Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Feminist Perspective towards the Legal Theory on Fisher-Women’s Legal Entity Rima Vien permata Hartanto; Adi Sulistiyono; Isharyanto Isharyanto
Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum Vol 13 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25041/fiatjustisia.v13no4.1737

Abstract

This research explores the issue of the legal entity for fisher-women. Feminists Legal Theory is the main foundation. This theory seeks to criticise and dismantle the law by questioning the existence of laws that bring injustice to women's groups. In the Indonesian context, where the influence of patriarchal ideology and legal positivism theory is still active, the view that the law is believed to be neutral and objective has resulted in many things that discriminate and marginalise women's groups. This research presents the criticism of Law Number 7 of 2016 concerning the Protection and Empowerment of Fishermen, Fish Cultivators and Salt Cultivators for the recognition of the legal entity of fisher-women. This research is theoretical with the type of literature study focusing on ideas using a feminist perspective research approach. The results of the study indicates the that Law Number 7 of 2016 concerning the Protection and Empowerment of Fishermen, Fish Cultivators and Salt Farmers contains many weaknesses. There is a prejudice towards the work of fishers, there is a problem defining fishers because women are excluded from defining fishers, the absence of recognition of fisher-women affects the law and becomes indirect discrimination because of gender blindness and does not take into account in terms of women's experience or interests.
ANALISIS DAMPAK AKTIVITAS PROYEK TAMBANG TIMAH Di PERAIRAN LAUT PULAU BANGKA TERHADAP HAK ATAS PEKERJAAN NELAYAN TRADITIONAL : Perspektif Inclusive Citizenship Krisna Adrian; Winarno Winarno; Rima Vien Permata Hartanto
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v11i2.12253

Abstract

Diskursus mengenai persoalan aktivitas proyek tambang timah di Laut Pulau Bangka sangat penting untuk dikaji karena telah berdampak pada kehidupan nelayan tradisional. Tulisan ini menganalisa dampak-dampak yang ditimbulkan dari aktivitas proyek tambang timah di laut terhadap hak atas pekerjaan nelayan tradisional di Kelurahan Matras, Kabupaten Bangka ditinjau dari perspektif inclusive citizenship. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan cara purposive sampling dan snow ball. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Uji validitas terhadap data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber dan metode yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif. Penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas proyek tambang timah di Laut Pulau Bangka telah berdampak negatif terhadap hak atas pekerjaan nelayan tradisional. Dampak-dampak negatif tersebut yaitu: 1) kerusakan ekosistem laut, 2) terganggunya jalur mobilitas nelayan tradisional, 3) menjauhnya wilayah tangkap, 4) bertambahnya waktu dan kebutuhan modal melaut, 5) spesifikasi kapal menjadi tidak kompatibel untuk berlayar lebih jauh. 6) nelayan terpaksa terjebak dalam kondisi terikat pada hutang dengan tengkulak, 7) meningkatnya risiko keselamatan saat melaut. Aktivitas proyek tambang timah di laut menyebabkan kehidupan sosial masyarakat sekitar menjadi terpolarisasi.  Hal ini menjelaskan bahwa hak atas pekerjaan bagi nelayan tradisional di Kawasan Matras sangat terancam akibat aktivitas proyek tambang timah di laut. Berdasarkan perspektif inclusive citizenship, dampak aktivitas proyek tambang timah di laut terhadap hak atas pekerjaan nelayan tradisional menunjukkan bahwa praktik kewarganegaraan di Indonesia belum sepenuhnya inklusif. 
Civic Literasi Bijak Dalam Bermedia Sosial Bagi Ibu-Ibu PKK Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta Rima Vien Permata Hartanto; Triyanto Triyanto; Erna Yuliandari; Yudi Ariana
Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2020): Juni
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.746 KB) | DOI: 10.32503/cendekia.v2i1.677

Abstract

Ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Kemajuan yang paling banyak dirasakan menyentuh kehidupan masyarakat saat ini salah satunya adalah kemajuan dalam bidang teknologi komunikasi dan informasi. Perkembangan IPTEK yang begitu pesat, telah membawa perubahan gaya hidup dalam membina hubungan akrab dengan orang lain. Cara berkomunikasi yang paling sering mereka gunakan adalah dengan menggunakan jejaring sosial. Jejaring sosial sebagai salah satu sarana berkomunikasi dalam bentuk maya, berhubungan atau menjalin komunikasi secara verbal melalui seperangkat komputer atau sejenisnya yang dihubungkan melalui suatu jaringan telekomunikasi. Salah satunya ialah facebook yang menempati peringkat pertama. Mayoritas pengguna internet adalah kaum perempuan. Perempuan pengguna internet paling banyak berasal dari kalangan profesional dan diikuti ibu rumah tangga yang memanfaatkan internet dan teknologi informasi untuk membantu produktivitas mereka. Perempuan pengguna internet di Indonesia didominasi penduduk kota besar meskipun sebaran penggunanya sudah meluas. Mengingat besarnya jumlah perempuan yang bermedia sosial, maka dibutuhkan civic literasi tentang bagaimana bermedia sosial yang baik dan benar sehingga menjauhkan perempuan dari berbagai masalah sebagai akibat pengunaan media sosial yang salah.
Pemenuhan Hak Nelayan Tradisional Atas Pekerjaan Akibat Proyek Tambang Timah Di Kawasan Perairan Pulau Bangka Krisna Adrian; Rima Vien Permata Hartanto
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 17, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jsekp.v17i2.10903

Abstract

Aktivitas proyek tambang timah di perairan laut Pulau Bangka telah berdampak negatif terhadap hak atas pekerjaan nelayan tradisional. Tulisan ini bertujuan untuk (1) menganalis dampak dari aktivitas proyek tambang timah di laut terhadap sumber daya ikan dan pekerjaan nelayan tradisional dan (2) menganalisis upaya-upaya pemenuhan hak atas pekerjaan yang dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka. Jenis data dalam penelitian kualitatif ini adalah primer dan sekunder yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka. Jumlah populasi penelitian ini adalah 150 dengan total sampel sebanyak 10 nelayan tradisional di Kelurahan Matras. Pengambilan sampel dilakukan secara bertujuan (purposive), yaitu langsung kepada nelayan tradisional yang melakukan penolakan aktivitas tambang di laut kawasan Matras akibat dampak negatifnya terhadap pekerjaan mereka. Analisis data penelitian menggunakan model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas proyek tambang timah di laut berdampak negatif terhadap potensi sumber daya ikan karena menyebabkan rusaknya ekosistem laut dan akses nelayan tradisional terhadap pekerjaan. Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka telah melakukan upaya untuk memenuhi hak nelayan atas pekerjaan dengan memberikan berbagai bantuan peralatan atau teknologi tangkap, pembentukan kelompok usaha bersama (KUB), serta pemberian asuransi keselamatan jiwa nelayan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya evaluasi terhadap izin penambangan timah di laut, peningkatan teknologi tangkap nelayan tradisional, optimalisasi kelompok usaha bersama, serta penyelesaian konflik sosial antara nelayan tradisional dan penambang timah di laut juga konflik sosial antar masyarakat di kawasan Matras..Title: Fulfillment of Traditional Fishers Right to Work As a Result of the Tin Mine Project In the Waters of Bangka Island Tin mining project activities in the marine waters of Bangka Island have had a negative impact on the right to work of traditional fishers. This paper aims to (1) analyze the impact of tin mining project activities in the sea on fish resources and the work of traditional fishers and (2) analyze the efforts to fulfill the right to work carried out by the Department of Marine Affairs and Fisheries of Bangka Regency. The types of data in this qualitative research are primary and secondary collected through in-depth interviews, observation, and literature study. The population of this study was 150 with a total sample of 10 traditional fishers in Matras Village. Sampling was carried out purposively, namely directly to traditional fishers who rejected mining activities in the Matras sea area due to the negative impact on their work. Analysis of research data using an interactive model. The results of this study indicate that tin mining project activities in the sea have a negative impact on the potential of fish resources because it causes damage to marine ecosystems and traditional fishers access to jobs. The Regional Government of Bangka Regency through the Department of Marine Affairs and Fisheries of Bangka Regency has made efforts to fulfill fishers rights to work by providing various assistance with fishing equipment or technology, forming joint business groups (KUB), and providing life insurance for fishers. This study recommends the need for evaluation of tin mining permits at sea, improvement of fishing technology for traditional fishers, optimization of joint business groups, and resolution of social conflicts between traditional fishers and tin miners at sea as well as social conflicts between communities in the Matras area.