Amyati Amyati
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surya Global Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Alternatif Pengelolaan Limbah Tepung Tapioka Berbasis Teknologi Bersih Ramah Lingkungan untuk Meningkatkan Nilai Ekonomis Produk di Dermaji Dwi Widiyaningsih; Amyati Amyati; Warniningsih Warniningsih
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 13, No 1 (2022): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v13i1.6994

Abstract

Desa Dermaji Lumbir Banyumas menjadi sentra industri rumahan tepung tapioka secara turun temurun. Produk yang dihasilkan menyumbang 28% pasokan tapioka di Jawa Tengah. Mayoritas penduduk adalah petani singkong mencapai 69% sehingga pengolahan singkong menjadi tepung adalah upaya meningkatkan nilai ekonomi barang. Sayangnya sumbangsih terhadap pasokan tepung tapioka tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan perekonomian yang signifikan, karena produsen hanya menjadi pemasok tengkulak besar yang memiliki gudang dengan kapasitas banyak sehingga harga yang didapat produsen hanya menutup modal produksi. Masalah lain diantaranya alat produksi yang mulai lapuk, packaging, pengelolaan administrasi keuangan termasuk pembukuan dan pemasaran. Permasalahan yang lebih krusial yaitu pembuangan limbah yang mengandung HCN atau CN (sianida) yang dapat mencemari sumber mata air warga dan berakibat terhadap gangguan kesehatan. Terbatasnya bak penampungan juga menghambat menghasilkan endapan ke dua untuk bahan tepung tapioka kualias kedua yang disebut “tepung elot”. Metode yang dilakukan diantaranya melakukan treatment limbah menggunakan kapur tohor, beberapa pelatihan terkait packaging (Memberi pelatihan pengemasan produk, termasuk pemberian merk dagang pada produk sehingga lebih menarik), peggunaan APD untuk mengurangi resiko kecelakaan kerja, pelatihan pembukuan dan pemasaran secara online. Adapun hasil pengabdian adalah: (1) Pemberian mesin Diesel kapasitas 24 Pk sehingga proses produksi naik dari 3 Kwintal per minggu menjadi 7 kwintal. (2) Terbentunya bak penampungan tambahan untuk endapan ke 2 sehingga menghasilkan tepung elot dengan separo harga dari tepung kualitas 1 sehingga pendapatan pengrajin naik 50%. (3) Terbangunnya bak pengolahan limbah cair dengan mesin turbin dengan penambahan kapur tohor (Ca(OH)2) sebagai penurun kadar sianida (treatment teknologi tepat guna) dengan hasil penurunan sianida sejumlah 66,88%. (4) Pemberian mesin jahit karung portabel. (5) Design merk produk. (6) Pelatihan tentang manajemen pemasaran berbasis digital.
Kualitas Air Sumur Berdasarkan Pemeriksaan Mikrobiologis di Pasar Tradisional Amyati Amyati; Nor Wijayanti
Faletehan Health Journal Vol 9 No 03 (2022): Faletehan Health Journal, November 2022
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v10i03.349

Abstract

Beringharjo traditional market has many visitors and traders who utilize the sanitation facilities. It requires the provision of clean water both in quality and quantity. Based on the results of interviews with traders, employees and visitors, they complained about the condition of the water which is yellow, cloudy, smelly and not tasty when cooked for consumption purposes. The purpose of this study was to test the clean water with microbiological parameters. The research was descriptive and used cross-sectional approach. The research population numbered 55 and the sample was determined by using purposive sampling technique. The sample amounted to 10 clean water. The variables of this study were Total coliform and E. coli in clean water. The data were analyzed by using MPN (most probable number) method. The results of the microbiological parameter test showed that 7 samples were positive contained coliform and E. coli which exceeded the quality standard. The test results from 10 samples of clean water found that 7 samples of water did not meet the clean water requirements because they exceeded the threshold value and 3 samples were in accordance with the requirements of sanitation hygiene.