Lala Anggraini
Universitas Muhammadiyah Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

LUDO 3D-MB MEDIA SEBAGAI PENGENALAN MITIGASI BENCANA ALAM BERBASIS PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI BANGUN RUANG Dewi Suwaibah; Lala Anggraini; Himmatul Mursyidah
JIPMat Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v4i1.3514

Abstract

Deretan bencana alam terjadi di Indonesia dalam kurun waktu 2018. Sampai Oktober 2018, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat telah terjadi 1.999 bencana, diantaranya tanah longsor, gempa bumi, tsunami, dan banjir bandang. Akibat bencana alam tersebut lebih dari 3.548 orang meninggal dunia dan hilang. Bencana alam yang terjadi di Indonesia disebabkan karena letak geografis Indonesia diantara tiga lempeng yaitu lempeng Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Pergerakan lempeng menjadikan Indonesia berpeluang besar mengalami bencana alam. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia harus siap dan tanggap dalam menghadapi bencana alam. LUDO 3D-MB Media menjadi solusi untuk memperkenalkan siswa SMP dalam menghadapi bencana alam dengan pendekatan matematika materi bangun ruang. Perbedaan LUDO 3D-MB Media dengan LUDO pada umumnya adalah setiap petak memiliki kartu yang berisi sikap siaga menghadapi suatu peristiwa bencana alam tertentu yang dihubungkan dengan soal cerita matematika bangun ruang. Sebagai contoh “Salah satu upaya mencegah banyaknya korban gempa bumi adalah dengan meletakkan barang yang berat di bawah dan barang yang ringan di atas. Jika di dalam kamarmu terdapat lemari yang berukuran , dan televisi berbentuk kubus dengan volume , Kamu harus memasukkan televisi tersebut ke dalam lemari bagian bawah untuk mencegah adanya korban. Berapakah volume lemari yang tidak ditempati televisi?”. Adanya LUDO 3D-MB Media dapat mendidik sejak dini kesiapsiagaan bencana alam melalui lingkup pendidikan formal.
Relevansi Pemikiran Paulo Freire dengan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Sekolah Menengah Pertama Syarifuddin Syarifuddin; Lala Anggraini; Faiz Azmi Fauzia
Jurnal Gantang Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Gantang Maret Tahun 2021
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.292 KB) | DOI: 10.31629/jg.v6i1.3117

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat dan mendeskripsikan pemikiran Paulo Freire dan kemampuan berpikir kritis matematis siswa sekolah menengah pertama (SMP) serta untuk melihat ada tidaknya relevansi atau hubungan antara keduanya. Penelitian ini menggunakan metode penelitin kualitatif dengan desain kepustakaan. Data dalam penelitian ini terdiri dari data primer (utama) yang diperoleh dari buku, pemikiran dan karya yang ditulis Paulo Freire dan data sekunder sebagai data pendukung dari data primer yang diperoleh dari jurnal, buku dan laporan hasil penelitian yang relevan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, dimana data diolah dan dianalisis sesuai dengan studi literatur yang sudah dikumpulkan dan kemudian dideskripsikan untuk memperoleh hasil dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah adanya relevansi antara pemikiran Paulo Freire dan kemampuan berpikir kritis matematis siswa SMP diantaranya yaitu, (1) dalam pembelajaran matematika, siswa diberikan kebebasan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui metode inquiry dan dialog terbuka yang sesuai dengan konsep pendidikan humanis Paulo Freire, (2) standart isi pelajaran matematika sekolah dasar dan menengah yang menuntut adanya perkembangan berpikir kritis dalam diri siswa yang sejalan dengan buah pemikiran dari Paulo Freire, (3) memposisikan siswa sebagai partner belajar atau subjek di dalam proses pembelajaran.
Pendampingan Mitigasi Bencana Berbasis Media Maket Boneka Tanggap Bencana (Matagana) di TK ‘Aisyiyah 19 Surabaya Syarifuddin Syarifuddin; Ngatma'in Ngatma'in; Lala Anggraini
Journal of Community Development Vol. 7 No. 1 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v7i1.1924

Abstract

Kondisi geografis sekolah TK ‘Aisyiyah 19 Surabaya yang terletak dipinggir laut menyebabkan kekhawatiran tersendiri bagi guru dan orang tua siswa jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam. Selain, itu minimnya media pembelajaran kesiapsiagaan bencana alam di sekolah tersebut. Sehingga dirasa perlu untuk memberikan edukasi dan pelatihan mitigasi bencana secara berkala untuk meningkatkan sikap kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana alam. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterlibatan aktif dan pemahaman mitigasi bencana pada anak usia dini melalui pendampingan berbasis media Maket Boneka Tanggap Bencana (Matagana) di TK ‘Aisyiyah 19 Surabaya. Metode yang digunakan adalah Community Based Participatory Research (CBPR) melalui tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan, implementasi, dan evaluasi. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi 1) sosialisasi tentang pentingnya pemahaman mitigasi bencana alam sejak dini, 2) demonstrasi penggunaan Maket Boneka Tanggap Bencana (Matagana), 3) diskusi dan evaluasi untuk keberlanjutan program kedepan. Subjek kegiatan berjumlah 15 anak usia dini. Data diperoleh melalui observasi keterlibatan aktif siswa menggunakan instrumen yang mencakup indikator kognitif, emosional, dan perilaku. Hasil observasi menunjukkan total skor 104 dari skor maksimum 150 dengan persentase keterlibatan aktif sebesar 69,3% yang berada pada kategori aktif. Sebanyak 46,7% siswa berada pada kategori sangat aktif, 20% aktif, 20% cukup aktif, dan 13,3% kurang aktif. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan media Matagana mampu meningkatkan antusiasme, partisipasi, kemampuan mengikuti instruksi, serta pemahaman awal siswa tentang kesiapsiagaan bencana. Media ini juga memberikan pengalaman belajar yang konkret, visual, kinestetik, dan berbasis bermain, sehingga sesuai dengan karakteristik pembelajaran anak usia dini. Selain berdampak pada siswa, kegiatan ini juga memberikan model pembelajaran interaktif bagi guru dalam mengintegrasikan edukasi kebencanaan di sekolah. Dengan demikian, media Matagana berpotensi menjadi alternatif inovatif dan replikatif dalam membangun budaya sadar bencana sejak dini.