Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Abon Ikan Air Tawar untuk Memberdayakan Masyarakat di Desa Sidoarum Rusnaini Rusnaini; Raden Rara Aulia Qonita; Erna Yuliandari
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 4 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v11i4.4819

Abstract

Pengabdian masyarakat yang dilakukan melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertujuan untuk memberdayakan dan meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan adalah pemberian materi melalui ceramah, praktik langsung, dan pendampingan, meliputi lima tahap, yaitu (1) Melakukan pra-kegiatan berupa koordinasi dengan kedua mitra terkait kegiatan yang akan dilaksanakan, (2) Memberikan pelatihan membuat abon berbahan baku ikan air tawar; (3) Memfasilitasi pengemasan produk abon ikan air tawar; (4) Memberikan pelatihan teknik dan manajemen penyimpanan agar produk abon ikan tahan lama dan kualitas terjaga.; (5) Monitoring dan evaluasi terhadap hasil pelatihan pembuatan abon ikan serta penguasaan terhadap pengetahuan aspek manajemen penyimpanan produk. Pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal ini telah menghasilkan 3 varian rasa abon ikan gurami, yaitu manis, asin dan pedas. Kelompok PKK sangat antusias dengan kegiatan ini karena selain mendapatkan pengalaman baru berupa keterampilan membuat abon ikan, juga dapat meningkatkan ekonomi warga setempat. Pelatihan pembuatan abon dengan bahan baku ikan air tawar ini sangat bermanfaat karena mampu memberdayakan ibu-ibu rumah tangga yang tergabung ke dalam kelompok kelompok PKK. Pelatihan pembuatan abon berbahan baku ikan air tawar ini menciptakan peluang usaha secara nyata di masa mendatang.
Civic Literasi Bijak Dalam Bermedia Sosial Bagi Ibu-Ibu PKK Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta Rima Vien Permata Hartanto; Triyanto Triyanto; Erna Yuliandari; Yudi Ariana
Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2020): Juni
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.746 KB) | DOI: 10.32503/cendekia.v2i1.677

Abstract

Ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Kemajuan yang paling banyak dirasakan menyentuh kehidupan masyarakat saat ini salah satunya adalah kemajuan dalam bidang teknologi komunikasi dan informasi. Perkembangan IPTEK yang begitu pesat, telah membawa perubahan gaya hidup dalam membina hubungan akrab dengan orang lain. Cara berkomunikasi yang paling sering mereka gunakan adalah dengan menggunakan jejaring sosial. Jejaring sosial sebagai salah satu sarana berkomunikasi dalam bentuk maya, berhubungan atau menjalin komunikasi secara verbal melalui seperangkat komputer atau sejenisnya yang dihubungkan melalui suatu jaringan telekomunikasi. Salah satunya ialah facebook yang menempati peringkat pertama. Mayoritas pengguna internet adalah kaum perempuan. Perempuan pengguna internet paling banyak berasal dari kalangan profesional dan diikuti ibu rumah tangga yang memanfaatkan internet dan teknologi informasi untuk membantu produktivitas mereka. Perempuan pengguna internet di Indonesia didominasi penduduk kota besar meskipun sebaran penggunanya sudah meluas. Mengingat besarnya jumlah perempuan yang bermedia sosial, maka dibutuhkan civic literasi tentang bagaimana bermedia sosial yang baik dan benar sehingga menjauhkan perempuan dari berbagai masalah sebagai akibat pengunaan media sosial yang salah.
Penguatan Nilai Toleransi Mahasiswa Melalui Kegiatan Modul Nusantara Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Kusuma Anggara; Erna Yuliandari; Moh. Muchtarom
Journal of Civic Education Vol 6 No 1 (2023): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jce.v6i1.871

Abstract

The aim of this article is to elucidate a strategy for enhancing students' tolerance values through the implementation of the Nusantara Module activities as part of the Free Student Exchange Program at Muhammadiyah University of Makassar. This study employs a qualitative methodology, with data obtained from a range of sources, including informants, locations, events, and documents. Purposive sampling is employed as the sampling technique, with data collection techniques involving interviews, document analysis, and observation. The validity test technique utilized in this study comprises data source triangulation and method triangulation. The findings of this study demonstrate that the strategy to strengthen student tolerance values can be accomplished through a range of activities, including diversity, inspiration, reflection, and social contribution. These activities demonstrate that the Nusantara module activities leverage a value classification approach and a value analysis approach in their efforts to enhance students' tolerance values. The primary limitation of this study is its inability to assess online activities that may have been conducted.
PENDIDIKAN POLITIK MELALUI PENGUATAN LITERASI DIGITAL DALAM PROSES PEMBELAJARAN MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Erna Yuliandari; Moh. Muchtarom; Pipit Widiatmaka
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v11n1.p186--205

Abstract

In the 2019 general election, many students were disqualified and took a stand of apathy towards the interests of the nation and the state, because they got information from social media whose existence could not be accounted for so it was very necessary to carry out political education through civic education by utilizing digital literacy. This research aims to find out 1) the importance of political education for students through civic education courses, 2) political education strategies through digital literacy in the learning process, and 3) obstacles to political education through digital literacy in the learning process. This research uses a qualitative approach with a descriptive research method. The data collection technique uses interviews, observations, and document studies, and the data analysis used is interactive. The results showed that the civic education course is very effectively used as a vehicle for political education for students, considering that the content of the material is related to the rights and obligations of citizens, the state of law, democracy, and so on. A lecturer's strategy in providing political education through digital literacy is that lecturers present material related to political education by utilizing digital technology, using varied learning methods, utilizing political issues that are currently hot to be discussed and analyzed, providing space for students to discuss, utilizing social media as a learning medium, and providing motivation and inspiration. The obstacles experienced in the political education process are that some students still use their mobile phones to play games, limited time in the learning process, limited student knowledge related to the technology used, and lack of focus when the learning process is carried out online. AbstrakPemilihan umum tahun 2019 banyak mahasiswa yang golongan putih dan mengambil sikap apatis terhadap kepentingan bangsa dan negara, karena mendapatkan informasi dari media sosial yang keberannya belum bisa dipertanggungjawabkan sehingga sangat perlu dilakukan pendidikan politik melalui pendidikan kewarganegaraan dengan memanfaatkan literasi digital. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui 1) pentingnya pendidikan politik bagi mahasiswa melalui mata kuliah pendidikan kewarganegaraan, 2) strategi pendidikan politik melalui literasi digital dalam proses pembelajaran, dan 3) kendala pendidikan politik melalui literasi digital dalam proses pemebelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode peneltian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumen serta analisis data yang digunakan adalah analisis data interaktif. Pendidikan kewarganegaraan sangat penting dan efektif digunakan sebagai wahana pendidikan politik bagi mahasiswa, mengingat muatan materinya berkaitan dengan hak dan kewajiban warga negara, negara hukum, demokrasi dan lain sebagainya. Strategi seorang dosen dalam memberikan pendidikan politik melalui literasi digital yaitu dosen mempresentasikan materi terkait pendidikan politik dengan memanfaatkan media digital, menggunakan metode pembelajaran yang bervariatif, memanfaatkan isu-isu politik yang sedang hangat untuk didiskusikan dan dianalaisis, memberikan ruang kepada mahasiswa untuk berdiskusi, memanfaatkan media sosial sebagai media pembelajaran, dan memberi motivasi dan inspirasi. Kendala yang dialami dalam proses pendidikan politik yaitu masih ada beberapa mahasiswa yang memanfaatkan ponselnya untuk bermain game, keterbatasan waktu dalam proses pembelajaran, keterbatan pengetahuan mahasiswa terkait teknologi yang digunaka, dan kurang fokus ketika proses pembelajaran dilakukan secara daring.
Teacher Competence: Development of Pancasila Education Teaching Materials Based on the Merdeka Curriculum in the Society 5.0 Era Erna Yuliandari; Moch. Muhtarom; Machmud Al Rasyid Rasyid; Raharjo Raharjo; Pipit Widiatmaka
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 4 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i4.6075

Abstract

The Merdeka Curriculum mandates teachers to possess specific competencies, particularly in developing teaching materials. However, many teachers struggle to master these competencies, hindering effective curriculum implementation. This study investigates: 1) the competencies MGMP Pancasila Education teachers require in the Society 5.0 era, 2) their proficiency in developing teaching materials aligned with the Merdeka Curriculum at the junior high school level, and 3) the challenges they face in achieving these competencies. This qualitative study employs a descriptive research method, using in-depth interviews, structured observations, and documentation for data collection. Grounded theory analysis is applied to identify patterns and insights regarding teacher competencies and challenges. Findings indicate that competencies needed by MGMP Pancasila Education teachers in the Society 5.0 era include mastering digital technology. However, their ability to develop teaching materials based on the Merdeka Curriculum remains suboptimal, primarily due to difficulties in integrating digital technology into their instructional content. Key obstacles include limited mastery of digital technology competencies and insufficient understanding of the Merdeka Curriculum’s conceptual framework and implementation strategies. These challenges highlight the need for targeted professional development programs to enhance teacher preparedness. This study underscores the critical need for professional training to bridge competency gaps and support teachers in leveraging digital tools to align teaching materials with the Merdeka Curriculum. Addressing these issues is essential for empowering educators to meet the demands of Society 5.0 and achieve curriculum goals effectively.