka AI for Good. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi interaktif, penyampaian materi konseptual, studi kasus, serta diskusi partisipatif yang menekankan nilai tanggung jawab, transparansi, akuntabilitas, dan kebermanfaatan sosial. Kegiatan ini melibatkan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa sebagai peserta aktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap risiko dan peluang penggunaan AI, serta komitmen untuk mengintegrasikan prinsip etika dalam praktik akademik dan penelitian. Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun budaya akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap berlandaskan nilai-nilai moral, integritas ilmiah, dan visi keilmuan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Kata kunci: Kecerdasan Buatan, Etika Teknologi, Integritas Akademik, Pengabdian Masyarakat