Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PSIKOLOGI PENDIDIKAN ISLAM DAN KESEHATAN MENTAL Miskahuddin, Miskahuddin
Al-Fathanah Vol 5, No 1, April (2025): Al-Fathanah: Jurnal Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Fathanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/al-fathanah.v5i1, April.2523

Abstract

Pendidikan Islam merupakan hal penting dalam kehidupan seseorang yang dilakukan dengan usaha sadar dan terencana guna memberikan bimbingan, motivasi maupun pertolongan sehat, dan baik bagi kebutuhan mental dan jiwa seseorang dalam mengembangkan potensi diri terhadap kebutuhan jasmani dan rohaninya. Ketahanan mental dan kesehatan jiwa-raga setiap individu tentu merupakan hal utama bagi menata kehidupan yang baik dan masa depan yang penuh kemuliaan dan kebahagiaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang psikologi pendidikan islam dan kesehatan mental. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan yang bertujuan untuk mendapatkan teori-teori dan konsep-konsep sebagai bahan penguat terhadap temuan dalam penelitian ini. Sumber penelitian adalah buku dan literatur-literatur lainnya sebagai objek yang utama. Hasil penelitian adalah psikologi pendidikan Islam sebagai suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang mental dan pendidikan jiwa yang dapat mengarahkan perilaku maupun proses mental manusia ke arah kemajuan untuk berperan dan berpengaruh positif memberikan solusi dengan motivasi kuat bagi pembentukan karakter perilaku seseorang yang sehat dan mulia berdasarkan pendidikan yang berbasis Islam dengan nilai-nilai ajaran al-Qur'an dan Hadits, juga pendapat pakar atau ulama shalih. Dorongan berperilaku yang baik dan berkarakter mulia yang di arahkan oleh bimbingan pendidikan Islam dianggap penting untuk membentuk perilaku dan potensi diri yang mulia dan mandiri dalam upaya pencapaian kesehatan mental dan kebaikan perilaku seseorang dengan upaya penyempurnaannya dalam hidupnya sesuai dengan perilaku ajaran Islam
PERANAN CENDEKIAWAN KAMPUS DALAM UPAYA PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) (Suatu Kajian Pemikiran Psikologi Islami) Miskahuddin, Miskahuddin
Al-Fathanah Vol 4, No 1, April (2024): Al-Fathanah: Jurnal Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Fathanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/al-fathanah.v4i1, April.2154

Abstract

Cendekiawan adalah orang mempunyai sikap hidup cermat dan teliti yang senantiasa berusaha sungguh untuk meningkatkan kemampuan diri berfikir guna mengetahui dan memahami sesuatu secara komprehensif dari kehidupan alam maupun lingkungan tatanan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran cendikiawan kampus dalam melakukan upaya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ditinjau dari pemikiran psikologi islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui identifikasi wacana, baik dari buku, artikel, atau informasi lainnya yang berhubungan dengan masalah penelitian. Selanjutnya data dianalisis secara konten analisis. Hasil penelitian adalah peranan cendekiawan atau intelektual dianggap penting bagi pengembangan dan penguatan kemajuan kampus khususnya dan untuk pembangunan SDM, karena ia dapat memfungsikan kecerdasan akal pikirannya untuk bekerja, belajar, menggagas, membuat program, berdialog, berdiskusi, dan menjawab berbagai persoalan penting mengenai gagasan-gagasan dan pemikiran-pemikiran yang ada. Sebagai sosok cendekiawan yang memiliki keahlian khusus dan kecemerlangan ide-ide atau gagasan-gagasan pikiran yang luas dengan keterampilannya cepat mengerti situasi dan kondisi, pandai mencari dan memberi jalan keluar dalam memecahkan masalah atau pun tepat menawarkan solusi penyelesaian masalah, maka tentu akan dibutuhkannya guna untuk membangun SDM yang berkualitas
Islamic Solidarity and Ta'awun: A Case Study of Community Responses to Rohingya Refugees in Sabang, Aceh Suarni, Suarni; Nufiar, Nufiar; Miskahuddin, Miskahuddin; Aulia, Ade; Rusdi, Mikdar; Zakia, Shabira
Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah: Media Kajian Al-Qur'an dan Al-Hadits Multi Perspektif Vol. 21 No. 2 (2024)
Publisher : South East Asia Regional Intellectual Forum of Qoran Hadith (SEARFIQH)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jim.v21i2.25680

Abstract

The principle of ta'awun (mutual assistance) is a fundamental Islamic value that promotes solidarity and shared responsibility. Its practical application in contemporary, culturally diverse societies often encounters significant challenges. This study investigates how the residents of Ie Meulee Village, Sukajaya Subdistrict, Sabang City, practiced ta'awun in responding to Rohingya refugees stranded in the area during December 2023. Employing a qualitative methodology, the study collected data through observations, interviews with 14 informants—including village officials, religious leaders, community members, and refugees—and document analysis. The findings reveal varied interpretations and implementations of ta'awun, shaped by factors such as religious education, the social environment, and economic constraints. While residents with strong religious knowledge exhibited proactive assistance, others provided help spontaneously or hesitated due to existing prejudices. This study underscores the importance of inclusive religious education, community-based social programs, and local policies to foster cross-cultural solidarity, ensuring the sustainable application of ta'awun values in multiethnic societies.
FUNGSI SHALAT DAN PENANGGULANGAN STRES DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI ISLAM Miskahuddin, Miskahuddin
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 16 No 3 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/a3njev98

Abstract

Stress is a common mental health problem experienced by modern society due to the increasing demands of life, whether in education, work, family, or social environments. If not managed properly, stress can have various negative impacts on an individual's physical, psychological, social, and even spiritual condition. From an Islamic perspective, stress is understood not only as a psychological response to life's pressures but also as a test that is part of the human journey. Therefore, Islam offers various forms of spiritual approaches as stress management mechanisms, one of which is through prayer. This study aims to analyze the function of prayer in stress management from an Islamic perspective using library research methods. Data sources were obtained from books, scientific articles, and research findings discussing the relationship between prayer, mental health, and stress. The analysis was conducted using content analysis techniques through a process of data reduction, categorization, interpretation, and synthesis of various relevant concepts. The results of the study indicate that prayer has a multidimensional function in stress management. Prayer functions not only as a ritual obligation but also as a religious coping mechanism, a medium for emotional regulation, a means of physiological relaxation, a builder of psychological resilience, and a medium for strengthening the meaning of life. Devout prayer can reduce anxiety, increase inner peace, strengthen self-control, and help individuals develop adaptive responses to various life pressures. Thus, prayer can be understood as a form of spiritual psychotherapy that plays a significant role in maintaining the mental health of the Muslim community.
Filsafat Pendidikan Ibnu Sina dan Relevansinya dalam Pengembangan Pendidikan Holistik Hartati Hartati; Abdul Madjid; Indah Rastika Sari; Miskahuddin Miskahuddin
Jurnal Ilmiah Guru Madrasah Vol 4 No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jigm.v4i2.88

Abstract

Ibnu Sina (980–1037 M) merupakan salah satu filsuf dan ilmuwan Muslim terbesar dalam sejarah peradaban Islam yang memberikan kontribusi sangat luas, khususnya dalam bidang filsafat, kedokteran, dan pendidikan. Pemikirannya tidak hanya berpengaruh pada dunia Islam, tetapi juga memberi dampak besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di Barat. Dalam konteks pendidikan, Ibnu Sina menekankan pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan rasional dan nilai-nilai spiritual sebagai landasan utama dalam membentuk manusia yang sempurna (insan kamil). Konsep ini menjadi cikal bakal pendekatan pendidikan holistik yang memandang peserta didik sebagai makhluk utuh, bukan semata-mata objek transfer pengetahuan.Penelitian ini membahas secara analitis filsafat pendidikan Ibnu Sina dengan menyoroti prinsip-prinsip dasar yang meliputi tujuan pendidikan, struktur kurikulum, metode pembelajaran, serta peran guru dalam proses pendidikan. Menurut Ibnu Sina, tujuan pendidikan adalah mengembangkan potensi akal, moral, dan spiritual peserta didik secara seimbang. Kurikulum hendaknya disesuaikan dengan tahap perkembangan anak, sementara metode pembelajaran perlu menekankan keteladanan, pembiasaan, dan dialog rasional. Guru dipandang sebagai figur sentral yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membimbing pembentukan karakter. Pemikiran pendidikan Ibnu Sina tetap relevan dengan paradigma pendidikan holistik modern yang mengedepankan keseimbangan aspek intelektual, emosional, spiritual, dan moral peserta didik