Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Efektivitas gel ekstrak etanol daun senggani (Melastoma candidum D. Don.) terhadap diameter luka pasca pencabutan gigi pada tikus putih (Rattus norvegicus) Susanna Halim; Hariyanto Halim; I Nyoman Ehrich Lister; Saipul Sihotang; Ali Napiah Nasution; Ermi Girsang
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 10 No. 1: April 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v10i1.6555

Abstract

ABSTRAKDaun senggani (Melastoma candidum D. Don.) mengandung flavonoid, triterpenoid, tanin, saponin, steroid, glikosida, dan fenolik yang berfungsi sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan bersifat antifungi, antivirus dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun senggani (M. candidum D. Don.) yang memberikan efektivitas terbaik terhadap penyembuhan luka pasca pencabutan gigi pada tikus putih (Rattus norvegicus). Hasil ekstraksi daun senggani diformulasikan dalam bentuk salep dengan konsentrasi 1%, 3%, 5%, dan 10%. Hasil data rata-rata persentase kesembuhan luka yang terlihat dari diameter luka diuji secara statistik menggunakan SPSS versi 23. Hasil analisis pada hari ke-5 menunjukkan salep ekstrak etanol daun senggani (M. candidum D. Don.) konsentrasi 10% memiliki efektivitas penyembuhan luka yaitu sekitar 2,96 mm (p>0,05). Hasil skrining fitokimia daun senggani menunjukkan adanya senyawa metabolit sekunder seperti tanin, saponin, flavonoid, streroid/triterpene, dan glikosida. Kata kunci: ekstrak; gel; luka gigi; Melastoma candidum D. Don.  ABSTRACTThe effectiveness of senggani (Melastoma candidum D. Don.) leaves ethanolic gel extract on wound diameter after tooth extraction in Rattus norvegicus.Senggani (Melastoma candidum D. Don.) contains flavonoid, triterpenoid, tanin, saponin, steroid, glicoside, and phenolic compound which use as antioxidant, antiinflamation, antifungus, antivirus, and antibacteria. This study aims to determine the concentration of senggani (M. candidum D. Don.) leaves extract which gives the best effectiveness on wound healing after tooth extraction in Rattus norvegicus. The results of senggani (M. candidum D. Don.) leaves extraction was formulated in the form of ointments with concentrations of 1%, 3%, 5%, and 10%. The results of the average data on the percentage of wound healing visible from the diameter of the wound were statistically tested using SPSS version 23. The results of the analysis on the day 5 showed the ointment of 10% ethanolic extract of senggani (M. candidum D. Don.) leaves  had an effective wound healing of about 2.96 mm (p> 0.05). Furthermore, the results of phytochemical screening are secondary metabolites such as tanins, saponins, flavonoids, streroids/triterpene and glycosides. Keywords: extract; gel; tooth wounds; Melastoma candidum D. Don.
Persepsi diri terhadap estetika gigi dan senyum pada mahasiswa kedokteran gigi Lina Hadi; Zulfan Muttaqin; Susanna Halim; Alya Adhana; Evi Sariyanti Pasaribu; Sherina Alfida; Zara Magfirah
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 4 No. 1 (2021): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v4i1.2395

Abstract

Persepsi estetika gigi dan senyum dipengaruhi oleh banyak faktor. Penilaian persepsi diri terhadap estetika gigi dan senyum adalah hal yang penting untuk mendapatkan perawatan estetika yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi diri mahasiswa pre-klinik Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan Universitas Prima Indonesia (FKKGIK UNPRI) terhadap estetika gigi dan senyum berdasarkan jenis kelamin, usia, dan tingkat semester. Penelitian cross-sectional ini  melibatkan 70 mahasiswa pre-klinik yang berumur 17-24 tahun. Sampel penelitian mengisi 15 pertanyaan mengenai estetika gigi dan senyum via Google Form. Uji Chi-Square digunakan untuk analisis data. Hasilnya, terdapat perbedaan persepsi diri mahasiswa pre-klinik terhadap estetika gigi dan senyum berdasarkan jenis kelamin (p=0,013). Tidak terdapat perbedaan persepsi diri mahasiswa pre-klinik terhadap estetika gigi dan senyum berdasarkan usia (p=0,981). Tidak juga terdapat perbedaan persepsi diri mahasiswa pre-klinik terhadap estetika gigi dan senyum berdasarkan tingkat semester (p=0,220). Dapat disimpulkan terdapat perbedaan persepsi diri mahasiswa pre-klinik terhadap estetika gigi dan senyum berdasarkan jenis kelamin, namun tidak terdapat perbedaan persepsi diri mahasiswa pre-klinik terhadap estetika gigi dan senyum berdasarkan usia dan tingkat semester.
Laporan kasus: Gigi tiruan cekat Sopan Sinamo; Dinda Caesarina; Vivi Maghfira; Susanna Halim
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 5 No. 1 (2022): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v5i1.2879

Abstract

Kehilangan gigi permanen dapat berpengaruh pada penampilan seseorang dan kesehatan secara keseluruhan yang akan berdampak pada kualitas hidupnya, gigi tiruan metal porselen masih menjadi pilihan karena secara klinis dapat digunakan dalam jangka waktu lama dan bersifat biokompatibel. Keuntungan gigi tiruan metal porselen antara lain penampilan struktur yang dapat diprediksi, estetis yang lebih baik dan biaya yang relatif terjangkau. Laporan kasus: seorang perempuan berumur 22 tahun, pekerjaan wiraswasta, datang ke klinik Prostodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Unpri dengan keluhan tidak adanya gigi geraham kiri bawah yang sudah dicabut sekitar 1 tahun yang lalu dan merasa tidak nyaman dengan kondisi giginya dan ingin dibuatkan gigi tiruan. Penataksanaan kasus: Berdasarkan hasil pemeriksaan klinis dan pertimbangan permintaan pasien, ditetapkan dibuatkan gigi tiruan cekat keramik-logam untuk gigi 36 yang hilang. Prosedur pembuatan gigi tiruan cekat keramik-logam yaitu: retraksi gingiva, preparasi gigi penyangga, pencetakan fisiologis, pemilihan warna, pembuatan mahkota sementara, pembuatan coping di laboratorium, try-in coping, pemasangan sementara GTC, pemasangan tetap GTC dan control 1. Pembahasan: tujuan utama perawatan prostodonsia adalah mengembalikan pasien pada keadaan dan fungsi yang normal. Dari hasil pemeriksaan klinis maupun anamnese pada kasus ini, pasien menginginkan dibuatkan gigi tiruan yang cekat agar fungsi pengunyahannya dapat kembali normal. Pontik yang digunakan pada gigi 36 adalah modified ridge lap dengan pertimbangan estetik karena gigi 36 terlihat saat pasien tersenyum. Kesimpulan: gigi tiruan metal porselen merupakan pilihan untuk mengganti beberapa gigi posterior yang hilang dan keberhasilan perawatan ini membutuhkan pemilihan kasus yang selektif, perencanaan desain tepat, dan prosedur perawatan yang benar.
Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Buah Delima Merah (Punica granatum L.) terhadap Pertumbuhan Lactobacillus acidophilus Secara In Vitro Susanna Halim; Florenly Florenly; Shely Anggriani
e-GiGi Vol. 11 No. 2 (2023): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v11i2.46515

Abstract

Abstract: Lactobacillus acidophilus is a Gram-positive bacterium that causes caries. It is known that natural ingredients of red pomegranate peel extract (Punica granatum L.) have antibacterial effect. This study aimed to determine the effectiveness of red pomegranate peel extract in inhibiting the growth of Lactobacillus acidophilus. This was a laboratory and experimental study using a post-test only design with a control group design. Samples were Lactobacillus acidophilus bacteria. Sample size was determined using the Federer's formula, and five repetitions were obtained for each group. Data were analyzed with One Way ANOVA and Post Hoc LSD tests. The results showed that the average diameters of the inhibition zones of red pomegranate peel extract (Punica granatum L.) at concentrations of 25%, 50%, 75%, and 0.2%, chlorhexidine (positive control), and DMSO (negative control) on the growth of Lactobacillus acidophilus were 16.08±1.16 mm, 17.66 ±0.60 mm, 18.76±0.54 mm, 14.04±0.90 mm, and 0 mm. Statistic tests showed significant differences between various concentrations of red pomegranate peel extract and the positive control (p<0.05). The secondary metabolite compounds contained in red pomegranate peel extract (Punica granatum L.) were saponins, flavonoids, tannins, triterpenoids, and glycosides. In conclusion, various concentrations of red pomegranate peel extract (Punica granatum L.) have antibacterial effect to inhibit the growth of Lactobacillus acidophilus. Keywords: Lactobacillus acidophilus; red pomegranate peel; antibacterial effect   Abstrak: Lactobacillus acidophilus merupakan bakteri Gram positif penyebab terjadinya karies. Bahan alami dari ekstrak kulit buah delima merah (Punica granatum L.) telah dikenal memiliki efek antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak kulit buah delima merah dalam menghambat pertumbuhan Lactobacillus acidophilus. Metode penelitian ialah eksperimental laboratorium dengan post-test only with control group design dengan menggunakan sampel bakteri Lactobacillus acidophilus. Penentuan besar sampel menggunakan rumus Federer dan diperoleh lima kali pengulangan tiap kelompok. Analisis data menggunakan uji One Way ANOVA dan Post Hoc LSD. Hasil penelitian mendapatkan rerata diameter zona hambat pada ekstrak kulit buah delima merah konsentrasi 25%, 50%, 75%, chlorhexidine 0,2% (kontrol positif) dan DMSO terhadap pertumbuhan Lactobacillus acidophilus ialah 16,08±1,16 mm; 17,66± 0,60mm; 18,76±0,54 mm; 14,04±0,90 mm; dan 0 mm. Uji statistik menunjukkan perbedaan bermakna antara ekstrak kulit buah delima merah berbagai konsentrasi dengan kontrol positif (p<0,05). Kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak kulit buah delima merah yaitu saponin, flavonoid, tanin, triterpenoid, dan glikosida. Simpulan penelitian ini ialah ekstrak kulit buah delima merah berbagai konsentrasi memiliki kemampuan antibakteri untuk menghambat pertumbuhan Lactobacillus acidophilus. Kata kunci: Lactobacillus acidophilus; kulit buah delima merah; efek antibakteri
Effectiveness of Acemannan Hydrogel Administration at Concentrations of 25%, 50%, 75% Against Decrease in the Number of Macrophages in Periodontitis Rats with Diabetes Mellitus Chandra Susanto; Susanna Halim; Gusbakti Rusip; Nada Aurelia
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 4 (2024): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i4.7077

Abstract

Acemannan activity as a natural polysaccharide from Aloevera has good biodegradability and biocompatibility and has an effect on cell tissue repair. The study's objective was to ascertain whether giving Hydrogel Acemannan at concentrations of 25%, 50%, and 75% would be beneficial in lowering the quantity of macrophages in diabetic periodontitis mice . 48 white Wistar rats were used as research samples, and they were split into four groups at two different observation intervals (days 3 and 7).One-way ANOVA and posthoc LSD statistical tests were used to assess the data. The number of macrophages in each group decreased on day 7 to 3.50 ± 0.354; 2.79±0.431; 1.54 ± 0.292; 0.54 ± 0.292. The results of the one-way ANOVAX test (p≤0.05) showed that the Hydrogel Acemannan concentrations of 25%, 50%, and 75% were effective in reducing the number of macrophages in periodontitis mice with diabetes mellitus. The results of the LSD posthoc test showed that Hydrogel Acemannan concentrations of 25%, 50%, and 75% were substantially more effective than the positive control in reducing the number of macrophages in periodontal mice with diabetes mellitus (p≤0.05).