Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Corn Using Efficiency Analysis in Labuhan Ratu IV Village, Labuhan Ratu District, East Lampung Regency, Lampung Dindy Darmawati Putri; Aji Setiawan; Lutfi Zulkifli
Sriwijaya Journal of Agribusiness and Biometrics in Agriculture Research Vol 2 No 1 (2022): Mei - Oktober 2021
Publisher : Departement of Socio-Economic Agricuture, Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5713/srijab.v1i2.33

Abstract

One of the essential food crops worldwide is corn, which is also utilized in Indonesia as a feed for animals, a raw material for industry, and a source of basic requirements. This study intends to: (1) know the costs and income; and (2) know the efficiency of farming. In Labuhan Ratu IV Village, Labuhan Ratu District, East Lampung Regency, the study's location was purposefully chosen. Cost and Revenue Analysis, Revenue Cost Ratio was utilized to analyze the study's data. (1) The average cost was 8.093.897,00 IDR, while the average income was 16.896.017,00 IDR, according to the findings. (1) Corn cultivation has been effective or profitable, as indicated by an R/C ratio of 2,09; (2) The average profit obtained is 8.802.119,00 IDR.
Transformasi Digital dalam Rantai Pasok Agribisnis: Systematic Literature Review Peran Blockchain, IoT, dan Teknologi Digital dalam Meningkatkan Efisiensi, Transparansi, dan Keberlanjutan. Fauzan Syahrabbani; Mutiara Rinda; Adinda Dwi Kusuma; Intan Nur Aini; Dindy Darmawati Putri; Lutfi Zulkifli
Journal of Agribusiness, Social and Economic Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Agribusiness, Social and Economic (JASE)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jase.v6i1.8094

Abstract

Digital transformation is a key factor in addressing low distribution efficiency, limited transparency, and weak tracking systems in Indonesia's agribusiness supply chain. This study aims to analyze the role of digital technologies, specifically blockchain and the Internet of Things (IoT), in improving supply chain management performance. The method used is a Systematic Literature Review (SLR) of 15 relevant journals published between 2015 and 2026. The results indicate that the integration of blockchain and IoT can provide real-time data, enhance product transparency (traceability), and optimize operational efficiency as well as economic and environmental sustainability. However, the implementation of these technologies faces significant challenges, including high investment costs, limited digital infrastructure, and low digital literacy among farmers and MSME actors. Collaboration between stakeholders and government policy support are required to accelerate the adoption of digital technology within the agribusiness ecosystem
Keputusan Pekebun dalam Menerapkan Sistem Penyerahan Tebu Muhammad Ivan Zulhilmi; Yusmi Nur Wakhidati; Altri Mulyani; Dindy Darmawati Putri; Irene Kartika Eka Wijayanti
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 33 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v33i1.413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pekebun dalam menerapkan sistem penyerahan tebu di Provinsi Jawa Tengah. Sistem penyerahan tebu terdiri atas dua skema, yaitu Sistem Bagi Hasil (SBH) dan Sistem Pembelian Tebu (SPT), yang masing-masing memiliki karakteristik, keunggulan, dan kelemahan sehingga memengaruhi keputusan pekebun dalam memilih skema yang digunakan. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 125 pekebun tebu yang dipilih menggunakan teknik probability sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik. Variabel dependen adalah sistem penyerahan tebu, sedangkan variabel independen meliputi persepsi, kepuasan, usia, tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga, pengalaman berusahatani, luas lahan, pendapatan usahatani, harga, waktu pencairan, jenis pekebun, dan peran pabrik gula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari dua belas variabel yang dianalisis, terdapat tiga variabel yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan pekebun, yaitu harga, waktu pencairan, dan peran pabrik gula. Pekebun tebu dengan kondisi harga yang tinggi dan waktu pencairan yang cepat, serta tidak mempersoalkan peran pabrik gula cenderung memilih sistem penyerahan tebu skema SPT. Kondisi pekebun yang tidak mempersoalkan mengenai harga dan kecepatan waktu pencairan, serta mengharapkan peran pabrik gula yang baik cenderung memilih menerapkan sistem penyerahan tebu skema SBH