Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Hubungan kadar natrium serum dengan tekanan darah pada individu riwayat keluarga hipertensi ika setyawati
Darussalam Nutrition Journal Vol 3, No 2 (2019): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v3i2.3504

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya peningkatan tekanan darah dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor baik genetik ataupun non-genetik. Faktor risiko hipertensi diantaranya gaya hidup tidak sehat, usia, jenis kelamin, obesitas dan riwayat keluarga menderita hipertensi. Salah satu gaya hidup yang berhubungan dengan kejadian hipertensi adalah peningkatan konsumsi garam. Mengetahui hubungan kadar natrium serum dengan tekanan darah pada individu dengan riwayat keluarga hipertensi.jenis penelitian adalahcase-control study. Pengambilan data sampel dengan purposive sampling. Subjek penelitian sebanyak 83 orang (42 orang kelompok kasus dan 41 orang kelompok kontrol). Uji satatistik terhadap hasil penelitain dengan uji spearman untuk mengetahui hubungan kadar natrium serum dan tekanan darah. P value antara kadar natrium dengan tekanan darah sistolik (p= 0,649) dan nilai r=0,051, P value antara kadar natrium dengan tekanan darah diastolik (p= 0,395) dan nilai r=0,095. Tidak terdapat hubungan bermakna antara kadar natrium serum dengan tekanan darah sistolik dan diastolik pada individu dengan riwayat keluarga hipertensi dan tanpa hipertensi.
TINGKATKAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG TRAUMA MATA AKIBAT OLAHRAGA Yunani Styandriana; Nur Shani Meida; Ahmad Ikliluddin; Ika Setyawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.365 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.696

Abstract

Kegiatan olahraga semakin meningkat akhir-akhir ini terutama masa pandemi COVID-19. Selain untuk meningkatkan daya tahan tubuh, olahraga juga bermanfaat untuk mengisi waktu luang selama masa pandemi. Olahraga dapat mengakibatkan cedera antara lain cedera di mata. Beberapa kelainan mata akibat cedera olahraga dapat mengakibatkan kelainan di mata baik ringan maupun berat. Bentuk cedera mata akibat olahraga antara lain hematom palpebra, perdarahan subkonjungtiva, ruptur kornea, hifema, katarak traumatika, subluksasi lensa, ablatio retina dan lain sebagainya. Jenis trauma mata yang tidak dikenali dan tidak ditangani dengan baik secara cepat dan tepat dapat menimbulkan komplikasi lebih lanjut dan dapat berakibat fatal bahkan kebutaan. WHO tahun 2007 melaporkan terdapat lebih dari 7 juta orang menderita buta setiap tahun. Sampai saat ini terdapat 180 juta orang di seluruh dunia mengalami gangguan penglihatan dan 40-45 juta menderita kebutaan. Indonesia memegang posisi tertinggi di South East Asia (1,50%) dibanding Bangladesh (1%), India (0,70%) dan Thailand (0,30%). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan trauma mata akibat olahraga dan penanganannya. Kegiatan Pendidikan kesehatan dilaksanakan secara daring dengan dimulai sesi pretes kemudian sesi pemaparan materi , dilanjutkan sesi diskusi dan tanya jawab dan diakhiri sesi postes untuk mengukur keberhasilan kegiatan dan tingkat pengetahuan peserta. Kegiatan ini diikuti oleh 47 peserta secara penuh dari awal, pretes sampai dengan selesai termasuk postes. Terdapat peningkatan nilai postes dibandingkan nilai pretes (62,12 menjadi 84,25). Terdapat peningkatan pengetahuan tentang trauma mata akibat olahraga.
Evaluasi Pemakaian Antibiotik Profilaksis Ceftriaxone Injeksi dan Cefadroxil Oral Terhadap Penyembuhan Luka Post Sectio Caesarea Ivanna Beru Brahmana; Ika Setyawati
Smart Medical Journal Vol 3, No 2 (2020): Smart Medical Journal
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/smj.v3i2.42014

Abstract

Pendahuluan: Penyembuhan luka operasi sectio caesarea (SC) yang baik sangat diharapkan oleh setiap pasien dan dokter. Pemilihan antibiotik yang tepat dibutuhkan dalam penyembuhan luka operasi. Ceftriaxone injeksi merupakan antibiotik spektrum luas yang banyak dipakai sebagai antibiotik profilaksis SC. Cefadroxil oral dipilih sebagai antibiotik yang diberikan pada pasien post operasi SC. Penelitian ini bertujuan menilai efektifitas pemakaian ceftriaxone injeksi dan cefadroxil oral pada penyembuhan luka operasi post SC. Metode: Data diambil dari rekam medis pasien selama tiga tahun (tahun 2016-2018) pada saat kontrol di dokter praktek swasta di Klaten, Jawa Tengah. Kriteria inklusi adalah pasien yang menjalani operasi SC, hamil aterm, dan tidak menderita DM. Waktu kontrol antara dua sampai dengan tujuh hari setelah operasi SC. Data diolah secara deskriptif. Hasil: Didapatkan 73 subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi. Waktu kontrol dua hari post SC didapatkan sebanyak 23,3% (17/73), tiga hari post SC sebanyak 21,9% (16/73), empat hari post SC sebanyak 23,3% (17/73), lima hari post SC sebanyak 21,9% (16/73), enam hari post SC sebanyak 2,7% (2/73), dan tujuh hari post SC sebanyak 6,8% (5/73). Kejadian luka infeksi ditandai dengan keluarnya cairan bernanah dari luka bekas operasi SC. Kejadian luka infeksi terjadi sebanyak 5,5% (4/73). Kejadian luka infeksi terjadi pada pasien yang kontrol pada hari kedua sebanyak tiga kasus dan kontrol pada hari keempat sebanyak satu kasus. Kesimpulan: Ceftriaxone injeksi dan cefadroxil oral efektif memberikan kesembuhan pada luka operasi post SC.Introduction: Good healing of caesarean section (CS) wound is highly expected by every patient and doctor. Selection of the right antibiotic is needed in healing wound surgery. Ceftriaxone injection and oral cefadroxil are widely used in CS prophylactic antibiotics. This study was to assess the effectiveness of the use of injection ceftriaxone and oral cefadroxil in wound healing in post CS.Methods: Data were collected from a patient's medical record for three years (2016-2018) at the time of control at a private practice doctor in Klaten, Central Java. Inclusion criteria were patients who underwent CS, term pregnant, and didn’t have DM. The control time is between two to seven days after CS. Data processed descriptively.Results: There were 73 study subjects who met the inclusion criteria. The control time of two days post CS was 23.3% (17/73), three days post CS were 21.9% (16/73), four days post CS were 23.3% (17/73), five days post CS were 21.9% (17/73) 16/73), six days post CS were 2.7% (2/73), and seven days post CS were 6.8% (5/73). The incidence of infection wounds is characterized by discharge of festering fluid from CS scars. The incidence of infection wounds occurs as much as 5.5% (4/73), who occurred in patients who were control on day two in three cases and controls on day four in one case.Conclusion: Ceftriaxone injection and oral cefadroxil are effective in healing postoperative wound healing.
Penguatan Pengetahuan Diabetes Mellitus bagi Kader Posyandu Ika Setyawati; Sherly Usman; Amilia Yuni Damayanti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1124

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit degeneratif kronis akibat dari penurunan fungsi organ. Diabetes mellitus termasuk kelainan endokrin yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. Kelainan ini dapat disebabkan oleh kerusakan sel beta pankreas dalam memproduksi insulin atau menurunnya kepekaan dari reseptor insulin (resistensi insulin). Menurut World Health Organization, diperkitan 300 juta orang di dunia menderita DM pada tahun 2025. Salah satu peran penting masyarakat dalam upaya mencegah peningkatan laju jumlah kasus DM adalah dengan penguatan pengetahuan bagi para kader posyandu terkait DM. Hasil kegiatan didapatkan sebanyak sembilan belas kader posyandu yang mendapatkan edukasi Kesehatan dan meningkat pengetahuannya terbukti dengan rerata nilai pos-test lebih tinggi dari nilai pre-test. Simpulan kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan kader posyandu DM.
Pemberdayaan Kader Masyarakat Dalam Upaya Berantas Kebutaan Di Dukuh Karang Tengah, Nogotirto, Yogyakarta Ika Setyawati; Nur Shani Meida
JURNAL PANDU HUSADA Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v1i3.4761

Abstract

Kasus gangguan kesehatan mata cukup banyak di Dukuh Karang Tengah, salah satunya adalah katarak. Sekitar 25 warga diketahui menderita katarak. Keterlambatan deteksi dini dan pengobatan penyakit mata seperti katarak tentunya dapat menyebabkan keadaan yang semakin parah. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan untuk upaya mencegah kejadian kebutaan dengan memberdayakan kader masyarakat di dukuh Karang Tengah Nogotirto melalui metode pelatihan ketrampilan fisik pemeriksaan mata. Hasil program PKM ini adalah meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan kader dalam pemeriksaan fisik mata yang ditunjukkan dengan meningkatnya rerata nilai post-test (97,5) dibandingkan dengan rerata nilai pre-test (61,5). Harapan selanjutnya, kader dapat mempraktekkan ketrampilan pemeriksaan fisik mata dan dapat mendeteksi awal kelainan mata secara mandiri.
The Citrus sinensis peel extract’s increase HDL and reduce LDL levels in cigarette smoke-induced Rats Ika Setyawati; Armellia Sandra Tamara
Pharmaciana Vol 13, No 3 (2023): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/pharmaciana.v13i3.15927

Abstract

Background: Cigarette smoke contains various oxidative substances that can cause oxidative stress and can cause changes in the lipid profile especially in HDL and LDL. Oxidative stress changes can be inhibited by the administration of antioxidants from sweet orange peel which is expected to improve lipid profile. Objective: to find out the effect of sweet orange extract on changes in HDL and LDL levels.Method: Experimental research with pre and posttest group control design. The subjects were 25 white rats (Rattus novergicus) divided into five groups: negative, positive, dose 1 (37,5 mg / kgBW), dose 2 (75 mg / kgBW) and dose 3 (112,5 mg / KgBW) with each group consisting of 5 rats.Results: Statistic analysis of pretest and posttest HLD and LDL levels showed different mean (p = 0,043) for all groups. The highest difference in HDL levels was in the positive control group (37.55 mg / dL) and the lowest in the negative control group (2.66 mg / dL). The highest difference of LDL level was in positive control group (53,57 mg / dL) and lowest in negative control group (3,26 mg / dL). Conclusion: The results of this study can be concluded that the administration of sweet orange peel extract (Citrus sinensis) can inhibit the decrease in HDL cholesterol and increased levels of LDL in white rats (Rattus novergicus) induced by cigarette smoke.
Pemberdayaan Masyarakat Bebas Stunting di Dusun Pelematung Adib Wikan Rachman; Yolanda Putri Susana; Dian Indira Ayuningtyas; Nadia Khoirun Nisa; Babila Salsabila Putri; Aditya Viky Pradana; Guntur Sekar Langit; Muhammad Erga Abhirama; Ika Setyawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.61.1163

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang harus diatasi. Pada tahun 2021, Indonesia mimiliki tingkat pravalensi stunting sebesar 24,4%. Pemerintah menargetkan percepatan penurunan angka stunting nasional hingga 14% di tahun 2024. Pemetintah pusat dan daerah bekerjasama dalam mengatasi permasalahan stunting. Dusun Pelematung, Desa Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul merupakan salah satu daerah yang ikut berpartisipasi dalam pencegahan stunting. Terdapat 11 kasus stunting di Dusun Pelematung. Pemahaman masyarakat terkait Stunting perlu ditingkatkan untuk menurunkan jumlah kasus stunting. Program pengamdian masyarakat di Dusun Pelematung bertujuan untuk meningkatkan pehaman masyarakat terkait stunting. Metode yang digunakan adalah penyuluhan terkait stunting kepada masyarakat terutama kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki anak usia balita. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test. Hasil pre-test dan post-test dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis pre-test menunjukkan pengetahuan masyarakat terkait stunting sebesar 78,1%. Hasil analisis post-test menunjukkan pengetahuan masyarakat terkait stunting sebesar 96,3%. Peningkatan pemahaman masyarakat terhadap stunting sebesar 18,2%.
The Combination of Papaya Seed Juice (Carica papaya L) and Turmeric Juice (Curcuma domestica val) to Reduce Total Cholesterol Levels in Hypercholesterolemic Rat Alldi Wahid Noor Kusuma; Ika Setyawati
Proceedings International Conference on Sustainable Innovation (ICoSI) Vol. 1 No. 1 (2021): Maximizing Opportunities and Research for a Better Life
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/icosi.v3i1.34

Abstract

The cholesterol is found naturally in the blood. Most of it is produced in the liver. Cholesterol is very important for maintaining health and can be a problem if blood levels are too high. High serum cholesterol levels in the blood cause atherosclerosis, which in turn results in cardiovascular disorders. This study aims to determine the effect of giving a combination of papaya seed juice and turmeric to reduce total cholesterol in hypercholesterolemic rats. This is an experimental study with a pretest posttest control group design. The research subjects were 25 white rats, consisting of five groups, namely group 1 (negative control), group 2 (standar), group 3 (papaya seed juice 100 mg/kgBW/day and turmeric juice 70 mg/kgBW/day), group 4 (papaya seed juice 200 mg/kgBW/day and turmeric juice 70 mg/kgBW/day), group 5 (papaya seed juice 400 mg/kgBW/day and turmeric juice 70 mg/kgBW/ day). The treatment was given for 21 days in each group. Measurement of total cholesterol levels using the colorimetric enzymatic GPO method. Research results: the results obtained based on the paired samples T-test conducted in each group before and after treatment that group 2 has P> 0.05 and the test group 1, 3, 4, and 5 have p <0.05 so that it can be concluded that the combination of papaya seed juice and turmeric juice can reduce total cholesterol levels in hypercholesterolemic rats.