Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : ALTRON

Analysis of the Work Effectiveness of Automatic Bage Fish Dryer with the Addition of Dehumidifier, Exhaust Fan and Air Ventilation in the Electrical Laboratory of Sumbawa University of Technology Carli I. Ibrahim; Paris Ali Topan; Titi Andriani; Masyitah Aulia
Jurnal Altron Jurnal Elektronika, Sains & Sistem energi
Publisher : Program Studi Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51401/altron.v2i02.3239

Abstract

Alat pengering ikan bage otomatis yang pernah dirancang oleh Ari Kurniawan pada tahun 2022 memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya pada suhu ruang pengeringan yang tidak stabil berdasarkan set point yang telah ditentukan yaitu pada suhu 60?C serta ruang pengeringan masih terlalu lembab akibatnya ikan tidak kering secara sempurna. Sehingga, pada penelitian ini peneliti memperbaiki masalah kestabilan suhu dan tingkat kelembaban tersebut dengan menambahkan Dehumidifier, Exhaust Fan, dan Ventilasi udara. Peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif eksperimen untuk mempermudah dalam proses penelitian. Hasil penelitian yang didapatkan setelah penambahan Dehumidifier, Exhaust Fan, dan Ventilasi udara memberikan kestabilan suhu pada alat pengering ikan bage otomatis sebesar 60?C dengan tingkat penurunan kelembaban terkecil sebesar 16%RH.
A Analisis Efektivitas Penggunaan Marine Fuel Oil (MFO) Terhadap Parameter Siklus Kerja Performa Mesin Diesel pada PT. Sumber Rejeki Power, Sumbawa Besar Syamsul Hidayat; Muhammad Hidayatullah; Ahmad j; Paris Ali Topan
Jurnal Altron Jurnal Elektronika, Sains & Sistem energi
Publisher : Program Studi Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51401/altron.v2i02.3243

Abstract

Efektivitas biaya bahan bakar pada pembangkit merupakan hal yang sangat penting untuk mengoptimalkan pemakaian sumber daya dan mengurangi dampak lingkungan. Tujuan penelitian ini akan melakukan analisis nilai penggunaan bahan bakar MFO pada pembangkit listrik tenaga diesel. Metode pengumpulan data dilakukan melalui pengujian di lapangan dan pengambilan data dari studi kasus pada mesin diesel yang beroperasi dengan MFO. Data kinerja mesin diesel dengan MFO kemudian dianalisis menggunakan metode statistik dan perbandingan dengan standar yang berlaku di PT Sumber Rejeki Power. Hasil pelrhitulngan total Nilai MFO dalam 1 hari adalah 137.875 Liter, dengan biaya sebesar Rp 1.126.714.500,00. Rata-rata pemakaian bahan bakar di tunjukan pada pukul 09:00 hingga 00:00 dengan nilai MFO 5.750 Liter dan biaya sebesar Rp 46.989.000,00. Untuk pemakaian tertinggi MFO ditunjukan pada pukul 05:00 dengan nilai MFO 5.825 Liter dan biaya sebesar Rp 47.601.900,00. Dan untuk pemakaian terendah MFO ditunjukan pada pukul 01:00 dengan nilai MFO 5.650 Liter dan biaya sebesar Rp 46.171.800,00. Dari hasil analisa diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan bahan bakar MFO untuk SFC tidak lebih dari 0,25 (sesuai ketentuan perusahaan) jadi dapat dikategorikan bahwa performa mesin pembangkit di PT Sumber Rejeki Power masih efektif dalam produksi kWh.
SIMULASI PERANCANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA MENGGUNAKAN SOFTWARE SYSTEM ADVISOR MODEL (SAM) DI GEDUNG KAMPUS AKADEMI KOMUNITAS OLAT MARAS (AKOM) Muhammad Yusuf Karim Yusuf; Paris Ali Topan; Desi Maulidyawati; Indra Darmawan
Jurnal Altron Jurnal Elektronika, Sains & Sistem energi
Publisher : Program Studi Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51401/altron.v2i02.3247

Abstract

Kabupaten Sumbawa khususnya Gedung AKOM memiliki potensi penyinaran matahari yang cukup besar dan cocok untuk pembangkit listrik tenaga surya. Desain manual sistem tenaga surya, yang melibatkan analisis langsung persyaratan sistem seperti bahan dan peralatan, memakan waktu. Oleh karena itu, penggunaan perangkat lunak seperti System Advisor Model (SAM) memudahkan proses desain. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan memanfaatkan data Global Horizontal Irradiance dan konsumsi energi listrik di Gedung AKOM untuk pengumpulan dan analisis data. Simulasi dan perancangan sistem tenaga surya menggunakan perangkat lunak SAM mempertimbangkan faktor-faktor seperti modul surya, inverter, baterai, dan komponen pendukung lainnya. Pemilihan komponen disesuaikan dengan kapasitas yang dibutuhkan. Studi menentukan bahwa untuk sistem tenaga surya dengan kebutuhan daya 18,3 kWh, direkomendasikan sekitar 10 modul surya, kapasitas inverter 4,7 kW, dan kapasitas baterai 12 kW. Selain itu, penelitian ini melibatkan perhitungan Levelized Cost of Energy (LCOE) menggunakan perangkat lunak SAM. LCOE mempertimbangkan faktor-faktor seperti biaya investasi awal, biaya operasional dan pemeliharaan, umur sistem, tingkat pengembalian yang diharapkan, tingkat diskonto, dan estimasi produksi energi. Perbandingan antara berbagai teknologi energi dibuat, membantu keputusan investasi dan pemilihan sumber energi. Hasil perhitungan menunjukkan nilai nominal LCOE sebesar 8,08¢/kWh atau Rp56,64/kWh dan nilai nyata sebesar 7,53¢/kWh atau Rp52,79/kWh.
Sistem Kontrol Furnace Thermolyne FB131OM-33 Berbasis Proporsional Kontrol Syamsul Bahri; Paris Ali Topan; Muhammad h; Titi Andriani
Jurnal Altron Jurnal Elektronika, Sains & Sistem energi
Publisher : Program Studi Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51401/altron.v2i02.3249

Abstract

Laboratorium kimia Universitas Teknologi Sumbawa memiliki furnace Thermolyne FB 1310M-33 dengan kapasitas 1,3 liter. Namun furnace tersebut tidak dapat dioperasikan karena sistem kontrol yang rusak. Oleh karena itu, mahasiswa yang membutuhkan furnace sebagai alat dalam penelitiannya harus ditunda bahkan dibatalkan. Penelititan ini bertujuan untuk memperbaiki furnace Thermolyne FB1310M-33 dengan mengganti sistem kontrol dan menambahkan timer pada rancangannya. Perancangan sistem menggunakan Arduino Nano sebagai microcontoller, fungsi millis() sebagai timer, kawat nikelin sebagai elemen pemanas, solid state relay (SSR) sebagai saklar elektrik, liquid crystal display (LCD) untuk menampilkan data, dan push button sebagai human interface. Penelitian mengunakan metode kuantitatif eksperimen untuk merancang sistem kontrol yang baik dan sesuai dengan sistem kerja furnace. Penelitian ini berhasil memperbaiki furnace Thermolyne FB 1310M-33 dengan adanya sistem kontrol baru yang mengunakan sistem kontrol proporsional (P) serta adanya timer pada sistem kontrol baru. Untuk mencapai suhu maksimal 1000°C dibutuhkan waktu 25 menit. Suhu yang dihasilkan belum stabil dengan grafik yang masih berosilasi di sekitar setpoint. Sistem kontrol ini mampu mengontrol suhu dengan setpoint maksimal 1000°C. Sistem pewaktuan juga dapat diatur dengan waktu maksimal 999 menit.
ANALISIS NILAI RESISTANSI INTERNAL SEBAGAI INDIKATOR STATE OF HEALTH (SOH) PADA BATERAI LITHIUM POLYMER (LI-PO) MENGGUNAKAN RESISTOR SAHADA; Paris Ali Topan; Muhammad Hidayatullah; Desi Maulidyawati
Jurnal Altron Jurnal Elektronika, Sains & Sistem energi
Publisher : Program Studi Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51401/altron.v2i02.3285

Abstract

Penyimpanan energi listrik yang banyak dikembangkan dan digunakan pada zaman modern ini ialah baterai. Dunia elektronik kini banyak memanfaatkan baterai sebagai penyimpan sumber energinya termasuk jenis baterai sekunder dalam hal ini yaitu jenis Lithium Polymer (Li-Po). Penggunaan baterai jenis Li-Po juga perlu diperhatikan kesehatannya yang ditunjukkan oleh perubahan nilai resistansi internal pada baterainya. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan State Of Health (SOH) pada baterai Li-Po dengan nomor model HQ802540 yang memiliki spesifikasi tegangan 3.7V dan kapasitas sebesar 650mAh. Metode eksperimen digunakan dalam proses pengujian charging-discharging sebanyak 100 kali. Proses charging baterai menggunakan TP4056 yang bekerja dengan metode pengisian CC-CV. Sedangkan proses discharging menggunakan metode pulse test dengan resistor kapur 20W20RJ sebagai beban, relay 5V sebagai switching, Arduino Uno sebagai pengontrol dan INA219 untuk membaca arus dan tegangan baterai. Hasil penelitian ini diperoleh data arus sebesar 0.18A sampai 0.02A, data tegangan sebesar 4.19V sampai 3.20V, data resistansi internal sebesar 1.2? sampai 8.8 ?. Untuk nilai SOH baterai yaitu ketika resistansi internal baterai bernilai ?1.4? dengan nilai SOH ?80% maka status baterai tersebut masih aman digunakan. Namun, ketika resistansi internal baterai bernilai ?1.5? dengan nilai SOH ?80% maka status baterai dalam keadaan rusak. Selanjutnya, ketika resistansi internal baterai bernilai ?2.1? dengan nilai SOH ?58% maka baterai dalam keadaan waspada untuk digunakan.
ANALISIS PERUBAHAN INTERNAL RESISTANSI PADA KONDISI REST MENGGUNAKAN PULSE TEST DENGAN BEBAN RESISTOR 20 OHM padilah wanda hasibuan; Paris Ali Topan; Desi Maulidyawati; Masyitah Aulia
Jurnal Altron Jurnal Elektronika, Sains & Sistem energi
Publisher : Program Studi Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51401/altron.v2i02.3301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa perubahan internal resistansi pada kondisi rest menggunakan metode pulse test dengan beban resistor 20 ohm. Pulse test adalah teknik pengujian yang digunakan untuk mengukur resistansi internal pada bahan, kondisi rest menunjuk pada keadaan yang telah mengalami proses yang menghasilkan tegangan yang ada di dalam bahan tersebut. Metode pulse test digunakan pada beban resistor 20 ohm yang mengalami kondisi rest untuk menguji perubahan resistansi internal di dalam bahan. Pengujian dilakukan dengan memberikan dorongan listrik berulang pada beban resistor, dan selama pengujian naik turun resistansi internal diukur dan dianalisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa pulse test pada kondisi rest mampu memberikan informasi sisa tegangan yang ada didalam bahan dan mengetahui masalah yang terdapat pada struktur komponen yang ada didalam bahan. Penelitian ini memberikan wawasan kualitas dan kekuatan bahan dalam kondisi rest serta membantu dalam perbaikan proses yang membuat pemrosesan untuk menghindari masalah yang terjadi pada saluran resistansi dan pulse test bermanfaat dalam mengevaluasi hasil bahan yang efesien. Kesimpulannya, analisis perubahan internal resistansi pada kondisi rest menggunakan pulse test dengan beban resistor 20 ohm.