Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENGUNGKAPAN DIRI ANGGOTA PASUKAN INONG BALEE DALAM KOMUNIKASI DAN INTEGRASI DENGAN MASYARAKAT PASCA KONFLIK BERSENJATA DI KABUPATEN ACEH BESAR PROVINSI ACEH Lisa Musfirah; Hafied Cangara; Hasrullah Hasrullah
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.2 April - Juni 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v4i2.616

Abstract

Abstract This research aimed to investigate (1) the self-disclosure of the members of Inong Balee force in their involvement in GAM armed force during the time of armed conflict in Aceh Besar Regency, Aceh Province, (2) the communication pattern and interaction between the members of Inong Balee force and the community, and (3) the integration process between the members of Inong Balee force and te community.The research was conducted in Aceh Besar regency, Aceh Province using the qualitative research. The research subjects consisted of 9 ex-members of Inong Balee force and 6 members of the community, who were chosen using the purpusive sampling technique and the showball manner. The data collection was carried out using observation, interviews, and documentation. The data were further analyzed using Miles and Huberman’s interactive model analysis.The research result revealed that the self-disclosure of the members of Inong Balee force in their involvement with GAM force was basically either attracted or self-interested since the Inong Balee force were recruited for the independence of Aceh. The patterns of communication and interaction were more open and therefore they were free to communicate and share information and more experience they acquired. Even atfer the armed conflict, the active members of Inong Balee force still gathered with their compatriots in GAM; hence they still had had leaders or commandants. As for the integration between the community and the members of Inong Balee force still run well; no obstruction felt in joining in doing their daily activities. This good integration was supported by their sacrifices and understanding each other. The sense of unity in life was still felt by Aceh community.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengungkapan diri anggota pasukan Inong Balee didalam keterlibatannya dengan pasukan bersenjata GAM pada masa konflik bersenjata di Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh, pola komunikasi dan interaksi antara anggota pasukan Inong Balee dengan masyarakat, serta proses integrasi antara anggota pasukan Inong Balee dengan masyarakat, dengan mengunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian adalah di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Subjek penelitian ini terdiri dari 9 mantan anggota Inong Balee dan 6 orang masyarakat dengan teknik purposive sampling dan secara showball. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data selanjutnya dianalisis dengan mengunakan teknik analisis data model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan diri anggota pasukan Inong Balee dalam keterlibatannya dengan GAM adalah pada dasarnya mereka tertarik serta kemauan sendiri dan pasukan Inong Balee ini merupakan pasukan yang direkrut untuk kemerdekaan Aceh. Pola komunikasi dan interaksi yang terjadi lebih terbuka dan mereka leluasa dalam berkomunikasi sehingga dalam berbagi informasi dan pengalaman semakin banyak yang diperoleh. Selanjutnya pasca konflik bersenjata anggota pasukan Inong Balee yang aktif masih berkumpul dengan sesama anggota GAM sehingga jelas masih ada pemimpin atau komando bagi mereka. Adapun proses integrasi yang terjadi antara masyarakat dan anggota pasukan Inong Balee berjalan dengan baik. Tidak ada kendala yang dirasakan dalam menyatukan diri dalam melakukan kegiatan maupun aktivitas sehari- hari. Integrasi yang baik ini didukung oleh adanya pengorbanan dan juga rasa saling pengertian satu dengan lainnya. Rasa persatuan masih melekat erat dalam kehidupan masyarakat Aceh. 
PENGARUH TAYANGAN BERITA KEKERASAN TELEVISI TERHADAP CITRA KOTA MAKASSAR DI KALANGAN PARA PENGUNJUNG (SUATU UJI TEORI KULTIVASI) Andi Evi Elvira Adnan; Hafied Cangara; Andi Alimuddin Unde
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.2 April - Juni 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v4i2.618

Abstract

Abstract Daily television news broadcast or film about criminal, actually give influence to attitude and behavior. This research aimed to investigate (1) whether the television broadcast of the violent news in Makassar city among the visitors, (2) the visitors opinions about Makassar city before and after their visits. The research used two data sources, i.e. the primary data were obtained from using the questionnaires distributed to the respondents, and the secondary data were obtained from library studies, documents, and particularly those data related to the research. The data analysis used the regression analysis. The research result revealed that respondens or the reactions of the individuals when they received stimulus in the forms of the violent news broadcast indicated negative opinions together with the negative attitudes. However, the opinions of the respondent after they visited Makassar city tended to sound positive. The respondents thought what they had seen on television were not in accordance with what they felt after their visits. The research also revealed that the violent news which happened in Makassar city and broadcast by television in Indonesia had the tendency to affect how the individuals saw Makassar city. The result of the regression test of the correlation between variabel X and Y indicated the effect of the violent news broadcast on the image of Makassar city among the visitors was 7,1%. Although this effect was relatively small, it was still present and significant.Abstrak Kebiasaan televisi menyiarkan berita atau film tentang kejahatan memberi pengaruh pada sikap dan perilaku penonton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Apakah tayangan berita-berita kekerasan yang terjadi di Kota Makassar berpengaruh terhadap citra Kota Makassar dikalangan para pengunjung, (2) opini para pengunjung tentang Kota Makassar sebelum dan sesudah mereka berkunjung. Tipe penelitian yang digunakan yaitu menggunakan paradigma penelitian kuantitatif dengan menggunakan tipe pendekatan survey. Penelitian ini menggunakan dua sumber data, yaitu data Primer adalah data yang diperoleh secara langsung dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden. data Sekunder adalah data yang diperoleh melalui kajian pustaka, dokumen dan khususunya data yang memiliki hubungan dengan penelitian. Penelitian ini menggunakan kuesioner atau biasa disebut dengan angket dalam mengumpulkan data. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon atau reaksi balik individu ketika menerima stimulus berupa tayangan-tayangan berita kekerasan menunjukkan respon berupa opini disertai sikap yang negatif. Adapun opini dari para responden setelah mereka berkunjung ke Kota Makassar cenderung bernada positif. Para responden menganggap apa yang mereka lihat di televisi tidak sesuai dengan apa yang mereka rasakan setelah berkunjung. Dari hasil penelitian terlihat bahwa tayangan-tayangan berita kekerasan yang terjadi di Kota Makassar yang ditayangkan oleh televisi di Indonesia cenderung mempengaruhi bagaimana individu memandang Kota Makassar. Hasil uji regresi antara variabel X dan Y terdapat pengaruh tayangan berita kekerasan terhadap citra Kota Makassar oleh pengunjung sebesar 7,1%. Walaupun pengaruh tersebut relatif kecil akan tetapi pengaruh tersebut tetap ada dan signifikan. 
HAMBATAN KOMUNIKASI DALAM PROSES GANTI KERUGIAN TANAH PELEBARAN JALAN TRANS SULAWESI POROS MAKASSAR-PAREPARE DI KABUPATEN PANGKEP Edi Suharyadi; Hafied Cangara
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.2 April - Juni 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v4i2.619

Abstract

Abstract This study aims to determine the form of communication that is done in the process of land restitution, factors that become an obstacle in the process of restitution of land and also determine whether communication in the ground damages the widening of the Trans Sulawesi Makassar-Pare Pare shaft in the District implemented Pangkep.Penelitian by using research methods kualitatif.Subyek this study consisted of 24 community informants comprised of landowners, community leaders, political leaders, lawyers, and related SKPD on government Pangkep. The research data was obtained through in-depth interviews, observation and documentation were then analyzed using descriptive analysis kualitatif. research results obtained show that the obstacles that arise in the process of restitution of land for the construction of the Trans Sulawesi in Pangkep is disagreement on the amount of damages because the difference in price fixing base compensation between the government and society caused by several factors including bureaucratic communication, frame of mind, psychological, interests, and prejudices.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk komunikasi yang dilakukan dalam proses ganti kerugian tanah,faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam proses ganti kerugian tanah dan apakah komunikasi turut menentukan dalam ganti kerugian tanah pelebaran jalan Trans Sulawesi Poros Makassar-Parepare di Kabupaten Pangkep.Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif.Subyek penelitian ini terdiri dari 24 orang informan yang terdiri dari masyarakat pemilik tanah, tokoh masyarakat, tokoh politik, pengacara, dan SKPD terkait lingkup Pemda Pangkep . Data penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis deskriftif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa hambatan-hambatan yang timbul dalam proses ganti kerugian tanah untuk Pembangunan Jalan Trans Sulawesi di Kabupaten Pangkep adalah ketidaksepakatan tentang besaran ganti kerugian karena perbedaan dasar penetapan harga ganti kerugian antara pemerintah dengan masyarakat yang disebabkan oleh beberapa faktor komunikasi diantaranya birokrasi, kerangka pikir,psikologis , kepentingan, dan prasangka. 
ANALISIS KOMUNIKASI ANTARETNISDI KALANGAN PEMUDA NUSANTARA DALAM MEMBANGUN SPIRIT NASIONALISME MENUJU KERJA SAMA ANTARBANGSA MELALUI INDONESIA – KOREA YOUTH EXCHANGE PROGRAM (IKYEP) Rizky Maulidiana Haris; Hafied Cangara; Muhammad Iqbal Sultan
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.2 April - Juni 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v4i2.620

Abstract

Abstract The purpose of this research is to investigate the ways to develop the nationalist spirit in the interethnic communication among Nusantara youth towards the international cooperation through IKYEP, to investigate the interethnic communication among Nusantara youth in cultivating the Indonesian nationalistic spirit towards the international cooperation and to investigate the application form of the nationalistic spirit in the interethnic communication among Nusantara youth towards the international cooperation through IKYEP. The method used was a descriptive research method with the qualitative approach through direct observation on the research objects and interviews. The data were then analyzed using Miles and Huberman interactive model. The results revealed that as the first step, the Facebook group was formed which would function to build up the nationalistic spirit at the early stage. PDT phase contained the activities which mentally supplied the participants with group bounding and team work. The interethnic communication which occured were in the forms of culture, faith systems, stereotypes, ethnocentrism and the short duration of the program. The spirit of nationalism had grown in the interethnic communication as the results achieved in the form of positive discourse, self reflection to respect the cultural differences. Besides, there was the feeling of responsibility to carry out their tasks. The application forms were the tolerance value, solidarity, integrity, commitment, and cooperativeness.AbstrakTujuan penelitian ini untuk mengetahui cara membangun spirit nasionalisme dalam komunikasi antaretnis di kalangan pemuda nusantara menuju kerja sama antarbangsa melalui IKYEP, untuk mengetahui komunikasi antaretnis di kalangan pemuda nusantara dalam menumbuhkan spirit nasionalisme Indonesia menuju kerja sama antarbangsa dan untuk mengetahui bentuk penerapan spirit nasionalisme dalam komunikasi antaretnis di kalangan pemuda nusantara menuju kerja sama antarbangsa melalui IKYEP. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui pengamatan langsung terhadap objek penelitian dan wawancara. Kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagai langkah awal dibuat group Facebook yang berfungsi untuk membangun spirit nasionalisme. Fase PDT berisi kegiatan yang membekali dari segi mental, group bounding dan team work. Komunikasi antaretnis berupa kebudayaan, sistem kepercayaan, stereotip, etnosentrisme serta durasi program yang singkat. Spirit nasionalisme tumbuh sebagai hasil yang dicapai berupa wacana positif, refleksi diri untuk menghormati perbedaan kebudayaan serta tanggung jawab untuk menjalankan tugas. Bentuk penerapan berupa nilai toleransi, solidaritas, integritas, komitmen, dan kebersamaan. 
KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN STRATEGI KOMUNIKASI KAMPANYE PARA KANDIDAT DALAM PEREBUTAN KURSI LEGISLATIF DPRD KABUPATEN BARRU PERIODE 2014-2019 Wirawan Jaya; Hafied Cangara; Hasrullah Hasrullah
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.3 Juli - September 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v4i3.624

Abstract

Abstract The success of a legislative candidate in the general election is determined by good communication strategy. The aims of the research were to determine the campaign communication strategy done by candidatesof Legislative Assembly who succeeded and failed in winning the chairs of legislative assembly of Barru Regency, factors affecting the success, failure and the attitude of the candidates related to the results of election of legislative membersin July, 2014. Theresearch was a qualitative study.The subjects of the research consisted of 13 candidates. The data were obtained through interview and analyzed using data using data triangulation technique.The results of the research indicate that campaign strategies done by the candidates of legislative assembly who both succeed and fail are generally the same, i.e the appointment of campaigner, the use of campaignmedia, thearrangement of typical message, and the same target audience. The factors affecting success and failure of candidates are self- image, family network, campaign fund, the performance of the fellow candidates, and the delay of parties passing verification. There are still who are not satisfied with the result of election of legislative members., while those who fail are generally satisfied with the results obtained.Abstrak Keberhasilan seorang kandidat legislatif dalam pemilihan umum ditentukan oleh strategi komunikasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi kampanye yang dilakukan oleh kandidat calon legislatif yang berhasil dan yang gagal dalam perebutan kursi legislatif DPRD Kabupaten Barru, Faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan dan kegagalan para kandidat, serta sikap para kandidat terkait hasil pemilihan legislatif pada tanggal 9 juli 2014 yang lalu, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif.Subyek penelitian ini terdiri dari 13 orang caleg. Data dikumpulkan melalui wawancara dan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik triangulasi data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kampanye yang dilakukan calon legislatif yang berhasil maupun calon legislatif yang gagal umumnya sama yakni: penetapan juru kampanye, penggunaan media kampanye, penyusunan pesan yang khas, serta khalayak sasaran yang sama. Kemudian faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan dan kegagalan para kandidat terdiri atas: Citra Diri, Jaringan Keluarga, , Dana Kampanye, Kinerja sesama caleg, dan Keterlambatan partai lolos verifikasi. Adapun sikap para kandidat terhadap hasil pemilihan legislatif adalah secara mengejutkan pihak yang berhasil masih ada yang belum puas, sementara pihak yang gagal umumnya puas dengan hasil yang diperoleh. 
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENYEBARAN INFORMASI DENGAN KESADARAN MASYARAKAT MENCATATKAN PERKAWINAN PADA DINAS KEPENDUDUKAN DANPENCATATAN SIPIL KABUPATEN TANA TORAJA Rohani Marlin Situru; Hafied Cangara
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.3 Juli - September 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v4i3.625

Abstract

Abstract The aims of the research were to: 1) Explain the level of the spreading of information about regulations in registering the Marriage status of society, 2) explain the level of community awareness after getting information about the registry of marriage status, , 3) explain the correlation between the spreading of information trough media and community awareness to register marriage in Demography and Civil Registration Deparment of Tana Toraja Regency. The research was conducted in Tosapan Village of South Makale District. It was an explanative survey study with two variables, i.e, independent variable consisting of the spreading of information through mass media and interpersonal communication, and dependent variable i.e. community awareness involving knowledge, attitude, and behavior. The sample consisted of 74 marriage couples selected using proportional stratified random sampling technique 10 % error possibility. The data were analyzed using quantitative analysis with chi square method. The result of the research indicate that the level of the spreading of marriage registry information through mass media is in a low category, while the level of the spreading of information through interpersonal communication is in a moderate category. The level of community awareness after obtaining marriage registry information is in a high category. There is a significant correlation between the spreading of information through mass media and interpersonal communication in Demography and Civil Registration Department of Tana Toraja Regency.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk 1) menjelaskan tingkat penyebaran informasi tentang ketentuan pencatatan status perkawinan kepada masyarakat, 2) menjelaskan tingkat kesadaran masyarakat setelah memperoleh informasi pencatatan perkawinan dan 3) menjelaskan hubungan penyebaran informasi melalui media dengan kesadaran masyarakat mencatatkan perkawinannya pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tana Toraja. Lokasi penelitian di Kecamatan Makale Selatan Kelurahan Tosapan dengan jumlah sampel sebanyak 74 pasangan suami istri yang diambil dengan teknik Proporsional Stratified Random Sampling dengan tingkat kesalahan 10%. Tipe penelitian adalah penelitian survey eksplanatif dengan dua variable yaitu variable bebas adalah penyebaran informasi melalui media massa dan komunikasi interpersonal dan variable terikat yaitu kesadaran masyarakat yang meliputi pengetahuan, sikap dan perilaku. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kuantitatif dengan metode Chi-Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penyebaran informasi pencatatan perkawinan melalui media massa berada pada kategori rendah sedangkan tingkat penyebaran informasi melalui komunikasi interpersonal berada pada kategori sedang, serta tingkat kesadaran masyarakat setelah memperoleh informasi pencatatan perkawinan berada pada kategori tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara penyebaran informasi melalui media massa dan komunikasi interpersonal dengan kesadaran masyarakat melakukan pencatatan perkawinan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tana Toraja. 
PERSELINGKUHAN DAN KESETIAAN DALAM SINETRON “CATATAN HATI SEORANG ISTRI” (SUATU STUDI ANALISIS KOMUNIKASI KELUARGA DALAM PERSPEKTIF SEMIOTIKA) Dwi Ratnasari; Hafied Cangara
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.3 Juli - September 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v4i3.626

Abstract

Abstract This research aimed to investigate the representations of infidelity and loyalty, and its effects of the actor of the infidelity and loyalty on the communication of an Islamic family as presented in the soap opera “Catatan Hati Seorang Istri”. The method used in analyzing the soap opera “Catatan Hati Seorang Istri” was descriptive- qualitative with the approach of semiotic theory by Roland Barthes. In semiotic approach, the message communication process experienced two layers of meaning, namely he first layer (denotation or the illustration of the infidelity and loyalty in the opera soap “Catatan Hati Seorang Istri”) and the second layer (connotation or the concept of infidelity and loyalty). The research results revealed that there were 86 pictures representing the infidelity, 10 pictures representing the loyalty, and 20 pictures representing the effect of the infidelity actor, and 2 pictures representing the effect of the loyalty actor on the family communication in the islamic perspective as represented in the opera soap “Catatan Hati Seorang Istri”. Besides, in the opera soap “Catatan Hati Seorang Istri” semiotically, the signs for lying were used to represent infidelity, while the signs of the shalehah women were used to represent loyalty. In the opera soap “Catatan Hati Seorang Istri”, infidelity and loyalty effects had significant effects on the communication of islamic families.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi perselingkuhan dan kesetiaan serta pengaruh yang ditimbulkan oleh pemeran perselingkuhan dan kesetiaan terhadap komunikasi keluarga islam yang direpresentasikan dalam sinetron “Catatan Hati Seorang Istri”. Metode yang digunakan dalam menganalisis sinetron “Catatan Hati Seorang Istri” adalah deskripsi kualitatif dengan pendekatan teori semiotika Roland Barthes. Dalam pendekatan semiotika, proses komunikasi pesan mengalami dua lapisan pemaknaan, yaitu lapisan pertama (denotasi atau penggambaran perselingkuhan dan kesetiaan dalam sinetron “Catatan Hati Seorang Istri”) dan lapisan kedua (konotasi atau konsep tentang perselingkuhan dan kesetiaan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 86 gambar representasi perselingkuhan, 10 gambar representasi kesetiaan, dan 20 gambar representasi pengaruh yang ditimbulkan oleh pemeran perselingkuhan serta 2 gambar representasi yang ditimbulkan oleh pemeran kesetiaan terhadap komunikasi keluarga ditinjau dari perspektif islam yang direpresentasikan dalam sinetron “Catatan Hati Seorang Istri”. Selain itu, dalam sinetron “Catatan Hati Seorang Istri” secara semiotik, tanda berbohong digunakan untuk merepresentasikan perselingkuhan dan tanda wanita shalehah digunakan untuk merepresentasikan kesetiaan. Dalam sinetron “Catatan Hati Seorang istri”, perselingkuhan dan kesetiaan memberikan dampak yang signifikan terhadap komunikasi keluarga ditinjau dari perspektif islam. 
OPINI DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PEMBAHARUAN DAN KEPEMIMPINAN BUPATI NURDIN ABDULLAH DALAM MEMAJUKAN BANTAENG SEBAGAI KOTA INDUSTRI DAN WISATA Darmawan Syah; Hafied Cangara; Muhammad Iqbal Sultan
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.3 Juli - September 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v4i3.628

Abstract

Abstract Public’s opinions are very important for democratic social life. Leader’s success can be found by the opinions that made by public. This study aims to find out the opinions and attitudes towards innovation and leadership in advancing the Regent Nurdin Abdullah Bantaeng as industrial cities and attractions, as well as the factors that influence the opinion. This study used a qualitative descriptive approach with the study subjects consisted of 38 people Bantaeng people who come from different backgrounds. Data were collected through direct observation and interview. then analyzed the data using triangulation techniques. The results showed that all informants that is the subject of this study support program Bantaeng advance as an industrial city and sightseeing. This is one solution to improve the original income Bantaeng oriented to the improvement of public welfare. In addition, factors that affect the leadership of Nurdin Abdullah is hard work fruitful achievements, and contribution of the media in shaping the image Bantaeng.Abstrak Opini publik sangat penting bagi kehidupan masyarakat yang demokratis. Keberhasilan seorang pemimpin dapat diketahui dari opini publik yang terbentuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui opini dan sikap masyarakat terhadap pembaharuan dan kepemimpinan Bupati Nurdin Abdullah dalam memajukan Bantaeng sebagai kota industri dan wisata, serta faktor yang mempengaruhi opini tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subyek penelitian terdiri dari 38 orang masyarakat Kabupaten Bantaeng yang berasal dari latar belakang yang berbeda. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam. selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh informan yang menjadi subjek penelitian ini mendukung program memajukan Kabupaten Bantaeng sebagai kota industri dan wisata. Hal ini merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bantaeng yang berorientasi kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu faktor yang mempengaruhi kepemimpinan Nurdin Abdullah adalah kerja keras yang berbuah prestasi, dan kontribusi media dalam membentuk citra Kabupaten Bantaeng. 
OPINI TOKOH MASYARAKAT TERHADAP PERANAN POLISI SEBAGAI PELINDUNG, PENGAYOM DAN PELAYAN MASYARAKAT DI DAERAH RAWAN KONFLIK KOTA MAKASSAR Adi Jaya Buluara; Hafied Cangara; Jeanny Maria Fatimah
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v4i4.648

Abstract

Abstract Public figures are representative of the community itself because he was acting on behalf of the public or opinion leaders in his name so that people become essential for the police in carrying out its role as protector and waiter society. The aim of the research was to determine the opinion of public figures on the roles of police as protectors, paragons, and servants of community in the conflict prone areas of Makassar City. The research was conducted in Makassar District and Tamalate District. The data were presented qualitatively in narrative forms. The methods of obtaining the data were observation and interview and other relevant data. The results of the research indicate that the opinion of public figures on the roles of police as protectors, paragons, and servants of community are manifested when they are overcoming and guarding against conflicts. The protection perceived by community is their actions to drive the community who are conflicting and guard on-site brawl, while the form of service perceived by the community is quick response from the police based on the report from the community. The opinion from public figures is the main reference to fulfill the need of police force especially related to the fulfillment of facilities supporting police's tasks in the field. It is also initial information in investigating the root of conflict among groups in the society which has implications on the actions of professional and accountable police force.Abstrak Tokoh Masyarakat merupakan representatif dari masyarakat sendiri karena dia bertindak mewakili masyarakat atau mengatasnamakannya sehingga opini tokoh masyarakat menjadi hal yang esensi bagi kepolisian dalam melaksanakan perannya sebagai pelindung, Pengayom dan Pelayan mayarakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui opini tokoh masyarakat terhadap peranan polisi sebagai pelndung, pengayom, dan pelayan masyarakat di daerah rawan konflik Kota Makassar. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Makassar dan Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa opini toko masyarakat terhadap peranan polisi sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat diwujudnyatakan dalam kehadirannya pada saat mengatasi ataupun mencegah terjadinya konflik. Bentuk perlindungan yang dirasakan masyarakat adalah tindakan polisi menghalau warga yang bertikai dan melakukan penjagaan di lokasi tawuran. Bentuk pengayoman diaplikasikan dengan memberikan pembinaan kepada warga, baik orang tua maupun anak muda di wilayah rawan konflik. Adapun bentuk pelayanan dapat dirasakan dengan respon yang cepat polisi terhadap laporan masyarakat. Opini tokoh masyarakat menjadi referensi utama dalam pemenuhan kebutuhan lemabaga kepolisian, khususnya terkait pemenuhan akan fasilitas yang menunjang tugas kepolisian di lapangan. Selain itu, merupakan informasi awal dalam menemukan akar maslah konflik antarkelompok di masyarakat, yang tentunya berimplikasi terhadap tindakan kepolisian yang profesional dan akuntanbel. 
PROFIL DESA DAN KELURAHAN SEBAGAI SUMBER INFORMASI: STUDI EVALUASI TENTANG PENYEDIAAN INFORMASI POTENSI DESA DAN KELURAHAN DI SULAWESI SELATAN OLEH BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PEMERINTAHAN DESA DAN KELURAHAN (BPMPDK) PROVINSI SULAWESI SELATAN Sitti Nurmasita Achsin; Hafied Cangara; Andi Alimuddin Unde
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v4i4.649

Abstract

Abstract The aims of the study were to evaluate the availability, completeness, and accountability of village profile data presentation, its utilization as village sources of information and various constraints in the preparation of village profile data preparation in South Sulawesi Province. The research type was descriptive with 15 informants selected purposively. Data were collected with in-depth interview, direct observation and literature study, and were analyzed with qualitative analysis. The results of the research indicated that the presentation of village profile data in South Sulawesi were available, but neither complete nor accountable yet, therefore it has not been utilized, but it served as a source of information of potential villages expected to data base for development planning. Being viewed from communication perspective the village profiles were related to communication elements, village profile (messages) was presented by the organization working group (communicator), by development actors and public users of information (communicant) had not been utilized (immature effect) for the benefit of development planning (feedback).Abstrak Penelitian ini bertujuan mengevaluasi ketersediaan, kelengkapan dan akuntabilitas penyajian Data Profil Desa dan Kelurahan, pendayagunaannya dalam fungsinya sebagai sumber informasi potensi desa dan kelurahan dan berbagai kendala dalam pelaksanaan kegiatan Penyusunan Data Profil Desa dan Kelurahan di Sulawesi Selatan. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pemilihan informan secara purposive sejumlah 15 orang, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung dan studi literatur. Data dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data Profil Desa dan Kelurahan di Sulawesi Selatan sudah tersedia namun belum lengkap dan akuntabel sehingga belum didayagunakan dan belum dapat berfungsi sebagai sumber informasi potensi desa dan kelurahan yang diharapkan dapat menjadi data dasar dalam perencanaan pembangunan. Ditinjau dari perspektif komunikasi kaitannya dengan unsur-unsurnya, Profil Desa dan Kelurahan (pesan) yang disajikan oleh organisasi Pokja (komunikator), oleh para pelaku pembangunan dan publik pengguna informasi (komunikan) belum didayagunakan (belum menghasilkan efek) untuk kepentingan perencanaan pembangunan (umpan balik).