Articles
Efektivitas Tradisi Barzanji terhadap Pemahaman Keagamaan Masyarakat (Studi terhadap Masyarakat Kec. Julok Kab. Aceh Timur)
Miskahuddin Miskahuddin;
Zuherni Zuherni
Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 23, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/substantia.v23i1.3772
Reciting Barzanji is a tradition that has long practiced among Muslim community, and performed in special ceremony or occasion. Even though the books known as Barzanji, in fact the origin title is ‘Iqd al-Jawahir (the strands of jewels), as the Prophet himself. Barzanji refer to the author Syekh Ja’far ibn Hasan ibn Abdul Karim ibn Muhammad al-Barzanji (1690 -1763 M) a sufi scholar, whose born in Madinah and relate to Barzan (Kurdistan) tribe. Based on the content, the author of barzanji present Islamic knowledge regarding with the life of Prophet (sirah). In Aceh, particularly in Julok distric East Aceh, the famous hand book of barzanji called Majmu’ah Maulud Syaraf al-Anam. That book written and recited in arabic, and that must be an issue wheather local people understand or not toward the content. Therefore this article obtain to figure out the barzanji tradition toward people knowledge of religious understanding effectivenessly. This research apply field research method, which is observation and interview used as the tool for collecting the data. From observation and interview find out reciting barzanji tradition in Julok district, East Aceh that practised by local people is not in line with their understanding of Islamic knowledge. Whereas the tradition for them as a ceremony, entertainment, gathering and hospitality.
Konsep Sabar dalam Perspektif Al-Qur’an
Miskahuddin Miskahuddin
Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah: Media Kajian Al-Qur'an dan Al-Hadits Multi Perspektif Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Forum Intelektual Qur'an dan Hadits Asia Tenggara (SEARFIQH) Kota Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/jim.v17i2.9182
Patience is the inner human attitude in restraining the emotions and desires of all needs. The strength of faith and aqidah under Islamic law can affect patients. The ability to be patient by controlling lust will be glorified by Islam. An attitude of patience can make humans refrain from degrading human dignity. Therefore, the concept of patience in the Al-Qur'an is human self-control based on Islamic aqidah in the guidance of the Al-Qur'an al-KarimAbstrakSabar merupakan sikap batin manusia dalam menahan emosi dan keinginan segala kebutuhan. Kekuatan iman dan aqidah yang sesuai dengan syariat Islam dapat mempengaruhi kesabaran. Kemampuan bersikap sabar dengan cara mengendalikan hawa nafsu akan dimuliakan oleh agama Islam. Sikap sabar dapat membuat manusia menahan diri dari perbuatan merendahkan harkat martabat kemanusian. Oleh karena itu, konsep sabar dalam Al-Qur’an pada dasarnya adalah pengendalian diri manusia berdasarkan aqidah Islam dalam bimbingan Al-Qur’an al-Karim
Filosofi Pendidikan Islam Dalam Perspektif Al-Qur`an
miskahuddin bin yahya lizam
Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/jm.v12i1.14797
Education is the main thing that the Qur'an talks about. The first verse revealed by Allah to His Prophet is Surah Al-`Alaq Verses One to Five which is essentially important to read with Bismirabbik. The values of education can be of good quality if humans try to continuously learn to improve their quality by reading, studying, writing and researching in the main things that provide wisdom with deep and healthy knowledge. Education can always be directed to exploring self-potential which refers to his approach to Allah SWT, the Creator of all the universe. Reading here is in the scope of deep and active meaning such as mentadabbur, studying and researching in depth, observing, analyzing, such as existing natural objects, discussing, writing books and the scope of other scientific activities that can use sharp thinking and reasoning for means worship Allah SWT. The Qur'an also talks about wise education to humans which is enshrined in it the virtues of teaching and Lukmanul Hakim's education to his favorite child so that he can gain wisdom in his life and teaching with the right method for the education of his children and for mankind on this earth. .
TASAUF SEBUAH PENDEKATAN PENDIDIKAN AKHLAQUL KARIMAH DALAM KONTEKS PEMIKIRAN QUR’ANI
Miskahuddin Miskahuddin
Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 12, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/jm.v12i4.15486
Talking about Sufism, of course, cannot be separated from the efforts of a servant of Allah in his efforts to purify his personality with good deeds to produce good morals through worship to draw him closer to Allah S.W.T. based on the teachings of the Qur'an al-Karim as a guideline of his life in this world. Al-Qur'an as a way of life for all mankind is able to teach eternal goodness and as the main model that is truly perfect for moral education in order to shape the good morals of the Muslim human person, especially for those who believe in him by always studying and practicing all the contents of his teachings alone. Sincere eyes hope for the pleasure of Allah so that with Allah's permission, humans who are haqqul sure to practice it truly will certainly be able to lead them to glory and happiness both physically and mentally in this world and the safety of happiness in the hereafter. In relation to moral education for humans in the Sufism approach, it can actually be said that their efforts are trying to purify themselves which will not break away from the guidance and guidance of the Qur'an as the main basis for improving human morality so that they become obedient and ethical servants of God. karimah. Sufism as a science can be a movement of Islamic teachings that teach knowledge about how to purify the soul and clarify morals in order to build the body and mind of humans so that they can obtain true happiness in the world and also eternal happiness in the hereafter.
KONSEP AGAMA MENURUT AL-QUR'AN
Miskahuddin Miskahuddin
Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah: Media Kajian Al-Qur'an dan Al-Hadits Multi Perspektif Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah
Publisher : South East Asia Regional Intellectual Forum of Qoran Hadith (SEARFIQH)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (121.023 KB)
|
DOI: 10.22373/jim.v14i1.2240
Agama mendapat posisi strategis dalam Al-Qur'an. Agama dalam konsep Al-Qur'an mengandung makna yang paling tinggi yakni agama Islam yang berfungsi sebagai rahmatan lil alamin bagi manusia dan sekalian alam semesta. Tentu Allah SWT telah menggambarkan di dalam Al-Qur'an bahwa sesungguhnya agama yang terbaik di sisi Allah hanyalah Islam. Karena itu, sesungguhnya bahwa agama Islam dapat memberi jaminan kesejahteraan dan keselamatan bagi manusia yang mempelajarinya sebagai amalan shalih guna menggapai kemuliaan dan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat kelak. Bila dilihat dari sisi makna dan fungsinya berarti agama itu tidak boleh lepas dalam kehidupan umat manusia yang senantiasa mencari kebahagiaan abadi. Agama itu adalah kebutuhan fitrah manusia untuk kemuliaan dan kebahagiaan hakiki dirinya.
SPIRITUALISME DAN PERUBAHAN SOSIAL DALAM AL-QUR'AN
Miskahuddin Miskahuddin
Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah: Media Kajian Al-Qur'an dan Al-Hadits Multi Perspektif Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah
Publisher : South East Asia Regional Intellectual Forum of Qoran Hadith (SEARFIQH)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (107.076 KB)
|
DOI: 10.22373/jim.v13i1.2352
Basically, humans are spiritual beings because it is always driven by the need to ask a fundamental question. Among the fundamental question: why was I born? What is the meaning of my life? What is the purpose of my life? The answer of these questions all are spiritual. In addition, spiritualism needed by humans as he is able to give strength to man when experiencing a disaster or facing an uncertain future. By spiritualism man can penetrate the pain, suffering, tragedy, and predictions about the future is not hopeless ABSTRAK Pada dasarnya manusia adalah makhluk spiritual karena selalu terdorong oleh kebutuhan untuk mengajukan pertanyaan mendasar. Pertanyaan mendasar tersebut di antaranya: mengapa saya dilahirkan? Apakah makna hidup saya? Apa tujuan hidup saya? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini semuanya bersifat spritual. Di samping itu, spiritualisme dibutuhkan oleh manusia karena ia mampu memberi kekuatan bagi manusia ketika mengalami bencana atau menghadapi masa depan yang tidak menentu. Dengan spiritualisme manusia dapat menembus rasa sakit, sengsara, musibah, dan ramalan-ramalan tentang masa depan tidak berpengharapan.
Peran Pola Asuh Orangtua Yang Transformatif Dalam Pemberdayaan Pembinaan Pendidikan Akhlak Karimah Berbasis Aqidah Islam Bagi Anak
bin yahya lizam, miskahuddin
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/jm.v13i1.19619
Transformasi Pemberdayaan pembinaan dan pendidikan Akhlak Karimah berdasarkan konsep Aqidah Islam kepada anak yang mengacu kepada jalan tauhid merupakan salah satu kekuatan untuk menggerakkan prilaku dan kepribadian anak menjadi baik dan bermutu tinggi. Anak akan mengalami kemajuan dalam bersikap maupun berprilaku baik sesuai keinginan dan kehendak agamanya yang dibimbing oleh ajaran aqidah tauhid berdasarkan petunjuk al-Qur'an dan al-Hadits. Peran aktif pola asuh orangtua yang transformatif membina dan memberikan pendidikan akhlak yang baik lagi benar menurut aqidah Islam tentu salah satu jalan menuju keharmonisan agar dapat mempersiapkan dan membahagiakan masa depan anaknya dalam menghadapi berbagai tantangan global dan perubahan-perubahan dalam hidupnya. Semua orangtua akan senang dan bahagia ketika mendapati anak-anaknya sebagai generasi yang tangguh sehat lahir dan bathin, shalih dan taat menjalankan semua ajaran agamanya dengan baik dan benar sesuai cita-cita dan kehendak agama itu sendiri supaya menjadi insan pengabdi yang mampu memperhambakan dirinya dengan penuh ketaatan dan ketaqwaan kepada Tuhannya. Jika anak-anaknya tumbuh dan berkembang sebagai generasi sehat lahir bathinnya daripada hasil pembinaan dan pendidikan akhlak karimah oleh orangtuanya, tentu hidup dalam berbagai lingkungan akan mendapatkan ketenangan dan kedamaian yang jauh daripada kemerosotan akhlak. Oleh karena itu peran positif dari kemampuan pola asuh orangtua yang transformatif dengan memberikan bimbingan dan pendidikan yang sehat, stabil dan bermutu kepada anaknya guna membangun akhlak karimah bermuatan aqidah Islam dianggap lebih utama dan berhasil meraih kebaikan anak sebagai generasi yang berakhlak karimah.
PELESTARIAN PENDIDIKAN KELUARGA DALAM KONTEKS PEMIKIRAN ISLAM
bin yahya lizam, miskahuddin
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 13, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/jm.v13i4.22204
ABSTRACTEducation based on Islamic teachings in Muslim families is a major factor that is very important to be preserved as early as possible well and perfectly. Mainly the preservation of education in a family is to be able to form the character of the firmness of faith and charity in the independence and mental resilience for the life of the Muslim family in the face of various problems trials and challenges of life globally. Teaching materials in Islamic education are many kinds such as aqidah education, morals and practices of worship both mandatory and sunnah of various other Islamic values contained in the teachings of Islam are easy and may be learned correctly and correctly. The preservation of family education itself can include a universal and comprehensive meaning in the form of supervision and self-management efforts in a family that is intact with the values of Islamic teachings to organize a perfect and stable life in a way Islam is beautiful and peaceful as through a variety of positive activities that are beneficial in the guidance of a healthy religion to the safety of life and happiness born and inner as well as safety and happiness in the world and in the hereafter later. Therefore protection, protection, harmonious family supervision and self-preservation with the values of Islamic teachings in the family through reviving the atmosphere of Islamic education in a family is a true inevitability that must be done all family members in various ways in order to stay sustainable based on the education of good and quality religious normality so as to realize the use of the right time as carefully as possible to develop, develop, animate or promote the teachings of Islam with selective and continuous in his family so as to build or animate a harmonious atmosphere based on the values of Islamic teachings in the household or family to remain shady and shining to answer or face various problems and tests of life in the social dynamics of the challenges of the times with an effort to prepare and build generations of resilient and qualified nations in the midst of a global era life. Pendidikan berbasis ajaran Islam dalam keluarga muslim merupakan faktor utama yang amat penting untuk dilestarikannya sedini mungkin secara baik dan sempurna. Utamanya pelestarian pendidikan itu dalam sebuah keluarga adalah akan dapat membentuk karakter keteguhan iman dan amal shalih dalam kemandirian dan ketahanan mental bagi kehidupan keluarga muslim tersebut dalam menghadapi berbagai problem cobaan dan tantangan hidup secara global. Materi-materi ajar dalam pendidikan Islam itu banyak macamnya misalnya berupa pendidikan aqidah, akhlak dan praktik ibadah baik yang wajib maupun yang sunnah dari berbagai tata nilai keislaman lainnya yang terkandung dalam ajaran agama Islam yang mudah dan mungkin dipelajarinya dengan tepat dan benar. Pelestarian pendidikan keluarga itu sendiri bisa mencakup makna yang universal dan komprehensif berupa upaya pengawasan dan pengelolaan diri dalam keluarga yang utuh dengan nilai-nilai ajaran Islam untuk menata hidup sempurna dan stabil dengan cara Islam yang indah dan damai seperti melalui berbagai kegiatan positif yang bermanfaat dalam tuntunan agama yang sehat guna menuju keselamatan hidup maupun kebahagiaan lahir dan batin juga keselamatan dan kebahagian di dunia maupun di akhirat kelak. Oleh karena itu proteksi perlindungan, pengawasan keluarga harmonis dan pemelihara diri dengan nilai-nilai ajaran Islam dalam keluarga lewat menghidupkan suasana pendidikan Islam dalam sebuah keluarga adalah merupakan keniscayaan sejati yang mesti dilakukannya semua anggota keluarga dengan berbagai cara agar tetap lestari berdasarkan pendidikan normalitas agama yang baik dan bermutu sehingga mampu mewujudkan pemamfaatan waktu yang tepat secermat mungkin guna mengembangkan, menghidupkan atau pun memajukan ajaran agama Islam dengan selektif dan berkesinambungan dalam keluarganya sehingga mampu membangun atau menghidupkan suasana harmonis berdasarkan nilai-nilai ajaran Islam dalam rumah tangga atau keluarga agar tetap teduh dan bersinar guna menjawab atau menghadapi berbagai problem dan ujian hidup dalam dinamika sosial tantangan zaman dengan upaya mempersiapkan maupun membangun generasi-generasi bangsa yang tangguh dan berkualitas ditengah-tengah kehidupan zaman yang global.
PERANAN CENDEKIAWAN KAMPUS DALAM UPAYA PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) (Suatu Kajian Pemikiran Psikologi Islami)
Miskahuddin, Miskahuddin
Al-Fathanah Vol 4, No 1, April (2024): Al-Fathanah: Jurnal Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Fathanah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37598/al-fathanah.v4i1, April.2154
Cendekiawan adalah orang mempunyai sikap hidup cermat dan teliti yang senantiasa berusaha sungguh untuk meningkatkan kemampuan diri berfikir guna mengetahui dan memahami sesuatu secara komprehensif dari kehidupan alam maupun lingkungan tatanan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran cendikiawan kampus dalam melakukan upaya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ditinjau dari pemikiran psikologi islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui identifikasi wacana, baik dari buku, artikel, atau informasi lainnya yang berhubungan dengan masalah penelitian. Selanjutnya data dianalisis secara konten analisis. Hasil penelitian adalah peranan cendekiawan atau intelektual dianggap penting bagi pengembangan dan penguatan kemajuan kampus khususnya dan untuk pembangunan SDM, karena ia dapat memfungsikan kecerdasan akal pikirannya untuk bekerja, belajar, menggagas, membuat program, berdialog, berdiskusi, dan menjawab berbagai persoalan penting mengenai gagasan-gagasan dan pemikiran-pemikiran yang ada. Sebagai sosok cendekiawan yang memiliki keahlian khusus dan kecemerlangan ide-ide atau gagasan-gagasan pikiran yang luas dengan keterampilannya cepat mengerti situasi dan kondisi, pandai mencari dan memberi jalan keluar dalam memecahkan masalah atau pun tepat menawarkan solusi penyelesaian masalah, maka tentu akan dibutuhkannya guna untuk membangun SDM yang berkualitas
Islamic Solidarity and Ta'awun: A Case Study of Community Responses to Rohingya Refugees in Sabang, Aceh
Suarni, Suarni;
Nufiar, Nufiar;
Miskahuddin, Miskahuddin;
Aulia, Ade;
Rusdi, Mikdar;
Zakia, Shabira
Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah: Media Kajian Al-Qur'an dan Al-Hadits Multi Perspektif Vol 21, No 2 (2024)
Publisher : South East Asia Regional Intellectual Forum of Qoran Hadith (SEARFIQH)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/jim.v21i2.25680
The principle of ta'awun (mutual assistance) is a fundamental Islamic value that promotes solidarity and shared responsibility. Its practical application in contemporary, culturally diverse societies often encounters significant challenges. This study investigates how the residents of Ie Meulee Village, Sukajaya Subdistrict, Sabang City, practiced ta'awun in responding to Rohingya refugees stranded in the area during December 2023. Employing a qualitative methodology, the study collected data through observations, interviews with 14 informants—including village officials, religious leaders, community members, and refugees—and document analysis. The findings reveal varied interpretations and implementations of ta'awun, shaped by factors such as religious education, the social environment, and economic constraints. While residents with strong religious knowledge exhibited proactive assistance, others provided help spontaneously or hesitated due to existing prejudices. This study underscores the importance of inclusive religious education, community-based social programs, and local policies to foster cross-cultural solidarity, ensuring the sustainable application of ta'awun values in multiethnic societies.